Aku Lebih Mencintaimu

Aku Lebih Mencintaimu
Eps 151 Aku Lebih Mencintaimu


__ADS_3

Pesta sudah usai, kini semua sudah tahu siapa Bara, siapa keluarga pak Darmais.


Mereka adalah keluarga sukses dan kaya, berkat anaknya yang secara pribadi sukses juga menjadi menantu seorang bilioner.


Keluarga pak Darmais kini di anggap sebagai keluarga terpandang di desa Bumi Makmur.


"Lagi apa sayang.. hmm.?."


Tanya Bara melihat istrinya duduk di balkon, sambil menatap ke arah taman Permata Hatiku yang pagi itu nampak indah dengan sedikit kabut.


"Melihat pemandangan alam mas sebelum besok kita kembali pulang ke kota," sahut Yolanda sambil merapatkan badannya ke arah suaminya yang duduk di samping nya.


Bara yang membawa selimut tebal itu, di selimutkan ke badan Istrinya karena hari masih sangat pagi dan udara masih dingin.


"Ya dua hari lagi kita kembali ke kota," sahut Bara melingkar kan tangannya memeluk sang istri.


"Kamu mau apa mumpung masih di sini, yang di kota kita susah nyari nya..," kata Bara lagi sambil mencium pucuk kepala istrinya mendekap istrinya.


Yolanda menggeleng menatap suaminya," aku sudah enggak kepingin apapun mas," sahut nya tersenyum menatap suaminya yang masih memeluknya di balkon depan kamarnya.


**


Dua hari ini di habiskan oleh keluarga Santosa dan Om Jhon untuk bersantai di desa pak Darmais desa Bumi Makmur.


Jika pagi hari di gunakan berjalan jalan di taman Permata Hatiku, pun dengan sore hari di habiskan di sana berbaur dengan para pengunjung lainnya.


Seperti kemaren Opa Santosa dan Om Jhon asyik memancing di kolam pemancingan yang juga di buat untuk umum, dari sepuluh kolam ada satu yang memang di khususkan untuk pecinta mancing mania tersebut.


"Jhon..aku dapat lele lagi..! ," teriak Opa Santosa yang di balas oleh Om Jhon dengan mengangkat kailnya mendapat ikan mujaer lumayan besar," kali ini aku dapat mujaer..," serunya.


Kedua orang yang sedikit berjauhan itu saling pamer hasil tangkapan, sambil menaikkan kailnya.


Padahal mereka di pisahkan oleh pemancing lainnya yang ada diantara mereka berdua.


Namun nampaknya semua pemancing sangat terhibur, siapapun yang mengangkat kail dan mendapatkan tangkapan semua ikut bersorak, menjadikan area tersebut nampak paling semarak.


**


Papa Hedrawan masih asyik mengikuti pak Darmais yang masih mengontrol ternak ternak yang baru di kasih makanan oleh pak Sarman.

__ADS_1


"Loh makanannya bukan hanya rumput to pak..?."


"Hehehe ..bukan pak, ini makanan yang sudah di fermentasi dengan EM4 pak..?," sahut pak Darmais.


"Apa itu pak..?."


"Semacam probiotik yang bisa meningkatkan penyerapan makanan di tubuh ternak sehingga cepat gemuk, juga menambah nafsu makan ternak ternak ini pak."


"Selain itu juga membuat kotoran ternak tak terlalu berbau," kata pak Darmais menerangkan.


"Weiih pengetahuan pak Darmais tentang peternakan lumayan bagus juga he he he."


"Ah..pak Hendrawan..ini bisa aja, namanya orang desa seperti saya ya harus banyak belajar seperti ini pak."


"Makanan yang telah di fermentasi seperti ini bisa bertahan beberapa bulan sekali kita membuat, jadi tak kesulitan saat musim kemarau seperti ini pak," sahut pak Darmais lagi.


Pak Hendrawan mengangguk anggukan kepala mendengar penjelasan pak Darmais.


**


Mama Nursanti bersama Bu Romlah masih berada di kebun bersama Misye dan Della.


Mereka berdua nampak duduk di gazebo yang ada di sana sambil menikmati panorama sore yang terlihat indah tersebut, sambil melihat ke arah Misye dan Della yang memetik sayuran segar.


"Coba nanti biar di lihat anak buah pak Sarman, jika memang sudah masak biar di tebang," sahut Bu Romlah kepada anaknya tersebut.


"Bu itu ada kang Tarjo..," teriak Della yang melihat Tarjo melintas di sana.


"Mana..?."


"Itu..!," kata Della lagi sambil menunjuk ke arah Tarjo yang masih berjalan mau melewati tempat tersebut.


"Kaang..! kaang..Tarjo...!," teriak Della sambil melambai kan tangannya.


Tarjo yang merasa di panggil menghampiri mereka.


"Ada apa..Dell..?."


"Bude mau minta tolong Jo..," sahut Bu Romlah setelah Tarjo mendekat.

__ADS_1


"Tolong apa ya bude..?," kata Tarjo mendekati Bu Romlah yang masih duduk dengan mama Nursanti.


"Itu pohon pisang yang disana kata Misye kok ada yang matang, coba di lihat nanti kalau benar matang di tebang ya."


"Iya bude..coba tak lihat dulu," sahut Tarjo langsung masuk ke kebun dan berjalan ke arah kumpulan pohon pisang.


**


Bara masih berjalan jalan di taman Permata Hatiku bersama Yolanda.


Menikmati keindahan taman buatan tersebut yang sore itu masih banyak pengunjung nya karena tutupnya jam lima sore.


"Hati hati sayang..," kata Bara sambil menggandeng tangan istrinya.


Yolanda yang kehamilan nya makin terlihat karena ada dua janin di perutnya berjalan dengan hati hati.


"Kita duduk di ayunan itu yuk mas," ajak Yolanda sambil berjalan pelan dan memegang lengan suaminya.


Bara mengimbangi langkah istrinya sedikit memeluk pinggang Yolanda berjalan ke arah ayunan yang di maksud.


"Aku senang sekali mas, kita bisa seperti ini."


"Aku juga senang sayang.. akhirnya setelah semua kita lalui, kita bisa seperti ini."


Yolanda merebahkan kepalanya di lengan Bara sambil duduk di ayunan.


"Aku mencintaimu sayang..," kata Bara merangkul dan memeluk istrinya.


Yolanda menoleh ke arah suaminya yang tampan tersebut.


"Aku lebih mencintai mu mas," kata pelan Yolanda sambil makin menenggelamkan kepalanya.


Bara mencium pucuk kepala Yolanda, rasanya tak pernah bosan bosannya dia menghisap aroma wangi istrinya tersebut.


Sang surya makin menenggelam kan diri, semburat awan merah mulai terlihat seiring dengan makin tenggelamnya Cahaya alam tersebut membawa kedamaian di hati dua insan yang saling mencintai tersebut.


Saling memeluk penuh dengan rasa sayang dan cinta yang membuncah di dalam dada nya..hingga terdengarnya adzan Maghrib keduanya kembali ke mansion karena Bara harus beribadah di masjid kampung nya.


____________

__ADS_1


**Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya...


Maaf chapter nya pendek**..


__ADS_2