
Pagi hari Bara sudah sudah bangun dari tidurnya, sholat subuh, olah raga sebentar....biar bugar ..kan? dan mulai menyiapkan sarapan pagi.
Hari ini dia akan berangkat pagi ke kantor, baru dah ...sore ada kegiatan di kampusnya.
Memang sejak awal dia kerja, menjadi asisten pak Beni jadwal kerjanya di sesuaikan dengan kuliahnya.
Untungnya kegiatan kuliah tak sepadat semester awal, karena itulah dia berani melamar kerja pada pak Beni sebab sudah di semester semester akhir.
Semua sudah siap, bahkan bekal makan siang di kantor pun sudah di siapkannya, meskipun kadang jadi bahan guyonan teman temannya, di katakan lelaki rumahan, terlalu irit, bahkan ada yang mengejek kayak anak mama(manja dan mager).
"peduli amat, perut perut aku, duit duit aku,..yang lebih ngerti hidupku ya aku sendiri, tak masalah kalian omong apa .....terserah," batin Bara di ledeki teman teman nya terutama si Bondan.
Bara sudah siap dengan baju kerjanya dan tentu saja jaket karena naik motor, soalnya belum bisa bawa mobil.
Dengan mengendari si Neneng, Bara melesat bak pembalap.
Tak sampai satu jam Bara sudah tiba di kantornya.
Bara yang termasuk orang baru namun cukup tampan, menjadi perhatian dari para pekerja lama di sana khususnya yang cewek.
Badannya yang berotot namun proporsional, kulit putih dan wajah tampan membuat gadis gadis di kantor pada ingin mencuri perhatiannya.
Bara yang memang cukup rajin dan disiplin, selalu datang ke kantor lebih awal, mesti kurang setengah atau seperempat jam sebelum jam kantor mulai.
"Pagi mbak...," sapa Bara kepada para senior di kantor meski mereka seusia bahkan ada yang lebih muda.
Bagi Bara sopan adalah kunci dari kesuksesan hubungan atau relasi.
"Pagi..juga....," sapa beberapa gadis menyahut, kemudian di sambung dengan "tampan...," tapi pelan, merekapun cekikikan menertawakan ulah mereka sendiri.
"Pagi juga .... tampan," sahut yang agak nekat menjawab tanpa malu malu.
Sampai di ruang kantornya Bara langsung menuju ke mejanya.
Membereskan beberapa berkas berkas yang akan di jadikan laporan hasil kerja bagian pemasaran.
"Wuih Bro..rajin amat jam segini malah udah beres beres, emang datang subuh..?," kata Bondan yang memang rada rese.
"Nggak gitu juga kali," Balas Bara yang lama lama juga mulai jengkel dengan ulah tengil pria itu.
Berturut turut kemudian teman teman satu divisi yang lain mulai berdatangan.
Pak Jupri, Dimas dan Tomy sudah pada datang, demikian juga teman teman yang perempuan seperti Bu Susi, Jesika, Nikita dan Tantri.
Beberapa saat kemudian baru Bu Ratna nampak datang.
"Pagi Bos..," sapa orang orang di sana begitu melihat atasan di bagian marketing datang.
"Pagi semuanya...," balas bu Ratna kepada anak buahnya sambil terus berjalan menuju ke ruang kerjanya.
"Selamat pagi Bu..," sapa Bara sopan kepada bu Ratna ketika melintas di meja nya.
__ADS_1
"Eh..dik Bara.., selamat pagi...," kata bu Ratna dengan senyuman yang manis.
Bu Ratna, berhenti sesaat seakan ingin ngomong sesuatu tapi di tahannya, kemudian masuk ke dalam ruangan nya.
Sebelum acara kerja di mulai seperti biasa semua di briefing oleh pimpinan divisi.
Semua berkumpul di pojokan ruangan yang sedikit agak longgar, berdiri lalu briefing di mulai.
Sepatah dua patah kata sambutan dari bu Ratna di sampaikan, perkembangan dan kekurangan dari kerja bagian divisi marketing di sampaikan sekilas dan di akhiri doa bersama dan yel..yel divisi tersebut.
"Yes...yes....yes...!!."
Briefing di akhiri dengan "Yes" tiga kali, kemudian semua kembali ke meja masing masing dan mulai kerja.
Bara masih nampak serius menyusun laporan dari berbagai kegiatan penawaran produk property yang sudah di jalankan.
Perusahaan Santosa Group memiliki banyak bidang usaha salah satunya adalah bidang properti yang saat ini menjadi tempat kerjanya.
Dan Bara saat ini di tempat kan di bagian marketing karena memang menurut pak Beni di sanalan dia sangat pintar.
Bara teringat perkataan pak Beni saat mau di pindahkan di bagian itu.
"Tuan muda...Bara, mulai besok anda sudah pindah kerja di tempat yang baru sesuai dengan perjanjian pranikah yang sudah di tandatangani," kata pak Beni kala itu.
"Terus di mana pak..? bagian apa pak..?," jawab Bara kala itu.
"Menurut pengamatan saya selama ini anda saat ini cocok di bagian marketing karena kemampuan anda sangat mumpuni di bidang itu," kata pak Beni kembali kala itu.
Hingga akhirnya di bagian marketing inilah akhirnya Bara benar benar di tugaskan.
Di saat masih serius membuat laporan dari berbagai penawaran properti yang sudah di jalankan Bara di kejutkan oleh panggilan Nikita.
"Bara...!!," panggil Nikita pelan.
"Eeh...iya mbak," sahut Bara.
"Ish...jangan panggil mbak dong.., kan aku sudah bilang usia kita sama lho," kata Nikita sambil tersenyum semanis mungkin.
"Panggil aja namaku..kalau perlu adik ..juga boleh...," kata Nikita dengan genit.
Bara hanya nyengir mendengar guyonan teman satu divisi itu.
"Eh..ada apa ya..Nik..?," kata Bara kemudian.
"Naah...gitu dong.., kurang Dedek nya aja..," goda Nikita lagi.
Jesika yang mendengar itu terkikik geli.
"Apa..Dedek Nikita...?," goda Jesika.
"Iyaa..,gitu," jawab Nikita dengan muka temboknya.
__ADS_1
"Sudah...sudah..ada..apaan ..?," kata Bara menghentikan keusilan teman temannya.
"Di panggil bu Ratna tuh...di suruh ke ruangan nya," kata Nikita akhirnya.
"Beneraan..?!?!," kata Bara yang melihat dua gadis di depannya nampak masih cekikikan.
"Bener... bener..., masak panggilan bos aku buat main main, bisa di nilai buruk aku," kata Nikita menghentikan guyonannya.
Bara pun beranjak dari kursinya dan menuju ruang kepala divisi tersebut.
Tok...tok.. tok..
Bara mengetuk pintu yang tak sepenuhnya tertutup itu.
"Masuuk...!!," suara bu Ratna terdengar dari luar.
Bara pun masuk ke dalam ruangan bu Ratna.
"Ada apa ya..Bu...memanggil saya..?," kata Bara begitu memasuki ruangan kepala divisinya itu.
"Ish...dik Bara..ini, kan aku sudah bilang jangan panggil ibu kalau kita sedang berdua," kata bu Ratna sambil tersenyum.
"Maaf...Bu, enggak enak soalnya masih di kantor," kata Bara dengan sopan.
Bu Ratna hanya geleng geleng kepala melihat kegigihan Bara.
"Saya mau menugaskan dik Bara untuk menyiapkan salah satu properti kita yang di wilayah xx untuk di jadikan proyek percontohan soalnya ada pihak rekanan yang bersedia memborongnya bila cocok dan sesuai dengan style mereka," kata bu Ratna.
"Siap Bu..,saya nanti akan kesana dan menata sebaik mungkin properti yang akan di jadikan contoh tersebut," kata Bara dengan sigap.
Mereka pun berbincang tentang apapun yang menyangkut pekerjaan, sampai Bara akhirnya undur diri.
"Kalau sudah selesai saya mohon ijin keluar Bu, mau meneruskan membuat laporan," kata Bara dengan sopan.
Bu Ratna mengangguk.
"Oh...ya..dik Bara...," kata Bu Ratna menghentikan langkah Bara.
"Apakah dik Bara sudah punya pacar..? kayaknya aku kok lihat dik Bara di mall dengan seorang wanita..?," tanya bu Ratna.
Bara kebingungan mau menjawab apa.
"mm..," Bara mau berkata.
Tok...tok... tok...
Pak Jupri yang mengetuk pintu langsung nongol sambil membawa beberapa tumpuk berkas.
Bara yang melihat itu langsung mengangguk kepada bu Ratna dan keluar dari ruangannya.
__________
__ADS_1
**Gimana reader...? bosaan...?
Jangan ya....tetep tinggalkan jejak**...