
Mereka sudah kembali saling berpelukan mengeksplor dari masing masing keindahan tubuh pasangannya.
Menjelajahi setiap jengkalnya dan meninggalkan tanda kepemilikan di sana.
Kembali Bara melihat ke arah Yolanda meminta persetujuan darinya untuk melakukan aksi berikutnya.
"Sayaang..." kata Bara melepas cium*n di bibir istrinya.
Yolanda menganggukkan kepalanya tanda mengijinkan apa yang akan Bara lakukan sebelum sang suami mengatakan nya
Selanjutnya semua mengalir... bagaikan air dari puncak ketinggian mengikuti alurnya.. menikmati setiap keindahan di tiap lekukan dan cekungan yang ada, hingga akhirnya melebur menjadi satu di samudra yang luas dengan penuh kebahagiaan.
Begitupun dengan Bara dan Yolanda yang menikmati setiap sentuhan dan cumbuan dari pasangan nya.
Hingga akhirnya keduanya terkulai lemas dengan penuh kepuasan di wajahnya.
*
Yolanda masih menyusupkan kepalanya di pelukan suaminya.
Bara menciumi kepala istrinya yang sudah memberinya keindahan dan kenikmatan surga dunia.
Kini seutuhnya jiwa dan raga Yolanda sudah di serahkan untuk Bara.
Begitupun Bara, kini tak ada lagi keraguan di hatinya untuk memiliki Yolanda sepenuhnya, meskipun itu berarti dia melanggar perjanjian kontrak yang sudah di tandatangani nya dengan tuan Hendrawan.
Masih banyak aral melintang di hadapan keduanya meskipun kini mereka di eratkan oleh ikatan batin di antara mereka berdua ...yang makin kuat.
"Aku akan memperjuangkan mu... dengan sekuat tenaga...untuk...jadi milikku seutuhnya...sayaang...," tekad Bara, sambil mengeratkan pelukannya dan memberi kecupan di kening istrinya, membungkus tubuh mereka dengan selimut berlindung dari dinginnya malam.
**
Pagi dini hari Yolanda yang sudah terbangun duluan sedikit gusar, pasalnya tempat tidur mereka ternoda oleh darah.
"Mas..bangun...," pelan Yolanda menggoyang lengan Bara.
Bara yang kesadarannya sudah mulai kembali dari lelap tidurnya tadi langsung terbangun.
Dilihat istrinya sudah memakai kembali gaun yang semalam menjadi penyebab "kejadian indah" itu.
"Ada apa sayang..?," tanya Bara sambil mengucek matanya menghilangkan kantuk nya..dan mengumpulkan kesadarannya.
Diliriknya jam di dinding... kenapa istrinya membangunkannya.
"Haah..??, masih jam tiga dini hari..?," batin Bara terkejut.
"Kenapa sayang..?," tanya Bara kembali mengulang pertanyaanya.
"Seprei nya kotor..kena noda..," kata Yolanda pelan dan tersipu.
Bara memandangnya dan mulai tanggap akan hal itu.
Di hatinya makin kuat tekad untuk mempertahankan cintanya, istrinya sudah berkorban banyak sejauh ini.
"Enggak pa pa..sayang...nanti mas Bara yang akan mencuci nya," sahut Bara tanpa sadar meloncat dari tempat tidur nya, padahal masih dalam keadaan polos.
"Ish...mas..," Yolanda terpekik tersipu melihat tubuh polos suaminya.
Bara juga tersenyum kikuk.
"Tak usah malu...bukankah kamu semalam sudah melihat semuanya sayaang..," kata Bara menutupi rasa kikuk nya.
"Aku pingin mandi mas.., tapi dingin..gimana..ini..?."
__ADS_1
"Nanti mas Bara akan panaskan air ..sebentar yaa..," kata Bara sambil memakai pakaiannya.
Bara kemudian keluar dari kamarnya, suasana masih sangat sepi karena masih sangat pagi.
Bara memanaskan air di panci yang besar, untungnya di rumah pak Darmais punya kompor gas besar yang biasa di gunakan oleh para penjual makanan jadi bisa cepat untuk memasak.
Sambil memanaskan air Bara kembali ke kamarnya untuk mengganti seprei yang ada noda darah serta bekas percintaan nya semalam.
Membawa ke kamar mandi dan mencucinya.
Air sudah panas kemudian dengan menggunakan ember di bawanya ke kamar mandi dan di campur dengan air dingin.
"Ayuuk mandi sudah siap air hangatnya..tinggal nambahin air bila kepanasan," kata Bara ke Istrinya.
"Auww.."
Pelan Yolanda beranjak dari kasur nya dengan rasa perih di organ kewanitaannya.
"Mau mas gendong..?," kata Bara pelan.
Yolanda menggeleng.
"Di gandeng saja.. mas.."
Bara memapah istrinya menuju kamar mandi.
Begitu keluar dari kamar, Bu Romlah ternyata sudah bangun kerena mendengar krasak krusuk di dapur saat Bara memanaskan air.
Melihat anaknya menuntun Istrinya Bu Romlah tanggap apa yang mungkin sudah terjadi.
Bu Romlah hanya tersenyum saja.
"Nak Yola mau mandi..?."
"Iya..Bu..," sahut Yola sambil tersipu malu.
Yolanda makin malu.
"Ish...mas..," kata Yolanda pelan sambil mencengkeram lengan Bara.
Bu Romlah hanya tersenyum.
Selesai mandi, baru terdengar adzan subuh, Bara yang juga sudah mandi berangkat sholat di masjid dekat rumah bersama bapak.
Sedangkan Yolanda sholat di ruang sholat bersama Bu Romlah dan adik adiknya.
**
Di masjid Bara bertemu dengan tetangga yang sedikit agak jauh rumahnya.
Mereka bertegur sapa sebelum sholat di mulai.
"Kapan pulang ..mas...," tanya pak kohar yang rumahnya sedikit jauh.
"Jumat malam..pak.."
"Bapak kok nggak lihat ..di masjid.?."
Bara tersenyum.
"Mungkin Bapak yang enggak merhatiin saya...tadi malam juga sholat isya di masjid kok pak," kata Bara lagi sambil masih tersenyum.
"Waah... tak bapak sangka..mas Bara yang dulu kecil.. terus saat remaja bantu bantu bapak mengurus TPQ sekarang sudah besar..malah akan jadi menantu pak Lurah..," kata pak Kohar lagi.
__ADS_1
"Haah..?."
Bara terkejut ternyata berita pernikahannya dengan Jasmine sudah tersebar luas.
"Mm..maaf pak..saya tidak akan menikah dengan Jasmine pak..," kata Bara pelan.
"Lho..lha kenapa..??.mas Bara cocok lho sama Jasmine.."
"Mas Bara ganteng ..dan Jasmine cantik..," kata pak Kohar sedikit terkejut.
"Saya sudah memiliki istri pak..," kata Bara dengan tegas kepada pak Kohar.
"Kami menikah di kota saat bapak sakit di rumah sakit," sahut Bara lagi.
"Ooh..," pak Kohar sedikit terkejut.
Obrolan keduanya terhenti saat di kumandangkan iqomah menadakan sholat akan di mulai.
Setelah sholat Bara pulang bersama pak Darmais bapaknya, dan ketemu Tarjo di jalan.
"Jo.. Tarjo..!!," teriak Bara memanggil teman sepermainan nya sejak kecil itu.
Tarjo yang mendengar namanya di panggil langsung menoleh.
"Weeih..Bara..!!," sahut Tarjo langsung menghampiri.
Kemudian Tarjo menyalami Bara dan pak Darmais.
"Kok enggak ke masjid..?," sahut Bara.
"Bangunnya telat jadi sholat di rumah," sahut Tarjo pelan.
"Kapan pulang..?, kok Tatik enggak cerita ke aku..," sahut Tarjo.
Bara tersenyum.
"Jumat malam,...mungkin istrimu lupa saking kangennya sama kamu..jadi enggak cerita apapun," goda Bara.
Tarjo tertawa mendengar godaan Bara.
"Ha.ha.ha...makanya cepetan nikah..," kata Tarjo.
"Nanti aku main ke rumahmu..," kata Tarjo sambil pamit kepada Bara dan pak Darmais mau ke kebun dulu.
Bara sudah sampai di rumah kembali.
Dilihat nya istrinya masih duduk di kasur kamar nya.
"Kok masih di sini..?," kata Bara pelan.
"Habis bingung mas.. mau ngapain..?."
"Bantu masak nggak bisa, nyapu udah di sapu Della..Lainnya udah di beresin Misye," kata Yolanda pelan.
"Maksud mas Bara bukan itu."
"Kenapa enggak ngajak jalan jalan Misye dan Della ke kebun belakang, pagi pagi bagus dan segar lho udaranya..," kata Bara.
"Ohh. ..Iya..ya..mas.."
"Kalau gitu sama mas Bara saja ya..mas, kita jalan jalan yuuk," rengek Yolanda merajuk.
Bara tersenyum kemudian mengecup bibir Istri nya yang nampak menggoda.
__ADS_1
___________
Selamat membaca...jangan lupa terus dukung ya ..dengan jejaknya..