Aku Lebih Mencintaimu

Aku Lebih Mencintaimu
Eps 78 di Kampus


__ADS_3

Sekitaran jam Delapan Bara bersama dengan istrinya Yolanda sudah berangkat ke kampus.


Mereka menaiki mobil Bara untuk menuju ke kampus.


Bara yang biasa ke kampus naik si Neneng motor kesayangan, kini memakai mobil sport gagah membuatnya makin terlihat tampan dan menawan.


Di tempat parkir aja... sudah banyak pasang mata yang menoleh ke arahnya.


Kadang memang istilah Jawa "ajineng sariro ono ing busono" memang tepat untuk menggambar kan bahwa seseorang makin di hargai di hormati dan di segani karena penampilan...baik pakaian maupun kendaraan tunggangan.


Seperti itulah yang terjadi dengan Bara.


Dengan pakaian yang sesuai serta mahal yang di belikan istrinya, tampilan Bara makin terlihat gagah dan makin tampan.


Hingga membuat gadis gadis makin gemas, tertarik untuk melihat dan memilikinya.


Apalagi saat Bara baru turun dari mobil yang masih kinclong dan nampak mewah gagah membuat banyak yang terpesona.


Melihat tatapan para "betina yang kelaparan" membuat Yolanda makin posesif melingkar kan lengannya ke pinggang suaminya.


Menegaskan "milikku jangan di ganggu." begitu jika di ungkapkan.


Bara masih berjalan di koridor kampus dengan Yolanda yang masih saja melingkar kan lengannya, hingga Bara kesulitan melangkah karena harus mensejajarkan langkahnya yang lebar dengan kaki Istrinya yang lebih pendek.


"Sayang... udah..ya..meluknya..gak enak kan di lihatin orang..," pelan Bara berbisik di telinga istrinya.


"Memangnya mas Bara enggak suka aku peluk..?," tanya Yolanda kepada Bara sedikit cemberut.


"Eeh..siapa bilang..semalam aja kamu tidur di pangkuan mas Bara sambil mas peluk semalam..," kata Bara pelan sambil tersenyum.


Bluuuss...wajah Yolanda blussing seketika.


"Iyaa..semalam memang aku tidur di pangkuannya sambil berpelukan..abisnya kelelahan... otot otot ku kayak di lolosi...sehabis main kuda kudaan."


"Lho kok malah..melamun, lihat tuh..orang orang pada merhatiin kita, enggak enak kan ...nanti di kira... kita enggak tahu tempat dan waktu," kembali Bara mengingatkan istri cantiknya.


Yolanda pelan pelan melepaskan rangkulannya.


"Mas Bara jangan jauh jauh..," pelan Yolanda berkata seakan takut kehilangan.


"Iya sayaang," sahut Bara menggenggam tangan kanan istri nya.


Setelah di genggam Bara barulah Yolanda merasa tenang, dan mereka terus menuju kantor dosen sambil bergandengan tangan.


"Memang fakultas mas Bara yang mana..?," tanya Yolanda.


"Itu gedung yang kedua dan yang tertinggi ," tunjuk Bara dengan tangan kanannya karena tangan kiri masih menggenggam jari jari tangan istrinya.


"Berarti kita ke sana..?."


"Enggaklah sayaang...kita ke kantor dosen di sebelahnya,'' sahut Bara sambil tersenyum dan mengangguk ke arah teman teman yang menyapa nya.


Keduanya kembali berjalan menuju ke gedung yang ada di depannya.


"Baraa...," teriakan suara seorang gadis memanggil nama Bara.


Sontak membuat Yolanda sedikit cemberut.


Nampak dua gadis berlarian menghampiri Bara dan Yolanda.


"Eh.. Angel..., Emilia..ada apaan..?," tanya Bara.

__ADS_1


"Mau ke kantor dosen... kan..?," sahut keduanya yang nampak senyum senyum..gimana..gitu.


Bara mengangguk.


"Huh..pelakor..," gumam Yolanda pelan namun cukup bisa di dengar Bara.


"Oh...iya..ini istriku.. sudah pernah ketemu kan..?, waktu di apotik..," kata Bara.


Angel dan Emilia tersenyum.


"Hai..," sapa keduanya.


"Hai..," balas Yolanda meski hati nya dongkol, tersenyum sedikit masam.


"Ayook..bergegas ...keburu pak dosen pergi..," sahut Bara menghentikan kecanggungan di sana.


Segera keempat orang tersebut berjalan menuju ruang dosen yang di maksud.


*


"Sayaang..kamu tunggu di sini ya, mas Bara akan masuk ke dalam," kata Bara kepada Yolanda agar menunggu di ruang depan kantor dosennya tersebut.


"Yolanda mengangguk kan kepalanya, kemudian duduk di kursi yang banyak tersedia di sana sambil memainkan ponselnya.


Tak berapa lama duduk disana sambil memainkan ponselnya, tiba -tiba ada suara menyapanya.


"Yola..?, Yolanda kan..?," tanya sebuah suara mengagetkan Yolanda.


Yolanda mengangkat wajahnya, menatap siapa yang menyapanya.


"Eeh.. Clarissa..?..ngapain di sini..? kan kamu kuliah di luar negeri..?," sahut Yolanda kepada penyapanya yang ternyata Clarissa Wijaya adiknya dari Leonardo Wijaya atau Leon


Mereka memang seumuran dan dahulu kerap bertemu dan bermain bersama saat kedua orang tuanya masih akur akur saja.


"Ngapain di sini..?," tanya Clarissa yang tahu Yolanda tak kuliah di sana.


"Ish..kamu ini....di tanya malah balik bertanya," sahut Yolanda.


"Hehehe..sory beib.., aku sekarang ngelanjuti kuliah disini..sudah pindah dari England," sahut Clarissa sambil tersenyum menerangkan.


"Sekalian ikut bantu bantu papa ngurus perusahaan..kan kamu juga tahu.... kak Leon belum mau ngurusi perusahaan," kata Clarissa lagi dengan lesu.


"Kalau kamu..ke sini ngapain..?."


"Aku mengantar suami ku," sahut Yolanda pelan dan tenang.


"Ooh...," sahut Carissa dengan muka menjadi sedih.


"Maafin kak Leon dan keluarga ku yaa.., gara gara mereka ...kamu jadi di paksa menikah.. dengan pemuda kampung yang miskin dan jelek... lagi...," sahut Clarissa penuh empati dan kesungguhan.


Yolanda hanya tersenyum kecut mendengar berita yang ternyata di sampaikan dengan tidak benar.


"Pemuda kampung..?, jeleeek...?, siapa bilang mas Bara jelek..lebih gagah dan ganteng dari Leon kali..."


"Yaa.. begitulah..," sahut Yolanda sambil tersenyum kemudian menatap layar ponselnya karena ada pesan masuk.


Ting..


Di bukanya pesan itu ternyata dari suaminya.


'Sebentar sayang..sabar yaa...ni masih belum selesai.' Bara.

__ADS_1


Kemudian Yolanda membalas nya.


'Iya..enggak usah tergesa.. di selesaiin aja...' Yolanda.


"Bagaimana..dengan...pernikahan kalian..? ," tanya Clarissa memecah keheningan.


"Baik..," sahut Yolanda singkat.


"Pasti berat yaa...di paksa menikah dengan orang yang tak kita kenal, aku bayangin aja ..udah.. ngeri, apalagi kamu yang mengalaminya.. yang sabar..ya..," kata Clarissa, sambil mengusap lengan Yolanda menguatkannya..menurut Clarissa.


Mereka mengobrol sesaat di kursi tunggu depan kantor dosen tersebut.


"Ya udah..... aku masuk dulu.. ke kantor dosen ya..entar malah dosennya keburu kabur..," seloroh Clarissa sambil beranjak berdiri kemudian keduanya cipika cipiki sebelum Clarissa masuk ke kantor dosen.


"Ok..," pelan Yolanda menjawab Clarissa yang pamit mau masuk ke dalam kantor dosen.


Clarissa sedikit berlari tergesa memasuki kantor dosen sambil membawa beberapa berkas yang di peluk dengan tangan kirinya...takut keburu sang dosen pergi dari ruang nya.


*


Bara yang sudah selesai urusan dengan dosennya bergegas keluar dari gedung tersebut.


Takutnya Yolanda kelamaan menunggu nya.


"Issh...gara gara Angel dan Emilia... konsultasi nya lama ...malah aku yang kena getahnya ...kelamaan karena menunggu giliran," sungut Bara sambil sedikit jengkel.


Bara berjalan makin tergesa hingga di sebuah kelokan.


Bruukk...!!


"Auww..!!," teriak seorang gadis yang merasa di tabrak seorang pria.


Clarissa hampir marah karena p*yud*r*nya tersenggol dan menempel di dada pria tersebut.


Apalagi kini laporan tugasnya berceceran di lantai.


"Maaf..," kata Bara tanpa memandang si perempuan karena merasa sudah menabraknya, apalagi tadi benda kenyalnya cukup jelas tersenggol olehnya


Clarissa yang merasa pernah mendengar nada suara itu mengangkat wajahnya memandang pria yang menabraknya.


"Eeh..Bara..?," sapa Clarissa yang langsung kegirangan.


Yang tadi mau marah karena dadanya tersenggol kini malah merasa senang karena melihat yang menabraknya lelaki yang selama ini mulai sering mampir di pikirannya.


"Emm..mbak Clarissa..," sapa Bara sopan sambil tersenyum.


"Uuh... tampannya...ganteng banget." batin Clarissa menatap Bara.


"Mm.maaf..ya mbak..," kata Bara sambil membantu mengambilkan kertas laporan yang berserakan.


"Enggaak pa pa kok...lagian tadi ketabrak nya enggak sakit," sahut Clarissa sambil tatapannya tak lepas dari wajah tampan Bara.


"Maaf ya mbak aku terburu buru," kata Bara sambil menyerahkan berkas kertas pada Clarissa setelah semua terkumpul.


"Eeh..mm," Clarissa tak jadi meneruskan perkataannya ketika Bara sudah berlalu dengan cepat dari sana.


__________


**Happy reading.... jangan lupa tinggalkan jejaknya...


Baca juga karya lainku....

__ADS_1


* Sang Pengacau.


* Jagoanku ternyata CEO**.


__ADS_2