Aku Lebih Mencintaimu

Aku Lebih Mencintaimu
Eps 83 Ketegangan di Rumah Utama


__ADS_3

Bara mengambil nafas setelah mendengar kesanggupan Om Jhon tak akan menghakiminya.


"Aku akan cerita tentang diri ku terlebih dahulu Om."


"Aku memang anak orang tak mampu tapi tak merasa kekurangan ..dan aku tak pernah melakukan sesuatu yang merugikan orang ataupun bergantung dengan orang, bahkan aku kuliah karena beasiswa."


Bara berhenti dan menarik nafasnya kembali.


"Lanjutkan..," kata Om Jhon sambil meminum minuman kaleng tersebut.


"Suatu saat aku di tawari untuk menjadi pengantin palsu atau istilah nya "pengantin kontrak" dengan bayaran tertentu dan perjanjian tertentu."


"Dengan istri mu yang sekarang..?."


"Iya..Om, karena sebuah keegoisan " sahut Bara.


"Seiring perjalanan waktu kami saling menyukai, menyayangi dan aku mencintai istri ku tanpa syarat apapun."


"Lha..bagus itu.."


"Justru itu Om masalahnya.. orang tuanya tak menyetujui nya jika kami saling mencintai karena aku tak pantas untuk anaknya," sahut Bara dengan lemas.


"Ohh..gitu ceritanya, lha berarti tempat ini...milik mertuamu..?."


"Bukan Om...tapi milik opa istri ku, aku diminta tinggal di sini karena aku tak nyaman tinggal di rumah orangtuanya istriku, beliau lah yang mendukung kami tetap bersatu," kata Bara.


"Jadi Opa mu mendukung kalian bersatu..?."


Bara menganggukkan kepalanya.


"Semula aku tak mau mengambil kesepakatan ini, tapi secara kebetulan orangtuaku kecelakaan...hingga aku terpaksa ambil tawaran tersebut."


"Begitulah ceritanya Om..ku harap Om Jhon tidak memandangku sebelah mata, dahulu aku memang mengambil peluang tawaran itu karena uang, sebab ayahku sakit di operasi karena kecelakaan..tapi kini uang bukan segalanya bagiku."


"Aku mencintai istri ku setulus hatiku...bahkan aku sering berandai andai jika saja istri ku tidak anak orang kaya ...cinta kami pasti bakalan lancar lancar saja," sahut Bara kembali.


Om Jhon hanya mengangguk anggukkan kepalanya.


"Yaa..memang sesuatu yang sulit, semua punya alasan masing masing untuk membenarkan tindakan nya," sahut Om Jhon.


"Menurutmu apa yang membuat kedua orang tua nya tak menyetujui anaknya menikah denganmu..?."


"Karena aku orang miskin Om..," sahut Bara sambil menunduk.


"Hahaha...," Om Jhon malah tertawa mendengar jawaban Bara.


"Kenapa Om Jhon tertawa..?," tanya Bara keheranan.


"Aku mentertawakan kedua mertua mu, dia tidak jeli melihat orang," sahut Om Jhon.


"Maksudnya Om..?."

__ADS_1


"Coba Om tanya...jika kamu di beri pilihan memilih orang yang sama, yang satu kaya tapi tak punya potensi hanya mengandalkan kekayaan orang tuanya atau orang itu punya potensi meski pun tak kaya.... kamu pilih mana..?."


"Kalau saya akan pilih yang punya potensi meskipun tak kaya," jawab Bara.


"Setuju..," jawab Om Jhon cepat.


"Dan orang yang punya potensi itu kamu.."


"Om Jhon jarang melihat anak muda seperti kamu...kamu mengingatkan akan diri Om Jhon semasa muda..pekerja keras..penuh talenta..dan bisa mengambil peluang sekecil apapun itu."


"Ayoo..semangat ...Om akan bantu kamu..biar jadi orang sukses..," kata Om Jhon menyemangati Bara.


"Berkarya dan terus berkarya... tunjukkan siapa dirimu sebenarnya.., Om akan membantumu," kata Om Jhon memberi semangat sambil menepuk pundak anak muda yang menjadi sahabatnya tersebut.


"Terimakasih Om...aku tak akan melupakan semua yang sudah Om Jhon lakukan," sahut Bara sambil mencium tangan kakek yang tak mau di panggil kakek itu.


**


Di rumah utama keluarga Hendrawan.


Tampak tuan Hendrawan masih saja kelihatan marah.


Meskipun tadi sudah meluapkan kekesalannya kepada Bara, namun masih juga kemarahan itu dia bawa sampai rumah utama hingga sekarang.


Nursanti istrinya juga masih geram dengan Bara, menantu palsu baginya yang kini di anggap ngelunjak itu.


Kedua orang tua Yolanda itu masih belum bisa menerima bila sang anak benar benar membina rumah tangga sungguhan dengan pemuda tersebut.


"Aku kurang tahu Ma..tadi saat aku susul ke apartemen dia nya sudah pulang..," sahut Hendrawan.


"Papa siih..," sahut Nursanti tak meneruskan ucapan nya.


"Papa lagi ...papa lagi...!," bentak tuan Hendrawan marah.


"Habisnya papa milih menantu bohongan seperti itu..," sahut nyonya Hendrawan itu dengan cemberut..seakan menyalahkan suaminya memilih menantu bohongan kok ganteng dan gagah.


"Lha...masak papa pilihkan sosok menantu botak dan tua...terus mau di taruh di mana muka kita..?," kata tuan Hendrawan juga tak kalah sengit.


"Lagian selama ini kan anakmu bukan orang yang mudah tertarik sama laki laki, biasanya juga galak dan cuek..kecuali dengan Leon lelaki bajingan itu," kata tuan Hendrawan makin marah bila menyebut nama Leon.


"Makanya papah pilih anak itu...eh..tak tahu nya anakmu malah terjerat.." kata tuan Hendrawan lagi sambil mengacak rambutnya dengan kasar.


"Terus sekarang bagaimana..Pa..?."


"Tadi sih sudah aku ancam...mau aku seret ke penjara, atau aku usir dari apartemen...semoga saja dia jera dan mau menjauh dari anakmu."


"Kalau masih nekat Pa..?."


"Aku ambil tindakan tegas..," sahut tuan Hendrawan.


*

__ADS_1


Malam hari di meja makan rumah utama keluarga Hendrawan, sudah terhidang aneka makanan di sana.


Tuan Hendrawan dan nyonya Nursanti sudah duduk di kursinya.


"Pak Man..mana Yolanda..?,'' tanya tuan Hendrawan.


"Akan saya panggilkan tuan," jawab pak Man kepala rumah tangga di rumah mewah itu, dengan bergegas menuju lantai dua dimana kamar Yolanda berada.


Tok tok tok...


"Nona..muda...? nona muda...??!!," panggil pak Man dari luar kamar Yolanda.


Yolanda yang masih terlelap terbangun dan membuka pintu.


"Ada apa sih pak..?."


"Tuan sama nyonya sudah menunggu nona muda di meja makan," sahut pak Man.


Yolanda membuang nafas dengan kesal, pasti akan terjadi pertengkaran di meja makan.


"Segera turun nona..," kembali pak Man mengingatkan.


"Iya..pak, sebentar lagi saya turun..," sahut Yolanda dengan malas.


Tak berapa lama kemudian Yolanda turun dan bergabung di meja makan.


Tuan Hendrawan masih memasang wajah galaknya begitu pun dengan nyonya Nursanti.


"Dari mana kamu..?," tanya tuan Hendrawan.


"Apartemen..," sahut Yolanda singkat.


"Kamu tahu tidak siapa dia..hah..?," nada suara tuan Hendrawan sudah meninggi.


"Suamiku.."


"Dia itu bukan suamimu..dia hanya orang yang pura pura menjadi sosok seorang suami..Yola..!," teriak tuan Hendrawan.


"Dia hanya mengincar harta mu..!!," kembali nyonya Nursanti menegaskan perkataan tuan Hendrawan.


"Papa..dan mama salah besar..mas Bara bukan lelaki seperti itu..!!," teriak Yolanda dengan suara parau hampir menangis karena tak rela suaminya di hina meski yang melakukan itu kedua orangtuanya.


"Apanya yang salah..? kenyataannya dia memang melakukan pekerjaan itu karena uang...papa dan mama tak mau memiliki menantu seperti itu," sahut taun Hendrawan dengan kasar.


"Jangan pernah ke apartemen lagi..atau akan aku usir anak itu dari sana..," bentak tuan Hendrawan sambil menggebrak meja.


Yolanda yang juga marah langsung meninggalkan tempat makan tersebut tanpa memakan apapun.


"Sudah..sudah..pa... kendalikan diri..ya," pelan nyonya Nursanti meredam amarah suami nya meskipun dirinya juga cukup marah tadi.


____________

__ADS_1


Happy reading.....jejaknya..ya...


__ADS_2