Aku Lebih Mencintaimu

Aku Lebih Mencintaimu
Eps 80 Kesiapan Galeri


__ADS_3

Bara membelokkan mobilnya di sebuah restoran yang berada di sebuah jalan menuju ke wilayah galeri lukisan yang tengah di pugar.


"Kita makan di sini ya..sayang.. nggak pa pa kan," kata Bara kepada istrinya karena restoran tersebut hanya restoran kecil.


"Iya mas..," sahut Yolanda sambil tersenyum mengangguk ke arah suaminya.


Setelah mendapatkan tempat parkir yang sesuai Mereka pun turun dari mobilnya dan bejalan masuk ke restoran itu.


Bara mencari tempat di pojokan sedikit mendekat taman.


Beberapa saat kemudian seorang petugas restoran menghampirinya.


"Ini daftar menu serta kertas pesanan nya mas," kata petugas restoran tersebut dengan sopan menyerahkan daftar menu dan kertas serta pulpen untuk menulis nya.


"Terima kasih mbak..sebentar ya..," kata Bara sambil mengambil daftar menu tersebut.


"Mau menu apa sayang..?," tanya Bara


"Mas Bara mau makan apa..?, kita samakan aja."


"Mas Bara mau bebek goreng aja sayang ..sama sambal cumi," sahut Bara.


"Aku sama dengan mas Bara cuma sambal nya pakai belut aja mas."


"Minumnya jus alpukat..," kata Yolanda.


Bara mengangguk kemudian mencacat pesanannya tersebut dan tak lupa menambahkan satu porsi lagi nasi putih untuk tambahannya, karena Bara tak mungkin kenyang makan satu piring nasi.


Tak berapa lama makanan pesanan keduanya pun tiba, mereka pun makan dengan lahapnya.


"Mas..."


"Hmm," kata Bara sambil mengunyah makanannya.


"Minggu depan kita jadi pulang kampung kan..?," tanya Yolanda kepada suaminya.


"He'em."


"Aku ikut....ya mas..," kata Yolanda sambil tersenyum.


Bara mengangguk, " pasti sayang.."


"Kita berangkat nya kapan mas..?."


"kalau enggak ada halangan Jumat sore..kita bisa berangkat dari sini, nanti sampai sana sekitar jam sembilan." sahut Bara sambil meminum minumannya.


Obrolan keduanya terhenti karena ada suara telpon dari saku Bara.


Drrt... drrtt....


"Eh...telpon mas Bara bunyi..sebentar ya sayang," kata Bara meminta ijin istrinya.


Yolanda mengangguk sambil minum jus alpukat nya.


Bara memperhatikan nama yang tertera di layarnya.


"Assalamualaikum..," sapa Bara.


"Waalaikumssalam ..ini aku Dimas Bar..," sahut Dimas teman SMP Bara di kampung.


"Iyaa .udah tahu.."


"Kirain nomerku enggak di simpan..," sahut Dimas di ujung sana.


"Aku simpan lah..ada apa Dim..?," tanya Bara.

__ADS_1


"Mastiin aja...ikut reuni kan..?," sahut Dimas.


"Aku usahain..kan aku udah transfer..," sahut Bara lagi.


"Iya..aku tahu kamu udah ... transfer, cuma mastiin aja kehadiran mu..he..he...he..."


"Emang ngapain..sih.kepo..aku enggak datang..?."


"Yaaa...kali aja masih sakit ..hati sama idola kita..si Vivi..," sahut Dimas tergelak di ujung sana.


"Ngapain sakit hati...udah ku kubur..masalah itu..," sungut Bara sedikit jengkel.


"Ok..ok..jangan marah bro..sudah dulu ya kalau gitu..," sahut Dimas masih sambil tertawa kemudian menutup telponnya.


"Sialan..," gumam Bara pelan namun masih bisa di dengar Yolanda.


"Ada apaan sih mas..?," tanya Yolanda membuat kekesalan Bara seketika musnah begitu memandang wajah istri nya.


"Teman teman SMP..masih aja ngledekin aku..," sungut Bara..kesal bila mengingat itu.


Yolanda tersenyum mengelus lengan suaminya.


"Sudaah..enggak usah di pikirin..,coba aja kalau mas Bara jadian bener sama gadis itu.., sekarang enggak jadi milik aku," kata Yolanda sambil mengelus dan memeluk lengan suaminya.


"Iya..ya...sayang.. Alhamdulillah..," kata Bara sambil mengelus dadanya dan tersenyum.


"Ya.. Allah ternyata semua inilah hikmah nya," ucap Bara dengan sungguh sungguh.


Mereka pun menghabiskan makanan yang ada di sana hingga selesai.


*


Mereka sudah kembali berada di mobil menuju lokasi Galeri yang sedang di bangun.


"Memang nya masih jauh ya mas..?," tanya Yolanda.


"Coba aku telpon Om Jhon dulu," kata Bara sambil menepikan mobilnya, takut ke bablas.


"Halo Om Jhon..," sapa Bara.


"Eh..Bara..kebetulan Om mau telpon ni., ada apa ..?," tanya Om Jhon.


"Saya mau lihat bangunan galeri nya Om.."


"Lha..itu yang mau Om Jhon beritahukan ke kamu, ni bangunan udah siap tinggal sedikit aja polesan, Om mau tunjukkin ke kamu."


"Kamu ada dimana sekarang ..?," tanya Om Jhon.


"Ini sudah ada di jalan xx Om dekat pom bensin," sahut Bara memberitahukan lokasinya berada.


"Oh..ya..terus aja.. lurus, nanti ada dealer mobil ****** kamu maju dikit, yang halaman nya luas itu galeri kita," sahut Om Jhon mengarahkan Bara.


"Ok om...meluncur ke sana..," kata Bara sambil menstater mobilnya.


Ternyata lokasi yang di tunjukkan Om Jhon hanya beberapa meter dari lokasi pom bensin dimana Bara tadi berhenti.


"Dealer mobilnya itu....terus mana galerinya ya..," gumam Bara pelan.


"Katanya di mana sih mas..?," tanya Yolanda.


"Menurut petunjuk Om Jhon sih..sesudah dealer mobil itu..maju dikit yang halamannya luas," kata Bara pelan.


"Tapi yang halamannya luas cuma bangunan mewah ini..?," kata Bara pelan sambil melihat ke arah bangunan seperti bekas gedung bioskop atau teater atau apalah tapi nampak bersih dan mewah.


Bara meminggirkan mobil nya.

__ADS_1


"Sebentar sayang...mas..tak lihat lihat keluar," kata Bara sambil keluar dari mobil nya.


Belum juga berjalan sedikit jauh dari mobilnya sebuah teriakan memangil nama Bara.


"Baraa..sinii...!!," teriak Om Jhon dari kejauhan.


Mendengar teriakkan tersebut Bara langsung melambaikan tangan.


"Iyaa..Om..," sahut Bara kemudian masuk ke dalam mobilnya dan memajukan mobilnya hingga ke halaman gedung yang luas tersebut.


"Siang Om..,"sahut Bara kemudian menyalami Om Jhon.


"Ya.. selamat siang..," balas Om Jhon.


Yolanda pun menyalami Om Jhon.


"Waah..tumben bisa bareng bareng," kata Om Jhon menyapa Yolanda.


Yolanda hanya mengangguk sambil tersenyum.


"Ayo masuk..," ajak Om Jhon.


Bara dan Yolanda masuk ke dalam bangunan tersebut.


"Wuiihh..mantap kalee om desain bangunannya," seru Bara yang kagum.


"He he he..," Om Jhon tertawa terkekeh.


"Untuk karya yang bagus harus di topang tempat yang bagus," sahut Om Jhon.


"Waah..aku jadi minder..Om, lihat gedungnya aja mewah kayak gini," kata Bara lesu.


"Eitt...jangan begitu..anak muda, lihat saja.. nanti kalau lukisannya sudah di pasang kamu pasti kaget sendiri," sahut Om Jhon menyemangati Bara.


Mereka berdua di ajak keliling oleh Om Jhon melihat sekeliling.


"Waah... Om memang hebat," puji Bara yang melihat dekorasi dan penataan tempat itu.


Om Jhon hanya tersenyum mendengar pujian dari Bara.


"Terima kasih Om..," kata Bara.


"Terima kasih apanya..?, ini juga salah satu kesukaan Om..jadi kita sama sama di untungkan," sahut Om Jhon sambil menoel tembok mencoba catnya apa sudah kering belum.


"Kamu kan tahu Om sudah tak banyak kegiatan..jadi sepi di apartemen, lha kalau begini kan Om jadi ada kegiatan."


"Dua hari lagi sudah bisa ditata lukisannya," sahut Om Jhon lagi setelah merasakan tembok nya lumayan kering.


"Aduuh Om...dua hari lagi saya balik ke kampung lagi, bagaimana ini..?," kata Bara kebingungan.


Om Jhon terkekeh..


"Besok besoknya lagi juga gak pa pa," sahut Om Jhon.


"Atau gini aja Om... lukisannya biar saya bawa ke tempat Om Jhon, nanti terserah Om Jhon mau memajangnya kapan," sahut Bara memberitahukan idenya.


Om Jhon terdiam sesaat berpikir.


"Ok.. boleh..kalau begitu," sahut Om Jhon.


"Kapan mau di antar..?."


"Entar sore ya Om.."


"Boleh ..," kata Om Jhon sambil tersenyum senang.

__ADS_1


____________


Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya...


__ADS_2