
Kampus makin terlihat ramai, apalagi hari itu hampir semua angkatan Bara datang mengambil undangan untuk keluarga menghadiri acara wisuda.
Seperti Biasa kalau ada pertemuan seperti itu, di mana mana pasti saling menggerombol melepas kangen ketemu teman dan sahabat karena sudah jarang bertemu.
Saling berceloteh dan bercerita berbagai hal, semua bisa di jadikan bahan obrolan.
Sekarang apa kegiatanmu.?, Eeh sudah mulai kerja..?, kerja dimana.? waah..hebaat..dan bla bla bla.... begitulah kira kira percakapan para mahasiswa calon wisudawan.
**
Di kantin kampus yang dekat dengan parkiran nampak beberapa gadis masih duduk duduk menikmati makanan dan minuman sambil mengobrol.
Nampak juga dua teman perempuan angkatan Bara yang cukup dekat dengannya.
Angel dan Emilia.
Mereka masih duduk bersama dengan teman perempuan yang lainnya.
"Eh..mobil siapa tuh..mantep banget," seru Emilia sambil mengarahkan pandangan ke arah mobil sport mewah yang nampak baru memasuki kawasan tersebut.
"Mungkin anak baru," sahut teman perempuan lainnya.
"Enggak mungkin lah anak baru.., masak datangnya jam segini," Angel yang juga melirik ke arah datangnya mobil mewah tadi menyahut perkataan teman teman wanita nya.
Mobil sport itu berhenti tak jauh dari tempat gadis gadis itu menggerombol dan bergosip ria.
"Waah bagusnya mobil itu..," Angel makin mengagumi mobil tersebut setelah terparkir di dekat mereka.
"Iya..," sahut Emilia.
"Kira kira yang di dalam secakep mobil nya enggak ya..?."
**
Bara sudah tiba di kampusnya, setelah berputar putar mencari tempat parkir yang di rasa cocok akhirnya di dapat juga, di dekat kantin kampus.
"Tumben banget parkiran hari ini penuh ."
Setelah memarkirkan mobilnya dengan penuh perjuangan karena saking padatnya, dia sengaja masih duduk di dalam mobil menghubungi teman teman dekatnya.
Sebenarnya Bara sedikit kagok juga dengan pakaiannya yang terlalu rapi seperti saat ini, tapi mau bagaimana lagi kan habis meeting di kantor pusat.
"Rud..dimana kalian...?."
"Aku sudah di dalam..di depan perpustakaan..," jawab Rudi di ujung yang lain.
"Oh..ok aku kesana ya..."
Bara keluar dari mobilnya dengan diiringi tatapan kagum para gadis yang sejak tadi memandang ke arah mobilnya.
Bara yang sudah tampan dalam kesehariannya kini makin tampan dan terlihat lebih berkharisma dengan pakaian rapi yang di kenakannya.
Serentak gerombolan gadis gadis pada heboh.
"Haah...Bara...??."
Batin gadis gadis yang sejak tadi menatap "lapar" ke arah mobil Bara.
Mereka yang main tebak tebakan, siapa kira kira yang bakal keluar dari mobil yang nampak sangat mempesona tersebut...pada kaget.
"Baraa...! ," panggil Angel.
Bara menoleh, seketika senyumnya mengembang merasa bertemu teman seangkatannya, karena terkadang jika datang ke suatu tempat dan tak bertemu dengan teman yang kita kenal juga serasa ada yang kurang.
"Ehh.. Angel... Emilia...," seru Bara makin lebar senyumnya, kemudian menghampiri kerumunan gadis gadis itu.
Semua gadis gadis pada melongo melihat Bara yang makin tambah ganteng dan tampan.
"Duuh..makin ganteng aja ni ..anak.."
__ADS_1
Semua masih terkesima melihat Bara.
"Hei..Hellooo..!!."
Bara melambaikan tangannya di depan wajah gadis gadis itu yang masih memandangnya dengan pikiran traveling entah kemana.
"Hello....girls..."
Kata Bara menggoyang goyangkan tangannya kembali.
"E..eeh.."
Terlihat para gadis tersipu malu, menyadari Bara sampai dua kali melambai lambai tangannya di depan beberapa gadis tersebut.
"Ada apaan sih..?," tanya Bara yang tak menyadari mereka terbengong karena terpesona oleh ketampanan dirinya.
"E.eeh..aku pangling karena kamu ..emm nampak lain..," kata Emilia tersenyum sedikit kikuk.
"Lain..?."
"Tampan ..maksud Emilia..," sahut Angel yang memang sedikit ceplas-ceplos.
Terlihat semua nampak mengangguk kecil.
"Aah..bisa aja kalian, entar bajuku makin sesak loh.."
"Beneran kok Bara...kamu makin tampan," sahut yang lain kini berani berkata jujur sambil menarik ujung bibirnya membentuk sebuah senyuman.
Bara hanya tersenyum saja..menanggapi sanjungan mereka.
"Enggak ada uang receh tau.," sahut Bara sambil tertawa lepas makin terlihat tampan.
"Yang merah juga mau kalau enggak ada uang receh.." serempak para gadis itu menyahut.
"Iya...niih..kayaknya sudah sukses, traktir kita dong..," seru mereka.
**
"Mana nih..si Bara..?, katanya suruh kita nunggu di sini.., udah perut laper lagi."
Nampak Rudi sedikit bersungut sungut.
"Iya ni..gue juga laper nih..," sahut Romi yang duduk di samping temannya tersebut.
"Ya udah..kita ke kantin yuuk.."
Keduanya sudah bersiap beranjak dari duduknya ketika Bara nampak melenggang ke arah keduanya.
"Eeh...mau kemana kalian..?."
Keduanya menghentikan langkahnya, menatap ke arah Bara sedikit kaget.
Meskipun keduanya tahu Bara kini sudah sukses, namun tetap saja mereka masih terkesima dengan penampilan Bara siang ini.
"Weiiss..Bro..mantep banget penampilan kamu..," seru Rudi yang tak bisa menyembunyikan kekagumannya.
"Apa sih.."
"Bener kok.. kayak .. Bos sekarang." kata Romi menimpali perkataan Rudi.
Bara tersenyum," Sudah sudah.. sanjungan nya nanti saja, sambil kita ngobrol di kantin.., kalian belum makan kan..?."
"Waah..pas banget...itu yang kami tunggu..," tanpa malu Romi berkata dengan jujur.
"Tapi aku ambil undangannya dulu ya..kalian nunggu di sini, aku ada job buat kalian nanti.."
Bara berkata sambil bergegas ke ruang dimana mengambil undangan untuk wisuda.
"Ok..asiaap Bose.."
__ADS_1
Bara bergegas menuju ke ruang tempat pengambilan undangan.
Tak butuh waktu lama baginya untuk tiba di ruang tersebut.
Dengan langkah lebarnya dia bergegas masuk dan mengambil undangan tersebut.
Setelah undangan berhasil didapatkan Bara segera balik ke tempat di mana kedua temannya menunggunya, karena masih ada pembicaraan masalah penawaran kerja di galeri kepada kedua temannya itu.
Bara bejalan sedikit tergesa, di angkatnya tangan kirinya dimana jam tangan merk terkenal hadiah Opa terpasang.
"Uuh..ternyata udah siangan.."
Bara makin mempercepat langkahnya.
Bruukk...!!
"Auuw..!."
"Lihat..lihat dong kalau jaa.."
Clarissa yang kembali tertabrak Bara hampir saja berteriak mengumpat sebelum akhirnya dia tersadar siapa yang sudah bertabrakan dengannya.
"Haah..Baraa..!!."
Tanpa sadar dia berteriak kegirangan.
Lelaki tampan yang selama ini menghilang dari pandangan nya kini bertemu lagi.
"Baraa..!!."
Clarissa tanpa sadar malah memeluk Bara saking senangnya.
"E..eh..mbak..Maaf.., mbak Clarissa..maaf lepaskan ya..," kata Bara dengan sopan.
Clarissa yang masih kegirangan malah makin mengeratkan pelukannya.
Sepasang mata penuh kebencian menatap semua yang Clarissa lakukan.
"Ooh..itu rupanya cowok nya..pantesan aku kejar kejar selalu menghindar..., awas kau..!! ," gumam salah seorang mahasiswa disana.
"Maaf mbak enggak enak kan dilihat orang," kata Bara sambil melepaskan rangkulan gadis tersebut.
Akhirnya Clarissa melepaskan pelukannya.
"Maaf..aku loos control ," pelan Clarissa tersipu melepas pelukannya.
"Ambil undangan juga..?," sedikit kikuk Clarissa bertanya dengan tatapan tak lepas dari wajah lelaki pujaan hatinya.
"Iya..., mbak Clarissa juga..?."
"Jangan panggil aku mbak dong..? Clarissa saja.."
Clarissa berkata sambil tersenyum semanis mungkin.
Bara mengangguk.
"Maaf Clarissa..aku agak tergesa jadi menabrakmu..kamu enggak pa pa kan.?," kata Bara sambil merapikan bajunya.
"Enggak aku enggak pa pa..," sahut Clarissa secepatnya.
"Maaf aku buru buru ni..," kata Bara kembali bergegas karena teringat kedua sahabatnya yang masih menunggunya.
Bara lalu melangkah meninggalkan tempat tersebut setelah memastikan Clarissa memang baik baik saja.
"Ehm Bara..! ," panggil Clarissa tertahan karena Bara sudah melangkah pergi.
____________
Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya....
__ADS_1