
Malam itu untuk pertama kalinya Bara tidur bersama Yolanda sejak awal mulai tidur.
Meskipun dada nya berdebar kencang namun rasa sayang nya mampu menahan semua hasrat di dirinya, lagian istri nya juga lagi kedatangan tamu bulanan.
Bara hanya menyelimuti istrinya saat dingin dan memeluk nya dengan sayang.
Bahkan sikap Bara bisa diibaratkan bagai seorang anak kecil yang di beri mainan Barbie untuk di jagai nya.
Sangat telaten dan hati hati dalam menjaga Yolanda.
"Mas... nanti aku gerah...kalau di bungkus begini..," rengek Yolanda.
"Enggak sayang..disini udaranya sangat dingin jadi harus pakai selimut begini biar anget."
Memang saat itu musim kayak musim gurun, sehingga siang panas sekali dan malam dingin sekali.
Setelah di pastikan istrinya hangat baru Bara tidur di sampingnya sambil memeluk istrinya.
Yolanda yang di perlakukan seperti layaknya bayi malah kesenengan dan tak protes lagi, atau memang karena sedang jatuh cinta....apapun yang di lakukan Bara kepadanya terasa.....sangat manis...
Keduanya tidur sambil berpelukan dengan Bara yang menempelkan kepalanya menciumi rambut wangi Yolanda.
Keduanya terlelap tidur dengan nyenyak.
**
Pagi Hari..Bara sudah sibuk melebihi hari biasanya, karena hari itu dia akan mengantar Yolanda dahulu.
Sebenarnya Yolanda berniat naik taksi on line tapi oleh Bara di larangnya.
"Jangan sayang... nanti aku yang akan mengantarmu, jadi kita berangkat lebih pagi sedikit..kamu enggak papa kan berangkat lebih awal..?."
Yolanda hanya menganggukkan kepalanya.
Sehabis sholat subuh tadi Bara sudah menyiapkan sarapan untuk mereka berdua, meskipun hanya Roti yang di bakar dengan olesan selai serta susu hangat.
Kali ini Bara tak membawa bekal karena memang waktunya tak cukup.
"Sayang ...ayuuk..sarapan dan minum susu dulu..," ajak Bara kepada istrinya yang masih berdandan di kamar.
"Sebentar Mas.."
Karena lama, Bara menyusul ke kamar di mana istrinya berganti baju.
"Kok belum kelar kelar pakai bajunya..?," tanya Bara sambil mendekat.
"Resleting nya nyangkut mas.."
"Ohh..sini mas Bara bantuin," sahut Bara yang berniat membantu nya.
Bara kemudian membantu melepaskan resleting yang nyangkut di bagian dada Yolanda.
Entah sengaja atau tidak tangan Bara beberapa kali menyenggol gunung kecil yang terbungkus indah itu.
__ADS_1
Namun Yolanda hanya diam saja, malahan Bara yang jadi gemas melihat istrinya yang senyum senyum.
"Sudaah...sayang," kata Bara dengan jantung makin deg degan.
Yolanda mengangguk.
"Mas Bara...sengaja ya..?," tanya Yolanda sambil berjalan ke meja makan.
"Sengaja apanya..? tanya Bara sambil tersenyum namun sedikit malu.
"Tadi senggol senggol.."
Bara hanya tersenyum tak menjawab nya.
"Nggak papa...kok, asal jangan sama gadis lain," sahut Yolanda.
"Nggak mungkin lah... mas Bara berkelakuan seperti itu sama orang lain."
Bara langsung memeluk istrinya.
"Maaf...mas Bara sedikit sengaja tadi," kata Bara mengakui perbuatannya sambil cengengesan.
"Habisnya mas Bara gemes banget lihat istri aku makin cantik."
Yolanda langsung memerah wajahnya dan sangat senang hatinya karena di puji puji suaminya.
"Sudah...ayuuk makan mas..keburu siang, mas Bara nanti malahan yang telat," kata Yolanda menghentikan gombalan suaminya meskipun membuat hatinya makin berbunga-bunga.
Keduanya lalu menyantap makanan yang sudah Bara siapkan tersebut.
Bara mengangguk, meskipun sedih hatinya namun keadaan belum memungkinkan keduanya untuk saling bersama terus.
"Hati hati kalau..pulang nanti," pesan Bara.
Selesai sarapan pagi keduanya langsung bergegas ke basemen di mana mobil Bara terparkir, dan mobil meluncur ke arah kantor pusat dimana dulu Bara juga berkerja di sana meski di balik layar istilahnya (Karena hanya menjadi asisten seorang asisten dari asisten Pesiden Direktur Utama Santosa Group).
**
Bara sudah Sampai di depan kantor Santosa Propertindo.
Meskipun waktu nya sudah terpotong untuk mengantar Istrinya, namun Bara masih tetap paling awal datang ke kantor nya.
Flashback on
Suasana kantor Santosa Propertindo, sore itu menjadi sedikit gempar.
Penyebabnya apalagi kalau bukan terbongkar nya status Bara yang ternyata suami dari anak Owner perusahaan itu.
"Saya tak menyangka pegawai baru tersebut menantu Santosa Group," kata Pak Jauhari kepada orang orang nya termasuk Bu Ratna atasan langsung Bara.
"Saya sebenarnya sempat curiga soalnya yang memasukkan ke sini pak Budiman asisten tuan Hendrawan langsung," kata pak Jauhari lagi.
"Jangan .. jangan memang di tugaskan untuk mengawasi kerja kita," kata salah satu manager di sana.
__ADS_1
"Aku rasa dik Bara bukan orang seperti itu," kata Ratna membela meskipun hatinya syok dan sedikit kaget.
"Bagaimana kalau menurut pandangan Bu Ratna sebagai atasannya langsung..?," tanya pak Jauhari.
"Dia pekerja keras.. bertanggung jawab, bahkan pekerjaannya melebihi para senior yang sudah lama di sini, cuma ada satu kekurangan..dia masih kuliah sehingga di saat tertentu masih ke kampus nya, tapi itu pun tak mempengaruhi kinerja nya," kata Bu Ratna panjang lebar.
"Soal atitude dia juga sangat sopan dan menghargai kita kita dengan tulus, makanya kita tak menyangka ternyata dia menantu owner Santosa Group," kata Ratna lagi.
Jika jajaran direksi heboh, maka hal yang sama juga terjadi di teman teman kantor Bara.
"Uuh... ternyata calon gebetan ku sudah ada yang punya.., hu..hu..hu..," kata Jesika pura pura mewek.
"Iya...si babang..udah ada yang punya ..," kata Tantri.
Bahkan Nikita makin heboh mendramatisir nya.
"Hu..hu..hu..aku mau dah...jadi simpanan nya, yang penting bisa bobo bareng, kayaknya bodinya kekar banget dan kuat," kata Nikita yang emang agak vulgar kalau ngomong.
"Woii..lagi ngomongin apa sih..??, pakai acara mewek mewek segala."
"Aku enggak bakalan ninggalin kalian..," kata si Bondan sok pede.
"Eeh...Boy..kami enggak mewekin kamu..enak aja..," sungut Jesika.
"Iya..ni..si Boy..bertingkah aja, jadi mewek kita terganggu," Nikita juga cemberut.
"Eeh...kalian ini..ganti ganti nama orang seenaknya....tapi....emang si aku cakep kayak Cover Boy," sungut Bondan sambil cemberut lalu cengengesan.
"Eeeh...siapa bilang Boy... kepanjangan berasal dari cover Boy yang ganteng ganteng..."
"Lha... terus... boy berasal dari kata apa...?," tanya Bondan yang jadi penasaran.
"BOYOOO....," teriak ketiga gadis itu cekikikan bahkan Nikita terbahak-bahak.
"Sompreeet....,Kalian ini...ganteng ganteng gini di bilang Boyo..," sungut Bondan.
Tomy dan Saiful terbahak melihat godaan teman teman nya.
"Boyo... Kampuuuung...!!," teriak Tomy dan Saiful lalu terbahak lagi.
"Ish..kalian ini ..enggak belain malah ikut ngeroyok aku..," gumam Bondan sedikit jengkel.
Flashback off.
Bara sudah berada di meja kerjanya, sudah menata berkas berkas yang kemarin di kerjakan nya.
Mejanya sudah rapi dengan laporan yang sudah di pisah pisahkan nya.
"Pagi..Bara..," sapa Bondan dengan sopan.
"Pagi Bro...sarapan apa ...?,tumben sopan banget," kata Bara yang belum menyadari sikap teman temannya.
_____________
__ADS_1
**Selamat membaca...semoga berkenan..dan suka....
Dukung terus ya...dan tinggalkan jejak nya**....