
Masih sambil menggandeng bahkan sedikit memeluk Yolanda, saat keduanya menyebrang menuju lobi apartemen itu.
Yolanda terlihat sangat senang dengan perlakuan Bara, yang menggandengnya hingga sampai di depan apartemen.
Karena tangan kanannya masih memegang Tas kantong besar dan tangan kirinya masih menggandeng lengan Yolanda maka Bara kesulitan mengambil kunci apartemen, yang di taruhnya di saku kanan depan celananya.
"Non kuncinya ada di saku depan.., ambilin ya ..?," kata Bara.
Yolanda tanpa menjawab langsung merogoh saku kanan Bara.
Deeg..!!
Tanpa sengaja tangan Yolanda menyenggol "Benda Pusaka" Bara yang langsung mengeras, makin mengeras makin sempit itu celana, makin kesulitan Yolanda mencari kunci di dalam saku itu.
Mau di tarik tangannya susah karena celana makin sempit.
"Aaa...," Bara dan Yolanda nampak sama sama malu.
"Maaf non..," kata Bara sambil cengar-cengir.
Yolanda yang tangannya terjebak di dalam saku celana Bara tersipu malu.
"Huh ..mesum..!! ," kata Yolanda pura pura cemberut, namun tangannya masih bisa merasakan "Benda Pusaka" Bara yang sedikit menempel di tangannya yang masih di dalam saku celana Bara.
Akhirnya tangan Yolanda bisa di tarik juga (atau mungkin tadi pura pura terjebak kali yaa..) dan Bara pun sudah mengambilnya sendiri kunci apartemen nya setelah menaruh tas besar dari tangan kanan nya.
Keduanya memasuki apartemen dan langsung berjalan menuju ruang tengah di ruang TV.
Bara meletakkan bungkusan barang yang ada di kantong besar itu di atas meja.
"Mana buktinya kalau kamu mikirin aku terus..?!?!" kata Yolanda menagih janji bara tadi saat di basemen, sambil menghempaskan dirinya di sofa depan TV.
"Pejamkan mata dahulu..," kata Bara.
Yolanda memejamkan matanya.
Jantung Yolanda berdetak lebih cepat, pikiran nya melayang kemana mana.
" Mungkin babang Bara mau mencium ku..?," batin Yolanda.
Di tunggu beberapa saat tak ada yang terjadi, namun Yolanda masih memejamkan mata.
"Buka mata..!." tiba -tiba Bara memerintahkan.
"Kirain mau di sayang..," batin Yolanda sedikit kecewa.
Yolanda membuka mata pelan pelan.
"Haah..??.."
Bara berdiri di depannya membawa media kanvas dengan lukisan gambar diri Yolanda yang nampak cantik dan indah.
"Waah...bagus banget.. lukisannya," tanpa sadar terucap pujian dari mulut Yolanda.
"Bukan lukisannya yang bagus tapi modelnya yang cantik banget, dan nglukisnya juga pakai hati," kata Bara sedikit ngegombal.
"Sudah ..pinter ngegombal ya..," pura pura cemberut padahal dalam hatinya berbunga bunga.
"Lah..kan emang non Yola cantik.., cantik banget malah..., masak aku bilang jelek," kata Bara serius tanpa maksud ngegombal.
Yolanda tersipu, bunga bunga makin bertebaran di dadanya.
__ADS_1
"Percuma cantik..kalau enggak ada yang mencintai..," kata Yolanda memancing Bara agar mau mengungkapkan rasa cintanya.
"Nanti pasti ada non..., mungkin kalau nanti kontrak nikah kita sudah selesai, ..non Yola..pasti dapat suami sungguhan yang mencintai non Yola melebihi sayangku pada non Yola," kata Bara dengan muka sedih, dan nampak lemes.
Yolanda yang mendengar apa yang di katakan Bara juga tersadar dan bersedih.
"Yaah.... mungkin Bara sudah punya kekasih, makanya dia enggak mau mencintai ku,....aku enggak boleh berharap lebih," Yola juga terdiam makin lemas.
Melihat Yola yang nampak lemes Bara mendekati, duduk di sampingnya dan merangkulnya.
"Kok lemes sih..?, non Yola enggak suka lukisanku..?," tanya Bara sambil merangkul gadis itu.
Yolanda menyandarkan kepalanya ke pundak Bara.
"Kamu itu bodoh apa pura pura sih..? enggak tahu perhatian ku," batin Yolanda sedih dengan kepala masih menempel di lengan Bara.
Karena Yolanda hanya diam dan malah nampak kecewa Bara berniat bangun dari kursi ingin menyingkirkan lukisan itu.
Yolanda yang masih memeluk lengan Bara sambil menyandarkan kepalanya kaget.
"Mau kemana..?," tanya Yolanda sambil mengeratkan pelukannya hingga kedua bukit kembarnya menempel di lengan Bara.
Bara mengurungkan niatnya bangun, dan kembali dalam posisi duduk dengan Yolanda yang masih menempel di lengan nya.
"Mau nyingkirin lukisan..kan non Yola enggak suka," jawab Bara dengan dada makin berdebar karena pelukan gadis itu.
"Siapa bilang enggak suka..?aku suka banget kok..," jawab Yolanda.
"Tapi tadi non Yola kok terlihat lemes..?."
" Dasar...bod*h....enggak peka...huuhh... sebel, aku lemes bukan karena lukisannya tapi karena kamu enggak mau ungkapin cinta ke aku." batin Yolanda.
"Aku lemes bukan karena hal itu."
"Udaah ...aah, enggak usah di bahas paling kamu juga enggak tahu." "enggak peka...."
"Kamu enggak mau tahu apa isi paper bag ini..?," kata Yolanda mengalihkan pembicaraan.
Bara kemudian beralih ke bungkusan kantong karton di depannya.
"Apaan sih non isinya..?," Bara mulai tertarik dan penasaran.
"Mau tahu..aja..?."
"Iya."
"Apa mau tahu banget...?." goda Yolanda.
"Mau tahu bangeet.....," kata Bara dengan muka dan gaya seperti balita minta minum cucu.
Yolanda tergelak hingga nampak sederet gigi putih dan rapinya.
Makin tambah cantik.
"Pejamkan mata..," perintah Yolanda kepada Bara.
Bara pun menurut dan memejam kan matanya sesuai permintaan Yolanda.
Yolanda pun mengeluarkan berbagai macam barang dari kantong karton besar itu.
"Buka mata...."
__ADS_1
JRREEERNGG
"Haah...??," Bara menatap tumpukan berbagai kotak dan bermacam pakaian.
"Apa ini non..?," tanya Bara yang masih belum "ngeh."
"Buka aja."
Bara membuka kotak yang ternyata isinya sepatu nampak mewah sekali.
"Di pakai dong.. pas enggak..," kata Yolanda.
Bara pun menurut, memakainya dan pas banget.
Di cobanya berjalan kesana kesini.
"Waah ..nyaman banget non," kata Bara kegirangan.
Yolanda yang sudah membuka kotak satunya menyodorkan sendal yang juga amat mewah.
"Coba ini..," kata Yolanda lagi.
Bara melepas sepatunya dan mencoba sendal tersebut.
"Enak..nyaman...," sampai Bara tak mampu berkata kata dengan segala pujian.
Yolanda sudah membuka tumpukan baju baju dan kaos yang ada di depannya.
"Coba semuanya...," kata Yolanda kembali.
"Haah...emangnya ini semua buat aku non..?," kata Bara tak percaya.
Yolanda mengangguk sambil tersenyum manis....manis banget malah.
Saking senangnya spontan Bara meloncat dan mengangkat tubuh Yolanda.
"Aauuw...!!."
Yolanda kaget dirinya di angkat tinggi oleh Bara kayak menimang bocah bayi dan begitu sedikit diturunkan.
Cuuup...!!
Bara mengecup bibir Yolanda yang masih sedikit di angkat nya hingga sejajar dengan dirinya.
Entah siapa yang memulainya namun kini Yolanda menyambut kecupan itu hingga terjadilah lum*tan di bibir keduanya.
Bibir kenyal Yolanda di lum*t oleh Bara hingga beberapa saat, bahkan Yolanda sedikit membuka mulutnya hingga bara bisa merasakan lidah gadis itu.
Tangan Yolanda yang semula hanya di samping tubuhnya kini sudah melingkar di leher Bara, keduanya terhanyut dengan suasana yang romantis tersebut.
Hingga tak menyadari adanya suara bel apartemen berbunyi.
Dua kali bel apartemen berbunyi namun keduanya yang masih berpelukan dan berciuman itu tak menyadari jika tamu yang ternyata juga memiliki kunci cadangan itu sudah masuk bahkan melihat semua adegan itu.
"Eehm.." sebuah suara deheman mengagetkan keduanya.
"Opaaa..!!,"
____________
**Gimana reader....masih penasaran enggak ya...?
__ADS_1
Tinggalkan jejak dulu dong**...