Aku Lebih Mencintaimu

Aku Lebih Mencintaimu
Eps 155 Kelahiran Baby twins


__ADS_3

"Sayang aku sudah siap..," sahut Yolanda meskipun hatinya menghianati mulutnya.


Sebenarnya ada rasa takut yang amat sangat dengan operasi yang akan di jalaninya, namun demi sang buah hati yang sudah saatnya di lahirkan maka apapun akan di jalaninya.


"Baik kalau begitu kita berangkat sekarang ya kerumah sakit," sahut Bara menggandeng lembut tangan istrinya.


Yolanda mengangguk, mengikuti langkah suaminya keluar dari kamarnya yang sudah beberapa bulan ini di pindah ke lantai satu.


Di luar nampak Opa Santosa, papa Hedrawan, mama Nursanti serta pak Darmais dan Bu Romlah juga Misye dan Della nampak cemas melihat ke arah Yolanda.


"Masih kuat jalan..?," tanya Opa Santosa yang begitu khawatir.


"Masih Opa..," sahut Yolanda meskipun dengan wajah pucat nya.


Semua keluar dari rumah utama tersebut, begitu Yolanda sudah siap dan keluar dari kamar nya.


Tiga mobil sudah menunggu di luar dan siap mengantar mereka ke rumah sakit.


**


Di kamar president suite Yolanda menginap sambil menunggu program operasi yang di rencanakan tiga jam lagi, sambil nunggu hasil pemeriksaan laboratorium.


"Mas...aku takut...," pelan Yolanda berkata sambil baring di tempat tidurnya.


Bara yang duduk di samping nya membelai lembut rambut Istrinya.


"Mas akan menemani kamu hingga operasi nanti, bukankah dokter Lily bilang begitu kan..?," sahut Bara untuk menenangkan istrinya.


"Iya..Kaka..kami akan selalu menunggu ..," sahut Misye sambil memijat lembut kaki kaka iparnya.


"Semangat ya nak.. demi baby twins," kata Bu Romlah sambil mendekati menantunya.


Yolanda mengangguk mendapatkan dorongan semangat dari mana mana.


Meskipun sebenarnya sangat cemas namun demi anaknya baby twins maka di pompa lagi semangat dan keberanian nya.


Tok tok tok..


Pintu terdengar di ketuk dari luar, kemudian seorang perawat wanita masuk sambil membawa baju ganti untuk persiapan operasi.


"Maaf pak, saatnya ibu Yolanda berganti baju dengan baju perisiapan operasi," kata Perawat tersebut dengan sopan dan ramah.


"Oh..iya..sust....silahkan...," sahut Bara menjawab perawat tersebut.


Semua lalu keluar kecuali Bara, membantu perawat tersebut mengganti baju istrinya dengan baju pasien untuk operasi.


"Sudah pak..saya permisi," pamit perawat tersebut setelah mengganti kan baju untuk persiapan Operasi nanti.


"Terima kasih sus..," sahut Bara kepada perawat tersebut.


"Sama sama pak." sahut perawat tersebut sambil berpamitan keluar dari ruang perawatan.


Begitu perawat keluar semua kembali masuk ke dalam kamar perawatan tersebut.


Tak berapa lama dokter Lily SpOG, datang ke ruang Yolanda untuk menemui sahabatnya dan juga anaknya yang kini menjadi pasiennya.


"Bagaimana sudah siap ..?," tanya dokter Lily kepada Yolanda.


"Sudah Tante..meskipun berdebar sih..," sahut Yolanda dengan jujur sambil tersenyum kecut.


Dokter Lily juga tersenyum," Semua orang pasti merasakan itu jika mau operasi, tapi bagaimana seseorang itu mengolah rasa takutnya....itu yang berbeda beda...tetap semangat ya..."


"Tenang saja jangan panik yang berlebihan .. semua pasti lancar.," sahut dokter Lily lagi.

__ADS_1


"Iya Tante terimakasih."


Kata Yolanda meskipun debaran jantung nya makin kian kencang mendekati saat saat mau di bawa ke kamar operasi.


Dokter Lily tersenyum mengangguk.


"Terima kasih Lily..aku mohon bantuan mu..," sahut mama Nursanti mendekati sahabatnya itu.


"Ish..kamu ini kayak sama siapa saja, pastilah aku akan membantu."


Kata dokter Lily dengan ramah kepada mama Nursanti.


"Baiklah aku akan menunggu di kamar operasi melihat kesiapan di sana," kata sang dokter lagi berpamitan dengan semuanya.


" Nanti ketemu Tante di kamar operasi ya," sahut dokter Lily sambil mengusap lembut perut Yolanda.


"Terimakasih dokter ..," sahut Bara yang berdiri di samping istrinya tersebut.


Dokter Lily kembali mengangguk mendengar perkataan Bara.


**


Bara mendampingi istrinya di ruang persiapan sebelum di bawa ke dalam kamar operasi.


Dokter Lily kembali menghampiri Bara," Mas Bara cukup di sini ya.. untuk di dalam khusus area steril."


Bara mengangguk kemudian mengecup kening istrinya," Bismillah semoga lancar." Doa nya sebelum tempat tidur istrinya di dorong masuk ke meja operasi.


**


"Kamu tenanglah Bara..," kata Bu Romlah kepada anaknya yang nampak mondar mandir gelisah.


"Lihat papa Hendrawan dan mama Nursanti serta Opa makin gelisah jika kau bertingkah seperti ini."


Bara yang menyadari hal itu mengangguk.


"Iya..Bu..," sahutnya lalu duduk sekenanya di depan ruang kamar operasi tersebut.


Waktu seakan melambat, setiap menitnya berjalan begitu lama.


Berkali kali Bara menghela nafasnya, kadang membuang nafasnya dengan kasar.


Pandangan mata nya sesekali menoleh ke arah pintu kamar operasi, berharap ada berita baik yang segera akan di sampaikan.


"Huuh..sudah hampir satu jam..," dengus Bara sambil melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.


Cekleek..


Pintu ruang operasi terbuka dari dalam.


"Keluarga tuan Santosa..!."


Teriak seseorang yang mendampingi dokter Lily SpOG.


Semua berdiri dari duduknya menghampiri ke arah dokter Lily yang tersenyum cerah ke arah semuanya.


"Selamat...baby twins lahir tanpa kurang suatu apapun.."


"Alhamdulillah...," teriak semuanya hampir berbarengan.


Bara bersujud syukur begitupun yang lainnya.


Mama Nursanti tampak meneteskan air mata, begitupun dengan Bu Romlah dan adik adik Bara.

__ADS_1


Opa Santosa termangu sedikit senyum di bibirnya.


"Kapan kami bisa menemui mereka dokter..?," tanya Bara kepada dokter Lily.


"Sebentar lagi baby twins akan lewat sini untuk di bawa ke ruang bayi, sekarang silahkan mas Bara masuk untuk mengadzani nya," sahut dokter Lily.


Dengan segera Bara masuk mengikuti arahan perawat lalu mengadzani bayi kembar yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan tersebut.


**


Bara nampak termangu memandang dua buah hatinya yang baru saja di lahirkan tersebut.


Tanpa terasa air matanya meleleh di pipinya.


Diciuminya kedua buah hatinya tersebut.


Dengan terbata bata karena haru yang menyeruak di dadanya, Bara mengadzani bayi bayinya secara bergantian.


Selesai mengadzani Bara berdoa kepada Allah," Ya Allah semoga anak anakku menjadi anak yang Sholeh dan Sholehah, berbakti kepada kedua orang tua dan keluarga, dan berguna untuk agama, bangsa dan negara.


"Aamiin..," pelan kata perawat perawat yang ada di sana, mengamini doa Bara.


**


"Aaaa...lucu sekali..," teriak Misye dan Della..sambil menatap sepasang bayi kembar yang ada di Baby box kaca yang ada di depan mereka.


Semua mengerubungi Baby box kaca dimana baby twins berada, yang saat ini ada di depan kamar operasi tersebut.


"Mana yang baby boy.? kak," seru Della kepada Misye.


"Kayaknya yang itu..," sahut Misye sambil melihat bayi mungil yang sangat manis tersebut.


"Bukan kak..mungkin yang itu..," seru Della lagi sambil melihat bayi yang nampak mengerjap ngerjapkan matanya.


"Sayaang..ini aunty...," seru Misye yang gemas sekali dengan sepasang bayi kembar itu.


Opa melihat sepasang bayi tersebut sambil tersenyum senang.


"Yang ini kayak kamu dulu Ndra..," kata Opa kepada papa Hendrawan saat melihat salah satu bayi tersebut.


Papa Hedrawan hanya tersenyum mendengar perkataan papinya.


**


Bara sudah masuk ke dalam ruang RR dimana pasien post operasi berada.


Tampak istrinya masih terbaring lemah di sana dengan alat alat medis seperti tensi ( pengukur tekanan darah) dan saturasi ( alat pengukur kadar oksigen dalam darah) juga selang oksigen di hidungnya.


"Sayang..," pelan Bara berkata kepada Yolanda yang masih terpejam matanya, memeluknya sambil menitikkan air matanya kembali.


Yolanda membuka matanya, tersenyum tipis ke arahnya," Aku mengantuk mas." katanya yang memang masih dalam pengaruh dari obat bius nya.


Bara mengangguk tersenyum mencium kening istrinya," Terima kasih sayang kau sudah melahirkan anak anak kita, istirahat lah..mas Bara tungguin kamu." Kata Bara pelan sambil merapikan rambut Istrinya yang di pakaikan topi operasi.


Bara menunggui istrinya di ruang RR (Recovery Room) sebelum di pindahkan ke ruang perawatan president suite yang tadi di tempati, sementara yang lain sudah mengiringi Baby twins ke ruang bayi, sebagian lagi kembali ke ruang perawatan president suite.



_____________


**Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya.....


Baca juga karya lainku dengan mengklik profil ku**...

__ADS_1


__ADS_2