Aku Lebih Mencintaimu

Aku Lebih Mencintaimu
Eps 62 Jasmine ..lagi..


__ADS_3

Mereka masih berkumpul di ruang tengah beberapa saat.


Yolanda sudah mandi dan berganti pakaian, karena akan mengajak adik adiknya berbelanja.


"Waah..kakak makin cantik ..," kata Misye melihat Yolanda yang sudah berganti pakaian dan sedikit berdandan.


"Iyaa..Kaka..cantik banget," Della juga memberikan pujiannya.


Bara yang melihat istrinya sangat cantik, menjadi sedikit gelisah.


"Kenapa mas..?," tanya Yolanda.


"Kamu berdandan cantik banget sayang, mas Bara jadi khawatir," kata Bara dengan jujur.


Yolanda tersenyum kemudian mendekat dan memeluk suaminya sebentar.


"Mas Bara enggak usah khawatir, aku mampu jaga diri," kata Yolanda pelan.


Bara membalas pelukan istrinya kemudian mencium rambut dan kepala istrinya.


"Uuh..kakak...di sini ada anak bawah umur..malah mesra mesraan..terusan," Misye dan Della yang juga sudah berganti pakaian yang lebih pantas sedikit bersungut-sungut melihat kakaknya yang mesra mesraan di depan mereka.


Bu Romlah dan pak Darmais hanya terdiam sambil berpandangan.


"Kan..kami sudah halal dek..ngaak pa pa...," sahut Yolanda pelan sambil melepaskan pelukannya.


"Tapi kan mencemari mata kami..," ucap Misye pura pura cemberut.


"Sudah..sudaah... nanti malah enggak jadi ke pasar..kalau ngobrol terus," sahut Yolanda.


Masih ramai berdebat kecil tiba -tiba terdengar salam di depan pintu rumah mereka.


"Assalamualaikum.."


"Waalaikumssalam...," sahut semua nya.


Nampak Jasmine datang kembali berkunjung ke rumah pak Darmais.


"Eeh... Jasmine...mari masuk..," kata pak Darmais dengan sopan.


"Makasih Pak.."


Yolanda langsung cemberut melihat kedatangan gadis itu.


Semua itu tertangkap di mata Bu Romlah dan pak Darmais.


"Mau apa Kak Jasmine kemari..?," sahut Della sedikit ketus.


"Iss...Della..," pak Darmais sedikit membentak anakknya.


"Aku kan kangen sama Bara..calon suami ku," kata Jasmine sambil duduk di kursi.


Yolanda makin cemberut namun dia tahan.


Bara menghampiri istrinya kemudian berkata pelan.


"Enggak usah berpikir macam macam, percaya sama mas Bara," bisik Bara pelan di telinga Yolanda.

__ADS_1


Yolanda sedikit lega hatinya mendengar perkataan suaminya.


"Eeh...mau pada kemana..? tanya Jasmine..melihat Yolanda dan kedua adik Bara pada berdandan.


"Pasaar...,"sahut Misye ketus.


"Jam segini ke pasar udah bubaran kalee...," kata jasmine.


"Kami enggak ke pasarnya kok, kami mau ke Mall..," sahut Della tak mau kalah.


"Alaah...malah....cuma kepingin doang...semuanya kan mahal..," sahut Jasmine dengan tersenyum meremehkan.


"Sudah..sudaah...kalian berangkat ya ..entar malah keburu malam...," kata Bara pelan menengahi perdebatan itu.


"Mas..kunci mobilnya..," pinta Yolanda kepada Bara dengan masih manyun.


Yolanda pun berjalan menuju mobil yang di bawa Bara setelah menerima kunci mobil, setelah sebelumnya berpamitan kepada bapak ibu Bara.


Bara mengikuti mereka bertiga sampai di dekat mobil.


"Hati hati...sayaang...," kata Bara pelan.


"Iya..."


"Mas Bara jangan pergi pergi dengan Jasmine..selama aku ke pasar," pesan Yolanda.


"Enggak sayang.."


"Percaya deh sama mas Bara." sahut Bara.


Mobil bergerak pelan sebelum akhirnya melaju dengan kecepatan sedang menuju arah yang di tunjukkan Misye dan Della.


"Kakak...," panggil Misye.


Yolanda masih terdiam.


"Kakak marah ya..??." kata Misye lagi yang duduk di sebelahnya.


"Kakak enggak usah galau, enggak bakalan kak Bara mau meladeni kak Jasmine..," sahut Della yang sedikit cerewet.


"Kak Bara enggak pernah ada rasa apapun kepada kak Jasmine, dari dulu pun begitu," kata Della lagi.


"Kok kalian tahu...kan saat mas Bara SMA kalian masih kecil kecil," sahut Yolanda sambil mengemudi.


"Ya..tahu lah kak...soalnya kak Bara itu orangnya anti sama perempuan..kami orang miskin kak.., kak Bara dahulu hanya belajar dan belajar saja kegiatannya."


"Prinsip kak Bara tak akan jatuh cinta sebelum berhasil, coba nanti kakak perhatikan poster poster yang di kamarnya semua slogan anti perempuan."


"Jadi kami yakin mereka dulu tak ada apa apa."


"Lagian kak Bara juga tak pernah sekalipun jalan bareng dengan kak Jasmine."


"Cuma nebeng kendaraan saat sekolah..itu saja," kata Misye dan Della bergantian.


Perkataan kedua adik iparnya berhasil membuat sedikit rasa lega di hatinya.


**

__ADS_1


Di rumah pak Darmais, Jasmine yang tengah bertamu masih duduk di kursi tamu.


Memperhatikan Bara yang masih melepas kepergian ketiga perempuan itu.


Ada sedikit rasa kecewa di hatinya melihat perhatian Bara kepada "juragan"nya.


"Bara..memangnya ada urusan apa siih..anak Bos mu mau nginap di sini..," kata Jasmine begitu Bara Balik ke ruang tamu.


Bara melihat ke arah bapak dan ibu nya, mereka nampak menggelengkan kepalanya membuat Bara yang mau berkata jujur mengurungkan nya.


"Main..," akhirnya Bara berkata sekenanya.


"Wong...anak..gadis kok main di tempat cowok...nginep lagi..kayak gadis enggak bener saja," sungut Jasmine.


Bara hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal mendengar gerutuan Jasmine.


"Kamu mau ngapain kemari..?," akhirnya Bara bertanya juga karena enggak ada yang mau di obrolkan.


"kita main..yuuk..," ajak Jasmine.


"Ada tempat wisata baru di kaki bukit sana.. tempat nya indah ada kolam renangnya juga...nanti kita bisa berenang bareng..," kata Jasmine sambil tersenyum.


"Maaf ya Jasmine..aku habis aja bantu bapak kuras empang, badan aku masih lelah...nanti nanti aja aku main ke rumah mu sama Bapak," kata Bara menolak halus.


Jasmine tersenyum mendengar Bara mau main ke rumah nya.


Mereka hanya mengobrol di ruang tamu setelah sedikit lama kemudian Jasmine pamit untuk pulang.


"Ya sudah Bara....nanti keburu sore, aku pulang dulu..," pamit Jasmine kepada Bara, kemudian berpamitan kepada ibu bapaknya Bara.


Kini hanya tinggal mereka bertiga.


"Bara bapak mau tanya sama kamu..?," kata pak Darmais.


"Mau tanya apa pak..?."


"Masalah pernikahan kalian...?," kata pak Darmais.


"Kenapa kau menikah tak memberitahu kedua orang tuamu..?."


"Apa kau sudah tak menganggap kami..?," tanya pak Darmais sedikit membentak.


"Maaf pak...Bara.. tak akan menceritakan apa yang sesungguhnya terjadi, tapi pasti suatu saat semua akan Bara cerita kan kepada bapak dan ibu."


"Saat itu saya sudah mau bercerita tentang rencana pernikahan Bara, tapi Bapak masih di operasi dan Bara mau cerita ke ibu juga saat itu pikirannya masih kalut."


"Tapi yang jelas Yolanda adalah anak dari tuan dimana Bara saat ini bekerja."


"Dan pernikahan kami sah secara hukum dan agama, juga terjadinya pernikahan ini bukan karena kami melanggar norma dan agama."


Bara menerangkan panjang lebar tentang pernikahannya tapi tak mengatakan bahwa pernikahan itu hanya kontrak dan sementara, karena baik Bara maupun Yolanda berniat akan memperjuangkan dan mempertahankan pernikahan mereka selamanya.


Bara yang sudah membuka hati sepenuh nya dan juga Yolanda yang sudah berniat menjadi istri Bara seutuhnya..berniat akan memperjuangkan nya bersama-sama.


__________


**Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya....

__ADS_1


Makasih. happy reading**...


__ADS_2