Aku Lebih Mencintaimu

Aku Lebih Mencintaimu
Eps 77 Duuh..Mesranya bila Berdua .


__ADS_3

Di mohon bijak dalam memilih bacaan, chapter ini mengandung unsur 21+.


"Ish..mas Bara kok ngomong gitu sih..?."


"Mas Bara cemburu sama kak Leon ya..," sahut Yolanda sambil mendekati Bara yang seperti tersulut emosi nya tadi.


Mendengar pertanyaan Yolanda, Bara kemudian tersadar telah terpancing emosinya.


"Maaf..aku jadi terlalu posesif," sahut Bara yang kembali tersadar akan siapa dirinya.


Yolanda memeluk suaminya, menyusupkan kepalanya di dada bidang nya.


"Hanya ada mas Bara di hatiku," kata Yolanda menenangkan suaminya.


Hati Bara yang semula sudah terbakar kini berlahan menjadi adem kembali begitu istrinya memeluknya dan mengucapkan "mantra" yang sangat memabukkan bagi Bara.


Di ciumi nya pucuk kepalanya, dimana rambut wangi istrinya berada di ujung dagu nya.


"Bobok sini saja ya .. sayang.....," pinta Bara, yang kini entah kenapa selalu kesepian bila tak ada Istrinya.


Yolanda mengangguk di tengah pelukan suaminya.


Mendapat anggukan istrinya, dengan spontan Bara berteriak kecil sambil mengangkat nya.


"Yeess..!"


"Auuww..!," pekik kecil Yolanda yang di gendong kayak anak kecil, di timang di angkat tinggi hingga melebihi kepala sang suami.


Suasana yang sempat panas tadi kini melumer mencair menjadi sangat menenangkan.


Masih dengan di gendong, Bara menurunkan pelan pelan tubuh istrinya hingga kepala mereka sejajar.


Kedua mata mereka bertemu dan bertatapan, entah siapa yang memulai duluan membuat bibir keduanya sudah bersatu, saling mengait bertukar Saliva.


Melilitkan lidah keduanya, mengeksplor semua isi rongga mulut pasangannya.


Nafas keduanya makin memburu dan tersengal.


Bara melepaskan jaket yang menutupi baju tidur rumahan yang di pakai sang istri dengan tergesa.


Mencampakkan nya di samping tas jinjing yang tadi di bawa Yolanda.


"Kita ke kamar sayang..," kata Bara pelan dengan suara parau dan nafas makin memburu.


Yolanda yang masih ada dalam gendongan sang suami menggerakkan kepalanya.


"Sekali kali di ruang TV mas..," kata Yolanda pelan tersenyum.. nakal.


Tanpa menjawab Bara membawa istrinya ke ruang TV, toh mereka hanya berdua mau di manapun juga ...Amaaan, asal tidak di balkon saja,...gila kalee Yee...di balkon.


Bara sudah dalam posisi duduk dengan sang istri berada di atasnya.


Memainkan jurus jurus yang entah darimana mereka pelajari, secara naluri keduanya mengatur posisi yang membuat nya nyaman.


Dengan bermodal sofa panjang yang empuk itu keduanya sudah berganti berbagai gaya yang mereka ketahui entah dari mana.

__ADS_1


Hingga akhirnya keduanya terkapar dengan peluh membanjiri seluruh tubuh dan senyum di ujung bibirnya.


"Aku sayaang kamu..," kata Bara pelan, berbisik lirih di telinga istrinya yang masih dalam posisi duduk berhadapan di atas pangkuannya dengan peluh keduanya menyatu membanjiri tubuh dan nafas ngos ngosan.


Yolanda mengangguk tak mampu berkata-kata, rasanya seluruh ototnya melemas namun penuh kepuasan.


Badannya ambruk menindih suaminya yang masih mendekap nya dengan setengah duduk.


**


Pagi dini hari Yolanda terbangun dari tidurnya ketika merasa punggung nya sedikit dingin.


"Eeh... rupanya aku tertidur dipangkuan mas Bara..? dan mas Bara masih meluk aku..?," batin Yolanda tersipu, sambil mulai menggerakkan tubuhnya.


Keduanya masih berpelukan dengan tubuh polos sejak semalaman dengan posisi Yolanda masih dalam pangkuan Bara dan menindihnya, karena kelelahan...kalee... yaaa...(pernah enggak reader..saking lelahnya terus bablas...ketiduran..kayak mereka...wkwkwk).


Bara yang merasakan gerakan dari istrinya.. hasratnya Kembali bangkit.


Sesuatu yang keras di bawah sana sudah minta di bimbing sang istri memasuki sarangnya.


Yolanda yang semula mau bangun takut suaminya sesak karena semalam terbebani tubuhnya malah kini sudah mulai kembali mengulang apa yang mereka lakukan semalam.


Malam hingga dini hari itu bagi keduanya seakan malam yang penuh keindahan.


Hingga adzan subuh terdengar baru keduanya selesai menuntaskan kebutuhannya dan kembali terkapar dengan nafas memburu.


Namun karena mereka merasa bertanggung jawab dengan keyakinan nya, keduanya tak lagi tertidur meskipun rasanya ototnya lemas semua.


Yolanda sudah melepaskan diri dari pelukan sang suami, dengan malu memunguti baju bajunya yang berserakan...kemudian berjalan menuju kamar dengan memeluk pakaiannya.


"Ish..siapa sih yang ngelepar pakaian ku sejauh..ini..?," batin Bara sambil tersenyum geli dan memunguti nya, kemudian berjalan untuk mandi di kamar belakang.


**


"Maass...sudah sholat belum..?," tanya Yolanda kepada Bara.


"Sudah...sayang..maaf aku tinggal, soalnya mas Bara enggak tahu kamu selesai mandi nya kapan..?."


"Mas..Bara kan mau nyiapin sarapan buat kamu ke kantor," kata Bara yang sudah berkutat di dapur apartemen.


"Aku kan keramas..mas..jadi agak lama..," sahut Yolanda...tersipu.


"Ngapain keramas..??," goda Bara dengan jahil.


"Diserang predatooor...!!," pekik Yolanda pelan sambil berlari ke ruang sholat di samping dapur...takut di kejar suaminya...soalnya sudah wudhu.


Bara hanya tersenyum mendengar seruan istrinya, sambil kembali meneruskan aktivitas nya di dapur untuk membuat menu sarapan pagi.


Beberapa saat kemudian.


"Masak apa..mas..?, kok harum banget baunya..," tanya Yolanda sambil berdiri di samping suami nya.


"Tumis daging sapi dengan bawang bombai sayang...," sahut Bara sambil mengambil sendok kecil mengambil kuahnya untuk di cicipi.


"Cobain sayang.."

__ADS_1


"Nymm...enak mas...enak banget..," seru Yolanda.


"Aku juga mau belajar masak.. mas.., biar bisa buat aneka makanan."


"Kayaknya ...keren deh bisa buat berbagai menu sendiri..," kata Yolanda.


"Yaa..nanti pelan pelan ya.." sahut Bara.


"Aku akan ambil kelas masak ..bila sudah tak ada kegiatan kampus," kata Yolanda lagi.


Bara sudah plating makanannya hingga nampak makin cantik di piring saji.


"Ayuuk kita ..makan..nanti kamu keburu telat," kata Bara kepada istrinya.


"Memangnya mas Bara enggak ngantor..?," sahut Yolanda yang melihat sang suami masih memakai kaos dan celana pendek.


"Biasanya kan jam segini mas Bara sudah rapi..?," kembali Yolanda bertanya.


"Mas Bara hari ini ijin, mau beresin tugas akhir di kampus."


"Kemaren Si Romy sama Rudi kan beritahu..masalah itu..sambil numpang makan siih," jelas Bara kepada istrinya tersebut.


Yolanda tiba -tiba tersenyum seakan mendapatkan ide.


"Aku ikut mas Bara saja gimana..?."


"Maksudnya..?."


"Ikut ke kampus mas Bara... sekalian mengawasi mas Bara dari godaan para pelakor...," kata Yolanda berapi api.


Bara tersenyum mendengar alasan istrinya yang terdengar lucu baginya.


"Ish..memangnya siapa yang bakal tergoda sama pelakor..buktinya..mas Bara selama ini ngejomlo..itu menandakan mas Bara bukan cowok.. gampang an."


"Emang aku cowok apaaan..gicu," kata Bara membanyol ala ala tulang lunak.


Keduanya lalu tertawa sambil menikmati makanan yang di masak Bara dengan lumayan enak itu...maklum bukan chef jadi yaa...ada kurangnya dikit..aja.


"Boleh..ya..mas..?."


"Ikut mas Bara ke kampus..nanti kapan kapan mas Bara gantian ke kampus aku," bujuk Yolanda sambil menangkupkan tangan di depan dada tanda permohonan.


Bara tersenyum mengangguk.


"Tentu saja boleh sayaang..," kata Bara lalu mengecup pipi istrinya.


___________


**Happy reading...jangan lupa jejaknya..


Baca juga karya lainku


* Sang Pengacau


* Jagoanku ternyata CEO**

__ADS_1


__ADS_2