Aku Lebih Mencintaimu

Aku Lebih Mencintaimu
Eps 45 Rencana Keluarga di Kampung


__ADS_3

POV Yolanda


Aku di jemput papa dari apartemen nya mas Bara, dan kini sudah sampai di rumah mewahku


Jujur perasaanku sangat marah dan kecewa kepada kedua orang tuaku.


Mereka anggap aku ini apa...sih, anak anak..? atau bahkan boneka...?, terutama papa.


Dahulu aku sudah menolak mentah mentah saat mau di nikahkan paksa, bahkan aku sempat memberontak dengan mogok makan sampai aku pernah sakit hanya gara gara mau di paksa menikah.


Tapi papa bilang ini cuma bohongan, agar martabat keluarga ini tak di injak-injak orang ..katanya.


Hingga akhirnya aku menyetujui pernikahan kontrak ini dengan orang pilihan papa.


Dan ternyata setelah aku merasa cocok bahkan kini malah jatuh cinta padanya, papa dan mama yang paling menentang ku.


Sebenarnya mau mereka itu apa siih..? papa maunya begini mama maunya begitu....aku jadi sebel..


Sampai di rumah aku langsung masuk kamarku....aku tak perduli apapun.


Bahkan papa yang memanggil manggil ku tak ku hiraukan.


Aku pinginnya bersama mas Bara di apartemen berdua..toh dia suamiku.. kata Opa juga kami resmi dan sah menikah.


Masalah kontrak itu kan masalah akal akalan manusia, manusianya pun hanya tertentu yaitu papa dan mas Bara(karena di tekan)


Tapi di mata Tuhan dan negara pernikahan kami sah kok, bahkan bagi para saksi dan tamu undangan menyatakan kami "sah" sebagai suami istri.


Masih sambil tiduran aku membayangkan mas Bara ada di dekatku, kami saling berpelukan dan bercanda seperti siang tadi...sampai aku terlelap dalam tidur.


Bangun bangun sudah habis maghrib, dengan malas aku bangun dan mengambil handphone ku.


Eeh..ada pesan yang masuk..


Ku buka media sosialku melihat pesan dari siapa.


"Aaaa..mas Bara..!!," aku sampai berteriak saking senangnya.


Biasanya mas Bara jarang berkirim pesan, apa karena habis di marahi papa tadi, otaknya jadi enceer..hehe..becanda.


Ku buka pesan mas Bara.


'Lagi..ngapain...?.'


'Aku..kesepian sejak kamu pulang...'


'Tapi ..aku petang ini ada ketemuan dengan anak pak Mursi, di cafe yang semalam, namun ..kamu jangan khawatir....mas Bara profesional.. hanya bisnis saja.'


'Nanti kalau udah beres...mas Bara langsung pulang.'

__ADS_1


'Mmuaah.'


"Waaaa...," pakai emoticon hati


Jujur...aku agak cemburu sedikit, mas Bara ketemuan sama anak pak Musri.


Tapi kalau memang mau macam macam..... ngapain coba mas Bara ngabari aku..? ya kan..?


Dan aku percaya mas Bara bukan orang seperti itu, toh aku kemarin juga menyaksikan bagaimana proses bisnis karya lukis itu berawal.


Meskipun telat kubalas juga pesannya.


'Ya..semoga sukses bisnis lukisannya dan jangan macam-macam...ingat di rumah ada istri.' Yolanda.


"Muuaah..' Yolanda.


Tak lama setelah aku membalas pesan mas Bara, terdengar adzan isya di kampung yang ada di daerah rumahku.


Karena aku masih berhalangan maka aku masih di kasur bermalas-malasan.


Lagian aku juga masih jengkel dan marah kepada papa dan mama jadi aku mau di kamar saja.


Ting..


Sebuah pesan masuk terdengar, langsung ku buka karena dari mas Bara.


'Mas Bara... sudah pulang ke apartemen.' Bara.


Aku yang membaca pesan itu menjadi sangat senang dan sedikit bisa mengurangi rasa marah serta jengkel di hatiku.


**


Bara sudah tiba kembali di apartemen.


Begitu tiba langsung menulis pesan kepada Yolanda, mengabarkan bila urusan sudah selesai dan kini sudah kembali... sesuai janjinya tadi, begitu urusan selesai langsung pulang.


Bara ingin menunjukkan bagaimana sikap seorang lelaki sejati sesuai dengan prinsip hidupnya.


A bilang A dan B bilang B dalam arti akan selalu berkata jujur.


Meskipun Yolanda tak bersama nya, dan hanya istri dengan status kontrak yang mungkin hubungan keduanya tak akan langgeng, setelah kontraknya berakhir setahun nanti.


Namun bagi Bara sosok yolanda sudah di anggapnya sebagai istrinya yang sesungguhnya dan sudah hak nya mengetahui dirinya ada dimana serta bersama siapa.


Setelah mengabarkan keberadaan dan urusannya yang sudah selesai, Bara menunaikan sholat isya.


Selesai sholat isya Bara menelpon Keluarga nya di kampung karena hampir dua bulan belum pulang kampung, terakhir adalah saat menengok bapak nya yang sakit di rumah sakit.


"Assalamualaikum..," sapa Bara.

__ADS_1


"Waalaikumssalam.. Bara..," balas ibunya senang.


"Ibu baru saja... akan menelpon mu, kapan kau akan pulang nak..?." terdengar suara ibu sangat antusias di telpon kali ini.


"Insya Allah..minggu depan Bu, bagaimana kabar keluarga di sana..?."


"Alhamdulillah..kami baik baik semua nak."


"Syukurlah.. Alhamdulillah..Bu."


"Bara...mm...," ibu nampak ragu ragu berbicara.


"Ada apa..Bu..?," tanya Bara yang merasa aneh karena ibunya terdengar ragu ragu untuk berbicara.


"Kamu..ingat dengan Jasmine anaknya pak lurah..?," tanya ibunya.


"Yaa..ingatlah Bu..kan teman Bara satu SMA, kita sering berangkat bareng saat sekolah dulu..," sahut Bara.


"Memangnya ada apa dengan Jasmine ya Bu..??," tanya Bara.


"Begini nak..," suara pak Darmais bapaknya menggantikan suara ibunya, tiba -tiba telpon ibunya di kampung di ambil alih oleh bapaknya.


Bara seketika merasa ada yang tak beres dengan pengambil alihan telpon yang semula di pegang ibunya.


"Eeh... bapak, assalamualaikum pak..," sapa Bara.


"Waalaikumssalam Bara.., Bapak sebenarnya mau bicara kepada mu nak."


"Kebetulan bapak..baru..saja ..akan telpon kamu, eh...kamu sudah telpon duluan..," kata pak Darmais.


"Memangnya ada apa ya..pak..?."


"Kaki bapak sakit lagi..?, apa perlu berobat lagi..?," tanya Bara sedikit panik.


"Bukan..bukan....masalah itu nak..tapi..," pak Darmais tak meneruskan perkataannya.


"Kenapa pak..?," Jantung Bara makin berdebar menanti berita apa yang membuat bapak dan ibunya nampak ragu mengatakannya.


"Bapak ingin menjodohkan kamu dengan anak pak lurah si Jasmine," kata pak Darmais akhirnya.


Duaaarrr....


Bagai di sambar geledak Bara terkejut mendengar rencana bapak dan ibunya di kampung nya


"A.a..aapa..pak..?," tanya Bara yang sama sekali tak menyangka hal itu.


"Pokoknya besok minggu depan pulanglah nak ..kita bicarakan semua nya baik baik..ya..," pesan pak Darmais dengan nada yang lembut.


____________

__ADS_1


**Segini dulu ya... reader....


jangan lupa tinggalkan jejaknya**...


__ADS_2