Aku Lebih Mencintaimu

Aku Lebih Mencintaimu
Eps 130 Arts Museum makin lengkap


__ADS_3

Mendengar namanya di panggil sontak keduanya menoleh.


Kelegaan terpancar di wajah keduanya.


"Waah..bener mas ini rumahnya ..," kata Tatik terlihat lega.


Bara menghampiri mereka berdua sambil tersenyum, menjabat tangan keduanya.


"Bingung..tadi jalannya Jo..?."


"Lumayan..sih..."


"Lha... kata nya pakai mobil..? mana mobil box nya..?."


"Aku parkir di jalanan luar sana..," sahut Tarjo sambil nyengir salah tingkah.


"Cck..kau ini ah.."


"Habis aku ragu tadi..ini bener enggak rumahnya..kok gede banget," kata Tarjo lagi cengar cengir.


"Iya Bara... habis kami bingung rumah kok sebesar ini, semewah ini..waah...kamu benar benar hebat," Tatik berkata sambil menggelengkan kepalanya penuh ketakjuban.


"Ini mansion Opa..aku cuma numpang saja..."


"Numpang apaan..kamu menantu di sini..kok numpang," sahut Tatik masih takjub sambil memutar pandangan matanya mengagumi kemewahan hunian tersebut.


Bara berkata sambil berjalan kembali ke gerbang depan, mengantar Tarjo yang akan mengambil mobil box nya untuk di bawa masuk ke halaman mansion.


"Selamat sore tuan muda..," sapa para pengawal sedikit membungkuk kan badannya.


"Sore..," sapa Bara tersenyum ke arah penjaga gerbang.


Tarjo dan Tatik hanya tersenyum kecut melihat sahabatnya kini di panggil tuan muda.


Begitu Tarjo dan Tatik hampir sampai di mobil Box Bara berbalik ke mansion menunggu di sana.


"Enggak nyangka ya mas.. Bara sekarang jadi orang gedongan," kata Tatik begitu sampai di mobilnya, karena masih takjub dengan hunian Bara.


"Iya...dek.. syukur nya mereka enggak sombong..bahkan nolong kita."


"Iya mas.."


Mobil Box itu sudah masuk ke halaman mansion.


Bara memberikan aba aba kepada Tarjo agar parkir di satu tempat, supaya mudah saat nanti memindahkan semua barang barang lukisannya.


"Dek...mobil kok begitu banyaknya..," kata Tarjo kepada istrinya sambil menunjuk ke arah kumpulan mobil yang di parkir di garasi tersebut.


"Iya ya mas..ck...ck...ck."


Tatik menggeleng gelengkan kepalanya kembali begitu melihat ke dalam sebagaian isi rumah ini.


**


"Loh ada tamu to..?."


Opa yang kebetulan melintas di ruang tamu melihat ke arah depan.


"Selamat sore tuan.."


Sapa Tarjo sambil berdiri dan menyalami Opa Santosa diikuti oleh Tatik dengan sopan.


"Ooh..Tarjo to..?

__ADS_1


"Iya..tuan.."


"Mau ambil lukisan kok Opa, di bawa ke galeri," kata Bara kepada Opa Santosa.


"Ooh.." Opa mengangguk angguk kan kepalanya.


"Sholat di sini sekalian saja sudah mau Maghrib," kata Opa lagi mengingatkan soal ibadah.


"I.iiya..tuan.."


"Ya..sudah kita beresin lukisannya, keburu Maghrib.. habis itu sholat," kata Bara.


Bara berjalan diikuti Tarjo yang sangat takjub dengan kemewahan dan kemegahan mansion tersebut menuju ke taman samping dimana tempat melukis Bara di sana.


"Tuh..lukisannya disana..sebentar tak carikan teman biar cepat selesai ngeberesinya."


Bara lalu memerintahkan beberapa pekerja membawa banyak lukisan itu di bawa ke mobil Box.


Tatik masih duduk di ruang tamu yang super mewah tersebut, sedikit bingung mau apa.


"Eeh..mbak Tatik," seru Yola yang sudah selesai mandi dan tampak cantik sekali.


"Non Yola..," balas Tatik berdiri dan menyalami istri Bara tersebut.


"Kok disini...ayuk kebelakang," ajak Yola sambil menggandeng tangan Tatik di ajak ke taman samping di mana para suami masih membereskan lukisan lukisan.


"Kita duduk di sini melihat mereka bekerja," kata Yola sambil duduk di kursi taman samping dimana dekat dengan tempat Bara berkarya.


Seorang pelayan wanita datang membawakan minuman dan makanan kecil.


"Silahkan di nikmati..," kata pelayan itu sopan sebelum pergi.


"Ayuk..mbak Tatik di minum dan di makan," Yolanda menawarkan kepada Tatik yang masih terlihat kikuk tersebut.


Tak berapa lama beberes lukisan sudah selesai, Bara dan Tarjo sudah ikut duduk di taman menunggu Adzan Maghrib di kumandangkan.


"Mbak Tatik sudah kerasan di kota..?."


"Alhamdulillah non..di manapun asal bersama suami ya kerasan," sahut Tatik sambil tersenyum.


"Sama ..aku juga sempat tinggal di galeri sebelum kalian kesana loh..aku senang dimanapun mas Bara berada," kata Yolanda yang duduk di sebelah suaminya sambil memeluk lengan suaminya.


Bara hanya tersenyum.


"Haah..non Yola mau tinggal di tempat seperti itu..?," sahut Tatik dengan tak percaya.


"Iya..mbak.., kan bersama orang yang kita sayang," kata Yolanda kembali makin mengeratkan pelukannya.


Membuat Tatik dan Tarjo menelan ludah melihat kemesraan keduanya.


**


Semua sudah selesai sholat maghrib di mushola mansion dengan di imami Opa Santosa.


"Jo..kamu dan istri mu makan di sini dulu, jangan langsung pulang," kata Opa Santosa begitu Tarjo mau beranjak berdiri dari tempat sholat nya.


"Emm..iya tuan.."


Meja makan sudah siap, aneka hidangan sudah di sajikan.


Dengan kikuk Tarjo dan Tatik duduk di meja makan mewah dengan aneka hidangan yang bahkan tak pernah di bayangkan nya.


**

__ADS_1


Tarjo sudah menyetir mobil box nya, kembali menuju ke galeri.


"Sudah kaya ..baik lagi..," Tatik masih bergumam sepanjang jalan.


"Iya... Alhamdulillah..mereka orang baik."


"Mas..aku tadi di kasih uang non Yola..loh..," kata Tatik kepada suaminya.


"Haah..??, terus kamu terima..?."


"Iya..lah mas.., lah non Yola aja ngasihnya tulus banget masak aku tolak .."


"Iya..ya..dek..sayang juga kalau di tolak..," kata Tarjo akhirnya dengan terkekeh.


Keduanya kembali tertawa bersama.


"Terimakasih..mas Tarjo sudah ngajak aku jalan jalan..," kata Tatik sambil tersenyum memandang suaminya yang masih fokus menyetir.


"Iya.. dek...habis ini jatah mas Tarjo nanti malam ya.."


"Opo..si mas..," kata Tatik sambil membuang muka ke luar jendela meski hatinya senang.


"Memangnya kamu enggak pingin gendong anak, Bara aja sudah mau punya anak.."


"Heh..yang bener mas..?," Tatik menoleh suaminya.


Tarjo tersenyum mengangguk masih fokus menyetir.


**


Selasa pagi hari di galeri mulai berdatangan aneka hasil kerajinan seni kriya.


Beberapa mobil bak terbuka tersebut membawa beberapa hasil kerajinan dari seni ukir, patung, batik dan hasil karya lainnnya termasuk furniture unik.


Sesuai pesan Bara kepada Om Jhon, pak Poernomo sebagai wakil manager sudah memerintahkan anak buahnya untuk mencatat barang yang masuk.


Om Jhon yang kemarin sempat bingung dengan barang yang akan di tampilkan kini bisa tertawa lebar melihat banyaknya benda benda seni di Arts Museum tersebut.


"Aah..aku bisa lega dengan banyaknya barang yang datang," gumam Om Jhon.


"Oh iya..aku belum kasih kabar ke Bara."


Kemudian Om Jhon mengambil ponsel di sakunya.


"Halo.."


"Halo Om.."


"Barang seni kriya sudah datang," lapor om Jhon sambil tersenyum senang.


"Syukurlah..kalau begitu, semoga besok Rabu tak membuat malu kita," sahut Bara mendengar laporan Om Jhon.


"Jangan lupa mencatat dan mencocokan Om, kan besok kita juga hitung hitungan dengan mereka."


"Pasti..," sahut Om Jhon sebelum menutup telponnya.


Nampak kelegaan di wajah Om Jhon, sambil duduk menikmati minuman yang di sajikan Tatik beliau mengawasi pembongkaran aneka jenis kerajinan tersebut.


__________


**Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya...


Baca juga karya lainku dengan mengklik profil ku...

__ADS_1


Terima kasih kakak readers**.


__ADS_2