
Keduanya masih berpelukan di kursi sofa tersebut, sambil saling menguatkan.
"Sayang kamu bobok di sini bukan pas week end apa enggak ngeganggu pekerjaan kamu..?," tanya Bara pelan sambil memainkan rambut indah istrinya kadang malah menciuminya.
"Enggak papa.. kok mas."
"Tapi besok pagi mau pakai baju apa...kalau kerja..?," tanya Bara lagi.
Yolanda kemudian bangun lagi dari tiduran di pangkuan Bara.
"Oh..ya..aku sampai lupa mas.."
"Kalau gitu kita belanja aja yuuk mas, mumpung masih belum ada jam tujuh malam..," ajak Yolanda.
"Ayuuk..," kata Bara segera bergegas.
Keduanya kemudian berganti pakaian, sebelum turun ke basemen.
"Kita di mall mana enaknya...sayang..?," tanya Bara.
"Yang dekat aja.. terserah mas Bara yang penting nggak macet tempat nya, takutnya kemalaman."
"Entar baju bajunya enggak cocok..?," kata Bara sedikit khawatir.
"Aku ikut kamu aja... sayang..nggak kemalaman kok," kata Bara lagi.
"Baik kalau gitu kita ke Mall X & X ya ..mas.."
Bara menganggukkan kepalanya.
Keduanya kemudian memasuki mobil Bara yang terparkir di basemen apartemen itu.
Mobil sudah melaju dengan kecepatan sedang menuju ke kawasan Mall X & X.
Sampai di mall tersebut keduanya segera menuju ke bagian pusat penjualan pakaian.
Setelah memilih milih akhirnya Yolanda hanya mengambil satu stel pakaian resmi yang di jual disana.
"Kok cuma satu stel..?," tanya Bara.
"Kan di rumah sudah ada banyak..," jawab Yolanda.
"O..iya..ya..," kata Bara yang lupa siapa istrinya, tentu saja pakaiannya banyak ...nona muda Santosa.
Keduanya langsung menuju ke kasir.
Bara meminta baju tersebut dan berniat membayarnya.
"Biar mas Bara yang membayarnya," kata Bara.
"Biar aku saja mas..,nanti uang mas Bara habis lho.."
Bara berhenti berjalan diikuti Yolanda.
"Sayang..biarkan mas Bara membelikan sesuatu untuk mu....meski uang mas tak banyak tapi ijinkan kali ini mas Bara yang membayarnya."
Yolanda sebenarnya tak tega menggunakan uang Bara, namun lebih tak tega lagi jika menolak kemauan mas Bara nya, yang pasti akan terluka bila di tolaknya.
Yolanda tersenyum dan mengangguk.
"Terimakasih sayang...jika begini mas Bara merasa menjadi seorang lelaki dan suami yang sebenarnya," kata Bara sambil merangkul istrinya dengan gembira.
Setelah membayar belanjaan keduanya langsung berniat pulang, karena bagi mereka lebih menyenangkan saat berdua di apartemen.
"Terima kasih ya mas..," kata Yolanda sambil memeluk Bara begitu masuk di dalam mobil.
Bara tak menjawab nya malah mencium pipi istrinya.
__ADS_1
Bara nampak sangat bergembira.., meski hanya baru mampu membelikan sepasang baju untuk Yolanda, namun membuat seakan berperan sebagai suami sesungguhnya.
Keduanya sudah sampai di apartemen kembali.
Lagi lagi sampai di depan lift ketemu dengan Om Jhon.
Mereka pun mengobrol hingga menaiki lift tersebut.
"Waah..ketemu lagi kita," kata Om Jhon.
"Iya Om.." kata Bara tersenyum senang.
"Baru pulang ya Om..?."
"Iya...," kata Om Jhon pendek
"yaa..beginilah kegiatan orang tua, yang tak punya keluarga."
"Kegiatannya hanya kumpul kumpul bareng teman teman, itu sudah membuat senang," kata Om Jhon sedikit berkeluh kesah.
"Kalian dari mana..?," tanya Om Jhon basa basi.
"Habis ke mall Om ..beli kan istriku baju," kata Bara dengan Bangga.
"Lho..kalian sudah menikah to..?," tanya Om Jhon dengan sedikit kaget.
"Sudah Om..., baru beberapa bulan," kata Bara sambil tersenyum kecil.
Yolanda hanya mengangguk saja.
"Selamat ya.., semoga bahagia," kata Om Jhon.
"Makasih..Om."
Ting..
Mereka berpisah menuju ke apartemen masing masing.
"Kapan kapan main ke tempat ku," kata Om Jhon lagi.
"Iya Om kalau ada waktu luang aku pasti main ke tempat Om Jhon," balas Bara.
**
Di rumah tuan Hendrawan.
Nyonya Hendrawan nampak gelisah karena Yolanda belum juga pulang.
"Kemana sih..tuh anak, tumben sampai jam segini belum pulang...?," gumam gumam kecil nyonya Hendrawan.
"Pah...Yola kok belum pulang jam segini..?," tanya Nyonya Hendrawan.
"Paling paling ke tempat lakinya," sahut tuan Hendrawan sedikit tenang.
"Papah..ini..? Memangnya papah ngebolehin anak kita sama pemuda kampung itu..?," kata nyonya Hendrawan protes.
"Lalu Bagaimana lagi mah..?, mama tahu sendiri kemaren bagaimana sikap anakmu saat papah paksa pulang, kita malah di diamkan saja seharian..," balas tuan hendrawan.
"Ooh..jadi karena itu...sekarang papa udah.. ngebolehin Yolanda bareng pemuda kampung itu," sungut nyonya Hendrawan kesal.
Nyonya Hendrawan mengambil handphone nya, mencoba menghubungi Yolanda.
Tuut...tuuut....tuuut...
Panggilannya tak di angkat, Nyonya Hendrawan sedikit kesal dan juga cemas.
"Pah..coba kamu hubungi si anak kampung itu...ya kalau Yolanda di sana kalau tidak..?," kata Nyonya Hendrawan yang tambah cemas.
__ADS_1
Sejenak tuan Hendrawan juga panik kemudian menghubungi nomor Bara yang sudah di simpannya.
"Assalamualaikum Tuan..?."
Tanpa basa basi tuan Hendrawan langsung bertanya.
"Apa Yolanda di sana..?."
"Iya..tuan..non Yola ada di sini," jawab Bara dengan sopan.
Suara yang di los speaker itu membuat nyonya Hendrawan juga bisa mendengar percakapan itu.
"Sambungkan pada Yolanda."
"Baik tuan.."
"Halo..," suara Yolanda terdengar dari seberang.
"Kenapa kamu ada di sana...?, bukankah mama sudah melarang mu untuk kesana..?," kali ini mama sudah merebut handphone tuan Hendrawan.
"Kenapa mama melarangku..? bukankah aku di tempat suamiku..?," jawaban Yolanda membuat Tuan dan nyonya Hendrawan saling berpandangan.
"Tapi mama tidak mengijinkan kamu di sana..," suara nyonya Hendrawan sudah mulai meninggi.
"Kenapa mama tidak menolaknya dahulu saat aku di nikahkan, sekarang aku mau bersama suami ku," suara Yolanda juga sudah mulai jengkel di sebrang sana.
"Sudaah...sudah..mah.. biarkan dia di sana dulu ," kata tuan Hendrawan menenangkan istrinya.
Akhirnya nyonya Hendrawan menyerah dan menuruti suaminya kali ini, namun di dalam hati kecilnya ada kelegaan karena anaknya tak kemana mana dan masih sehat meski di apartemen bersama "pemuda kampung".
**
Sementara di apartemen.
Yolanda masih bersungut-sungut setelah mematikan handphone Bara.
Bara tak mampu berkata apapun hanya memeluk dan mengusap lembut punggung Yolanda untuk menenangkan nya.
Berangsur angsur rasa kesal di hati Yolanda pun menghilang.
"Apakah kamu mau pulang..?, nanti mas Bara antar..," kata Bara pelan.
Yolanda menggeleng kan kepalanya.
"Aku mau bobok di sini malam ini," kata Yolanda lemas.
"Aku sudah lelah mengikuti kemauan orang tua ku, saatnya aku menentukan sikapku," kata Yolanda lagi sambil memeluk erat suaminya.
Bara membalas pelukan istrinya dan mengusap lembut punggung nya serta menciumi rambut nya.
"Ya..sudah kalau begitu kita tidur, besok bangun pagi karena mesti bekerja, jangan sampai apa yang kita alami ini mengganggu kinerja kita," kata Bara pelan.
Yolanda pun mengangguk pelan.
"Tapi mas Bara jangan bobok di depan TV, bobok sama aku di kamar," kata Yolanda.
"Tapi kalau mas Bara enggak tahan gimana..?," goda Bara.
"Kan aku lagi dapet..," kata Yolanda tersipu.
Bara pun tersenyum karena hanya berniat menggoda saja, di hati nya sudah berniat tak akan "melakukan itu" sebelum mendapatkan restu dari orang tua Yolanda...niatnya sih gitu...entah..nanti apa masih..bisa nahan apa tidak...hanya tuan author yang tahu.
__________
**Selamat membaca....
Jangan lupa tinggalkan jejak**.....
__ADS_1