
Opa kini memiliki kesibukan baru di mansion miliknya, apalagi kalau bukan menemani Bara membuat lukisan di taman samping rumah.
Seperti malam itu, entah kenapa malam itu Opa Santosa tak bisa tidur, iseng iseng keluar dari kamarnya.
"Loh...lampu samping kok malah makin terang aja..?, biasanya para pekerja di mansion itu sudah mematikan lampu taman malahan.
Dengan pelan Opa mendekat tampak dari jauh terlihat Bara masih dengan serius melukis di media kanvas yang sudah di taruhan di penyangga nya.
"Ehmm..," Sengaja Opa berdehem sedikit agar Bara tak terkejut nantinya.
Bara menoleh kemudian tersenyum.
"Eh..Opa...kok belum istirahat..?, sudah malam Opa..," kata Bara kepada Opa.
"Justru Opa yang harusnya berkata seperti itu," sahut Opa Santosa sambil tersenyum.
"Kok belum Istirahat..kamu..?."
Bara tersenyum...," kadang malah kalau malam seperti ini saya bisa melukis dengan tenang Opa."
Opa mengangguk memperhatikan hasil lukisan, meski belum jadi tapi sudah terlihat keindahan dari lukisan tersebut.
"Memang istri mu tak mencari mu jika kamu tinggalkan melukis di sini..? sampai malam lagi..," tanya Opa.
"Ya ..kadang di cari Opa," jawab Bara sambil tersenyum.
"Tapi tadi sore sudah ijin kok Opa," Kembali Bara berkata.
"Ya sudah kalau begitu...opa juga lagi susah tidur mau menemani kamu saja..," sahut Opa.
Bara mengangguk sambil masih melukis.
**
Pagi hari di rumah pak Darmais masih nampak duduk di teras rumah nya menikmati secangkir kopi dan singkong goreng.
"Kok belum siap siap pak..?," tanya Bu Romlah kepada suaminya yang masih saja bersantai di teras rumahnya sambil menikmati kopi nya.
"Ini mau ke Bank dulu Bu..," sahut pak Darmais.
"Lho..ngapain ke Bank..? bapak mau nyari utangan ..?, jangan ya pak..," kata Bu Romlah yang ketakutan.
"Cck..ibu ini ada ada saja..., bukan nyari utangan Bu.., kemaren pak Hendrawan telpon bapak, kami ngobrol panjang lebar terus beliau menanyakan proyek si Bara."
"Terus bapak jawab apa..?."
"Ya..bapak bilang saja ..sementara mandek dulu..soalnya nunggu kiriman Bara.."
"Terus..?."
"Terus... terus aja ibu ini," kata pak Darmais.
"Lah iya...terus bagaimana kok sekarang bapak mau ke Bank itu dalam rangka apa...? pokoknya ibu tak setuju bapak hutang hutang ke Bank."
"Ngeri pak..," sahut Bu Romlah.
__ADS_1
"Ada berita kalau kita tak mampu membayar rumah kita disita... lalu di lelang....terus kita mau kemana pak..?," kata Bu Romlah nampak panik.
Pak Darmais terkekeh mendengar perkataan istrinya.
" Sehabis saya bilang proyeknya mau mandek dulu,..malah tuan Hendrawan bilang mau transfer sejumlah uang .."
"Beliau bilang proyeknya jangan berhenti pak...nanti saya akan kirimkan dana biar proyek nya lekas selesai dan obyek wisata mandiri ini segera di operasikan.., begitu kata pak Hendrawan," jelas pak Darmais kepada istrinya tersebut.
"Oh..gitu ceritanya pak..ya sudah kalau begitu..saya kira bapak mau cari utangan ibu jadi takut pak," sahut Bu Romlah sambil tersenyum malu malu kepada suaminya.
"Ada ada saja ibu ini ah..," sahut pak Darmais sambil beranjak dari duduknya mau berangkat ke Bank.
**
Tarjo masih tampak bersih bersih di sudut area luar gedung galeri dengan sangat sibuk.
Meskipun tak ada yang membantunya dia asyik saja mengerjakan sesuatu.
"Arep..nggawe opo Kowe Jo..?," tanya pak Karmin dengan logat Jawa yang kental.
"Gawe taman pak Karmin, mumpung ada sisa pasir, semen dan batu bata..nanti tinggal ngasih alat pompa kecil akan jadi air mancur," sahut Teja masih tekun mengerjakan proyek buatannya.
"Ya udah terusin..nanti aku lihat lagi kalau sudah selesai ," kata pak Karmin yang sudah lumayan tua itu.
"Nggeh pak..," sahut Tarjo kembali fokus ke pekerjaannya.
Pak Karmin lalu meninggalkan Tarjo yang masih sibuk dengan proyeknya.
Om Jhon yang sudah datang ke galeri nampak tolah toleh mencari sesuatu.
"Si Tarjo mana.. ? dari pagi tak kelihatan batang hidungnya..?," tanya Om Jhon.
"Oh Tarjo masih di sana tuan..?," kata pak Karmin sambil menunjuk ke arah tertentu.
"Ngapain di sana anak itu..?, bukankan pepohonan nya sudah di tebang semua..?," tanya Om Jhon keheranan.
"Katanya mau buat taman tuan..," sahut pak Karmin.
Om Jhon langsung bergegas menuju ke arah yang di tunjukkan pak Karmin.
Disana Tarjo sudah mulai membentuk taman dan kolamnya dengan bata dan adonan semen pasir.
"Waah..mau buat apa Jo..?," tanya Om Jhon.
"Mau memanfaatkan sisa pasir dan batu bata serta semen ini tuan, mau saya buat taman dengan kolam kecil dan air mancur tuan," kata Tarjo masih dengan bersemangat.
"Waah..rupanya kamu juga bisa seni Jo.,bisa buat taman..?," sahut Om Jhon kaget melihat hasil karya Tarjo meski belum jadi.
"Masih belajar tuan..semoga nanti hasil jadinya indah," sahut Tarjo sambil tersenyum kecil.
"Cuma nanti di belikan mesin air mancurnya ya tuan... sama lampu hiasnya biar terlihat bagus..," pinta Tarjo malu malu.
"Soalnya saya enggak punya uang..," kata Tarjo lagi.
Om Jhon terkekeh..mendengar permintaan anak muda yang lugu dan jujur di depannya.
__ADS_1
"Ya..kalau bagus ya tak belikan kalau jelek emoh..," goda Om Jhon.
"Pokoknya nanti tuan Jhon lihat saja..kalau dirasa kurang bagus gak usah di belikan air mancur juga tak apa tuan," sahut Tarjo masih dengan cekatan bekerja.
"Eh...ngomong omong istrimu sudah kamu telpon suruh kemari..?, kan bisa bantu bantu kamu.."
"Sudah tuan... semalam saya telpon,..rencana siang ini berangkat dari desa naik bis nanti saya jemput di terminal tuan," jawab Tarjo sambil terus bekerja.
"Ok..lah..kalau begitu..," sahut Om Jhon.
**
Siang itu Bu Romlah masih di warungnya.
Tiba -tiba Tatik datang berbelanja.
"Budhe ...mau belanja..," kata Tatik.
"Mau beli apa Tik ..?," jawab Bu Romlah dengan ramah sambil tersenyum.
"Kopi sachet sepuluh renteng, teh nya dua terus gulanya satu kilo."
"Apalagi Tik..?."
"Roti yang ini sama yang ini juga ini budhe..," sahut Tatik lagi.
"Sama Antimo..budhe..," sahut Tatik tersenyum malu malu.
"Loh..memangnya mau kemana sih Tik ...kok borong borong sama beli Antimo lagi..?," tanya Bu Romlah yang jadi penasaran.
Tatik tersenyum kecil.
"Tadi malam mas Tarjo..telpon saya budhe..katanya di kota ketemu sama Bara.."
"Terus sekarang katanya mas Tarjo kerja di tempat galerinya Bara, makanya saya di suruh ke kota sekalian tinggal di sana budhe," kata Tatik sambil tersenyum senang.
Bu Romlah hanya menganga tak percaya.
"Tarjo kerja di tempat Bara..?," tanya Bu Romlah tak percaya.
"Iya.. budhe...makanya nanti siang aku mau beli tiket dan nyusul mas Tarjo, nanti malam mau di jemput di terminal sana," kata Tatik lagi.
"Ooh..," Bu Romlah hanya termangu.
"Ya.. sudah kalau begitu hati hati ya Tik..nanti kalau ketemu Bara sampaikan salam budhe dan pakde ya.."
"Ya..budhe ..," sahut Tatik sambil meninggalkan tempat warung Bu Romlah.
____________
**Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya...
Baca juga karya lainku
* Sang Pengacau
__ADS_1
* Jagoanku ternyata CEO**