Aku Lebih Mencintaimu

Aku Lebih Mencintaimu
Eps 37 Panggilan Sayang


__ADS_3

Mereka masih berbincang serius tentang seni lukis dan bermacam alirannya, serta pangsa pasarnya.


Bara memperlihatkan hasil karya lukisannya yang sudah di simpannya di galery handphone nya kepada dua orang bapak anak tersebut.


Terlihat keduanya nampak antusias dengan hasil karya Bara, meskipun belum melihat goresan lukisan aslinya.


Yolanda hanya memperhatikan kegiatan perbincangan di depannya tanpa mau mengganggu maupun menyela pembicaraan ketiganya.


"Ooh..ya.., pak Bara sudah pesan minuman atau makanan belum..?."


"Belum pak, eeh..jangan panggil saya pak...dong pak Musri, kalau di luar kantor seperti ini, kayaknya saya jadi tua banget... jadinya hehehe...," kata Bara sambil tersenyum.


"Iya..ya..," kata pak Musri.


"Bagaimana kalau mas Bara..?."


"Boleh..pak," kata Bara.


Bara dan pak Musri kembali berbincang sedikit serius namun sambil sesekali bercanda.


"Temannya mas Bara ya..?," kata anak pak Musri kepada Yolanda.


Yolanda hanya mengangguk dan tersenyum.


"Kenalkan.... aku Janeta, biasa di panggil Tata," kata anak pak Musri kepada Yolanda.


"Yolanda....biasa di panggil Yola." sahut Yolanda sambil menyambut uluran tangan gadis itu.


"Masih kuliah apa kerja..?," tanya Tata lagi.


"Kuliah sambil kerja." jawab Yolanda kepada anak pak Musri itu.


"Mas Bara mau pesan apa..?, biar sekalian bapak pesankan," tiba tiba bertanya pak Musri, sambil melambai ke arah pramusaji di sana.


Bara memandang Yolanda.


"Mau minum apa Non..?." tanya Bara kepada Yolanda.


"Lho..? manggilnya kok non..sih.?," tanya Tata yang keheranan.


"Mmm..," Bara


"Nama lengkapku Noni Yolanda, dan mas Bara suka memanggilku Noni," terang Yolanda.


"Aku ikut mas Bara aja...mau pesan apa," kata Yolanda kepada Bara kemudian.

__ADS_1


"Apa...Mas Bara..., nggak salah non Yola memanggilku begitu." batin Bara kebingungan.


"Ooh..gitu ya.., sudah lama Yola berteman dengan mas Bara..?," tanya Tata lagi.


"Ish...ni cewek ngapain sih...nanya nanya hubungan aku sama babang Bara ku."


"Lumayan..."


"Lumayan itu ...lumayan lama atau lumayan..sebentar..?."


"Lama..lah," Yolanda sudah mulai sedikit meninggi nadanya.


"Sebenarnya Yola temennya mas Bara apa Pacarnya..?," kembali Tata masih mengejar.


"Sebenarnya sih..bukan keduanya," Yolanda masih menjawab pertanyaan Tata meskipun mulai jengkel.


"Ooh..," tampak kelegaan di wajah gadis itu dengan sedikit senyum senyum.


"Tapi istri Mas Bara..," kata Yolanda lagi.


"Aaa..," Tata hanya menganga mendengar jawaban terakhir Yolanda.


Beberapa saat kemudian minuman dan makanan yang mereka pesan sudah datang.


Bahkan Yolanda tanpa ragu menyuapi Bara di depan Bapak anak tersebut.


"Aaa..buka mulutnya dong mas..," perintah Yolanda dengan sedikit memaksa, karena Bara yang ragu dan bingung.


Namun akhirnya Bara pun menurut menerima suapan gadis "istri"nya itu.


Yolanda nampak senang melihat Bara menuruti semua suapannya.


Pak Musri hanya tersenyum namun Janeta nampak tersenyum kecut.


Pertemuan itu akhirnya selesai dengan beberapa kesepakatan antara lain dalam waktu sekitar satu bulan Bara harus membuat beberapa lukisan untuk di ikutkan di ajang seleksi pra musim pameran.


Jadi sebelum pameran yang biasa di ikuti pelukis pelukis hebat di gelar, pelukis pelukis muda dan berbakat di persilahkan menggelar pameran.


Nanti yang terpilih dari pelukis baru itu akan di ikutkan di pameran pelukis terkenal dalam slot pelukis pendatang baru berbakat.


Dan Bara yang sudah punya beberapa hasil karya lukisan pun menyambut ajakan tersebut dengan senang hati.


Semua sudah meninggalkan lokasi tempat tersebut.


Bara yang berjalan di samping pak Musri masih berbincang sedikit sedikit.

__ADS_1


Yolanda yang berjalan di samping Bara tampak menggandeng lengan Bara seakan tak mau lepas.


Janeta hanya melihat hal itu dengan tersenyum kecut, pameer..batinnya.


Mereka pun berpisah setelah berjanji akan bertemu di waktu yang sudah di tetapkan.


"Non Yola mau langsung pulang apa mau main dulu..? tanya Bara.


Namun Yolanda hanya diam bahkan cemberut.


"Non..non..Yola..?," panggil Bara lagi sambil menghentikan langkahnya dan memandang Yolanda yang masih cemberut.


"Aku enggak mau di panggil NON lagi..., sama mas Bara," kata Yolanda sambil mengerucutkan bibirnya jadi makin menggemaskan.


"Enggak mau di panggil NON lagi..?


mas Bara...? non Yola masih memanggilku mas Bara..?


"Terus aku harus memanggil apa..?," tanya Bara dengan polosnya.


"Terserah mas Bara mau panggil aku apa."


"Namaku langsung juga boleh." kata Yolanda yang tak mau kejadian seperti dulu di apotik dan tadi terulang lagi.


"Bagaimana kalau aku panggil sayang..," kata Bara sambil tersenyum.


Yolanda langsung menoleh menatap ke arah Bara mencari keseriusan di sana.


Begitu memandang Bara yang serius dan penuh kesungguhan Yolanda langsung memeluknya.


"Aku sangat senang kalau mas Bara mau memanggilku begitu," kata Yolanda masih dengan memeluk Bara.


"Bagaimana sayang ..? mau langsung pulang atau mau main dulu," kembali Bara menawari Yolanda.


"Kita main dulu ya mas..?." pinta Yolanda.


Bara menganggukkan kepalanya, sambil menggandeng tangan Yolanda menuju tempat parkir.


Kemudian seperti tadi Bara mengatur motor standar tengah, dan mengangkat Yolanda agar mudah menaiki motornya.


Sepanjang jalan Yolanda memeluk Bara seperti sepasang remaja yang baru jadian, dia merasa senang dengan panggilan Bara kepadanya.


____________


Maaf ....cuma up... secuil...

__ADS_1


__ADS_2