Aku Lebih Mencintaimu

Aku Lebih Mencintaimu
Eps 31 Makin Dekat


__ADS_3

Bara masih memasak nasi goreng dengan cekatan, sedangkan Yolanda yang melihat itu nampak kagum.


Dengan duduk di atas meja dapur, Yolanda memandang Bara sambil senyum senyum.


Dimatanya Bara terlihat makin sexi saat membuatkan masakan untuk nya.


"Non tolong ambilin kecap di dekat kulkas ya..," kata Bara meminta tolong karena masih mengaduk nasi goreng dan lupa mendekatkan botol kecap.


Dengan sigap Yolanda turun dari meja kitcen, dan berjalan mengambil kecap botol plastik yang ada di dekat kulkas.


Entah bagaimana awal kejadiannya, ketika Yolanda mau menyerahkan botol plastik kecap itu, Bara pas berputar hingga tubuh keduanya bertabrakan.


Bruukk..!!


"Auw.."


Yolanda terpental sedikit, Bara yang kaget spontan menagkap dan memeluknya.


Kedua manusia itu masih saling berpelukan dan bertatapan, jarak yang begitu dekat membuat keduanya bisa merasakan hembusan nafas masing masing.


Entah siapa yang memulai duluan, namun Bara sudah menci*m kening Yolanda kemudian turun ke mata, pipi dan mel*mat bibir Yolanda.


Sesaat keduanya terhanyut masih saling mel*mat bibir pasangan nya.


Tiba tiba keduanya terkejut mencium bau masakan nasi goreng yang mulai gosong.


"Aaa.. nasinya..!!," spontan keduanya mengehentikan ci*man itu dan melepaskan diri.


Yolanda tersipu malu, begitu Bara melepas dirinya dan berjalan menuju penggorengan, ada rasa kesal dengan nasi goreng yang mengganggunya.


"Kenapa aku jadi kecanduan dengan perhatian dan ciumannya..?," Yolanda meraba bibir nya masih merasa kan bekas Lum*tan Bara.


Bara menghampiri nasi goreng itu mencoba menyelamatkan hasil karya nya.


"Alhamdulillah..masih bisa di selamatkan nasi goreng nya," kata Bara sambil bergumam.


Tapi sebagian nampaknya terlalu gosong hingga cuma berhasil di selamatkan satu piring porsi jumbo.


"Non nasinya sebagian hangus..," kata Bara cengar-cengir karena teringat penyebab gosongnya nasi goreng.


"Cuma berhasil menyelamatkan ini," kata Bara kembali sambil menunjukkan nasi goreng yang sudah di plating di piring besar.


"Kita makan berdua.... ya..," jawab Yolanda tanpa ragu ragu.


Bara tersenyum mengangguk dan membawa nasi goreng itu ke meja kecil depan TV.


"Kita makan di sini saja ya.., enggak usah di meja makan," kata Bara sambil membawa nasi goreng panas tersebut.


Yolanda mengangguk mengikuti Bara dan duduk di depannya.


"Enak enggak non..?," tanya Bara menyendok nasi pertama kemudian menyuap kan sendokan itu kepada Yolanda.


"Enak...lumayan....ukuran buatan rumahan."


"Beneran..?," kemudian Bara menyendok nasi goreng itu dan menyuapkan ke mulutnya.

__ADS_1


"Iyaa...enak karena sendoknya bekas bibir non Yola...," kata Bara lagi.


Bluss.. Yolanda tersipu namun hatinya sangat senang sekali.


Mereka makan sambil bergurau hingga kadang suap suapan.


Acara makan sudah selesai, kini Bara masih sibuk mencuci bekas alat masak nya.


Yolanda mendekat membantu bara dengan mencantelkan kembali alat alat yang di gunakan.


"Non Yola....kalau mau istirahat, tidur saja di kamar, aku mau menyiapkan dan menata barang barang ini, kan besok kerja dan kuliah juga," kata Bara yang melihat Yolanda seperti kelelahan.


Yolanda menurut karena semalam memang tak bisa tidur dengan nyenyak.


Entah mengapa semenjak tinggal bersama di apartemen, meskipun tidur terpisah namun Yolanda merasa lebih nyenyak di banding di rumah sendiri.


Apalagi kemarin malam dia tidur di rumah setelah di ajak keliling mama Santi yang ternyata ketemuan dengan Tante Dewinta dan juga Leon.


Membuat hatinya jengkel semalaman, dan juga kakinya pegel pegel karena enggak ada yang mijiti ...seenak pijatan Bara.


Jadi Yolanda kurang tidur dan kini memang mengantuk.


Yolanda siang itu tertidur nyenyak di kamar biasa dia tidur bila di apartemen.


Sedangkan Bara menata barang barangnya yang di belikan Yolanda kemarin malam.


**


Beberapa Jam Kemudian.


Aktivitas besok yang sangat padat memaksanya untuk membereskan semua nya hari ini juga.


Mulai dari membersihkan rumah sampai menyiapkan segala keperluan untuk besok pagi.


Yolanda yang nampak segar sehabis istarahat terlihat sudah ada di depan TV memperhatikan Bara yang masih mengepel lantai.


Sebenarnya dia ingin membantu namun Bara mencegahnya, karena Bara tahu Yolanda selama ini tak pernah melakukan hal itu.


"Baraa..," panggil Yolanda setelah melihat Bara selesai dengan pekerjaannya.


"Iya Non..," jawab Bara sambil mendekat dan mengelap keringat yang bercucuran.


"Kamu kuliahnya di mana sih..?."


"Di kampus X," jawab Bara.


"Memang ada apa non..?," tanya Bara yang merasa sedikit aneh, karena Yolanda menanyakan itu.


"Dua gadis ganjen yang ketemu kemarin di apotik memang satu kampus denganmu..?," tanya Yolanda.


Bara yang sedikit lupa terdiam sesaat.


"Ooh...yang kemarin..?." kata Bara setelah sedikit mengingat.


"Iyaa..satu kampus tapi beda jurusan, ada apa ya..non Yola bertanya..?."

__ADS_1


"Jangan dekat dekat...aku enggak suka," kata Yolanda sedikit cemberut.


"Eeh..," Bara kaget dan hanya mengangguk.


"Aneh...non Yola melarangku dekat dekat dengan gadis lain,..apa mungkin dia cemburu..? tidak...tidak..cemburu itu kan tanda cinta...tak mungkin kan non Yola..jatuh cinta kepadaku..?, tapi... kebaikannya kepadaku seperti....?.dan dia juga hanya diam saat aku khilaf menciumi nya..? apa benar dia jatuh cinta kepadaku...?


"Kok diam sih...? keberatan ya aku larang dekat dengan gadis lain..?," tanya Yolanda kembali.


"Enggak kok non..., lagian aku enggak dekat sama gadis manapun....selain istri aku," kata Bara yang membuat senyum Yolanda terkembang.


"Non Yola mau ikut enggak..?," tiba -tiba Bara menawarkan.


"Kemana..?," spontan Yolanda menjawab, soalnya takut di tinggal di apartemen sendirian apalagi sudah sore mulai malam.


"Mandi..," kata Bara sambil tersenyum menggoda.


"Huuh...maunya..!," jawab Yolanda yang merasa di kerjai sambil tersipu tapi hatinya sangat senang sore itu.


Sehabis mandi Bara memakai kaos baru yang kemarin di belikan Yolanda.


Dengan kaos yang pas dengan ukuran tubuhnya, Bara makin terlihat tampan dan macho.


"Waah...tampan banget suami aku," spontan Yolanda berkata entah hanya gurauan atau sungguhan membuat dada Bara berdebar-debar.


"Aduuh...," kata Bara tiba tiba sambil memegang dada kiri nya.


Yolanda kaget dan berdiri dari duduknya.


"Kenapa...?," tanya Yolanda sedikit panik mendekat ke arah Bara.


"Dada aku terasa makin berdebar debar, soalnya non Yola ..bilang aku tampan," jawab Bara menggoda.


Yolanda langsung memukul lengan Bara dan tersipu berhasil di kerjai Bara.


"Istri aku juga cantik...cantik banget malah," kata Bara tak mau kalah memuji Yolanda, membuat Yolanda makin Blussing.


Keduanya nampak makin dekat dan mesra meskipun tak ada ungkapan cinta di mulut keduanya.


Mereka masih duduk duduk menonton TV di ruang tengah, ketika telpon Yolanda berbunyi.


Drrtt.....drrtt....drrtt....


Yolanda meraihnya menatap layar ponselnya dan nampak lemas.


"Kenapa...?," tanya Bara lembut melihat gadis manis itu nampak lemes.


"Mama telpon..," kata Yolanda.


Bara cukup tahu pasti nyonya Hendrawan meminta Yolanda pulang ke rumahnya.


__________


Masih menarik kah...ceritanya...?


Pokonya wajib tinggalkan jejak biar seru...Ok...?

__ADS_1


__ADS_2