Aku Lebih Mencintaimu

Aku Lebih Mencintaimu
Eps 121 Jengkel


__ADS_3

Mereka sudah berada di ruang periksa dokter Lily.


Sebuah ruang periksa yang cukup luas dengan penataan yang nyaman untuk para pasien.


Peralatan yang lumayan lengkap untuk ukuran praktek mandiri menjadikan nilai unggulan tersendiri bagi sang dokter untuk membuka prakteknya.


"Ayok baring sini, biar Tante periksa," kata dokter Lily dengan lembut kepada Yolanda.


"Iya Tante.."


Yolanda kemudian berbaring di tempat tidur periksa yang di arahkan oleh sang dokter.


Mama Nursanti, papa Hendrawan dan Bara mendekat ke arah monitor dan menatap layar tersebut dengan seksama.


Setelah di olesi semacam jel diperut Yolanda, kemudian probe pemindai mulai di tempelkan ke perut Yolanda.


Mama Nursanti dan papa Hendrawan makin mendekat, melihat ke arah layar.


"Nah..ini calon baby nya Santi..," kata dokter Lily sambil menunjuk dua titik di layar monitor.


"Usianya sekarang kurang lebih sebelas minggu," kata dokter itu lagi.


Nursanti dan Hendrawan nampak senang sekali mendengar keterangan tersebut.


Kini keduanya nampak lega sudah melihat sendiri dua calon cucu kembarnya.


"Kalau pagi masih suka mual..?," tanya dokter Lily kepada Yolanda.


"Sedikit sih Tante tapi enggak yang banget."


"Waah..hebat dong.."


"Memang setiap kehamilan kadang beda beda reaksi yang di tampakkannya, kamu termasuk yang bandel," kata dokter Lily menyanjung.


Sambil terus memeriksa dokter tersebut memberikan penjelasannya.


"Pokonya perbanyak makan makanan yang bergizi dan seimbang jangan banyak makan makanan olahan cepat saji, yang alami saja.."


"Minum vitamin jangan lupa."


Semua mengangguk.


"Ada pantangan khusus dokter..?.," tanya Bara yang duduk paling dekat dengan istrinya.


"Tidak ada..pantangan khusus nya, boleh tetap berhubungan suami istri asal hati hati karena trimester pertama masih termasuk rawan," terang dokter Lily yang membuat Bara dan Yolanda sedikit memerah wajahnya.


"Boleh ya dok...?," kata Bara mengulangi perkataan dokter tadi.


"Mas Bara.. Issh..?," seru Yolanda dengan muka makin memerah, mencubit lengan suaminya yang masih mengelus rambutnya.


"Kan mas Bara cuma bertanya sayang..."


"Boleh...," kata dokter Lily lagi tersenyum, di sambut tawa semuanya.

__ADS_1


**


Opa Santosa sudah tiba di rumah utama, dirinya sedikit heran melihat rumah yang nampak sepi tersebut.


"Lho pada kemana..?."


"Maaf tuan besar...sore tadi tuan dan nyonya beserta tuan muda dan nona muda pergi ..," jawab pak Man sambil membungkuk sopan.


"Kemana ..?," tanya Opa masih gusar.


"Ke dokter kandungan.."


"Apa ada masalah dengan kandungan cucuku..?."


"Emm... tak ada tuan besar, saya dengar tadi cuma kontrol rutin."


Belum habis pertanyaan Opa kepada pak Man pengurus rumah tangga di rumah utama tersebut, terdengar deru mobil memasuki rumah itu.


"Lho..kok mobil Opa ada di sini..?.," gumam Bara.


"Iya..kok Papi datang sudah menjelang malam..?," kata tuan Hendrawan yang juga kaget.


Mereka berempat memasuki rumah itu bersamaan.


Tampak Opa duduk di kursi ruang tengah dengan sedikit di tekuk wajahnya.


"Assalamualaikum.."


"Waalaikumssalam...enak ya..kalian bepergian ninggalin Opa kesepian di Mansion.."


"Maaf Opa..rencana hari ini kami mau balik ke Mansion, tapi mama kepingin melihat perkembangan calon Baby twins," kata Yolanda sambil merangkul Opa nya.


"Terus bagaimana hasil pemeriksaan nya..?."


"Alhamdulillah sehat Opa," kali ini Bara yang menjawab sambil mengambil tangan Opa untuk di ciumnya..salim.


Opa lalu mulai sedikit tersenyum, baru Hendrawan dan Nursanti berani mendekat dan mencium tangan papa dan mertuanya.


"Pi.." Nursanti mencium tangan papa mertuanya.


"Papi..," kata Hendrawan pelan.


"Enak kau ya...mau..merebut cucu dan cucu buyut ku," kata Opa masih jengkel dengan Hendrawan.


"Aku kan juga mau melihat cucuku Pi..," sungut Hendrawan tak mau kalah dengan menekuk wajahnya.


"Sudah sudah... Opa nginap sekalian di sini ya...nanti Yola akan perlihatkan cetakan hasil USG nya cucu buyut Opa..," kata Yolanda menengahi pertengkaran kecil tersebut.


"Iya..sekalian dua malam nginapnya Pi..kan senen besok ada rapat besar di perusahaan kita," sahut Hendrawan yang sudah duduk di kursi depan papa nya.


Opa Santosa mengangguk sedikit tersenyum.


"Papi mau minum apa..?," tanya Nursanti mendekati ayah mertuanya.

__ADS_1


"Seperti biasa gulanya sedikit..saja..," sahut Opa sambil menegakkan duduknya.


Nursanti langsung ke dapur, semua yang di minta papa mertuanya memang dia sendiri yang membuatkannya.


**


Semua masih berkumpul di ruang tengah membicarakan hasil pemeriksaan kandungan tadi.


"Bagaimana hasil pemeriksaan nya...tadi..?."


"Baik Opa, masih rawan harus hati hati ," jawab Bara sambil mendekat ke arah Opa memperlihatkan cetak USG meskipun hanya berupa titik yang lebih besar dari kemarin.


"Ya..ikuti petunjuk dokter dengan benar dan awasi istrimu minum vitamin, dia sering bandel jika di suruh minum obat..," seru Opa sambil menatap ke arah Yolanda yang ada di samping nya.


"Habis vitaminnya... pahit Opa.."


"Kalau mau yang manis ya permen."


"Tapi tetep di minum kok Opa..meskipun harus di hancurkan dulu," kata Bara membuat Opa lega mendengarnya.


"Yaa...bantu istri mu untuk meminum vitaminnya.."


"Pasti Opa..," kembali Bara menjawab sambil tersenyum ke arah Opa.


Malam itu Opa nampak sangat senang sekali bahkan hingga terbahak bahak saat menceritakan sesuatu cerita yang lucu kepada Bara dan Yolanda, atau waktu mendengar cerita Bara saat perkenalan nya dengan Om Jhon yang sudah tua tapi tak mau di panggil Opa.


"Memang edan itu si Johnson..dari muda sampai sekarang tak pernah berubah..," Kata Opa sambil tertawa tergelak terbahak bahak.


Hendrawan dan Nursanti hanya tersenyum melihat kebahagiaan papi nya.


**


Pagi pagi Opa dan Bara sudah berolahraga di halaman belakang, keduanya terlihat sangat cocok dan senada.


"Bagaimana kalau kita main ke galeri, Opa juga kangen ketemu sama "Jhon koplo" itu," Canda Opa Santosa kepada Bara.


"Boleh Opa.. karena kemarin Bara juga tergesa gesa enggak bisa ngobrol banyak dengan Om Jhon dan juga Tarjo," sahut Bara sambil berjalan di sebelah Opa sambil menggerakkan tangan nya semacam senam.


"Tarjo..?, siapa itu Tarjo..?."


"Teman dan tetangga di kampung Bara ..Opa, saat ini Bara suruh kerja di galeri bersama istrinya, yang juga tetangga Bara."


"Oh..jadi Tarjo dan istrinya kerja di galeri ..?."


"Iya Opa.."


"Ya..sudah nanti kita main ke galeri, Opa ketemu Johnson, dan kamu ketemu teman mu...siapa tadi namanya..?."


"Tarjo Opa ," sahut Bara melihat ke arah Opa yang mulai pelupa sambil tersenyum dan berjalan di sampingnya.


"Ya..Tarjo itu.., Ok..?."


Bara mengangguk tanda setuju.

__ADS_1


___________


Happy reading


__ADS_2