Aku Lebih Mencintaimu

Aku Lebih Mencintaimu
Eps 152 Liburan sudah Usai


__ADS_3

"Loh belum pulang ke kota mas Bara..?," sapa seorang bapak yang di jumpai di halaman masjid.


"Belum pak isha Allah besok siang pak," sahut Bara sambil menyalami bapak tersebut beserta yang lainnya.


Pak Darmais hanya tersenyum dan menyalami semua orang.


"Besok pak Darmais juga ikut ke kota..?."


"Ya..enggak pak..terus kerjanya bagaimana..?," sahut pak Darmais tersenyum ke arah bapak yang bertanya kepada nya.


"Aah..pak Darmais ini kerja buat apa pak..? apa apa sudah ada."


"Hehehe..," pak Darmais hanya terkekeh.


"Alhamdulillah..pak..," sahut pak Darmais lagi.


Tarjo yang juga baru datang ke masjid langsung menghampiri Bara.


"Jadi ikut pulang besok siang kan..?," tanya Bara kepada Tarjo sambil berjalan memasuki masjid.


"Jadilah..dek Tatik juga sudah bersiap kok," sahut Tarjo mensejajari langkah Bara.


"Oh ya..pisang yang kamu tebang kemarin, besok jangan lupa di masukkan mobilmu.. untuk om Jhon besok di galeri."


Perintah Bara kepada Tarjo, takutnya kelupaan.


"Siap...besok pagi biar aku yang menata barang barangnya," sahut Tarjo dan berjalan ke arah tempat wudhu untuk bersuci di sana.


**


Pagi hari, nampak sudah terlihat kesibukan di rumah pak Darmais.


Para sopir sudah menyiapkan mobil masing masing, termasuk Tarjo dan Tatik yang akan berangkat pagi karena lewat jalur darat.


"Apa itu Jo..?," tanya Om Jhon melihat ada karung yang di masukkan ke dalam mobil.


Tarjo nyengir," Pisang sama ketela tuan serta hasil kebun, buat oleh oleh pak Karmin dan lainnya," sahut Tarjo kepada Om Jhon.


Om Jhon tersenyum mengangguk.


"Terserah kamu lah..," kata Om Jhon ketika Tarjo juga memasukkan pisang pisang dari kebun pak Darmais ke mobil yang di kemudikan Tarjo tersebut.


Mobil yang kemarin di bawa tuan Hedrawan sebanyak lima buah, rencana nya akan di tinggalkan satu untuk keluarga pak Darmais.


Jadi kini hanya lima mobil termasuk mobil Om Jhon yang sudah siap akan berangkat.


Untuk siang nanti berangkat ke bandara rencananya akan menyewa satu mobil rental dan seorang sopir untuk mengantarnya.


"Semua sudah beres..?," tanya Opa Santosa menghampiri Asisten Joe yang mengawasi para supir tersebut.


"Sudah tuan," sahut asisten Joe menunduk sopan.

__ADS_1


"Bagaimana.. Jhon..?, sudah siap si Tarjo..?."


Om Jhon hanya mengangkat jempolnya ke arah Opa menandakan sudah siap.


Setelah dirasa semua siap mereka pun berpamitan, kepada semuanya.


Pak Kohar dan Bu Kohar yang mengantar kepergian anak dan menantunya juga tak bisa menyembunyikan kesedihan karena perpisahan itu.


"Sudah tak usah bersedih..besok kalau saya ke kota pas lahiran nak Yola kalian aku ajak," hibur pak Darmais kepada pak Kohar.


Membuat suami istri tersebut langsung tersenyum sedikit terhibur.


Akhirnya rombongan lima mobil tersebut meninggal kan kediaman pak Darmais kembali ke kota yang di perkirakan butuh waktu lima hingga enam jam jika lancar.


**


Sejak pagi Misye dan Della selalu saja menempel kepada Kaka iparnya.


Keduanya nampak sedih karena akan berpisah dengan Kaka iparnya tersebut.


"Sudah lebih dari dua minggu kita bersama terus, Misye jadi sedih berpisah dengan Kaka," rengek Misye sambil memeluk Kaka iparnya yang masih duduk di sofa ruang tamu mansion.


Della pun tak mau ketinggalan juga ikut memeluk kakaknya dan mengelus perutnya," Della juga kak sedih banget."


"Sudah..sudah..kalian jangan sedih, nanti Kaka Yola ikutan sedih loh," kata Bara melihat kedua adiknya merengek terus.


Pagi hingga siang itu pak Darmais dan Bu Romlah berada di Mansion karena para koki sudah ikut berangkat pagi tadi, jadi Bu Romlah yang memasak di sana.


Meskipun sedikit bersungut namun Misye dan Della tetap nurut apa kata kakanya dan beranjak ke dapur Mansion, Bahkan Yolanda juga ikut ke dapur berniat bantu bantu di sana.


**


Makan siang kali ini lebih awal dari biasanya supaya tak menggangu saat persiapan keberangkatan nanti.


Meskipun hanya lauk rumahan sederhana namun semua nampak menikmati makanan tersebut.


Sayur asem serta lauk ikan bakar dan goreng, tak ketinggalan tahu tempe dan sambal menjadi menu di makan siang tersebut.


"Kapan pak ambil ikannya...kok tahu tahu sudah di meja," tanya Bara yang keheranan kepada Bapaknya.


"Subuh tadi....pak Sarman yang ambilkan," kata pak Darmais kepada Bara.


Pak Sarman memang sejak pagi sudah mengambil ikan dan udang, sebagian di masukkan Coolbox untuk di bawa ke kota sisa nya di masak untuk menu makan siang itu.


Bara mengangguk mendengar jawaban bapaknya.


Mereka semua dengan lahap menikmati makanan tersebut


**


Setelah sholat dhuhur semua bersiap karena akan menuju ke bandara, yang membutuhkan waktu hampir satu jam perjalanan dari desa Bumi Makmur itu.

__ADS_1


Mobil sewaan sudah datang dengan membawa sopir lagi untuk menyupiri satu mobil yang akan di tinggal untuk pak Darmais.


"Ayuk nampaknya mobil sewaan sudah datang," kata Opa mengajak semuanya keluar dari mansion.


"Pak yang satu nanti menyupiri mobil yang itu," kata Bara sambil menunjuk mobil Pajero sport putih yang rencananya akan di tinggal.


"Baik pak ," sahut supir tersebut dengan sopan.


**


Mobil sudah sampai di Bandara, semua sudah saling berpamitan sebelum masuk ke area boarding pesawat pribadi berada, semua sudah di siapkan oleh asisten Joe.


"Kami kembali ke kota... pak Darmais, kapan kapan berkunjunglah ke sana," pamit papa hendrawan.


"Ya pak..pasti kami akan sering kesana, apalagi nak Yola juga sebentar lagi melahirkan."


Kata pak Darmais sambil menyalami papa Hendrawan.


Misye dan Della memeluk Yolanda sangat lama seakan tak rela berpisah.


"Aku pasti kangen Kaka," kata Misye sambil mengusap air matanya yang meleleh.


Demikian juga dengan Della yang bahkan sedikit terisak agak kencang.


"Sudah ..nggak usah nangis..kapan kapan kita akan berkunjung ke kota lagi," sahut Bu Romlah menenangkan anak anaknya.


Setelah di tenangkan oleh ibunya barulah mereka berdua sedikit tenang.


Yolanda sebenarnya juga sangat sedih hatinya namun segera di peluk suaminya.


"Sudah ya..nanti adik adik pasti ke kota," sahut Bara yang sangat tau jika Istrinya sangat sedih sambil mengusap lembut punggung nya


Rombongan itupun berpisah setelahnya.


**


Di dalam pesawat Yolanda tak bisa begitu saja menghilangkan kesedihannya, bayangan kebersamaan dengan adik-adik iparnya masih selalu teringat.


"Sudah ya..jangan sedih sayang, toh bentar lagi mereka juga ke kota," hibur Bara sambil mengusap lembut perut istrinya.


"Sedih aja nggak ada yang cerewet lagi seperti mereka," pelan Yolanda berkata sambil merebahkan kepalanya di bahu suaminya.


Bara hanya terkekeh mendengar alasan Yolanda, karena memang selama dua minggu ini adik adiknya lah yang sering mendampingi Yolanda.


Kemana pun Yolanda pergi selalu di tempel dan semua yang dibutuhkan dengan cepat kedua adiknya berusaha memenuhi nya.


______________


**Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya, like, vote, rate dan koment.....


Happy reading... makasih**.

__ADS_1


__ADS_2