Aku Lebih Mencintaimu

Aku Lebih Mencintaimu
Eps 22 Monster Cantik


__ADS_3

Bara masih memeluk Yolanda, meskipun mereka sudah maju ke depan ternyata kursi kursi sudah penuh di duduki orang orang yang melihat live music itu, jadi terpaksa mereka berdiri.


Bara yang berbadan tinggi dan berotot mencoba melindungi Yolanda dengan memeluknya, dan entah sejak kapan Yolanda pun melingkar kan kedua tangan memeluk Bara.


Musik yang di tampilkan nampak memukau penonton, aluanan musik yang rapi dan suara penyanyi nya yang sangat pas membuat suasana kian romantis.


Yolanda makin mengeratkan pelukannya mungkin karena terbawa suasana, Bara yang mulai menyadari pelukan gadis itu menjadi panas dingin.


Begitu dekatnya tubuh mereka hingga Bara bisa mencium wangi tubuh gadis tersebut, bahkan rambut panjang yang tergerai tertiup angin kadang kadang menerpa wajah Bara meninggalkan aroma harum yang menggoda.


Plaaak..!


Bara memukul kepalanya ..yang isinya mulai liar.


"Kenapa..?," tanya Yolanda yang melihat Bara memukul jidatnya.


Bara kaget mendengar pertanyaan gadis di depannya, wajah mereka begitu dekat dan keduanya saling menatap terdiam beberapa saat.


Bara makin terpesona melihat monster cantik di depannya yang kian di pandang kian menawan.


"Ada nyamuk di keningku," kata Bara berbohong.


Yolanda hanya melongo masih tetap menatap wajah bara yang tinggi hingga dirinya mendongak.


Mereka masih saling berpandangan dengan tubuh merapat berpelukan.


Mungkin karena terlalu asik saling menatap tanpa mereka sadari gerimis sudah membasahi rambut keduanya.


"Haah..!! hujaan...!," teriak keduanya hampir bersamaan.


Spontan Bara menggandeng tangan Yolanda berlari menuju parkiran motor.


"Non Yola...naik taksi aja ya, biar aku bawa motor nya, soalnya gak bawa jas hujan," teriak Bara sambil berlari kecil sambil masih menggandeng tangan gadis itu.


"Enggak mau...aku mau naik motor aja," jawab Yolanda.


"Nanti kehujanan...bisa sakit lho," kata Bara lagi.


"Kan cuma dekat, lagian ini cuma gerimis kecil kan," jawab Yolanda lagi masih ngeyel.


Akhirnya mereka berdua naik motor hingga tiba di apartemen dengan baju basah kuyup kehujanan


Sampai di apartemen hari sudah malam.


Yolanda tampak bersin bersin dan suaranya mulai sengau.


"Tuuh..kan..jadi pilek...," kata Bara yang menjadi sangat khawatir.


"Aku enggak pa pa," jawaban cepat Yolanda.


Bara segera berjalan ke arah lemari penyimpanan handuk, di ambilnya handuk yang besar kemudian di selimut kan di tubuh Yolanda.


"Sudah cepat ganti baju non Yola.., nanti beneran masuk angin," kata Bara sambil menyelimutinya dengan handuk besar tadi.

__ADS_1


Yolanda masuk kamar kemudian mandi dan berganti pakaian hangat.


Meskipun sudah berganti pakaian hangat, namun Yolanda yang tak pernah kehujanan sedemikian basah sambil naik motor lagi masih nampak sengau dan bersin bersin.


Bara langsung menghidupkan kompor dan membuat minuman hangat.


Begitu minuman itu sudah siap langsung di sajikan dengan obat penghilang nyeri yang tadi di beli di apotik, setau nya biasanya penghilang nyeri juga bisa menurunkan panas.


"Non minum dulu teh hangatnya sambil di minum obatnya ya biar enggak kebablasan sakitnya," kata Bara yang mulai khawatir.


Yolanda yang mulai sedikit pening hanya mengangguk sambil menerima obat itu.


"Aku enggak bisa minum obat kalo gini..," kata Yolanda dengan suara bindeng dan lemah.


"Terus gimana dong...?," Bara kebingungan.


"Di hancurkan pakai sendok ..," kata Yolanda dengan suara kekanak-kanakan.


"Haah..?," Bara kaget namun dilaksanakan juga apa yang di mintanya.


Habis minum obat Yolanda masih tiduran di sofa depan tivi, yang biasa di buat tidur Bara tiap malamnya.


"Non Yola...pindah aja ke kamar ya..," kata Bara yang melihat Yolanda sudah mulai mengantuk namun sedikit gelisah tak nyaman di sofa.


"Aku mau bobok di sini..," rengek Yolanda yang merasakan badannya mulai tak nyaman.


Biasanya di rumah mewahnya kalau dia sakit pasti akan bertingkah kayak anak kecil dan merepotkan seisi rumah.


"Wadduuh..," gumam Bara yang makin bingung.


Tanpa banyak berkata Bara kemudian menggendong monster cantik tersebut ke kamar tidur.


Membaringkannya dan menyelimutinya, kemudian menungguinya sebentar.


Bara berniat keluar dari kamar itu setelah melihat gadis itu nampak tenang.


Begitu Bara bangun dari kasur Yolanda memanggilnya.


"Bara..!."


Bara mengurungkan niatnya keluar kamar.


"Iya non..?," Bara menoleh kembali, khawatir.


"Pijiti..," rengek Yolanda.


Tanpa berkata apa-apa Bara naik kembali ke kasur dan mulai memijitnya.


"Ya Allah badan non Yola panas..!," sedikit teriakan Bara bahkan mengagetkannya sendiri.


Segera Bara keluar kamar mencari kain dan air dingin untuk mengompres dahi Yolanda.


Masih sambil mengompres dahinya Bara terus memijat kaki gadis itu.

__ADS_1


Ting tong... Ting tong...


Tiba -tiba bel apartemen nya berbunyi, Bara pun pamit sebentar kepada Yolanda.


"Non aku buka pintu sebentar ya..," Bara keluar kamar tanpa menunggu jawaban Yolanda.


Dalam hati Bara bertanya tanya siapa yang bertamu malam malam begini, biasanya juga tidak ada yang bertamu bahkan tidak ada yang tahu keberadaan dirinya tinggal di sana.


Cekleek...


"???," Bara terkejut rupanya yang datang nyonya Hendrawan bersama perempuan paruh baya mungkin pembantu rumah tangga di rumah mewah.


Tanpa berkata apapun hanya sedikit meliriknya nyonya Hendrawan langsung masuk ke dalam apartemen yg di tempati Bara tersebut.


Nyonya Hendrawan langsung menuju kamar dan menemui putri semata wayangnya.


Entah apa yang di bicarakan nya, Bara tak berani untuk masuk kamar hanya berdiri mematung di depan pintu.


Nyonya Hendrawan tiba tiba keluar dari kamar.


"Heii.....kau pemuda kampung..!!, dasar... tak tahu diri..., lihat akibatnya...., bukannya menjaga anakku malah kau ajak keluyuran enggak jelas...malah sekarang jadi begini..!!," teriak nyonya Hendrawan dengan marah marah menuding Bara.


Bara hanya terdiam menundukkan kepalanya mendapat kemarahan dari nyonya Hendrawan.


Yolanda yang mendengar Mama nya marah marah kepada Bara mencoba bangun dari tiduran nya.


"Sudah..mah..bara enggak salah kok, aku aja yang tadi maksa..," kata Yolanda.


"Sayang...kenapa bangun siih..," Nyonya Yolanda terlihat khawatir dengan anakknya.


Karena pusing Yolanda limbung dan hampir jatuh, untung ada Bara di sana.


Dengan sigap Bara langsung menangkap gadis tersebut dan kembali menggendongnya di bawa masuk ke kamarnya.


Nyonya Hendrawan yang panik kemudian segera masuk ke dalam kamar dan menghampiri Yolanda yang terkulai lemah.


Bara yang kebingungan dengan situasi tak tahu mesti bagaimana.


Pembantu rumah yang di bawa nyonya Hendrawan langsung memijat Yolanda yang nampak lemah.


"Panggil dokter kemari jangan hanya diam ...dasar bod*h..!," hardik nyonya Hendrawan kepada Bara.


Bara makin bingung dengan perintah nyonya Hendrawan.


"Dokter..? di mana aku memanggil dokternya..?," batin Bara.


"Maaf Nyonya di mana aku memanggil dokternya..? tanya Bara yang benar benar kebingungan.


"Dasar tak berguna..!!,'' bentak nyonya Hendrawan lagi kepada bara.


__________


Lanjutkan membacanya ya...

__ADS_1


Tapi jangan lupa tinggalkan jejaknya....


__ADS_2