
Dini hari Bara bangun tidur sedikit kaget soalnya Yolanda sudah ada di sofa tempat tidur nya.
Dengan berbalut selimut duduk diantara kaki Bara yang mengangkang sembarangan.., kan tidur.....enggak ngerasa kali Bara ..ya....
"Eeh..Non Yola......?, emm ..sayaaang.., kok ada di sini..?," tanya Bara yang kaget sambil melirik jam dinding.
"Hah...masih jam 02.13 masih malam loh."
"Nggak bisa bobok...,"sahut Yolanda pelan dengan suara sedikit serak.
Bara langsung bangun dari tidur nya kemudian menggandeng tangan Yolanda di ajaknya ke kamarnya.
"Ayo bobok lagi, nanti malah sakit kalau kurang tidur," sahut Bara menuntun Yolanda ke kasur nya.
Yolanda menurut dan naik kembali ke kasurnya, kemudian Bara merapikan selimut gadis itu hingga membungkus tubuhnya dengan rapi baru Bara ikut tidur di sampingnya.
Sampai akhirnya keduanya terlelap kembali hingga Bara terbangun karena merasakan pelukan hangat di tubuhnya.
Tangan Yolanda sudah melingkar di perutnya dan kakinya menumpang di tubuhnya tepat di atas Mr junior.
Semula Bara masih diam saja namun lama-kelamaan si Mr junior bangun juga.
"Ish...gawat niih..si Mr bangun."
Dengan pelan Bara berniat menurunkan kaki Yolanda dari atas si Mr.
Namun saat mau menggeser kaki Yolanda, malah selimut yang di pakai menutup tubuh Yolanda yang ketarik hingga terlihat paha mulus gadis itu yang hanya mengenakan hot pant dan baju gombrong.
Sontak si Mr makin ngelunjak bangunannya.
Bara pun akhirnya bangun dari posisi tidurannya dan kembali merapikan selimut itu hingga malah Yolanda terbangun.
"Mas Bara..?? ngapain..? kok pegang pegang kaki aku..?."
Kayak maling ketangkep Bara yang jadi gelagapan.
"Aa.aaku mau betulin selimut mu s.s...sayang," kata Bara tergagap sambil menunduk.
Yolanda tersenyum kemudian malah menarik lengan Bara agar rebahan kembali.
Bara pun menurut kembali rebahan, tapi si Mr malah makin kenceng.
"Non..e.eeh..s..ssayang....udah mau subuh, aku tak mandi dulu ya...," pamit Bara yang makin tak tahan itu, sembari berniat bangun dari tiduranya.
"Kan belum terdengar adzan subuh....," rengek Yolanda yang tak mau di tinggal di kamar sendirian, sambil kembali memeluk Bara.
"Aaaaa...uuhh...si Mr makin bangun non....." batin Bara makin belingsatan menahan gejolaknya.
"Mulees..perutku..," alasan Bara kemudian, sambil bergegas ke kamar mandi yang ada di kamar itu, dan numpang mandi disana.
Beberapa saat kemudian hampir satu jam baru Bara keluar dari kamar mandi yang ada di kamar itu.
Yolanda yang masih bergulung dengan selimut masih bermalas-malasan di tempat tidur, karena libur kerja juga libur sholat.
Bara yang numpang mandi di kamar itu nampak keluar dengan memakai kimono, kan enggak bawa baju ganti.
"Mandinya kok lama mas...?."
__ADS_1
"Iya...keluarnya lama soalnya..," sahut Bara.
"Memangnya sembelit mas..?."
"Enggak..aku nggak pup kok.."
"Lho...tadi katanya mules...?, trus yang keluarnya lama apa...?," tanya Yolanda keheranan.
"Emmm...," bingung.
"Aku yang mandinya lama jadi keluarnya juga lama," kata Bara asal, sambil bergegas keluar untuk berganti pakaian dan sholat subuh.
Sehabis sholat, Bara kaget karena mendapati Yolanda sudah berada di dapur.
"Lho..kok malah di situ..?," tanya Bara keheranan.
"Aku mau buat minum tapi bingung ngidupin kompor nya," kata Yolanda dengan malu malu.
Bara maklum memang selama ini Yolanda tak pernah menyentuh dapur sama sekali, semua kebutuhan nya tinggal perintah saja.
"Memang kamu mau minum apa..?," tanya Bara masih dengan memakai sarung habis sholat subuh.
"Mau buatin mas Bara minuman," jawab Yolanda.
"Deeg..!!."
Bara sedikit kaget dan tersentuh dengan niatan nona muda Santosa itu.
"Enggak ..usaah..nnon, ..e..eeh... sayang...," sahut Bara yang masih terkejut.
"Biar mas Bara yang buatin buat kamu juga," kata Bara lagi.
Bara yang gemes menghampiri Yolanda kemudian di angkat nya gadis itu untuk di dudukkan di meja dapur.
"Aauww..!!," teriak Yolanda yang kaget namun tertawa senang.
Cuup...
Bara mengecup pipi gadis tersebut.
"Nanti kalau sudah pinter ngidupin kompor baru boleh main di dapur, karena bahaya..," terang Bara seperti kepada anak kecil sambil kembali mengecup pipi gadis itu.
Yolanda makin kesenengan di perlakukan seperti itu.
"Lihat ...ni..mas Bara..., cara ngidupin kompor nya," kata Bara sambil menerangkan cara ngidupin kompor nya.
Bara kemudian mengambil minuman sachet yang selalu di beli nya saat berbelanja.
Mengambil dua cangkir kemudian membuat dua macam minuman, satu sejenis kopi untuk dirinya dan satu lagi semacam sereal untuk Yolanda.
Bara membawa minuman itu ke meja kecil yang ada di depan TV.
Kemudian kembali lagi ke dapur mengambil roti biskuit yang juga selalu di belinya.
"Lho...kok masih di situ..?," tanya Bara yang melihat Yolanda masih duduk di meja dapur.
"Gendooong...," rengek Yolanda yang menirukan balita hingga tampak makin menggemaskan.
__ADS_1
Bara tersenyum habis itu langsung mengangkat pinggang Yolanda dengan satu tangan kanannya kemudian membawanya ke sofa depan TV.
"Aaaaa..," Yolanda berteriak gembira.
Mereka berdua menikmati secangkir minuman dan biskuit yang ada karena belanjaan sudah habis sejak kemarin sore.
"Nanti kita belanja ya..," ajak Yolanda karena juga mengetahui belanjaan yang sudah habis.
Bara mengangguk sambil menikmati minumannya.
Sambil menunggu waktu keduanya masih asyik menonton TV.
"Mandi dulu..sana.., habis itu kita belanja, soalnya mas Bara mau menata lukisan yang sudah terjual dan yang mau di ikutkan pameran," perintah Bara.
"Siaap bos..," sahut Yolanda sambil menghormat ala militer kepada Bara, kemudian berjalan ke kamarnya untuk mandi di sana.
Bara pun juga berganti pakaian dengan kaos dan celana pendek selutut.
Duduk di ruang tamu sambil menunggu Yolanda mandi dan berganti pakaian.
Bara membuka handphone nya karena sedari semalam tak membuka handphone nya.
"Eeh...ada pesan masuk," gumam Bara.
Di bukanya media sosialnya sudah ada beberapa pesan disana.
Sebuah nomor baru dan beberapa dari teman dan juga ibunya.
Bara membuka pesan dari ibunya.
Bagaimana kabarmu nak..?, kapan pulang kampung..?, kami sudah kangen ..? pesan ibu.
Bara membalas semua pesan itu, dia berjanji minggu depan berniat untuk pulang.
Kemudian membuka pesan dari teman temannya dan membalasnya.
"Nomer siapa si ni..?." gumam Bara melihat nomer asing.
Bara membuka pesan tersebut.
Mas Bara..ini nomer aku, di simpan ya. Janeta, begitu bunyi pesannya.
"Kok serius banget lagi balas pesan siapa ..?," tanya Yolanda yang tiba tiba sudah datang dan duduk di samping nya.
"Enggak ..sayang, ini ada beberapa pesan, soalnya dari semalem kan enggak buka Handphone," kata Bara.
"Pesan dari siapa saja..?," kejar Yolanda.
"Ada dari ibu mas Bara, teman teman dan juga anak pak Musri," kata Bara dengan jujur.
Yolanda sedikit cemberut begitu mendengar kata terakhir Bara.
"Mas..Bara jangan dekat dekat dengan gadis lain," sungut Yolanda.
__________
Tetep semangat bacanya ya...
__ADS_1
Dan jangan lupa tinggalkan jejaknya...