
Teman teman Bara pada berpandangan mendengar pengakuan gadis cantik..eh..super cantik itu.
Masih dengan mulut terbuka Rudi dan Romi terdiam di tempatnya.
"Ayuk ambil barang barang di mobil," ajak Yolanda kepada Bara sambil menggandeng tangan Bara.
"Teman teman...aku mau ke bawah.. kalian masih mau di sini apa mau pulang..?," kata Bara kepada keduanya.
Akhirnya kesadaran keduanya pun kembali.
"A..aa.kk.kami.... pulang saja ya..," kata Romi tergagap.
Rudi hanya mengangguk saja tanpa bisa berkata apa-apa.
Kemudian keempatnya turun ke lantai bawah dan kebetulan parkir mobil Yolanda ada di dekat parkiran motor kedua teman Bara tersebut.
Sepanjang di Lift kedua temannya hanya melirik sekilas kearah Bara yang lengannya masih di peluk gadis super cantik itu.
Bara menuju mobil mewah Yolanda yang nampak membeli sesuatu.
Kedua teman Bara yang pakir di dekat mobil itu juga masih melihat dengan seribu pertanyaan.
"Bara kami pulang dulu, makasih ya..," pamit Rudi dan Romi.
Kemudian keduanya mengangguk ke arah Yolanda.
"Mari...mbak..," kata keduanya.
Yolanda hanya mengangguk tanpa ekspresi.
Setelah keduanya pergi Yolanda tampak cemberut.
"Enaak..ya..semaleman ada temannya bisa begadang dan main main sepuasnya," kata Yolanda dengan cemberut.
"Ya.... namanya juga temen non, masak mau main enggak boleh, dari pada aku yang balik ke kosan kan mending mereka yang main ke sini," jawab Bara santai.
"Cck...kamu itu enggak pernah mikirin aku ya..," kata Yolanda kembali, masih dengan cemberut.
"Siapa bilang aku enggak mikirin non Yola..., sesore kemarin aku terus kepikiran non Yola..."
"Apa..buktinya...?."
"Nanti di dalam apartemen...," kata Bara.
"Ish..mesum..!!," teriak Yola.
"Lah..non Yola mikir apaan..?."
Bluuss....muka Yolanda Blussing seketika.
"Pinginnya sih babang Bara nyiumin aku, nyayang aku, meluk aku, pokoknya manjain aku, jangan malah main sama teman temannya." Yolanda termenung.
"Non..? non Yola engaak kenapa..kenapa kan..?," tanya Bara yang sudah mengeluarkan barang bawaan di kantong besar.
"Eeh..," Yolanda tergagap mendapat pertanyaan dari Bara.
"Beli apaan sih non..kok besar amat kantongnya..?."
"Ada deh...," jawab singkat Yolanda.
"Emang kapan non Yola belanjanya..?."
"Kemaren sore..,"
"Haah..!!,. Sendirian..?" kata Bara.
"Iya..lah."
Bara menoleh dan menatap Yolanda.
"Mending non Yola..gak.usah..beli beli kalau begitu, aku enggak rela non Yola pergi.. sendiri," Kata Bara yang entah kenapa seakan tidak rela bila Yolanda pergi sendirian dan ada yang ngelihatin kecantikan nya.
__ADS_1
"Kenapa ya.... aku jadi gak rela bila ada yang nglihatin non Yola..? bila jalan sendiri, hati aku jadi sakit bila ada ngajak nya jalan..? apalagi sampai ngobrol dan kencan..!! huh...!!."
Yolanda melihat ekspresi Bara yang masih jengkel.
"enggak..Kok .. sama mama," kata Yolanda kemudian.
"Oh..," pelan...Bara mengucapkan dengan nampak kelegaan di wajahnya.
Sambil Membawa tas karton besar di tangan kanannya, Bara menggandeng Yolanda yang berjalan menyeberangi jalan menuju Lobi apartemen.
**
Flashback
Yolanda yang siang itu masih bersama Bara di telpon mamanya.
Ada rasa malas sebenarnya di hati Yolanda karena masih ingin bersama Bara.
Entah mengapa rasanya kini sangat nyaman bila bersamanya.
Akhirnya sore itu Yolanda pulang ke rumah mewahnya.
Mama sudah nampak berdandan dan ada di ruang tamu, kayak bersiap mau pergi.
Melihat kedatangan anaknya sesaat hilang kekesalan di hatinya.
"Untung kamu segera pulang, kalau tidak mama akan susul kamu ke apartemen," kata nyonya Hendrawan itu dengan sengit.
"Memang ada apaan sih mah..? aku kan cuma di apartemen, enggak kemana mana..lagian aku di apartemen juga sama Bara," sahut Yolanda dengan tak kalah sengit.
"Justru karena itu..kamu sama anak kere itu, maka mama enggak suka..!!," kata mama terang terangan.
"Kalau enggak suka kenapa mama enggak bilang dari kemarin sebelum acara pernikahan kita..?."
"Itu Karena ide gila papamu...yang di dukung oleh Opamu," kata mama kesal.
"Sudah..sudah..jangan salahin Opa..mah, nanti kalau sampai Opa dengar atau ada yang bilang ke Opa apa mama mau tanggung akibatnya," kata Yolanda mengingatkan mamanya.
Seketika mama terdiam, terang aja.. karena semua yang ada di sini masih milik Opa Santosa, kepemilikan saham Opa Santosa masih limapuluh persen, sedangkan tuan Hendrawan saja hanya duapuluh lima persen dan Yolanda sisanya juga dua puluh lima persen.
"Mau kemana sih..ma..?, katanya aku enggak boleh keluyuran karena baru sakit," jawab Yolanda.
"Cuma sebentar sayang nemani mama belanja," kata Mama.
Yolanda sebenarnya enggan karena hatinya masih galau karena berpisah dengan Bara.
"Baiklah ma...tapi jangan lama lama, aku masih sakit," kata Yolanda beralasan.
Dengan di antar pak Asep mama dan anak itu meluncur ke sebuah Mall besar langganan para Borjuis.
Mereka berdua turun di lobi dan pak Asep mencari tempat parkir lalu menunggu di sana.
"Santiii....!!," sebuah teriakan panggilan ke arah mama.
Ya..nama lengkap nyonya Hendrawan adalah Nursanti.
"Haii..Dewinta....," teriak mama Santi balik ke arah perempuan paruh baya yang seumuran dengan nya.
Yolanda langsung sedikit cemberut, Nyonya Dewinta adalah mama dari Leon lelaki yang pernah di kaguminya dan pernah di jodohkan dengannya.
Kedua wanita paruh baya itu berpelukan cipika cipiki.
Yolanda bersalaman dengan Tante Dewinta
"Waah...makin cantik saja kamu Yola..," kata tante Dewinta.
"Makasih Tante."
"Kamu cocok sama Leon..," kata Tante Dewinta.
Yolanda hanya terdiam menatap arah lain.
__ADS_1
Kedua wanita paruh baya itupun berjalan menuju outlet makanan terkenal dari luar negeri yang membuka cabang di sana, Yolanda hanya mengikuti dengan malas.
Mereka bertiga memesan makanan di sana.
Entah kenapa hati Yolanda tak sesenang bila pergi sama Bara, pikirannya melayang teringat Bara.
Belum lama mereka duduk tiba -tiba datang Leon menghampiri ketiganya.
"Selamat petang Tante.."
"Eeh..Leon ..baru datang ya..? Jawab mama Santi.
Deeg...
Hati Yolanda seketika berdebar kencang, sudah lama tak bertemu dengan Leon yang dulu di pujanya.
"Apa kabar Yola cantik..," kata Leon.
Sejak dulu Leon memang memanggilnya seperti itu, Yola pun menoleh ke arah Leon.
"Kak Leon.... baik aja kak," kata Yola.
Leon ikut duduk di sana, semua mengobrol dengan lebih santai.
Memang di akui Leon pintar berkata kata dan bermulut manis, bisa mencairkan suasana bahkan mama Santi sampai tertawa sedikit keras dengan guyonan Leon.
Namun entah mengapa bagi Yolanda sudah sedikit hambar, ternyata debaran hatinya tadi hanya rasa kaget karena lama tak bertemu.
"Leon ajak Yolanda berbelanja sana jangan campur emak emak," usir Dewinta kepada anakknya.
Dewinta dan Nursanti memang masih berniat menjodohkan lagi keduanya, dan semua rencana nya itu di luar sepengetahuan tuan Hendrawan apalagi Opa Santosa.
"Ayuk Yolanda cantik..," ajak Leon.
Sebenarnya Yolanda malas, entah kenapa makin Leon bersikap manis makin ingin muntah bagi Yolanda.
Terpaksa Yolanda mengikuti Leon berjalan ke arah ke arah toko toko brand terkenal.
Leon makin besar kepala.
"Ternyata kamu masih bisa aku taklukkan..hehehe," batin Leon.
"Kamu mau di belikan apa..?," tanya Leon dengan sombongnya.
"Aku enggak ingin apapun kok, sebentar ya ...aku mau telpon SUAMIKU..," kata Yolanda dengan sengaja di perjelas pada kata suami.
"Udah ..deh..Yola..enggak usah bersandiwara...aku tahu kok yang sebenarnya," kata Leon kepada Yolanda.
Yolanda menelpon Bara sedikit jengkel, kenapa Bara enggak menelpon nya, karena Yolanda berharap Bara akan menelpon dirinya dan menunjukkan pada Leon bahwa sudah ada chemistry diantara keduanya.
Bara yang saat itu di apartemen sebenarnya juga galau di tinggal Yolanda.
Setelah Yolanda selesai menelpon Bara, Leon mengajak berkeliling ke area toko tersebut.
"Pilihlah apa yang kau inginkan...," Leon menawarkan.
Yolanda pun membeli banyak baju, kaos bahkan sepatu tapi semua jenis untuk cowok dengan ukuran Bara.
Leon yang melihat itu mukanya jadi masam.
"Menyebalkan,". batin Leon.
Setelah banyak barang untuk cowok di belinya merekapun menuju ke kasir.
Meskipun jengkel Leon tetap berniat membayar semuanya.
"Tak usah repot repot kak, biar aku yang bayar karena ini untuk suami aku," kata Yolanda mengeluarkan kartu kredit nya.
Leon hanya ternganga, tak menyangka Yolanda akan berubah se drastis itu.
__________
__ADS_1
Masih ...layak...dibaca enggak siiih..
Layak enggak layak...wajib tinggalkan jejak...Ok..?