Aku Lebih Mencintaimu

Aku Lebih Mencintaimu
Eps 61 Keseruan


__ADS_3

"Sayang.... kamu di sini saja, jangan ke empang biar enggak kepanasan," kata Bara kepada istrinya.


Yolanda mengangguk menurut saja apa kata suaminya.


Dia duduk di sebuah gubuk kecil atau Huma di pinggiran empang itu bersama Bu Romlah dan adik adiknya Bara.


Ketiga orang itu yaitu pak Darmais, pak Sarman dan Bara sudah mulai terjun ke empang.


Air yang hanya sebatas perut itu mulai di alirkan ke luar.


Makin lama airnya makin habis dan surut.


Ikan gurame yang di ternakkan oleh pak Darmais mulai terlihat bergeleparan.


Bu Romlah dan Yolanda serta adik adik Bara masih berada di gubuk memperhatikan pemanenan ikan tersebut.


"Waah...ikannya banyak juga ya Bu..," kata Yolanda.


"Lumayan nak..., nanti sebagian kita masak sendiri sebagian lagi kita jual dan sebagian kita bagi bagikan ke tetangga terdekat."


"Di banding panen musim lalu ini masih tak terlalu banyak, itu perkiraan bapak."


"Tapi Alhamdulillah..kita bersyukur saja," kata Bu Romlah lagi.


"Kira kira berapa kilo Bu ..rata rata panennya..?."


"Kadang seratus kilo lebih, tapi ini menurut bapak tak sampai seratus kilo," sahut ibu lagi.


Yolanda manggut-manggut mendengar penjelasan Bu Romlah mertuanya.


"Nak Yola di sini saja..ibu akan ke sana membantu bapak,'' kata Bu Romlah melihat airnya sudah surut dan ikan ikan sudah terlihat bergeleparan.


"Kakak suka ikan bakar apa goreng.?," tanya Misye kepada Yolanda.


"Terserah kalian aja, kakak suka keduanya," sahut Yolanda.


"Kalau aku suka di goreng tapi kak Bara sukanya di bakar," kata Della menerangkan.


Mereka bertiga hanya berada di gubuk itu memperhatikan panen ikan.


"Terus di mana menjual ikannya..?," tanya Yolanda memecah keheningan.


"Biasanya nanti ada yang akan membelinya, biasanya sih pak Dayat tetangga kampung sini, yang nanti akan di bawa ke pasar terdekat sini," sahut Misye.


"Memangnya ada pasar di sini..?," tanya Yolanda.


"Enggak di sini Kaka.., sepuluh kiloan dari sini." terang Misye


"Tapi lumayan besar...ada supermarket nya lagi," kata Della.


"Ada Supermarket nya...?, kalian sering kesana..?," tanya Yolanda.


Keduanya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Lho..kenapa..?."


"Kami dilarang ibu...takut kepingin apa apa, nanti...boros," kata Della lemah.


Yolanda tersenyum mendengar perkataan adik iparnya.


" Kalau kakak ajak ke sana ..mau..?," pancing Yolanda.


"Beneran Kak..?," kata keduanya antusias.


Yolanda menganggukan kepalanya.


"Yeeeiii...!!,.mau..mau..Kaka.." teriak keduanya kegirangan, suara keras kedua adik Yolanda menarik perhatian semua yang ada di empang.


Acara memanen ikan akhirnya selesai setelah sekitaran dua jam, pembeli pun sudah datang.


"Ada berapa kilo ..pak Dayat..?," tanya pak Darmais, setelah memisahkan beberapa kilo ikan untuk di konsumsi sendiri dan di bagikan ke tetangga terdekat.


"Sembilan puluh enam kilo pak," sahut pak Dayat.


"Alhamdulillah...tidak terlalu buruk," sahut pak Darmais.


Biasanya panen nya rerata bisa mencapai 150 kilo gram, kadang pernah mencapai 180 kilo gram.


Tapi kali ini hanya seratus lebih sedikit karena Bapak dan Bara sudah mengambil beberapa kilo untuk di masak sendiri dan juga di bagi ke tetangga.


Semua bersiap kembali ke rumah setelah acara di empang selesai.


Pak Darmais menerima uang hasil pembayaran penjualan ikan dari pak Dayat.


"Oh..Ya..pak..jangan lupa ini yang sudah di pisahkan tolong di antarkan sekalian untuk tetangga ya...," kata pak Darmais kepada pak Sarman untuk membagikan ikan ikan tersebut ke tetangga yang ada di kiri rumah pak Darmais.


"Ya...pak..nanti biar saya yang mengantarkan nya," jawab pak Sarman lagi.


Bara membawa sekitar lima atau enam kilo ikan segar tersebut untuk di olah sendiri.


Sisanya di bagikan tetangga depan rumah dan sebelah kanan rumah dari pak Darmais karena kebetulan belakang rumah pak Darmais adalah tanah luas milik pak Darmais yang di sambung kaki bukit, jadi sudah jauh tetangganya.


**


Siang itu di samping rumah sudah terjadi kehebohan yaitu acara pembakaran ikan yang di lakukan ramai ramai.


Bara bagaikan seorang chief sudah mengolah ikan ikan yang akan di bakar nya tersebut.


Yolanda dan adik adiknya melihat keahlian dari seorang Bara membakar ikan ikan tersebut, sebenarnya bumbunya sih..Bu Romlah yang buat...hehe..


Yang ikan goreng sudah di goreng oleh Bu Romlah di dalam dapur rumah itu.


"Biar aku yang kipasi mas..," kata Yolanda yang kesenangan dengan acara tersebut.


"Aku yang mengoles bumbu," kata Misye.


"Terus aku ngapaiiin..?," Della yang tak kebagian tugas yang seakan permainan itu, merengek.

__ADS_1


"Kamu nanti gantiin Kaka, megang kipas..," seru Yolanda.


"Terus kak Yola tugas apa lagi..?," tanya Della.


"Nanti kak Yola yang mengoles bumbu nya.. he..he," sahut Yola mengancam pekerjaaan Misye.


"Iih..Kaka..ini kan sudah bagian..ku," sungut Misye..pura pura cemberut .. lalu semua tertawa senang..dengan acara bakar bakaran itu.


"Pokoknya..hati hati..kena percikan arang,..soalnya kadang arang yang kena panas dan pecah bisa memercikkan butiran arang kecil," kata Bara mengingatkan para perempuan yang di sayangnya tersebut.


"Asiaap..bisque..seru adik adik Bara menirukan gaya..artis artis..layar kaca.


**


Kini di meja makan sudah terhidang lauk ikan gurame, ada yang di goreng ada juga yang di bakar.


Dengan sayur asem yang segar olahan Bu Romlah serta aneka lalapan dan sambal.


"Kamu mau yang di goreng apa yang di bakar sayang..?," tanya Bara kepada Yolanda.


"Mas Bara mau yang mana..? kita makan bersama aja..ya...mas, kan aku masih kenyang ," sahut Yolanda.


"Yang di bakar aja ya..?," kata Bara.


Yolanda hanya mengangguk dan tersenyum.


Semua nya makan di meja makan tersebut.


Bara dan Yolanda makan dengan satu ikan besar yang di taruh di satu piring untuk mereka berdua.


"Hati hati..sayang duri nya tajem tajem," kata Bara mengingatkan istrinya.


Bara terlihat lahap sekali sedangkan Yolanda hanya makan sedikit saja karena masih kenyang.


Selesai makan Yolanda membantu beres beres meja makan namun di larang oleh Bu Romlah.


"Sudah..nak Yola duduk saja, biar ibu dan Misye serta Della yang membereskan," kata Bu Romlah.


Selesai beres beres mereka berbincang di ruang depan lagi.


"Mas aku entar sore ke pasar mau ke Mall, kata Misye serta Della di pasar induk ada Mall," ijin Yolanda kepada suami nya.


"Nanti mas Bara antar kan..," kata Bara.


"Enggak usah..mas, aku mau nyetir sendiri aja..kan ini urusan perempuan..," kata Yolanda.


"Beneran mas Bara enggak usah ikut..?," tanya Bara.


"Enggak usah mas..pasarnya kan deket dengan sekolah SMA kami berdua," kata adik adiknya.


____________


Happy reading...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejaknya..


__ADS_2