Aku Lebih Mencintaimu

Aku Lebih Mencintaimu
Eps 117 Undangan Makan Malam II


__ADS_3

POV Sizuka


Aku datang ke negera rekanan bisnis kami sebagai salah satu perwakilan dari Japan Otomotif.


Meskipun aku juga pemegang saham di Japan Otomotif karena perusahaan ini milik leluhurku.


Rekanan ini merupakan satu satunya pemegang hak importir barang barang suku cadang beberapa brand dari kendaraan bermotor.


Buka suatu yang mudah sebenarnya bekerja sama dengan perusahan sekuat mereka, namun jika kita bisa memanfaatkan sedikit celah akan sangat menguntungkan.


"Mari nona Sizuka waktu pertemuan dengan mereka sudah tiba," kata salah satu staff ku.


Kamipun datang ke perusahaan rekanan tersebut, aku sangat senang karena berhasil mengatur jam pertemuan sesuai kehendakku.


"Aku pasti bisa mengendalikan perusahaan itu, di awali dengan aku mengatur jam pertemuan sesuai kemauan ku."


Kami tiba lebih dulu di mana ruang pertemuan akan di langsungkan, karena ada sebuah teori dimana kita bisa menekan lawan setelah kita berada di tempat tersebut lebih dulu.


"Aha.... tepat dugaaanku.. rombongan itu datang terlambat dan nampak sedikit kaget dengan kehadiran kami."


Aku lihat ada tiga perwakilan dari rekanan di negeri ini..Ehm..ada lelaki mudanya.


Sedikit kulirik dia....


"Hmm.Tampan.."


Yang membuatku tertarik rupanya di negeri ada juga lelaki tampan yang mau bekerja keras bahkan masuk ke jajaran direksi.


Akhirnya pertemuan di mulai saling berargumen berusaha untuk menekan lawan bicara dengan harapan bisa menaikkan fee keuntungan di akhir keputusan pertemuan.


Aku makin kaget ternyata lelaki tampan itu adalah pemimpin tertinggi perusahaan ini.


Plaaass...Jantungku hampir lepas.


Aku makin kaget akan hal itu..kami telah salah menduga sejak awal tadi, aku kira direkturnya yang pria tua, karena kan baru saja ganti jajaran direksi di sini.. ternyata...


Dia sangat cakap sekali..aku sampai tak berkedip menatapnya.


Bahkan di negaraku sangat jarang ada paket sekomplit pria ini muda, pekerja keras, memiliki jabatan hebat dan...ganteng sekali.


Uugh..ingin rasanya aku bawa pulang ke negeriku..


Entah kenapa aku merasa ..pemuda inilah jodohku.


Di akhir pertemuan aku memberanikan diri mengajaknya makan malam...itung itung sebagai ungkapan rasa bersalahku tadi sudah menganggapnya asisten bapak tua tadi.


**


Mobil yang di kendarai Bara sudah menyusuri jalanan menuju ke Internasional Resto.


Yolanda yang tampil sangat menawan dengan pakaian santainya makin serasi dengan penampilan Bara yang juga sangat tampan.


"Sayang..nanti kita jadi mampir ke galeri kan..?," tanya Yolanda.


"Iya lah...kita sudah lama tak bersantai seperti ini," sahut Bara sambil tersenyum mengambil tangan kanan istri nya dan menciumnya.


Yolanda sangat menikmati malam ini, keinginan berkeliling santai dengan motor yang belum kesampaian hingga kini seakan terobati malam ini.


"Itu Restonya mas..," tunjuk Yolanda yang memang sudah terbiasa dengan resto resto mewah.


"Lewat sana langsung masuk saja, karena resto itu ada di lantai dua, bawahnya pusat perbelanjaan..," terang Yolanda kembali.


Mobil Bara langsung melaju sesuai dengan petunjuk arahan istrinya.


Setelah mendapatkan parkir yang dirasa sesuai keduanya langsung naik ke lantai dua.


Bara menghampiri meja penerima tamu.


"Maaf meja atas nama nona Sizuka sebelah mana ya..," tanya Bara.


Yolanda sedikit terhenyak mendengar nama perempuan yang mengajak makan suaminya.


Tapi di tepisnya rasa itu, dianggap profesional saja.


"Meja nomer 20 tuan, lurus saja nanti melewati pilar belok kanan," jawab petugas itu menerangkan.


Bara menggandeng istrinya Menuju tempat yang di maksud.

__ADS_1


**


Sizuka masih duduk menanti kedatangan Bara.


Meja yang di pesannya memang agak menyendiri dan terkesan romantis.


Membayangkan itu Sizuka tersenyum senyum sendiri.


"Good night..," sapa Bara yang membuat Sizuka sedikit terlonjak dari lamunan nya.


Di tatapnya lelaki yang sudah menarik perhatian nya selama di negeri ini.


Makin tampan dengan tampilan kasual hingga tak menyadari ada sosok wanita di samping nya.


"Oh..good night..," balas Sizuka sambil berdiri dan membungkuk.


"Kenalkan istri saya..," kata Bara memperkenalkan Yolanda.


Sesaat nampak kekecewaan di wajah nona Sizuka, namun dia wanita profesional dan segera menutupi hatinya dengan keramahan khas negeri matahari terbit itu.


"Silahkan duduk Mr...and.. Mrs..," kata Sizuka ramah.


Mereka bertiga duduk disana.


"Maaf nona Sizuka sendirian..?," tanya Bara yang mengira itu makan malam bersama.


"Uuh..," keluh Sizuka dalam hatinya.


Sizuka hanya mengangguk samar.


Mereka berbincang dengan kaku dan memakan hidangan yang ada disana.


Sebelum acara makan selesai Yolanda pamit ijin sebentar meninggalkan meja tersebut.


"Maaf Nona aku kira ini acara makan malam bersama," kata Bara yang merasa kurang peka.


"It's ok...," kata Nona Sizuka sambil tersenyum manis.


Tak lama Yolanda sudah bersama dengan mereka lagi.


"Oh..nona Sizuka pemilik saham di Japan Otomotif..?," kata Bara setelah mendengar cerita gadis Jepang tersebut.


Sizuka mengangguk dengan bangga.


"Ini istriku juga pemilik Sant Otomotif dialah cucu pendiri Sant Otomotif yang berarti juga atasan saya karena saya kerja di sana," kata Bara yang membuat nona Sizuka langsung berdiri dan menunduk hormat kepada Yolanda.


"Oh..maaf Nyonya Santosa..," katanya sambil menunduk hormat.


Yolanda juga berdiri dan balas menunduk.


Perbincangan makin kaku, kemudian Bara memutuskan mengakhiri makan malam tersebut.


"Maaf nona kami rasa sudah malam kami mohon pamit dahulu..," kata Bara sopan.


Sizuka mengangguk dengan sopan tersenyum ke arah Bara dan Yolanda.


"Oh..iya..nona Sizuka, bill sudah saya lunasi," kata Yolanda sambil tersenyum ke arah Sizuka, membuat gadis Jepang itu makin kaget.


**


Di galeri.


Om Jhon masih duduk duduk santai di teras samping galeri, memandang ramainya para penikmat suasana malam.


Dia masih memperhatikan para pengunjung itu, ada yang hanya seorang diri, ada yang dengan pasangannya bahkan ada yang dengan anak istrinya.


Semua pengunjung nampak duduk duduk dengan tertib, bercanda dan bergurau tanpa merusak fasilitas taman yang ada.


Beberapa remaja nampak bermain musik dengan alat sekedarnya di trotoar halaman galeri.


"Waah... senangnya.. melihat kemeriahan ini, seandainya kau juga melihat ini pasti kamu juga akan bahagia istri ku," gumam Om Jhon begitu mengingat mendiang istrinya.


Tarjo yang habis sholat isya masih dengan sarung dan peci nya menghampiri Om Jhon.


"Tuan mau di buatkan minum apa..?, ni Tatik bertanya..," kata Tarjo kepada Om Jhon.


"Teh Hangat saja Jo..," jawab Om Jhon.

__ADS_1


"Kok kamu masih pakai sarung dan peci sudah jam setengah sembilan lebih..?," tanya Om Jhon.


"Iya ..tuan, tadi telat sholat nya..karena habis Maghrib ngantar dek Tatik belanja," sahut Tarjo tersenyum kecut.


"Belanja...?."


"Iya...karena tadi Tuan ngasih uang banyak, maka dek Tatik ngajak belanja kebutuhan pokok lainnya buat makan bersama," kata Tarjo lagi.


Om Jhon menganggukan kepalanya.


Saat mereka masih berbincang nampak sebuah mobil memasuki halaman galeri.


"Siapa tuh..malam malam memasuki galeri..?, memangnya enggak tahu galeri ini sudah tutup..?," seru Om Jhon sedikit tak suka karena jika pengunjung pakai mobil parkirnya harus di luar lingkungan galeri.


Sebuah mobil mewah dengan model city car tersebut makin masuk dan berhenti di samping Om Jhon dan Tarjo.


Cekleek..


Pintu mobil terbuka.


"Selamat malam Om Jhon..," sapa Bara sebelum mendekat dan menyalaminya kemudian baru menyalami Tarjo sahabat nya.


"Eeh...aku kira siapa..?, soalnya mobil nya lain..," kata Om Jhon dengan sumringah.


"Iya Om ...mobil dek Yola," kata Bara.


Yolanda juga keluar dari mobil dan menyalami om Jhon dan Tarjo.


Bara dan Yolanda tersenyum.


"Kami kangen Om Jhon...," kata Yolanda, membuat Om Jhon makin senang hatinya.


"Hehehe... terimakasih mengingat Om.."


"Pastilah...Om kan sudah kami anggap Opa kedua kami..," sahut Yolanda lagi.


Bara menyerah kan bungkusan makanan kecil kepada Tarjo.


"Ambilkan tempat kita makan bersama di sini..," kata Bara.


"Eh..Bara...non Yola..," seru Tatik yang datang menghidangkan minuman om Jhon.


"Tik..," sapa Bara.


"Mbak Tatik..," sapa Yolanda.


Mereka bersalaman.


"Sekalian mau minum apa non..?," tanya Tatik yang ingin mengambil wadah buat makanan yang Bara beli barusan.


"Aku teh aja, mas Bara kopi ..," sahut Yolanda sambil tersenyum.


"Eeh..sudah isi..ya, biasanya kan minum kopi juga..?..," tanya Om Jhon.


"Iya Om..," sahut Yolanda tersenyum dan mengangguk.


"Waah...selamat ya..!!," seru Om Jhon dengan gembira.


Tarjo dan Tatik juga mengucapkan selamat.


"Selamat non..kalian segera punya momongan, aku malah belum..isi padahal nikahnya duluan kami," sahut Tatik lemas.


"Sudah enggak usah sedih belum rezeki nya..," kata Tarjo menghibur istrinya.


"Sudah sana buat minuman dan makanan ini di taruh di piring, aku tak bantuin pak Karmin..ke depan, makin ramai motor parkir kayaknya ," sahut Tarjo sambil berlalu meninggalkan semua orang di sana.


Bara dan Yolanda duduk di kursi yang memang di sediakan itu, tak berapa lama Tatik datang membawa minuman dan makanan kecil di piring sambil duduk di samping Yolanda.


"Bude Romlah titip salam buat mu Bara sama non Yola..," kata Tatik kepada Bara dan Yolanda.


Bara dan Yolanda tersenyum mengangguk," terima kasih Tik."


___________


**Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya....


Baca juga karya lainku**....

__ADS_1


__ADS_2