Aku Lebih Mencintaimu

Aku Lebih Mencintaimu
Eps 118 Menginap di Rumah Utama


__ADS_3

Bara dan Yolanda nampak menikmati suasana malam di galeri tersebut.


Dunia yang mereka ciptakan bersama Om Jhon kini sudah nampak hidup dan meriah.


Memberikan ruang publik hiburan gratis bagi masyarakat yang membutuhkannya.


Beberapa keluarga dengan anak anak mereka nampak ceria bersedau gurau di area gedung galeri tersebut.


Area galeri kini seramai taman kota yang sering Bara dan Yolanda kunjungi dulu.


"Ayo...mas, maju terus..ke kiri sedikit ya..stop.!," seru Tarjo memberikan aba aba kepada pengguna mobil yang ingin nongkrong di sana.


Nampak beberapa pemuda dan pemudi keluar dari mobil tersebut.


"Bang beli tiket masuknya di mana..?," tanya seorang pemuda.


"Oh..kalau malam gratis mas soalnya di luar galeri, cuma bayar parkir nanti.," kata Tarjo.


"Beneran Bang..?," sahut yang perempuan.


"Iya.. lah..masak Abang bohong."


Mereka semua tertawa senang.


Lalu beberapa pemuda dan pemudi itu pun masuk ke area taman dan mulai duduk mencari tempat senyaman mereka.


*


"Gimana kabar keluarga di desa..Tik..?." tanya Bara sambil meminum kopi bikinan Tatik.


"Kemarin sih..semua baik baik saja, pas aku mau berangkat...aku mampir ke warung bude Romlah, terus beliau titip salam untuk mu dan non Yola."


Tatik menceritakan pertemuannya dengan ibunya Bara sebelum berangkat ke kota.


"Apa kamu juga tau proyek yang aku buat...?."


Tatik kemudian tersenyum sambil memandang Bara dan Yolanda.


"Penduduk desa pada heboh, karena kini di wilayah kita sudah di bangun sebuah area wisata..," kata Tatik sambil masih tersenyum.


"Memangnya seheboh itu..?.''


"Iya..luar biasa pokoknya kamu dan non Yola..?., kini jadi perbincangan warga disana.."


"Haah..??."


"Orang orang membicarakan kesuksesan kalian..," kata Tatik berapi api menceritakan para tetangga yang selalu membicarakan kesuksesan Bara.


Om Jhon yang mendengar perbincangan tersebut ikut juga menyahut.


"Lah memangnya di kampung kamu lagi bangun apa sih..?."


Kemudian Bara bercerita tentang gagasannya di kampung.


Omongan keduanya tetap berlanjut ketika Tatik pamit mau ke depan bergabung dengan Tarjo suaminya serta pak Karmin dan teman teman pekerja lainnya.


"Wah..hebat kamu Bara..," sahut Om Jhon setelah mendengar cerita Bara tersebut.


Nampak Om Jhon menikmati makanan yang tadi di bawa Bara.


"Hebat apanya Om..proyek itu bakalan mangkrak kalau enggak di bantu papa Hedrawan..," sahut Bara sambil tersenyum.

__ADS_1


"Lho..kalian sudah berdamai..?," seru Om Jhon terkejut sambil tersenyum penuh arti.


"Iya Om..papa sudah menerima pernikahan kami," jawab Yolanda sambil tersenyum dengan wajah penuh kelegaan.


"Aah.. syukurlah..Om ikut senang mendengarnya."


"Oh iya...Om jadi kepingin ikut kalian main ke desa, melihat indahnya desa dan juga obyek wisatanya..," kata Om Jhon berandai andai setelah menyampaikan rasa syukur nya.


"Bener Om..?!," seru Bara dan Yolanda yang malah terlihat antusias.


Om Jhon mengangguk dengan mantap.


"Kapan kapan deh Om.., Opa juga kepingin ke desa, nanti kalau sudah siap tempat nya kita kesana..ya..," kata Bara sambil tersenyum senang menjanjikan kepada Om Jhon.


"Waah pasti seru Om kita bisa memanen ikan dan sayuran ramai ramai sekalian bisa di olah di tempat," Yolanda juga senang mendengar rencana yang entah kapan terlaksananya itu.


Semua tertawa senang mendengar rencana yang mereka bicarakan.


Mereka berbincang hingga hampir jam sepuluh malam.


"Mas.."


"Hmm."


"Bagaimana kalau kita nginap di rumah utama," sahut Yolanda mengusulkan kepada suaminya dengan ragu ragu takut suaminya tak setuju sambil mengusap tangan suaminya.


"Boleh sayang kalau kamu mau menginap di sana..," sahut Bara sambil tersenyum.


**


Meskipun sudah malam di rumah utama Hendrawan dan Nursanti masih belum pada tidur.


Meskipun keduanya sudah berada di kamar tapi nampak masih mengobrol.


"Papa juga mah..," sahut Hendrawan sambil ikut bangkit juga.


Saat keduanya sudah keluar dari kamarnya, terdengar sebuah mobil memasuki area rumah tersebut.


"Siapa sih..malam malam begini kesini..?," tanya Hendrawan.


"Enggak tahu pah..mungkin pekerja yang habis berbelanja kebutuhan rumah tangga."


Nursanti dan Hendrawan masih saja acuh, dan duduk di depan TV menghidupkan lalu menonton nya.


"Assalamualaikum.."


Sebuah ucapan salam dari dua suara yang berbeda.


Hendrawan dan Nursanti saling berpandangan.


"Siapa Mah..?."


"Yola apa ya Pah..?," sahut Nursanti langsung bergegas ke ruang depan diikuti oleh Hendrawan.


"Mama...!," seru Yolanda begitu melihat mamanya.


"Eeh..Yola..? beneran kamu sayang..?..kamu pulang...?," seru Nursanti sambil berlari kecil menyongsong anak semata wayangnya dan memeluknya dengan sedikit berkaca kaca.


Kedua wanita berpelukan seakan lama tak bertemu padahal baru beberapa hari yang lalu ketemu.


Bara mengambil tangan Hendrawan lalu salim menciumnya.

__ADS_1


Tuan Hendrawan tersenyum senang menepuk nepuk pundak anak menantu nya.


"Papa senang kamu mau membawa istri mu kemari."


Bara lalu salim kepada Nursanti yang juga tersenyum ke arahnya.


"Mah..," sapa Bara.


Nursanti mengangguk sambil tersenyum.


"Ayo..sayang duduk duduk di sini dulu...kalian belum mengantuk kan..?."


"Belum mah..?," sahut Yolanda.


Mereka lalu duduk di ruang keluarga.


Mbok Mar yang mendengar sedikit kehebohan, langsung menuju ruang keluarga.


"Lho non Yola to...waah..selamat datang Non..," seru mbok Mar yang kegirangan karena nona muda nya pulang ke rumah utama.


"Iya Mbok.. terimakasih," balas Yolanda yang nampak sekali senangnya.


"Mau minum apa sayang..?," tanya Nursanti kearah anaknya.


"Emm."


"Oh ya ..mama sudah belikan Susu ibu hamil lho...mungkin kamu mau ..?," kata Nursanti yang langsung belanja kebutuhan ibu hamil setelah dari mansioan.


"Hah..? beneer mah..?."


Nursanti mengangguk sambil tersenyum melihat anaknya yang kaget tersebut.


"Rasa apa saja mah..?."


"Pokonya rasa apa saja ada.."


"Kalau begitu rasa strawberry aja ya Mbok Mar.."


"Siap Non..," sahut Mbok Mar sambil tersenyum dan melangkah ke belakang.


Mama Nursanti terlihat senang sekali.


"Mama senang banget kamu pulang sayang...rumah ini jadi sepi tanpa adanya kalian," kata Nursanti yang juga memandang Bara.


"Kalian tinggal di sini saja ya..sayang..mamah kan juga pingin lihat perkembangan calon cucu mama," rengek mama Nursanti sambil masih menempel ke Yolanda.


"Bara kalian tinggal di sini ya..sama mama dan papa.."


"Iya mah..nanti kita akan bilang Opa dahulu.."


Bara menjawab setelah Yolanda juga menatapnya seakan memintanya untuk memberikan keputusan.


"Iya deh..mama sabar kok, yang penting nanti kalau Baby nya lahir kalian sudah di sini..," kata mama Nursanti sambil tersenyum.


"Sebentar Pah..Mah..Bara belum memberitahu Opa kalau mau menginap di sini, Bara telpon dulu ya.. ," kata Bara meminta ijin kedua mertuanya.


Hendrawan dan Nursanti pun menganggukan kepalanya.


Meskipun sudah malam namun mereka masih saja betah mengobrol di ruang tengah keluarga itu.


____________

__ADS_1


Selamat membaca jangan lupa tinggalkan jejaknya...


__ADS_2