
Semua orang terkejut saat suara tembakan yang diarahkan ke Rahmad Sudah berbunyi nyaring, hingga sebuah pemandangan tidak masuk akal terjadi disana, dengan hanya mengangkat satu tangannya, Rahmad bisa menahan peluru yang hampir saja menembus dadanya hingga berhenti dan mengambang di udara.
Perlahan Rahmad mengambil peluru itu dan meremasnya hingga hancur lalu melemparkan ke udara, semua orang tanpa berkedip melihat kejadian di luar nalar, semua tersadar saat tangan Rahmad mengibas dan membuat Dimas Hanzel terhempas jatuh tersungkur di lantai.
"Aku peringatkan kau Dimas Hanzel, jangan berani lagi mencoba untuk menyakiti keluarga Nugraha, atau kau akan menanggung akibatnya, dan ini adalah cek untuk mengganti uang mansion yang Abraham berikan untuk anakku!" Ucap Rahmad sambil melempar sebuah cek di muka Dimas, kemudian pergi begitu saja.
Semua orang langsung bergegas kembali ke tempatnya masing-masing dengan rasa penasaran yang luar biasa akan sosok Rahmad sang pemilik Nugraha Company. Sementara Dimas masih linglung dengan kejadian tidak masuk akal yang baru saja dialami, dengan tubuh gemetar beberapa pengawalnya membantunya untuk kembali ke ruang kerjanya.
"Ayah, apa yang terjadi?" Tanya Kartika yang terkejut melihat keadaan ayahnya.
"Aku masih tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi, bagaimana mungkin Rahmad bisa melakukan itu, ini tidak mungkin" ucap lirih Dimas dan sesaat kemudian salah satu pengawalnya menceritakan kejadiannya ke Kartika.
"Ayah tenanglah, sebaiknya ayah aku antar pulang dulu untuk beristirahat dan meminum obat" ucap Kartika lalu segera mengantar ayahnya kembali pulang ke rumah.
*
Tiba saatnya malam hari di Mansion Abraham, tampak Jasmine dan Mbok Darmi memasak makanan spesial untuk makan malam, Abraham yang tidak sengaja mengambil air minum di kulkas dapur merasa heran dengan semua hidangan yang sedang di siapkan oleh istrinya.
Hingga kemudian Abraham tidak sabar lagi dengan rasa penasarannya dan segera bertanya saat Jasmine lewat di depannya.
"Yang ini_"
"Tunggu bentar yang, aku masih sibuk" sahut Jasmine.
"Ini kenapa_"
"Jangan tanya dulu yang, nanti gak kelar-kelar persiapan makan malamnya" sahut Jasmine lagi .
CUP
"Yang..!!"
Teriak Jasmine terkejut saat tiba-tiba saja Suaminya menarik dan mencium bibirnya saat melintas.
"Mangkanya kalau di tanya itu di jawab, bukan malah mondar mandir sambil nyinyir gak jelas" ucap Abraham kemudian sambil mengusap sisa saliva nya di bibir Jasmine.
"Apa sih yang, rese ih, malu ada mbok Darmi tu"
"Mboh Darmi sudah biasa lihat kita ciuman, dah kebal, sekarang katakan, ada acara apa di rumah kita, kenapa kamu masak sebanyak ini?" Ucap Abraham.
"Ayah mau kesini membicarakan hal penting tentang perusahaan, sekalian aku juga mengundang Rafael dan Rena untuk bergabung"
"Ha, memang hal penting apa yang?"
"Nanti juga tau, sekarang masih Rahasia, surprise"
"Jangan main-main yang, bilang ada apa, atau aku cium lagi ni"
"Nggak takut!"
"Nantang ya" ucap Abraham lalu memegang erat kepala istrinya yang berusaha menghindarkan bibirnya, namun percuma saja karena Abraham kini sudah berhasil melu*mat bibir Jasmine, mengigit bahkan menyesap nya dengan lembut, hingga kemudian di kejutkan dengan suara seseorang.
"Ehem..bisa adegan dewasanya nanti di teruskan di kamar kalian saja?"
"Ayah!!"
Ucap Abraham dan Jasmine bersamaan setelah dengan cepat melepaskan ciumannya.
"Dasar kalian ini, benar-benar tidak tau tempat" ucap Rafael yang sudah ada di belakang Rahmad.
"Rafael!!"
__ADS_1
Ucap Abraham dan Jasmine bersamaan lagi.
Sedangkan Rena sudah terkekeh pelan di samping Rafael. Begitu juga dengan mbok Darmi yang sudah tidak kuat menahan tawanya sambil kembali ke belakang setelah menyiapkan makan malam.
"Maaf yah, silahkan duduk" ucap Abraham yang langsung mengalihkan suasana yang membuatnya sangat malu.
Begitu juga dengan Jasmine yang dengan cepat bergerak menghampiri Rena lalu mengajaknya duduk dikursi makan yang sudah di persiapkan.
Makan malam sudah selesai dan kini semuanya beralih ke ruang tengah untuk membicarakan hal penting. Rahmad memulai pembicaraan dan mengungkapkan semua keputusan yang sudah diambilnya begitu juga dengan Jasmine, Abraham sangat terkejut mengetahui hal ini, begitu juga Rafael yang di beri perintah oleh Rahmad untuk membantu Abraham memegang perusahaan cabang yang dulunya adalah Vinan Company.
Jasmine tersenyum saat akhirnya semuanya berjalan lancar, Abraham yang awalnya menolak, kini bisa mengerti dengan tujuan dan maksud dari Rahmad yang ingin memberikan tanggung jawab besar ke Abraham untuk melindungi Aset Nugraha Company dan juga keluarganya.
Rafael tentu saja setuju setelah mengetahui Abraham menerima semuanya dengan ikhlas, begitu juga dengan Rena yang segera bersiap mengundurkan diri dari Hanzel company dan berencana membantu kekasihnya dengan menjadi sekertaris untuk membesarkan perusahaan cabang Nugraha Company yang dulu adalah perusahaan milik keluarganya.
"Aku sangat berterimakasih ayah sudah mempercayakan semuanya padaku, dan untuk jalan kedepannya mohon selalu bimbingannya" ucap Abraham kemudian segera memeluk Rahmad yang sudah pamit dan bersiap untuk pulang.
"Sama-sama Abraham, kau sudah menjadi suami Jasmine anakku, itu artinya kau pun sudah menjadi anakku, jadi jangan sungkan-sungkan meminta apapun dariku" ucap Rahmad dan kemudian segera masuk ke dalam mobilnya untuk kembali pulang.
"Aku akan mempersiapkan diriku Eb, sepertinya kita akan bekerja lebih keras lagi, semakin besar tantangannya aku semakin menyukainya" ucap Rafael sambil menepuk bahu Abraham.
"Hem, Selamat berjuang bersama kembali El" ucap Abraham sambil membalas senyuman sahabatnya.
**
Jasmine kembali masuk setelah kepergian ayah dan teman-temannya, seperti biasa mbok Darmi tidak akan pernah bisa mencegah Jasmine membantunya untuk membereskan meja makan.
Sementara Abraham sudah duduk di ruang kerjanya sambil tersenyum memikirkan takdir hidup yang di jalani hingga hari ini, sebuah perjalanan kehidupan yang semakin terang dan lebih baik lagi baginya, kini dirinya memantapkan hatinya untuk berjuang melindungi keluarga Nugraha bersama dengan istri tercintanya.
Kesendirian Abraham di kejutkan dengan suara ketukan pintu ruang kerjanya, dan terlihat Jasmine sudah tersenyum manis di ambang pintu yang telah di bukanya pelan.
"Boleh aku masuk yang?" Tanya Jasmine.
"Masuklah yang" ucap Abraham menyambut kedatangan istrinya dengan senyum bahagia, Jasmine segera meletakkan Coklat hangat kesukaan suaminya diatas meja kerjanya.
"Terimakasih yang.." ucap Abraham.
"Untuk apa?" Tanya Jasmine sambil menatap lembut wajah suaminya.
"Untuk semua Cinta dan pengorbanan mu, aku akan mengganti uang yang ayah gunakan untuk menebus Mansion ini" ucap Abraham.
"Dari mana kamu tau yang?" Tanya Jasmine terkejut.
"Ada salah satu staf yang masih setia padaku menceritakan semua kejadian tadi siang di Hanzel Company" Jawab Abraham.
"Sudah lah yang, aku tau kamu adalah orang yang tidak akan lama menuju kesuksesan, dan sebentar lagi Nugraha Company akan merajai dunia bisnis karena kepemimpinan mu, aku yakin itu" ucap Jasmine memberikan semangat.
Abraham tersenyum dan kemudian meminum coklat hangatnya kembali.
"Kau tidak mau coklat hangatnya yang?" Tanya Abraham
"Aku gak begitu suka yang"
Abraham tersenyum, kemudian meminum kembali coklat hangatnya lalu tanpa di sadari Jasmine, Abraham langsung menekan tengkuknya hingga bibir keduanya sudah beradu.
Glek
Cairan hangat dan manis berhasil Abraham masukkan ke dalam mulut Jasmine lewat mulutnya.
Sejenak Jasmine tersentak kaget, namun detik berikutnya dia lebih menikmatinya saat Abraham dengan sedikit memburu melahap dan melu*mat bibirnya, kemudian tangan Abrahan sudah dengan lihai membuat tubuh bagian atas istrinya bebas dari semua penutupnya.
Masih berada di pangkuan suaminya, Jasmine menggeliat hebat, saat puncak bukit kembarnya di sesap kuat oleh suaminya bergantian, perlahan Abraham berdiri sambil mengangkat Jasmine dan meletakkannya diatas meja kerja dengan nafas keduanya yang mulai memburu.
__ADS_1
Abraham segera membuka semuanya dan berhasil membuat tubuh Jasmine polos berada diatas meja, wajah Abraham di benamkan ke ruang antara kedua paha istrinya, menggigit, melu*mat dan memberikan sentuhan ek"so"tis di bagian in*tim istri nya.
"Akh, yang..!!" Teriak Jasmine di dalam desa*hanya.
Abrahan segera melepaskan semua bajunya, hingga tidak ada satu pun penghalang lagi, pelan Abraham memasukkan miliknya jauh ke dalam in*tim istrinya hingga terdengar suara pekikan kecil yang menandakan dimulainya rasa nikmat yang luar biasa.
Gerakan Abraham mulai teratur hingga membuat sang pusaka keluar masuk dengan sempurna dan semakin lama semakin cepat.
"Yang.., ough, aku hampir keluar" ucap Abraham.
"Emh..aku juga yang, oohgh, yang.." sahut Jasmine
Dan tak lama terdengar suara leng*uhan dan teriakan panjang dari keduanya, cairan hangat mengalir masuk dan bisa di rasakan oleh Jasmine, lalu kemudian Jasmine sangat terkejut saat Abraham mengangkatnya turun dari meja dan segera membalikkan tubuhnya hingga menungging sempurna dengan dada berada di atas meja.
"Yang, aku takut" ucap Jasmine yang memikirkan akan sakit saat melakukan s*ex dengan posisi dari belakang.
"Tenang dan rileks yang, ini akan sakit sebentar" ucap Abraham sambil membuka kedua paha istrinya, perlahan menekan miliknya sangat kuat dan dalam hingga akhirnya sang pusaka masuk ke in*tim Jasmine dengan sempurna.
"Akh..yang?!" Ucap Jasmine saat merasakan sensasi yang luar biasa hebat saat Abraham dengan kuat membuat sang pusaka keluar masuk berulang-ulang, tak lama kemudian keduanya melakukan pelepasan untuk yang kedua kali dengan pelukan yang kuat dari belakang.
Abraham tersenyum dan mengambil tissue untuk mengusap in*tim kenikmatan milik istrinya yang sudah basah karena hujaman senjatanya berkali-kali dan mengeluarkan laharnya.
Diangkatnya tubuh jasmin dan di baringkan diatas sofa, lalu di selimuti nya tubuh istrinya yang sangat kelihatan kelelahan.
Cup
"Bagaimana sensasinya yang, Hem?" tanya Abraham.
"Jangan menggodaku lagi Yang, aku masih capek, kakiku masih gemetaran" ucap lirih Jasmine.
Abraham terkekeh sambil menciumi wajah istrinya berkali-kali.
"Terimakasih kamu sudah rela mende*sah bersamaku yang, maaf membuatmu lelah" ucap Abraham sambil mengigit daun telinga istrinya hingga Jasmine merasakan tubuhnya berde*sir.
"Yang!!" Teriak Jasmine.
Abraham tertawa lagi dan mencium pipi istrinya.
"Tidurlah sayang, nanti aku akan menggendong mu ke kamar" ucap Abraham dan segera mengambil pakaiannya yang tergeletak diatas lantai, lalu menggendong Jasmine yang hanya ber tutupkan selimut.
Sesaat kemudian keduanya sudah saling berpelukan di atas tempat tidur, dan terlelap dengan perasaan tenang dan nyaman.
(Bagaimana Readers?..semoga masih siap dengan episode selanjutnya, love you all..)
Cus lagi di jam 3 pagi yaa..harap bersabar..
*
Penasaran dengan kelanjutannya?, Sudah tayang di YouTube Channel: Sinho Novel, cuplikan episode 100-105
Ketik: Cerita Novel Romantis by Sinho Bag.11
Yuk mampir, jangan lupa: Subscribe, Like, Komen
BERSAMBUNG
Author akan UPDATE SETIAP HARI Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
__ADS_1
HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE