AKULAH WANITAMU

AKULAH WANITAMU
Kedatangan Tak Terduga


__ADS_3

Abraham sangat terkejut dengan perkataan yang terucap dari istrinya, sesaat kemudian Abraham segera menatap ke arah Jasmine.


"Bagaimana kau bisa tau yang?" Tanya Abraham tak percaya.


"Aku itu istrimu yang, apa kau sudah lupa akan hal itu, serapat apapun kau menyembunyikan sesuatu dariku, pada akhir aku akan mengetahui juga, jadi aku peringatkan jangan berani menyembunyikan apapun lagi dariku" ucap tegas Jasmine.


Abraham masih terdiam, pikirannya seketika kacau, antara khawatir dan ketakutan akan kenyataan bahwa dia sudah dicium Grace dan bahkan hampir saja kebablasan di dalam ruangan toilet waktu itu.


Abraham langsung bersujud di kaki Jasmine yang sedang duduk di kursi balkon kamarnya. Dengan tubuh yang gontai kini Abraham terduduk dilantai.


"Yang, maafkan aku, aku tidak tau apa yang sudah terjadi, semua di luar kendaliku " ucap Abraham menunduk.


"Apa yang sudah terjadi yang, ceritakan semuanya padaku, sepahit apapun, aku akan mencoba untuk menerimanya, asal kau mau jujur dan tidak membohongi ku lagi " ucap Jasmine sambil membelai rambut suaminya.


Abraham memberanikan diri menceritakan segalanya, mulai dari kenyataan aneh yang sering terjadi dengannya, dimana dia sering melihat bayangan Grace dalam diri Jasmine dan bahkan dia tiba-tiba saja sangat merindukannya.


Abraham sudah sekuat tenaga untuk selalu menyadarkan dirinya, saat hal-hal yang sangat kuat berusaha menariknya dalam putaran diri seorang Grace Seralda, dan hal itulah yang membuat Abraham sudah di cium dan hampir saya melakukan hal gila di dalam toilet, beruntung waktu itu istrinya segara datang dan menyelamatkannya.


Jasmine sangat terkejut dengan penuturan suaminya, dirinya merasakan ada yang aneh dari semua cerita dimana menunjukkan bahwa apa yang dilakukan itu bukanlah kebiasaan suaminya.


"Sepertinya ada yang aneh dengan dirimu yang, tidak mungkin juga kamu bisa menyukai Grace Seralda secepat ini, padahal awalnya kau sama sekali tidak menyukai wanita itu" ucap Jasmine menyelidik.


"Itulah yang, aku merasa semakin tidak bisa mengendalikan diriku saat di dekat perempuan itu, dan aku memutuskan segera kembali ke Jakarta karena tidak ingin berdekatan lagi dengan Grace Seralda" ucap Abraham sambil mendongak dan menatap sendu wajah istrinya yang seakan ingin menetes kan air matanya.


Jasmine segera menyeka air matanya yang hampir saja terjatuh, dan kemudian seulas senyum di persembahkan untuk suami tercintanya.


"Jangan khawatir yang, kita akan menghadapinya bersama, bukan salahmu sepenuhnya semua peristiwa ini terjadi, dan aku rasa ada campur tangan ilmu hitam disini" ucap Jasmine yang kemudian mencium sekilas bibir Abraham.


keduanya segera beranjak untuk melakukan sholat Isya bersama, dilanjutkan dengan membaca kitab suci yang cukup lama, hingga Jasmine telah tertidur dipangkuan Suaminya.


Abraham merasakan ada hawa panas yang timbul tenggelam dalam tubuhnya saat sedang beribadah memasrahkan diri dan meminta pertolongan sang pencipta, dengan semua doa yang pernah dipelajari akhirnya pengaruh dari bayangan Grace sedikit bisa dia kendalikan.


Tepat jam 12 malam terdengar suara telepon berdering, mbok Darmi segera melangkah dan mengetuk pintu kamar majikannya saat ada telpon penting dari seseorang.

__ADS_1


Abraham dan jasmine segera terbangun lalu kemudian segera mengangkat sambungan telepon yang ada di kamarnya, rupanya sang mertua yang sudah menelepon dan memberitahukan bahaya apa yang sebenarnya tengah mengancam dirinya.


"Ada apa yang?, Ayah kenapa?" Tanya Jasmine cemas.


"Tidak ada, ayah sehat-sehat saja, hanya ayah merasakan sesuatu, seperti katamu yang, ada ilmu hitam yang dikirimkan terus ke tubuh ku, dan ayah memastikan itu adalah ilmu hitam untuk mengikat dan menguasai ku "


"Grace Seralda?"


"Tepat sekali yang, wanita ini yang menggunakan ilmu itu, ayah juga bilang kalau seorang wanita berusaha untuk menjatuhkan ku dengan kiriman ilmu hitamnya". Ucap Abraham.


**


Sementara itu Grace Seralda sedang berada di dalam kamar dengan ritual yang dia lakukan kembali untuk mengikat Abraham dengan kuat, namun ada hal yang mengejutkan dirinya, saat beberapa cahaya yang tidak dapat di tembusnya saat ingin mengirimkan sesuatu ke Abraham, kemudian Grace segera terpental ke belakang hingga terdengar suara jeritan.


Tubuh Grace terasa panas dan terbakar hingga kemudian dia segera berlari ke tempat Nyi Anom malam itu juga, rupanya wanita itu sangat tau apa yang sedang dialami oleh Grace Seralda, kalau kemudian menyuruhnya untuk tidur di altar tanpa sehelai kain pun dan kemudian memulai lagi ritualnya.


Ritual kali ini membangunkan sisi gelap dari sebuah persekutuan antara manusia yang di kuasai oleh naf*su Nita yang menyesatkan jiwanya, hingga Grace hour tidak berbentuk seperti manusia lagi untuk sesaat, lalu dengan berakhirnya sebuah ritual itu, kini Grace memperoleh wujud manusianya kembali.


Seringai mengerikan dari Grace tampak begitu nyata di mata Nyi Anom, dan diapun akhirnya mengucap salam pada Grace dengan menyebutnya sebagai sang Ratu, itu artinya tubuh Grace sudah mulai diambil oleh oleh sang ratu kegelapan.


Dan keesokan paginya Grace segera pergi ke bandara untuk terbang kembali ke Jakarta, tentu saja kali ini untuk misi pentingnya yang harus segera sukses sesuai harapannya.


**


Pagi hari Jasmine sudah terbangun seperti biasanya, dan mempersiapkan sarapan pagi untuk sang suami, dilanjutkan dengan aktifitas seperti yang biasa di lakukan, mereka pun pergi ke Nugraha Company bersama.


"Bagaimana semalam yang, apa ada hal aneh yang di rasakan lagi?" Tanya Jasmine sambil bersandar di dada Abraham saat berada di dalam mobil menuju ke perusahaannya.


"Masih ada yang, tapi tidak sekuat biasanya, itupun sudah kadang-kadang saja aku rasakan" ucap Abra yang kemudian mencium puncak kepala sah istri sambil mengusap lembut perutnya.


"Bagaiman kabar sang junior di dalam sana?" Tanya Abraham sambil tersenyum


"Dia baik-baik saja yang, Alhamdulillah, sudah tidak rewel lagi ya nak?!" Ucap Jasmine degan penuh kasih sayang mengusap lembut perutnya yang masih rata.

__ADS_1


Tak lama kemudian keduanya sudah sampai di perusahan dan mendapati Rafael yang sudah menunggu mereka di ruang kerja Abraham.


Keduanya saling berpelukan dengan sebelumya mengucap salam, lalu Jasmine segera memberikan mereka berdua ruang untuk berbicara.


"Bagaimana El, ada hal penting yang ingin kau sampaikan selain acara pernikahan mendadak mu?" Tanya Abraham sambil tersenyum.


"Jangan menggodaku, aku tidak separah dirimu saat menikahi Jasmine dulu, dasar kau!" Ucap Rafael di sambut dengan suara terkekeh dari Abraham.


"Lalu kapan kalian akan menikah, jadi tiga hari lagi?" Tanya Abraham nampak serius untuk kali ini.


"Hem, aku sudah siapkan segalanya, bahkan persiapan hampir 95 persen sudah selesai, aku hanya ingin memastikan kamu dan jasmine akan hadir di acara penting ku kali ini"


"Kau itu bicara apa, tentu saja kami akan hadir di sana menyaksikan hari yang sangat bersejarah buatmu, aku sangat bahagia El, kamu akhirnya segera menyempurnakan hidupmu dengan menikah" ucap Abraham.


"Iya, akhirnya Eb, setelah sekian lama, aku berani memutuskan hal ini, sepertinya rasa cintaku ke Rena sangat dalam sampai aku sangat takut kehilangannya"


Abraham terkekeh lalu mendekat dan memeluk sahabatnya.


"Itulah cinta sejati El, kau sudah bisa merasakannya bukan, bahkan nyawamu sendiri tidak akan ada artinya di banding hal ini"


"Iya, kau benar sekali Abraham, aku sekarang mengerti kenapa kau rela bertaruh nyawa demi seorang wanita yang sekarang menjadi pendamping hidupmu"


Abraham tersenyum dan melepaskan pelukannya, Namun sesaat kemudian dirinya merasakan nyeri yang sangat kuat di rasakan di dadanya hingga dirinya sedikit ter bungkuk menahannya, sontak Rafael terkejut dan menahan tubuh Abraham.


"Ada apa Eb, apa kau sakit?" Tanya Rafael sambil memegangi tubuh Abraham, Namun sekejab nyeri itu menghilang dan kemudian muncullah sosok wanita yang sedang tersenyum membuka pintu dan masuk begitu saja.


"Bagaimana kabarmu tuan Abraham, apa kau sangat merindukanku?" Ucap seorang wanita yang dengan tenang kini sudah duduk di kursi tepat di depan Abraham.


"Kau_, bagaimana kau bisa masuk ha!" Bentak Abrahan, yang kemudian merasakan nyeri hebat kembali di dadanya, sekejab Abraham menenangkan dirinya dan menyadari bahwa ini adalah pengaruh ilmu hitam wanita iblis yang ada di depannya.


*


Wow makin penasaran...yuk lanjut di jam 3 pagi..jangan lupa..

__ADS_1


Waktunya kasih VOTE, VOTE, VOTE..


Segera ya Readers tercinta, biar ini Novel semakin meroket dan Author tambah semangat.


__ADS_2