
Satu bulan berlalu, kabar tentang perusahaan Hanzel Company terdengar oleh seseorang yang punya keinginan untuk melebarkan sayapnya di Indonesia, hingga kemudian Hanzel Company sudah berpindah tangan ke pengusaha besar kalangan Asia.
"Apa semua urusan kepemilikan Hanzel Company sudah dibereskan semuanya?" Tanya sang penguasa.
"Iya tuan, semua sudah beres"
"Bagus, aku ingin kembali ke Indonesia dan melebarkan sayap disana, aku sudah tidak sabar ingin bertemu Wanita pujaan ku, pastikan kita akan bekerjasama dengan Nugraha Company, jangan lupa itu"
"Baik tuan, semua sudah saya urus, dengan adanya orang yang sudah bekerja sama dengan kita di dalam perusahaan itu, semakin memudahkan rencana kita tuan"
"Tetap hati-hati dengan orang ini, dia bisa mengkhianati saudaranya sendiri , apalagi dengan kita"
"Siap tuan, jangan khawatir"
Akhirnya laki-laki itu tersenyum licik dan merasa sangat puas dengan ruang geraknya saat ini untuk mendekati Jasmine Agatha Nugraha, wanita pujaan hatinya.
"Aku Smith Rodergo...tidak akan menyerah begitu saja untuk memilikimu Jasmine" ucap Smith dari dalam hatinya.
**
Pagi ini Nugraha Company kedatangan kolega yang berasal dari Jepang dan sudah mempunyai perusahaan cabang yang ada di Indonesia, Abraham mempersiapkan segalanya untuk menyambut dan memberikan segala informasi bisnis untuk saling bekerjasama.
"Ada apa yang, sepertinya kau memikirkan sesuatu?" Tanya Jasmine yang kini sudah berada di dalam mobil bersama dengan Abraham menuju hotel mewah untuk bertemu dengan tuan Smith Rodergo dan rombongannya.
"Hem, kau tau dengan siapa kita akan bekerja sama?" Ucap Abraham
"Tentu saja yang, bukanlah salah satu pengusaha besar yang menguasai bisnis di Asia?" Jawab Jasmine.
"Bukan itu, secara personal nya apa kau juga sudah tau yang?"
"Iya aku tau, tuan Smith Rodergo kan?, Orang yang mengadakan permainan konyol untuk memenangkan taruhan mendapatkan ku?" Sahut Jasmine.
"Rupanya kau sudah tau yang, syukurlah, aku ingin kita lebih berhati-hati yang, ingat itu, kau mengerti?"
"Siap yang, jangan khawatir, kita bekerja secara profesional saja, aku akan sebisa mungkin selalu berada di dekatmu, ini adalah langkah terpenting untuk melejitkan Nugraha Company di kancah perdagangan bebas tingkat Dunia, dan tuan Smith adalah salah satu cara kita bisa melompat ke sana bukan?"
"Rupanya istriku semakin lihai berbisnis hem?" Ucap Abraham kemudian menarik Jasmine dan melu*mat bibirnya.
"Cukup yang, kita masih akan bertemu kolega, nanti aku kelihatan berantakan kalau kamu gini in" ucap Jasmine sambil berusaha menghindari luma"tan ganas suaminya.
"Diam, dikit lagi yang, aku kangen"
"What, gak ada, minggir, cukup yang!"
"Emmph"
__ADS_1
Bukannya berhenti, Abraham malah semakin menggigit bibir Jasmine sedikit keras, hingga Jasmine tersentak dan reflek mendorong Abraham.
"Yang!!, Awh, Sakit"
Abraham terkekeh melihat Jasmine meringis kesakitan sambil memegangi bibirnya yang sedikit bengkak dan membiru.
"Kau ini, dasar, sakit yang!, gimana ini, bibirku kelihatan bengkak membiru gini"
"Mana coba aku lihat?!" Ucap Abraham memeriksa bibir istrinya lalu tertawa puas.
"Kok malah ketawa sih yang, aku malu nanti kalau ngomong di depan, kelihatan bibirku Jontor kek gini"
"Ngapain malu, aku malah seneng, biar semua tau kamu milik Abraham Hanzel Brian"
"Ish, apa sih, semua juga tau kalau aku istrimu yang, gak perlu pakek acara gigit bibir juga"
Abraham masih terkekeh melihat tanda gigitannya yang membekas di bibir Jasmine, tentu saja itu di lakukan oleh Abraham bukan tanpa Alasan, karena dia sangat tau untuk melindungi Jasmine dari hasrat para bos besar terutama Smith, maka Abraham akan menunjukkan kuatnya ikatan cintanya dengan Jasmine, dengan begitu mereka akan berpikir dua kali untuk mengganggu hubungan mereka.
*
Di sebuah Rumah Sakit nampak Farel memasang wajah kesalnya, hingga kemudian Dea datang keruang kerjanya dan menyapa dengan senyuman yang di buat se mengembang mungkin.
"Masih marah kak?"
"Ish, nyolot amat pak" sahut Dea sambil duduk di samping kekasihnya yang tengah murka.
"Untung Rafael cerita, kalau enggak, sudah aku lamar kamu langsung waktu ketemu sama Tante Dilla di Apartemen Rafael saat itu, biar rame sekalian"
"Ngancam?"
"De!, Aku serius ya, kamu itu Cinta gak sih sama aku, hubungan kita ini kamu anggap apa, mainan?"
"Ya ampun kak, sabar dong, aku juga lagi cari waktu yang tepat buat cerita sama Mommy, biar hubungan kita bisa di terima begitu mommy tau segalanya, tapi sabar dong, tau sendiri Mommy itu anggap kak Farel itu kakakku, kalau mommy terkejut gimana?"
Farel terdiam, dan kemudian menarik nafas panjang dan menyandarkan kepalanya di sofa.
"Terus kita mesti gimana, menyembunyikan hubungan ini dari mommy kamu?, Sampai kapan De?"
"Sampai semuanya siap kak, sabar, aku sendiri belum tau pasti, apa reaksi Mommy kalau tau hubungan kita sejauh ini"
"Lalu kenapa kita gak coba jujur saja sebelum semuanya semakin runyam De, aku janji akan memperjuangkan restu Mommy kamu apapun yang terjadi"
"Iya kak, aku janji, kali ini pasti aku ngomong ke Mommy, mumpung Mommy juga agak lama di indo, tapi kak Farel sabar dulu ya"
Farel tersenyum, kemudian menarik tubuh Dea masuk kedalam pelukannya dan meminta maaf karena sudah memarahinya.
__ADS_1
**
Tak berapa lama kemudian, sampailah di tempat yang dituju, Jasmine dan Abraham segera turun dari mobil di susul dengan satu mobil di belakang yang berisi para pegawai yang di bawa oleh Jasmine untuk membantunya saat melakukan pertemuan nanti.
Kini semua berjalan menuju ke Aula mewah hotel yang sudah di persiapkan khusus oleh Smith Rodergo
Jasmine berjalan di samping Abraham saat memasuki ruangan, dan tuan Smith langsung berdiri menatap sosok Jasmine yang sedang tersenyum menyapa semua orang, dirinya mematung dengan ribuan kerinduan yang sudah dia tahan beberapa bulan, pertemuannya kali ini membuat hati Smith berdesir dengan pikiran gilanya untuk memiliki Jasmine bagaimana pun caranya.
Begitu juga dengan kolega yang lain, tampak begitu kagum dengan sosok Jasmine yang khas dengan hijab dan bajunya, namun semuanya semakin memancarkan aura kecantikannya.
Begitu juga dengan para wanita yang ada disana, sosok Abraham yang sudah tersohor namanya di dunia Bisnis sebagai pebisnis muda handal dan berbakat, membuat para perempuan semakin tidak karuan meng ekspresi kan ketertarikan nya, Tampan di atas rata-rata dengan wajah lebih ke arah timur tengah, tatapan mata yang tegas, rahang yang kokoh, dan tubuh atletis tinggi besar dan tegap.
Bisa di bayangkan betapa Abraham laki-laki yang di idamkan banyak kaum hawa, walaupun sudah nyata Jasmine ada di sampingnya.
"Seandainya bisa yang, aku colok semua mata perempuan gila yang sudah seenaknya memandang mu heh.." ucap lirih Jasmine dan masih terdengar oleh Abraham yang terkekeh pelan.
"Kecantikan mu sendiri sudah membuat mata semua laki-laki memandang mu yang..mau aku colok juga mata mereka?" Sahut Abraham lirih di telinga Jasmine.
Keduanya saling pandang lalu tertawa kecil bareng dan kemudian terdiam, saat seseorang memulai pembicaraan.
Tiba saatnya Jasmine memberikan semua penjelasan yang di minta dan saat itulah semua tersadar dengan tanda kepemilikan Abraham di bibir Jasmine, hingga beberapa orang tersenyum sendiri melihatnya.
"Sh*it!, rupanya mereka berdua sangat harmonis, Sialan, kenapa juga harus di tunjukkan dengan hal kekanak-kanakan seperti itu, Brengsek!!" Umpat Smith di dalam hatinya.
Yuk gaes..dukungannya dong...komen, like dan lainya..biar Author makin semangat nih..
*
Penasaran dengan kelanjutannya?, Sudah tayang di YouTube Channel: Sinho Novel, cuplikan episode 106-111
Ketik: Cerita Novel Romantis by Sinho Bag.12
Yuk mampir, jangan lupa: Subscribe, Like, Komen
BERSAMBUNG
Author akan UPDATE SETIAP HARI Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
__ADS_1