
Sontak Abraham melototkan matanya ke arah Rafael.
"Turun atau aku akan melempar mu dari jendela!" Bentak Abraham dan sukses membuat Jasmine tertawa.
"Dasar posesif, ini hasil Rekaman Cctv dirumah mu, sudah aku ambil beberapa gambar, siapa yang memasukan racun sangat kelihatan di sana" ucap Rafael sambil duduk di sofa tunggu.
Abraham dan Jasmine sangat terkejut saat melihat gambar yang menunjukkan dengan jelas, Kartika memasukkan sesuatu ke dalam air minum Jasmine, di saat tidak ada siapapun di ruang makan, itu artinya di lakukan ketika Jasmine sedang ke kamar mandi dan Abraham menerima telpon.
Tak lama kemudian datanglah Rahmad dengan langkah cepat masuk ke ruangan Jasmine dan memeluk erat putri satu-satunya.
"Sudahlah Ayah, aku tidak apa-apa, Ayah jangan khawatir" ucap Jasmine menenangkan ayahnya.
"Apa kalian sudah menemukan orang yang sudah tega meracuni Jasmine?" Tanya Rahmad.
"Belum yah" sahut Jasmine berbohong dan bermaksud menutupi kenyataan dari Ayahnya.
Abraham dan Rafael yang terkejut dengan jawaban Jasmine yang berbohong, hanya saling pandang dan terdiam.
"Baiklah, aku berharap siapapun yang melakukan hal ke*ji ini akan segera di temukan" ucap Rahmad.
Sekitar pukul satu malam, Jasmine menyarankan ayahnya untuk pulang saja dan beristirahat dengan nyaman, mengingat usia ayahnya yang sudah tidak muda lagi dan butuh istirahat yang cukup untuk menjaga kesehatannya.
Abraham segera pergi mengantarkan Rahmad sampai masuk mobil, lalu kembali lagi untuk menemani Jasmine.
"Kenapa kamu gak jujur sama ayah yang, soal siapa yang sudah meracuni mu" tanya Abraham.
"Aku tidak ingin ayah mengambil tindakan yang nantinya malah membuat rame dengan Kartika, bagaimanapun status Kartika masih istri kamu yang" jawab Jasmine.
"Kau ini, selalu memikirkan orang lain, bagaimana dengan keselamatan mu sendiri, aku bisa mati kalau sampai harus melihatmu seperti tadi malam yang, jantungku rasanya mau berhenti" omel Abraham.
"Tapi yang di katakan Jasmine ada benarnya, ya sudah, aku juga akan pulang istirahat Eb, hubungi aku kalau kau membutuhkanku kapan saja" sahut Rafael.
"Hem, hati-hati El, thanks" ucap Abraham.
kemudian Rafael segera melangkahkan kaki meninggalkan ruangan itu sambil memberikan pesan.
"Jaga pikiranmu Ab, ingat, ini di rumah sakit, dan Jasmine masih lemah, jangan kau buat dia kesulitan berjalan lagi"
"Dasar sinting kau El!" Teriak Abraham jengkel, pasalnya petugas yang berjaga tertawa mendengar omongan Rafael.
__ADS_1
"Sudah yang, yok kita tidur, aku ngantuk" ucap Jasmine lalu segera berbaring kembali dalam pelukan Abraham.
Keesokan harinya, Jasmine memaksa untuk pulang karena merasa tubuhnya sudah kuat dan membaik.
"Jangan dulu yang, besok saja ya, biar tubuhmu benar-benar pulih dulu, setidaknya sampai aku menyeret Kartika ke penjara, pagi ini aku akan melaporkannya, dengan semua bukti yang ada" ucap Abraham.
"Jangan yang, aku mohon, bagaimanapun Kartika adalah istrimu, kita sudah mengatakan kalau diantara kita baik-baik saja, kalau sampai tercium oleh media, nama baik kamu akan rusak, dampaknya sangat besar yang, tolong berpikirlah dengan jernih, jangan pakai emosi, tidak akan menyelesaikan masalah" ucap Jasmine sambil memegang tangan Abraham.
"Tapi yang, kartika itu sudah melakukan sesuatu yang bisa menghilangkan nyawamu"
"Aku tau, kita gunakan hal ini untuk menekannya untuk segera menyetujui perpisahan kalian saja, bagaimana?"
"Hem, benar sekali, aku benar-benar sudah tidak tahan dengan kelakuan Kartika" ucap Abraham.
Abraham segera mengambil langkah untuk segera pindah ke mansionnya bersama dengan Jasmine, karena dirasa Kartika sudah sangat membahayakan nyawa istrinya dan Jasmine menyetujui tindakan Abraham.
Sementara Jasmine harus bersabar sehari lagi ada di Rumah Sakit, Abraham segera pergi kerumah nya dan membawa jasa pindah tempat untuk segera membawa semua barang miliknya dan Jasmine yang di perlukan untuk di bawa ke Mansion barunya.
Tak lupa mbok Darmi juga ikut membantu sekalian akan tinggal bersama Jasmine di Mansionnya.
Kartika bingung dengan gaduhnya keadaan rumah yang di masuki beberapa orang suruhan Abraham untuk mengangkut barang-barang yang di perlukan.
Hingga akhirnya Kartika memukul Abraham membabi buta sambil menangis dan berteriak seperti orang gila, dengan penuh emosi juga Abraham menarik Kartika dan melemparnya ke dalam ruang kerjanya.
"Jangan tinggalkan aku Ab, kau sudah berjanji akan menjagaku, kenapa kau mau meninggalkan rumah ini!!" Teriak Kartika.
Abraham langsung melempar bukti fotonya saat memasukkan racun di minuman Jasmine ke muka Kartika, seketika Kartika mengambil foto itu dan terbelalak kaget.
"Aku melakukannya karena kamu Ab, aku tidak ingin Jasmine mengambil mu dariku, mengertilah Ab, aku mohon" ucap Kartika dalam tangisannya.
"Aku sudah memperingatkanmu dari awal Kartika, jangan berani menyakiti Jasmine, dia segalanya bagiku, apa kau tau aku lebih baik mati dari pada Jasmine kehilangan nyawanya karena aku tidak becus menjaganya!!" Teriak Abraham penuh dengan emosi yang sekalipun dalam hidup Kartika tidak pernah melihat Abraham se marah ini.
"Aku mohon Ab, aku janji tidak akan mengulanginya lagi, tapi jangan pernah pergi dari rumah ini dan meninggalkan aku sendirian, aku mohon Ab" teriak Kartika di tengah isak tangisnya
Abraham hanya menatap tajam ke arah Kartika lalu kemudian berlalu pergi tanpa mengatakan sepatah katapun, Kartika menjerit dan memanggil histeris nama Abraham berkali-kali, namun kepercayaan Abraham sudah tidak ada lagi untuk Kartika, hingga dia harus meninggalkannya.
*
Di pagi yang sangat cerah, Jasmine sudah tersenyum bahagia ketika Abrahan sudah menyelesaikan Administrasi Rumah Sakit lalu segera pulang menuju mansionnya.
__ADS_1
"Yang, bagaimana keadaan Kartika?" Tanya Jasmine dalam perjalanan menuju Mansion.
"Aku berharap dia baik, kemaren aku sudah pamitan dan tidak ingin lagi kembali ke rumah itu, aku terlalu memanjakannya dari kecil, hingga dia menjadi wanita yang gila dengan nafsunya sendiri, dan sekarang saatnya dia belajar" ucap Abraham.
Jasmine hanya terdiam, kemudian menikmati perjalanan, dia tau bagaimana pun Abraham dari kecil hidup dengan Kartika, rasa sayang sebagai saudara seperti yang pernah dikatakannya tidak akan membuatnya tega meninggalkan Kartika tanpa pengawasan begitu saja.
Setiba di rumah, Jasmine terkejut, ternyata di sana sudah di sambut banyak orang-orang yang di sayangi nya, terlihat ada Ayahnya, Rena, Dea, Rafael dan juga Farel, di tambah dengan beberapa partner kerjanya di perusahaan Nugraha Company.
Jasmine sangat bahagia dengan kejutan yang di berikan suaminya hari ini, hari dimana dia akan memulai hidup barunya di rumah ini sampai akhir masanya bersama dengan anak cucunya.
"Yang,..makasih banyak" ucap Jasmine langsung memeluk suaminya dengan Erat, dan mendapat sorakan dari semua tamu yang hadir di rumahnya.
Abraham tersenyum sambil memeluk erat istrinya, sesekali menciumi kepala Jasmine yang masih malu-malu memeluk sambil menyembunyikan wajahnya di dada bidang Suaminya.
"Yang, Aku malu.." ucap Jasmine lirih.
"Malu kenapa, sudah yok, lepasin pelukannya, kita ucapkan terimakasih ke mereka semua, sudah ikut meramaikan pesta kecil di rumah kita" ucap Abraham.
Jasmine segera mengeluarkan wajahnya pelan seperti anak kecil, dan tingkah konyolnya ini membuat semuanya tertawa, Jasmine akhirnya keluar dari pelukan Abraham dan menyapa semua tamu yang datang.
*
Penasaran dengan kelanjutannya?, Sudah tayang di YouTube Channel: Sinho Novel, cuplikan episode 91-99
Ketik: Cerita Novel Romantis by Sinho Bag.10
Yuk mampir, jangan lupa: Subscribe, Like, Komen
BERSAMBUNG
Author akan UPDATE SETIAP HARI Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
__ADS_1