AKULAH WANITAMU

AKULAH WANITAMU
Kabar Bahagia Untuk Dea


__ADS_3

Smith tersenyum dengan perkataan Master. "Wanita ini punya kekuatan yang dahsyat sama seperti apa yang kau miliki Master, jadi jangan meremehkannya" ucap Smith dan membuat sang Master menatap Smith dengan wajah yang serius.


"Oh jadi begitu, aku semakin penasaran dengan wanita ini, apa kau sendiri pernah melihat kekuatannya?"


"Aku tidak pernah melihatnya secara langsung, tapi beberapa kali aku pernah ingin menculiknya dan semua pasukan khusus mengalami kegagalan lalu mereka menceritakan bagaimana wanita ini dan suaminya bisa menggagalkan rencana ku"


"Oh, jadi pasangan ini sama-sama punya kekuatan rupanya, ini akan sangat menarik, baiklah, aku semakin penasaran dan tidak sabar ingin segera menghadapi mereka"


"Satu-satu Master, aku akan memisahkan mereka saat kita menyerangnya, yang ku inginkan hidup-hidup hanya wanita ini, jangan sampai kau melukainya, ingat itu"


Sang master hanya terdiam dan menatap Smith dengan seringai iblis nya, setelah semua informasi di sampaikan oleh Smith, segera dirinya bergegas pulang untuk segera menyusun rencananya.


**


Malam yang semakin dingin saat Dea kini duduk sendiri di balkon kamarnya, tiba-tiba saja dia merasakan kesendirian saat menyadari bahwa Rena sudah tidak bisa lagi menemani hari-harinya di Apartemen.


Sebuah bayangan tentang kekasihnya pun ikut andil malam itu dalam benaknya, lalu Dea tersenyum dan merasa bersyukur ada Farel yang akhirnya bisa mengisi hatinya dan menggeser keberadaan Abraham yang dulu sangat di cintai nya.


"Hem, Cinta itu memang tidak pernah terduga, begitu juga jodoh, selamat untuk kalian berdua yang sudah menemukan pasangannya" gumam Dea saat mengingat Rena dan Jasmine yang sudah hidup berkeluarga, hingga sesaat kemudian Dea di kagetkan dengan bunyi bel pintu Apartemennya.


Dea segera beranjak dari balkon kamarnya lalu menuju ke arah pintu untuk menyambut tamu yang datang ke tempatnya, Betapa terkejutnya saat dirinya membuka pintu dan ada sosok laki-laki yang selalu ada di hatinya tersenyum sambil mengucap salam.


"Kak Farel, Ngapain di sini?"


"Jawab dulu salamnya De, malah tanya yang lain, gak baik itu" sahut Farel dan kemudian di jawab dengan balasan salam dari Dea.


Farel menggelengkan kepala lalu mengacak rambut Dea sejenak dan kemudian masuk begitu saja, walaupun Dea belum beranjak dari ambang pintu.


"Ngapain bengong aja disitu, tutup pintunya, masuk, aku pengen ngomong serius sama kamu malam ini, jadi dengarkan baik-baik" ucap Farel, Dea segera menutup pintu Apartemen lalu duduk di samping kekasihnya.


"Ada apa sih kak, malam-malam gini datang ke apartemen, aku gak enak tau, apa lagi Rena sudah gak disini lagi" ucap Dea.


Farel menatap ke arah kekasihnya, lalu tersenyum, kemudian dirinya segera mendekatkan wajahnya dan kini mereka berdua saling menatap dengan lekat. Pandangan mereka saling bertemu, Farel sengaja lebih mendekat lagi, hingga membuat Dea berubah menjadi waspada.


"Eh, tunggu, apa yang mau kak Farel lakukan?" Ucap Dea sambil tangannya menahan dada bidang milik kekasihnya.


"Apa sih De, ngeres mulu pikiran kamu, sini!"


"Jangan kak!!" Teriak Dea ketika Farel sudah menariknya seolah ingin mencium lehernya dan ternyata membisikkan sesuatu.


"Besok malam bersiaplah, orang tuaku ingin bertemu denganmu"


Sontak Dea lebih terkejut lagi dengan apa yang dibisikkan oleh sang kekasih, hingga dirinya sedikit terbengong dan kemudian sadar kembali.


"Besok kak?, Bertemu orang tua kak Farel, kenapa?" Pertanyaan yang konyol keluar dari mulut Dea dan membuat Farel tertawa.


"Mau minta cucu dari kamu, paham?!" Sahut Farel yang heran dengan pertanyaan konyol kekasihnya.

__ADS_1


"Ish ,kak Farel ni, aku serius tanya nya"


"Sama lah, aku juga serius jawabnya"


"Kak!!"


"Apa sih"


"Yang bener dong jawabnya, kenapa orang tua kakak ingin bertemu denganku?"


Farel makin geregetan dengan tingkah kekasihnya dan segera menyambar bibirnya, hingga membuat Dea sangat terkejut karena tidak menyangkan akan mendapatkan ciuman dari Kekasihnya.


Dea langsung manyun seketika karena kesal dengan apa yang dilakukan Farel yang kini sudah ketawa ngakak didepannya, kemudian farel segera menjelaskan bahwa kedua orang tuanya ingin sengaja datang ke Indonesia untuk berkenalan dengan calon menantunya.


Dea pun terkejut sekaligus bahagia, apa lagi dengan keseriusan dari Farel saat mengungkapkan keinginannya untuk segera menikahinya dalam waktu dekat.


"Besok malam kau bersiaplah, aku akan menjemputmu jam 7 malam" ucap Farel sebelum dirinya pamit untuk pulang.


"Siap kak, apa gak sebaiknya aku bawa mobil sendiri aja, dan Kita bertemu di sana saja kak?"


"Gak ada, aku bisa dibunuh sama kedua orang tuaku kalau sampai membiarkanmu berkendara sendiri untuk menemui mereka, sudah, besok tunggu aku saja menjemputmu, okey?"


"Siap kak, hati-hati dijalan ya, jangan ngebut"


Farel tersenyum lalu mencium kening Dea sekejab dan mengucapkan salam lalu bergegas sepulang ke Apartemennya kembali.


**


"Kenapa Non" tanya Mbok Darmi.


"Ini Mbok, perutku terasa mual terus dari sore, kayak begah gitu mbok" ucap Jasmine.


"Mungkin salah makan, atau bisa saja memang bawaan kehamilan non Jasmine, biar mbok yang lanjutkan buat wedang jahe nya" ucap Mbok Darmi.


Jasmine tersenyum lalu kembali duduk di meja makan sambil menunggu mbok Darmi menyiapkan minumannya, tak berapa lama lahirnya Jasmine bisa menikmati minuman hangatnya.


"Makasih mbok, enak, perutku rasanya baikan" ucap Jasmine sambil menyeruput kembali minuman yang ada di depannya.


"Non mbok mau ngomong sesuatu" ucap Mbok Darmi serius.


"Ada apa Mbok?"


"Apa mbok boleh menjenguk non Kartika?, Soalnya mbok beberapa hari ini kok merasa khawatir dengan keadaannya"


"Tentu saja boleh mbok, aku juga berencana mau ke sana mbok, tapi masih belum tau kapan"


"Iya non, kebetulan sekali, kalau gitu mbok sekalian nunggu non Jasmine saja ya, lebih enak kalau barengan"

__ADS_1


"Siap mbok, nanti kalau mau kesana aku kasih tau"


Dan sesaat kemudian Jasmine dikejutkan dengan pelukan seseorang dari belakang, sontak mbok Darmi tersenyum lalu pergi meninggalkan tempat itu.


"Aku cari dari tadi, rupanya kamu disini yang" ucap Abraham sambil menelusup kan wajahnya di leher jenjang sang istri.


"Lagi pengen minuman hangat yang, perutku tadi agak mual, tapi sekarang udah enakan"


"Kamu gak apa-apa kan yang?"


"Gak apa-apa yang, hal ini wajar terjadi pada ibu hamil kok, aku kira kamu tadi di ruang kerja yang?"


"Iya, tapi dah kelar semua, dan aku sangat merindukan kalian" ucap Abraham sambil menciumi leher dan mengelus perut Jasmine dengan lembut.


Jasmine terdiam dengan apa yang di perbuat oleh suaminya, semua sentuhan yang di berikan Abraham selalu bisa membuatnya merasa anyaman.


"Apa aku boleh menjenguk si junior yang?" Tanya Abraham yang kini sudah meremas kedua bukit kembar istrinya.


"Yang, tangan kamu tu, jangan nakal disini, ketahuan Mbok Darmi loh"


Abraham terkekeh dan kemudian menggendong istrinya untuk di bawanya ke kamar, perlahan merebahkan tubuh Jasmine dan membuka satu persatu kancing baju atasan istrinya perlahan.


Abraham tersenyum melihat perubahan tubuh istrinya yang kelihatan lebih mon*tok dan se*ksi, di remas nya kedua bukit kembar sang istri yang sangat kelihatan lebih berisi.


Jasmine langsung menegang merasakan sensasinya, di usapnya lembut perutnya untuk tetap memberikan ketenangan di dalam sana. Sementara Abraham sudah bertelanjang dada berada di atas tubuh istrinya sambil perlahan mencium dan ******* bibir merah Jasmine dengan sesekali menye*sap dan membelit kan lidahnya.


Permainan semakin panas, saat Abraham sudah berhasil membuat keduanya sudah polos di tengah kegiatan malamnya.


Jasmine mende*sah saat Abraham mulai melakukan penyatuan, sang pusaka perlahan sudah masuk dan memberikan sensasi luar biasa yang membuat tubuh Jasmine mengge*linj*ang dan mene*gang seketika.


"Yang..ohh"


"Kenapa yang, sakit?" Tanya Abraham yang sangat berhati-hati saat melakukan aktifitas ranjangnya.


"Nggak yang..sshh" terdengar desa*han manja dari bibir Jasmine dan membuat Abraham semakin tidak tahan.


Dengan gerakan seperti biasanya Abraham kini mengguncang tubuh Jasmine yang mulai berteriak saat rasa nikmat dirasakan semakin luar biasa di seluruh tubuhnya, hingga kemudian Abraham menahan Pinggang Jasmine dan meles*akkan pusakanya dengan dalam saat laharnya menyembur ke luar bersama dengan era*ngan kenikmatan yang tak terkira.


Keduanya terengah-engah dan segera mengatur nafasnya kembali, Abraham menciumi perut sang istri sambil tersenyum melihat istrinya begitu menikmati semua yang sudah dilakukannya, hingga kemudian mereka tertidur pulas setelah mandi dan mensucikan diri bersama.


*


Bagaimana dengan para Readers..?, yuk kita tunggu kelanjutannya..


Yang masih punya VOTE..Yuk jangan lupa di kasihkan ya..


HADIAH segera di luncurkan dong..

__ADS_1


LIKE dan KOMEN setia Author tunggu..


__ADS_2