
Kini sampai juga di Rumah Sakit dan dengan berteriak kencang wanita itu menggendong Jasmine membawa masuk ke dalam IGD.
"Kalian, cepat tolong wanita ini, lakukan pemeriksaan lengkap, cepat!!" Teriak wanita itu yang ternyata mengenal semua pegawai yang ada di rumah sakit Pelita Harapan.
"Baik dokter Dea!" Ucap salah satu petugas kesehatan disana, segera memeriksa lengkap keadaan Jasmine.
"Bagaimana keadaanya?" Tanya Dea yang masih terduduk sambil mengatur nafasnya.
"Tidak apa-apa dokter, sepertinya wanita ini hanya kelelahan yang berlebihan, tidak di temukan ke gawat daruratan kok dokter"
"Ya Alloh, Alhamdulillah, jantungku rasanya mau copot" sahut Dea yang masih shock mengingat kejadian yang tak masuk akal dan membuat wanita yang di tolong nya tak sadarkan diri.
Tak lama kemudian datanglah Farel sambil sedikit berlari menghampiri Dea.
"Ada apa De, kamu membawa siapa?" Tanya Farel cemas.
"Seorang wanita kak, aku juga belum tau namanya"
"Kok bisa, kamu tabrak?"
"Enggaklah kak, gimana ya, jadi bingung menceritakannya, aku tadi berniat menolongnya di keroyok sama banyak orang tu cewek kak"
"Hah, terus?"
"Ya aku bantu kak, ilmu bela dirinya luar biasa, tapi karena ada yang ingin menembaknya mangkanya aku berlari mendorong dan membantunya"
"Apa!, Terus keadaan wanita itu gimana, tertembak?"
"Bukan kak, kami selamat, tapi bukannya aku yang menyelamatkannya, malah dia pingsan gara-gara menyelamatkanku, aku jadi merasa bersalah kak, bahkan dia menyelamatkanku dengan mempertaruhkan nyawanya, masih ada ya kak wanita seperti itu, padahal dia juga belum mengenalku"
"Hem, ya untung saja kamu bertemu sama wanita seperti itu, coba kalau tidak, mungkin kamu sekarang yang terkapar, lain kali hati-hati, jangan menolong sendirian kalau dirasa tidak mampu"
"Iya kak, eh, tau nggak kak, dia wanita super kak, aku juga bingung, dia manusia nggak ya?"
"Hus, ngawur kamu itu, memangnya dia jin, setan dan sejenisnya gitu?"
"Ish, bukan seperti itu kak, dia punya kekuatan supranatural, aku melihat dengan mata kepalaku sendiri kak, dia mampu melemparkan sebuah mobil hanya dengan gerakan tangannya saja"
"Kamu itu ngomong apa, jangan ngaco gitu, atau jangan-jangan kamu gegar otak habis kena benturan?"
"Apa sih kak, sungguh, aku gak bohong kak"
"Sudah, aku mau lihat wanita ini dulu, penasaran aku sama cerita kamu"
Kemudian farel segera bergegas masuk ke tempat wanita yang di maksud dengan di dampingi Dea. Lalu kemudian Farel membelalakkan mata sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya.
__ADS_1
"Jasmine!, Ya Tuhan" Farel langsung mendekat, tangannya bergetar menyentuh Jasmine yang masih belum tersadar.
"Jasmine?, Kak Farel mengenalnya?" Tanya Dea yang juga kaget melihat reaksi Farel yang tidak biasa dan sangat kelihatan cemas, bahkan tatapan mata Farel saat memandang Jasmine bisa di pastikan oleh Dea, bahwa wanita ini sangat spesial di hati Farel.
"Apa yang terjadi De, siapa yang berani melakukan ini ke Jasmine?!" Ucap Farel yang tidak sadar sedikit keras karena emosi.
"A aku tidak tau kak, sungguh, mereka berhasil melarikan diri" jawab Dea masih terkejut.
"Sialan, De, aku minta tolong kamu tunggu Jasmine disini dulu, jangan di tinggal kemana-mana, kamu duduk di sampingnya saja ya, aku akan me menghubungi Abraham dan Rafael sebentar."
Dea makin terkejut saat Farel mengatakan akan menghubungi dua laki-laki yang sangat di kenalnya.
"Aneh, kenapa kak Farel gini amat ya sama ini perempuan, terus apa hubungannya sama kak Abraham dan kak Rafael, aku kok jadi tambah pusing" ucap lirih Dea dalam kebingungannya.
*
Ditempat lain, Agung sedang berbaring sambil di berikan perawatan luka jahitan dan memar di beberapa tubuhnya, hingga sesekali dia meringis menahan sakit saat di lakukan pengobatan terhadap lukanya.
"Sialan, kenapa tadi kalian malah lari meninggalkanku, brengsek!!". Teriak agung ke anak buahnya.
"Maaf tuan, kami sangat terkejut dengan kekuatan tidak masuk akal dari wanita ini"
"Sudahlah, kalian semua pergi dari kamarku, aku muak melihat tampang kalian!!"
Sang ayah yang tak lain adalah Adi Jaya Vinan segera masuk ke kamar agung untu melihat keadaanya.
"Aku baik yah, hanya butuh istirahat saja, sebentar lagi juga baikan" jawab Agung.
"Ada kabar buruk tentang perusahaan, kita mengalami kebangkrutan yang tidak tertolong lagi, dan sialnya untuk menutupi semua hutang, kita harus menjual perusahaan dengan nilai yang tinggi"
"Oh Sh*it!, Lalu ?"
Hanya Nugraha company yang berani membeli dengan harga lumayan, bagaimana menurutmu?" Tanya sang Ayah.
"Berikan saja yah, mau gimana lagi, kita juga butuh uang untuk hidup, apalagi aku juga butuh biaya besar nanti untuk lari dan tinggal di luar negeri"
"Baiklah, aku anggap kamu setuju, besok ayah akan melakukan trasaksi jual belinya"
"Okey yah, nanti kita gunakan uang itu untuk pergi keluar negeri, tuan Smith akan membantuku, asal aku bisa menyerahkan Jasmine padanya, dan aku akan terus mencoba membawa Jasmine di hadapannya, apapun caranya" ucap Agung dengan rencana busuknya.
"Baiklah, ayah juga harus berhati-hati agung, karena gerak ayah tidak sebebas dulu, banyak polisi yang sedang mengawasi ku" ucap Adi.
"Iya yah, berhati-hati lah"
Kemudian Adi keluar dari kamar dan kembali me uji rumahnya, sedangkan agung masih terbaring dikamar dalam sebuah rumah yang tersembunyi untuk menghindari pihak berwajib yang sedang mengejarnya.
__ADS_1
**
Abraham merasakan hatinya tidak tenang saat menghubungi Rahmad dan mengatakan kalau Jasmine belum sampai di perusahaan, hingga dirinya beberapa kali melihat jam saat berdiskusi serius dengan Rafael, Rena dan Kartika tentang prospek yang akan diambil untuk memajukan perusahaanya.
"Ada apa Eb, sepertinya kau menghawatirkan sesuatu?" Tanya Rafael lalu menghentikan diskusinya sejenak.
"Aku sudah menghubungi ayah Jasmine dan ternyata Jasmine belum juga sampai di sana, aku jadi khawatir" jawab Abraham.
"Benarkah, bukankah ini sudah lumayan lama setelah Jasmine tadi pulang ke arah perusahaanya?" Sahut Rafael yang ikutan cemas.
"Apa terjadi sesuatu dengan Jasmine?" Tanya Rena ikut khawatir.
"Sudahlah, kalian ini kenapa sih, kerja harus profesional dong, ngapain mikirin hal yang gak penting, lagian Jasmine itu gak bodoh, masak pulang ke perusahaanya saja pakek nyasar juga" sahut Kartika ketus.
"Diamlah Kartika, kau semakin membuatku pusing, ingat, jangan berbuat macam-macam lagi dengan memasuki ruang kerjaku, rencana kotor apapun yang kau lakukan aku pasti tau!!" Ancam Abraham dan sukses membuat Kartika sangat takut dan terkejut.
Disaat yang sama terdengar deringan telepon. Abraham segera beranjak dan menerima panggilan itu. Dan betapa terkejutnya dengan kabar yang baru saja di beri tahukan oleh sang penelpon yang tak lain adalah sahabatnya Farel yang mengatakan kini Jasmine masih belum sadar dan ada di Rumah sakit tempatnya bekerja.
Hingga Abraham langsung menyambar kunci mobilnya sambil berlari keluar.
"Eb tunggu!!" Teriak Rafael yang kini mengejarnya.
"Pak, ada apa?!" Teriak Rena ikutan kaget.
"Kalian tunggu di kantor saja, lanjutkan pekerjaannya, aku menyusul Abraham!" Jawab Rafael sambil berteriak dan berlari mengikuti Abraham pergi.
"Ada apa sih mereka ini, pergi ninggalin kita gitu aja, dasar brengsek!!" Ucap Kartika kesal dan kemudian berjalan keluar menuju ruangan kerjanya.
Rena hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan Kartika yang sangat sombong dan arogan, lalu segera masuk keruang kerjanya dan melanjutkan tugasnya yang sempat tertunda.
**
Penasaran dengan kelanjutannya?, Sudah tayang di YouTube Channel: Sinho Novel, cuplikan episode 91-99
Ketik: Cerita Novel Romantis by Sinho Bag.10
Yuk mampir, jangan lupa: Subscribe, Like, Komen
BERSAMBUNG
Author akan UPDATE SETIAP HARI Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
__ADS_1
HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE