AKULAH WANITAMU

AKULAH WANITAMU
Sebuah Tragedi Menakutkan


__ADS_3

Satu bulan berlalu dengan kesibukan Abraham yang semakin padat mengurusi semua Tander penting yang sedang di kerjakan, sesuai dengan kesepakatan di awal dimana semua pemegang saham boleh ikut terlibat di dalamnya, Smith menggunakan kesempatan ini untuk ikut andil di dalam kesibukan proyek Nugraha Company.


"Jadi akan saya beri kesempatan untuk semuanya ikut ke acara peresmian proyek kita yang sudah 100 persen selesai di Bali, kita akan ke sana Besok, Silahkan yang ingin ikut bisa kita List untuk pemesanan tiket pesawat" ucap salah satu staf perusahaan Nugraha Company diakhir penutupan acara rapat siang itu.


Smith tersenyum penuh arti, rupanya dia sudah menunggu kesempatan ini untuk melancarkan aksinya, tentu saja dia juga ikut dalam rombongan itu dan kini sudah menemui seseorang untuk menyusun rencananya.


"Kerja bagus Anton, aku ingin rencana kita di lakukan di Kota Bali, aku rasa ini saat yang paling tepat"


"Iya tuan Smith, aku akan melakukan tugasku sesuai rencana, dan kali ini, kita harus berhasil"


"Aku tau, ini adalah kali terakhit aku bersabar melakukan rencana tanpa menggunakan kekerasan, tapi ini yang terakhir, setelah ini..aku akan menggunakan caraku sendiri kalau sampai tidak berhasil"


"Baik tuan, aku rasa rencana kita kali ini pasti berhasil" sahut Anton.


"Hem, itu harapanku, atau terpaksa aku mengambil keponakanmu dengan paksa"


"Apapun itu terserah anda tuan Smith, asal perusahaan Nugraha Company pada akhirnya akan menjadi milikku"


"Tentu saja, saat semua keinginanku tercapai, kau bisa lakukan apapun dengan perusahaan itu, aku tidak peduli, aku pergi dulu dan persiapkan semuanya"


Anton mengangguk lalu mengantarkan kepergian Smith Rodergo. Begitu juga dengan Anton yang kini sudah berjalan keluar menuju mobilnya dan kembali ke perusahaan Nugraha Company.


Sementara itu sudah duduk seorang wanita yang dengan wajah sombongnya di sebuah Mansion milik seseorang yang dianggap kekasihnya.


"Apa kau sudah dari tadi?" Ucap seseorang menyapa saat memasuki Mansion mewah miliknya.


"Beb, kau sudah pulang, akhirnya, aku hanya ingin berterima kasih karena kau sudah membantuku sampai akhirnya aku menjadi model terkenal secepat ini"


Ucap perempuan itu sambil duduk di pangkuan sang kekasih.


"Turun sekarang juga Grace Seralda, aku memanggilmu ke sini bukan untuk merasakan kenikmatan tubuhmu, dan mulai sekarang panggil aku Tuan Smith"


"What?!, Apa yang terjadi beb, apa aku membuat kesalahan?"


"Tentu saja tidak, karena memang ketenaran ini yang sebenarnya kau inginkan bukan, dan aku yakin lebih dari satu laki-laki yang sudah kau puaskan dengan tubuh mu"


"Beb, bukannya kau juga mengijinkannya?"


"Jangan konyol, Aku tidak menerima barang bekas"


"Lalu bagaimana dengan Jasmine, jangan kira aku tidak tau kau begitu terobsesi dengannya tuan Smith!"


PLAK

__ADS_1


"Tutup mulutmu!, Jangan berani menyamakan Jasmine dengan dirimu, Wanita Ja*lang!, Kau bahkan tidak pantas menyebutkan namanya dengan mulut kotor mu!"


Grace tergetar dengan tubuh yang terhempas di lantai saat tamparan keras mengenai pipinya hingga sudut bibirnya membiru dan mengeluarkan darah.


"Apa maksudmu tuan Smith, kalau kau ingin membuang ku, kenapa kau harus menjadikanku Model terkenal seperti sekarang ini!" Teriak Grace dalam tangisnya.


"Aku ingin menggunakan keahlianmu untuk menjebak Abraham, buat dia jatuh ke dalam perangkap mu hingga terlihat begitu nyata di mata Publik, maka aku jamin karier mu akan meroket ke kancah internasional tanpa harus bersusah payah" ucap Smith sambil membantu Grace duduk kembali di kursinya.


"Benarkah?, Jadi kau ingin membuat Jasmine meninggalkan tuan Abraham, itukah maksudmu?"


"Itu urusanku, dan lakukan yang aku perintahkan kalau karirmu tidak ingin berakhir dari ranjang ke ranjang laki-laki yang hanya menginginkan tumbuh mu saja"


"Baiklah aku setuju, aku juga ingin kau tidak mencampuri urusanku dengan tuan Abraham jika aku berhasil menaklukkan nya dan menjadikan dia hanya milikku"


"Tentu saja, dengan senang hati aku akan membiarkanmu melakukan apapun dengan Abraham, asal Jasmine sudah menjadi milikku seutuhnya"


Grace Seralda tersenyum miring penuh dengan niat busuknya lalu segera pergi meninggalkan Mansion, sama halnya dengan Smith yang sudah tersenyum iblis membayangkan Jasmine akan secepatnya berada dalam genggamannya.


**


Kerjasama perusahaan mommy dan Vinan Company membuat mommy siang itu sudah berada di perusahaan Rafael, Rena menyambutnya dengan hangat dan berbincang sedikit sebelum Rafael akhirnya datang dan masuk kembali ke dalam ruangannya untuk menemui Mommy nya.


"Hai Mom, sudah dari tadi?" Sapa Rafael dan segera duduk di depan Mommy nya setelah memberikan pelukannya.


"Tadi sudah aku lihat El, dan aku rasa semua berkasnya aman tidak ada yang refisi, tinggal surat persetujuan darimu saja" sahut Rena.


"Baiklah Ren, taruh saja di mejaku, nanti biar aku tanda tangani, dan kita tunggu juga Abraham, sebentar lagi dia akan datang, kebetulan tadi mau ke sini menyampaikan sesuatu hal yang penting katanya.


Setengah jam kemudian akhirnya Abraham muncul dan segera masuk ke ruangan kerja Rafael, Abraham tersenyum ke arah Della laku segera bersalaman dan memeluknya sebentar.


"Tante sudah lama disini?"


"Lumayan Ab, dimana Jasmine apa dia tidak ikut?"


"Tidak Tante, Jasmine sedang mengurus sesuatu dan tidak bisa menemaniku datang ke sini"


"Oh ya, sayang sekali, padahal aku sangat merindukannya, aku suka melihat wajahnya yang cantik dan segar, apalagi senyumnya, entahlah..aku sangat suka, kau beruntung sekali mendapatkan Jasmine, Abraham"


"Alhamdulillah..tentu saja Tante, dia seperti nyawa keduaku"


"Pantas kau menolak Dea anakku"


"Ayolah Tante, Dea sudah aku anggap adikku sendiri"

__ADS_1


"Iya Tante tau, hanya bercanda Ab, aku juga sangat bersyukur akhirnya Farel yang menjadi kekasihnya"


Keduanya tertawa lalu segera kembali membicarakan bisnis dan kontrak kerjasamanya. Abraham juga menyampaikan maksud untuk meminta Rafael ikut membatunya menemani peresmian proyek yang di lakukan di Bali dan besok pagi akan segera berangkat.


Rafael menyetujui dan akan menyusul keesokan harinya setelah beberapa urusan penting di perusahaannya diselesaikan, Rena juga diharapkan ikut mendampingi Rafael karena juga di perlukan tenaganya untuk membantu sekaligus menemani Jasmine.


Perbincangan berlanjut serius hingga tak terasa sudah jam 5 sore, Rena mendapatkan telpon dari Jasmine untuk menyampaikan pesan ke suaminya kalau dia dan kedua pengawalnya akan mampir dulu untuk berbelanja dalam perjalanan pulang.


Abraham menerima pesan dari Rena kemudian berjalan pulang menuju perusahaan sejenak untuk mengambil beberapa berkas penting untuk di bawa pulang sekaligus melakukan sholat Maghrib di Masjid Perusahaan.


**


Della pulang dari perusahaan Rafael lalu mampir di sebuah Minimarket, setelah berbelanja sesuatu yang di butuhkan, dirinya segera kembali ke Mobil dan berniat pulang, sejenak Della bingung dengan jalan pulang yang harus di lewati karena dia juga masih baru beberapa bulan di Indonesia.


"Aduh, ini keluarnya harus jalan ke mana, kok bisa lupa gini ya?" batin Della kemudian mencoba jalan uang diingatnya, namun bukannya menemukan jalan yang di maksud, malah masuk ke sebuah gang yang masih bisa di masuki oleh mobilnya.


Lalu kemudian terlihat beberapa orang yang menghadangnya tepat di depan mobil.


'Keluar dan serahkan barang-barang mu, baru kau boleh lewat, Cepat!!"


"Ya ampun, aku harus bagaimana ini, mobil gak mungkin bisa belok lagi, sebaiknya aku keluar dan lari balik kebelakang" batin Della segera keluar dari mobilnya dan berlari ke arah belakang.


Namun kali ini begitu naas, ternyata ada beberapa kawanan penjahat yang sudah menghadang di bagian belakang hingga Della akhirnya menghentikan langkahnya dengan rasa rasa takut yang mencekam.


"Apa mau kalian, jangan berani menggangguku!"


Bukannya takut namun beberapa orang itu semakin mendekat dan tertawa mengerikan membuat Della semakin ketakutan, hingga salah satu dari mereka menjamah tubuh Della.


"Tidak Tolong.. jangan..!!"


suara Della berteriak ketakutan hingga Akhirnya..


*


(Penasaran??..Nafas dulu Yook..Rileks dan tarik nafas panjang.. biar gak tegang.. Author akan kembali lagi di jam 10.00, di tunggu ya..)


Please yang masih punya VOTE..kasih ke Karya Author ya Gaes..


Jangan lupa kirim HADIAH juga dong..


LIKE dan KOMEN..selalu di nanti


Ingat, Pemenang Dukungan terbanyak sudah Author siapkan..Semangat terus ikuti Novel ini ya.. Thank you for all..

__ADS_1


__ADS_2