
Abraham sudah duduk di kursi kerjanya, begitu juga Rafael yang kini sudah ada di depan Abraham.
Rafael melaporkan sudah membereskan urusan taruhan dan juga memberikan kabar tentang beberapa kecurangan dalam perusahaan Agung Dwi Vinan yang pernah digunakan untuk pencucian uang.
"Apa semua bukti kongkrit sudah kamu kantongi El?, setidaknya kita akan semakin mudah menjeratnya dan memberikan pelajaran padanya.
"Hem, aku berniat membuat perusahaan itu bangkrut dan di lelang, saat itulah kita bisa membelinya.
"Bagus juga usul mu, aku setuju, sebaiknya kita sholat Maghrib dulu, sebelum kita makan malam". Ucap Abraham.
Rafael mengangguk dan kemudian mengikuti langkah Abraham untuk melakukan ibadah bersama, begitu juga Jasmine yang sudah beribadah bareng bersama Mbok Darmi.
Sambil menunggu makan malam disiapkan Abraham masih melanjutkan perbincangan dengan Sahabatnya, Rafael.
"Eb, kau sudah menemukan cara agar Jasmine mau menerima bantuan kita?"
"Tentu saja sudah, serahkan padaku" ucap Abraham.
Tiba saatnya makan malam, semua sudah di persiapkan oleh Jasmine dan Mbok Darmi.
"Non sebaiknya panggil tuan Abraham dan tuan Rafael, biar saya panggil nyonya Kartika untuk ikut makan malam"
"Iya, hati-hati mbok, kalau ada apa-apa teriak aja, aku akan bantu mbok Darmi"
"Iya, jangan khawatir, nyonya Kartika pasti takut sama kelakuan kamu itu Mina, eh non Jasmine, hehe"
Jasmine tertawa, lalu kemudian segera pergi ke ruang kerja suaminya untuk memberitahu kalau makan malam sudah siap, Abraham dan Rafael segera turun bersama dengan Jasmine, begitu juga dengan Mbok Darmi dan Kartika.
Tempat duduk sudah di sediakan, awalnya Jasmine memilih duduk di depan Abraham, yang artinya di samping Rafael. Sedangkan Kartika ada di depan Rafael tepat di samping Abraham.
"El, aku tukar tempat, sebaiknya kau yang disini" ucap Abraham tiba-tiba dan membuat semuanya menoleh heran.
"Apa sih Eb, situ aja, toh juga sama saja"
"Pindah sini, cepet!" Ucap Abraham dan terpaksa Rafael langsung pindah di tempat Abraham. Dan kini ada di depan Jasmine, namun dengan cepat Abraham menarik Jasmine untuk bergeser di tempatnya.
"Heran deh ni orang, duduk mau makan aja ribetnya minta ampun" batin Jasmine agak dongkol.
"Wah, rupanya makan malam kali ini menunya sangat lezat" ucap Rafael.
"Tentu saja lah, siapa dulu yang buat, mbok Darmi dan chef Jasmine" sahut Jasmine sambil tersenyum manis, hingga Rafael terbengong sebentar dibuatnya.
"Pantesan lah, namanya juga mantan babu, pinter nya ya masak, mau apa lagi" sahut Kartika.
Jasmine hanya diam dan tidak ingin terpancing emosi lagi dengan kelakuan dan mulut pedas Kartika. Jasmine yang duduk tepat di samping Abraham merasakan tangannya di pegang oleh Abraham. Dan menahannya untuk tidak membalas perkataan Kartika.
"Sudah, kita makan dulu, aku yang pimpin doa" ucap Abraham lalu perlahan melepaskan genggaman tangannya.
Di meja makan Kartika langsung mengambilkan makanan di piring Abraham sambil tersenyum menatap Jasmine, mungkin dia berharap Jasmine akan kebakar api cemburu, namun ternyata diluar dugaan.
"Kenapa menatapku, suami kamu sudah nunggu makanannya tu" ucap Jasmine ke Kartika dan membuat Abraham terkejut.
Kartika langsung memasang tampang jengkelnya, sementara Rafael yang melihat ekspresi Jasmine yang tengah santai dengan tatapan tajam suaminya, ingin sekali tertawa, tapi tentu saja di tahannya.
"Kamu terlalu jauh Kartika, tidak usah mengambilkan ku makanan, aja Jasmine di dekatku, bukan begitu?" Ucap Abraham masih menatap tajam Jasmine yang sudah memasukkan makanan ke mulutnya.
"Memang ngambil sendiri gak bisa?" Tanya Jasmine jengkel karena makannya terganggu.
"Jasmine!" Ucap Abraham
"Okey, siap.." ucap Jasmine yang menghentikan aksi makannya, "makan saja minta di ambilin, menyebalkan" batin Jasmine sambil mengambilkan makanan Abraham.
"Kamu gak sekalian minta di ambilin El, mumpung aku sudah berdiri ni" tanya Jasmine
"Bo_"
"Gak perlu, Rafael bisa ambil sendiri, kamu lanjutkan saja makannya" ucap Abraham.
Rafael langsung memasang tampang jengkelnya ke Abraham, dia kesal karena sudah melarang Jasmine saat mau menambahkan makanan di piringnya.
Acara makan malam yang pertama kali dengan Kartika sudah bisa di lewati Jasmine dengan aman, setelah semuanya selesai, Rafael segera pamit untuk pulang.
"Ingat Eb, besok kita mulai beraksi ya, aku akan kirim file mengejutkan untuk Vinan Company sedikit demi sedikit, memberikan efek panik.
"Hem, lakukan dengan hati-hati, jangan ceroboh"
"Siap, aku pulang dulu, dimana Jasmine?" Tanya Rafael.
"Biar aku sampaikan salam mu, pergilah" sahut Abraham.
__ADS_1
"Dasar kau ini, salam buat Jasmine, suruh dia bersiap di terjang aset jumbo sang majikan, hahaha"
BUG
Abraham langsung melempar sesuatu ke Rafael.
Jasmine yang sempat mendengar teriakan Rafael, mendadak merinding ngeri dan kemudian segera masuk ke dalam kamar mbok Darmi.
"Ada apa?" Tanya mbok Darmi heran.
"Takut mbok, dasar Rafael sinting, kalau ngomong suka nakut-nakutin"
"Memang ngomong apa?"
"Aset jumbo milik Abraham"
"Hah!" Mbok Darmi terdiam sejenak dan langsung tertawa mendengar penuturan majikan barunya.
"Ih, mbok, malah ketawa gitu, bikin kesel" ucap Jasmine.
Mbok Darmi masih tertawa dan kemudian terdiam saat tau Jasmine semakin jengkel dibuatnya.
"Maaf Non Jasmine, sudah gak usah merengut gitu, nanti cantiknya ilang, tuan Abraham gak jadi ngasih jatah lo"
"Udah kan tadi, dapat jatah makan" sahut Jasmine.
"Jatah makan yang lain maksudnya" ucap mbok Darmi
"Apa sih mbok, ngomong yang lain aja" ucap Jasmine.
Perbincangan hangat pun antara keduanya mengalir begitu saja, Mbok Darmi yang sudah merindukan Jasmine sangat betah mendengar cerita Jasmine bagaimana dia sampai menjadi istri Abrahan, beberapa kali mbok dari tertawa dan kadang juga menampakkan wajah serius, hingga tak terasa malam semakin larut.
"Sudah malam non Jasmine, cepetan tidur, nanti kena amarah sama tuan Abraham"
"Males mbok, tidur sini ya, atau aku tidur di kamarku dulu aja mbok"
"Eh, gak boleh, mau malam-malam gini kena amukan tuan Abraham, mbok sih ogah banget ya, sudah sana pergi tidur ke kamar tuan Abraham!" Ucap mbok Darmi.
Jasmine dengan terpaksa keluar dari kamar Mbok Darmi menuju ke kamar Abraham. Sekilas dilihatnya ruang kerja Abraham lampunya masih menyala, Jasmine pun bernafas lega.
"Syukurlah, Abraham belum ke kamarnya, sebaiknya aku segera masuk dan tidur" batin Jasmine.
Ceklek
"Astagfirullah, Abraham!!" Teriak Jasmine saking kagetnya mendapati Abraham sudah ada di depan matanya.
"Apa?!"
"Ngapain sih tiba-tiba nongol gini, ngagetin aja" ucap Jasmine berusaha menghindar, namun langsung di tarik kembali oleh Abraham.
"Apa sih Eb, lepasin, aku ngantuk"
"Diam!, dari mana?" Tanya Abraham.
"Kamar Mbok Darmi, bisa nggak kita ngomong gak deketan gini, gerah"
"Nggak bisa, aku menunggumu dari tadi, sudah siap malam pertama kan?"
"Apa!, Lepas Eb, kau gila!" Ucap Jasmine yang sudah panik.
"Ingat, menolah kewajiban istri itu dosa"
"Iya aku ngerti, aku gak siap untuk sekarang ini Eb, please ya, sumpah aku takut, kita juga belum saling mengenal"
"Aku sudah"
"Ish, kau ini, apa yang kamu kenal dari aku, kita ketemu juga masih beberapa bulan yang yang lalu, itu pun antara majikan dan pembantu"
"Nggak bisa, aku minta sekarang, kecuali kamu mau syarat dariku"
"Okey, setuju, apa syarat darimu?"
"Aku ingin menanam saham besar atas uang pribadiku di perusahaan mu, dan tentu saja aku harus ikut andil dalam pengembangan perusahaan"
"Kau ini, memangnya perusahaan Hanzel Company masih kurang merepotkan mu ?!"
"Ini beda, bagaimana?"
"Gak mau, kita mau jadi Perusahaan pribadi, nanti kamu ikutan ngatur-ngatur, aku gak suka"
__ADS_1
"Okey, kita lanjutkan" ucap Abraham dan langsung menyambar tubuh Jasmine"
"Abraham, lapas!!"
BRUG
Jasmine sudah di lempar ke atas tempat tidur dan Abraham langsung bersiap melepaskan pakaiannya satu persatu di depan Jasmine, sontak Jasmine menutupi matanya dengan bantal sambil berteriak.
"Apa yang kamu lakukan Eb, pakai bajumu!" Teriak Jasmine
"Nggak akan, aku justru mau melepas bajumu"
"Jangan berani mendekat!"
BRUG
Abraham sudah mendorong Jasmine dan kini sempurna berada di atas tubuhnya, sontak Jasmine membelalakkan mata saking terkejutnya. Dada polos tegap dan kokoh sudah sempurna di atas tubuh jasmine, sejenak Jasmine terasa susah untuk bernafas melihat semuanya yang begitu nyata.
Suara debaran jantungnya semakin keras di rasakan, dan desiran hawa panas mengalir di tubuh jasmine begitu saja saat Abraham lebih meng eratkan tubuhnya, tubuh Jasmine terasa sedikit bergetar menahan semuanya.
Bibir Abraham kini mulai menyapa bibirnya, kecupan dan luma*tan yang lembut semakin terasa, Jasmine berusaha mendorong tubuh Abraham namun percuma, kaki Jasmine pun tidak ada ruang bergerak karena tertahan kaki Abraham.
"Eb, jangan, aku belum siap, tolong" ucap Jasmine semakin panik.
"Setujui dulu saham ku"
"Tidak akan!"
Abraham melanjutkan aksinya, tangannya mulai berani menelusup dan mengusap lembut perut istrinya.
"Eb, apa yang kau lakukan, jangan!"
Abraham tidak memperdulikan dan kini melu*mat kembali bibir Jasmine lebih ganas, hingga Jasmine terengah-engah kesulitan bernafas, tangan Abraham mulai meraih kancing baju Jasmine dan berhasil membuka satu kancingnya. Jasmine semakin panik dan akhirnya.
"Baik, okey, aku setuju!" Ucap Jasmine.
Abraham tersenyum dan menghentikan aksinya.
"Gadis pintar"
CUP
"Aku suka bibirmu, manis" ucap Abraham sambil tersenyum penuh kemenangan dan menjauh dari Jasmine.
"Dasar breng*sek, kurang ajar kau Abraham, selalu memaksaku dengan sikap gilanya!, Seandainya bukan suamiku, sudah aku habisi kamu, sialan!" Batin Jasmine sambil menahan amarahnya.
"Sudah jangan mengumpat ku di dalam hatimu, aku tau apa yang kau pikirkan, malam ini tidurlah di sini, aku akan tidur di Ruang kerjaku, besok kamarmu sudah aku siapkan di sebelah kamarku, jangan lupa aku akan berkunjung ke perusahaan mu untuk persetujuan kontrak saham ku"
Jasmine hanya terdiam sambil duduk di pinggir tempat tidur dan membenahi bajunya yang sudah berantakan.
"Tidurlah"
CUP
Satu ciuman Abraham mendarat lembut di kening Jasmine, lalu berlari keluar.
"Kau_!, Jangan lagi mencium ku!" Teriak Jasmine.
"Aku akan selalu mencium mu!" Jawab Abraham sambil tertawa dan meninggalkan Jasmine yang sedang menahan amarahnya.
*
Penasaran dengan kelanjutannya?, Sudah tayang di YouTube Channel: Sinho Novel, cuplikan episode 62-70
Ketik: Cerita Novel Romantis by Sinho Bag.6
Yuk mampir, jangan lupa: Subscribe, Like, Komen
BERSAMBUNG
Author akan UPDATE 3 KALI HARI Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
__ADS_1