
Sebelum masuk ke mobilnya Jasmine teringat akan sesuatu, tak jauh dari Rumah sakit khusus itu terlihat ada sebuah tempat untuk para Na*pi menjalankan hukumannya.
"Yang, sekalian saja kita jenguk Kartika, kasian, kau tidak ingin melihat keadaannya?" Tanya Jasmine.
"Hem, kita ke sana sekalian yang, semoga sikapnya ke kita sudah berubah dan menyadari semua kesalahannya"
Jasmine tersenyum tepat didepan Abraham, sontak suaminya langsung menyambar bibirnya dan melu*matnya sedikit dalam, Jasmine terkejut dan kemudian memukul Abrahan saat sudah melepaskan ciumannya.
"Kau ini yang!!, Dasar!" Ucap Jasmine kesal.
"Sorry yang, gak tahan sama bibir kamu kalau senyum, manis gitu kayak rasanya, nagih"
"Udah yok masuk, aku malu, di lihatin orang, dasar Abraham Hanzel Brian!" teriak Jasmine sambil menyeret suaminya masuk ke dalam mobil.
Sang supir yang juga sempat terkejut dengan aksi tuannya, kini segera mengemudikan mobilnya sambil sesekali mengelus dadanya sendiri.
*
Kartika terdiam di balik jeruji besi, tekanan mental yang dialaminya menjadikan dia hampir gila sudah beberapa hari masuk ke dalam penjara, semua uang sudah hampir habis untuk membayar beberapa pengacara untuk mengeluarkan dirinya, namun semuanya gagal karena musuhnya adalah Rafael dan Farel yang sudah mengurus segalanya untuk menghukum Kartika atas perbuatannya.
Tak lama kemudian datang petugas yang memberitahunya bahwa ada keluarga yang ingin menjenguk, Kartika mengerutkan keningnya, penasaran siapa yang di maksud oleh petugas.
Kartika sangat terkejut saat melihat Abraham yang kini sudah ada di hadapannya.
"Ada apa kau kemari, ingin menghinaku dan menertawakan keadaanku?" Ucap Kartika ketus.
"Tentu saja ingin melihat keadaanmu, apa kau baik-baik saja?"tanya Abraham kemudian.
"Tentu saja, disini juga santai, memang kenapa?"
"Apa kau tau ayah sakit?"
DEG
Seketika Kartika terdiam mendengar ucapan Abraham.
"Sakit?, Apa maksudmu?" Tanya Kartika dengan serius.
"Kanker paru-paru nya sudah menyebar dan makin ganas, Ayah sekarang di Rawat di Rumah sakit, aku berharap, jaga dirimu dan doakan yang terbaik untuk Ayah" ucap Abraham.
Jasmine ikut mendekat dan bermaksud memberikan support untuk Kartika, namun yang terjadi di luar dugaan, Kartika tiba-tiba saja marah dan menyalahkan Abraham dan juga Jasmine.
"Sialan kalian!, Sudah puas kalian membuat hidupku dan ayah menderita ha!, Brengsek!!" Teriak Kartika hingga membuat semua orang di dekat ya terkejut.
"Kartika tenangkan dirimu, jangan seperti ini!" Bentak Abraham.
Namun Kartika seperti orang kesetanan dan ingin menyerang Jasmine, hingga petugas sipir penjara segera mengamankan diri nya.
Di saat itulah sesuatu terjadi, sipir tanpa sengaja mendorong Kartika yang hendak melarikan diri hingga terjatuh, dan tiba-tiba saja Kartika menjerit menahan sakit di perutnya lalu pingsan, di saat itu juga keluar darah segar dari bagian bawahnya, yang mengalir banyak di kedua kakinya.
"Ya Alloh, pak tolong pak, tolong!!" Teriak Jasmine panik dan kemudian Abraham ikut membantu menolongnya.
Kini Kartika di larikan kerumah sakit yang sama dimana ayahnya di rawat.
Sebuah kabar yang mengejutkan saat dokter mendiagnosa bahwa Kartika menderita kanker Rahim stadium 4, yang kemungkinan sudah di derita sejak lama.
__ADS_1
Segera dokter melakukan tindakan penyelamatan dengan melakukan transfusi darah untuk menghindari Kartika shock karena kehilangan banyak darah.
Jasmine memeluk Abraham erat, dirinya masih merasa trauma melihat perdarahan yang di lihatnya tadi. Akhirnya Abraham segera mengajak istrinya pulang sambil berjalan menggandengnya.
Di dalam mobil menuju perjalanan pulang, Jasmine masih terdiam dengan pikirannya, dirinya masih mengkhawatirkan keadaan Kartika.
"Kenapa yang.. sudah jangan dipikirkan lagi, Kartika sudah mendapatkan penanganan yang terbaik" ucap Abraham menenangkan Jasmine.
"Tapi yang.. Bagaimana bisa Kartika tidak tau ada kanker Rahim di tubuhnya, apalagi sudah stadium lanjut" ucap Jasmine merasa heran.
"Entahlah yang, aku juga tidak mengerti, mungkin nanti bisa kita tanyakan ke Farel"
"Aku takut yang..melihat perdarahan tadi, mengerikan, apa mungkin ini juga peringatan dari Alloh untuk Kartika yang tidak bisa menahan naf*su nya hingga sering melakukan perzi"nahan selama ini?"
"Bisa juga, yang jelas buat pelajaran kita yang..tanamkan nanti untuk anak keturunan kita pondasi Agama yang kokoh, insyaallah kita semua selamat dari hukuman dunia dan akhirat yang mengerikan"
Jasmine tersenyum kemudian semakin erat memeluk suaminya, ucapan Abraham membuat hatinya begitu tenang, dia juga bersyukur sang pencipta sudah mempertemukan jodohnya dengan sosok laki-laki seperti Abraham.
*
Beberapa saat yang lalu di tempat lain, Rena sedang mengantarkan seorang wanita masuk bersama dirinya ke ruangan kerja Rafael.
"Maaf Bu, biar saya masuk dulu ya, ibu silahkan duduk dulu, sebentar lagi saya beritahu kalau pak Rafael sudah memberikan ijinnya" ucap Rena dengan sopan.
Perempuan itu tersenyum dan mengangguk, dalam hatinya sangat suka dengan sikap profesional yang ada dalam diri Rena yang di kemas dengan sikap tegas dan santun.
"Assalamualaikum, boleh masuk?" Tanya Rena sambil tersenyum membuka pintu.
"Ren, ya Alloh kenapa kamu kesini, istirahat saja di rumah, kau ini, gak apa-apa kamu?" Ucap Rafael yang kemudian langsung menghampiri dan memeluk Rena di ambang pintu, dan seketika Rafael terkejut melihat sosok wanita yang ada di kursi tunggu di depan ruangan kerjanya.
Rena juga ikut terkejut dan langsung membalikkan badannya, menatap kaku sosok wanita yang sudah menatap Rafael dengan sedikit senyuman.
"Mommy..??" Ucap lirih Rena yang masih diam mematung.
"Halo, anak Mommy, kenapa terkejut sekali melihat mommy mu..kau tidak merindukanku, hem?" Ucap wanita itu yang tak lain adalah Mommy Rafael.
"Oh ayolah Mom, tentu aku sangat merindukan Mommy ku yang cantik ini" ucap Rafael sambil memeluk Mommy nya dengan erat dan mencium kedua pipinya.
Rena masih terdiam mematung, nafasnya makin terasa sesak, hingga kemudian, Mommy Rafael memeluknya.
"Halo nona cantik, terimakasih sudah menjaga Rafael ya.."
Rena terhuyung saking kagetnya, untung Rafael langsung memegangi tangannya.
"Ren..ini Mommy ku, gak apa-apa, tenanglah" ucap Rafael.
"Sa sa saya Rena Sekretaris pak Rafael Bu, eh nyonya"
"Aku Della, Mommy Rafael, Jadi kau Sekretaris merangkap kekasih Rafael?"
"Hah, maaf, sa sa saya, maaf Bu, saya_"
"Iya Mom, dia kekasihku sudah beberapa bulan ini" sahut Rafael.
Della tertawa melihat wajah Rena yang masih ketakutan, kemudian Rafael segera mengajak Rena dan Mommy nya untuk duduk bersama di ruang kerjanya.
__ADS_1
**
Sampai di Mansion, Abraham dan Jasmine segera masuk dan membersihkan diri, setelah sholat Magrib bersama, Jasmine bergegas ke dapur untuk membantu mbok Darmi sambil menceritakan keadaan Kartika dan Dimas.
"Astagfirullah non, saya ikut sedih dan prihatin mendengarnya, lain kali saya ikut ya non kalau menjenguk mereka, saya mau masakan kesukaan nona Kartika dan tuan Dimas" ucap mbok Darmi sambil menyeka air matanya.
Jasmine mengangguk dan memeluk mbok Darmi sejenak untuk menenangkannya.
Kini Jasmine dan Abraham sudah makan malam bersama, entah kenapa tiba-tiba Jasmine merasa gak enak makan mengingat kejadian yang dialami oleh Kartika, Abraham melihat sejenak ke arah istrinya yang hanya makan sedikit saja.
"Yang..di habiskan makannya" ucap Abraham.
"Perutku gak enak yang, kayak eneg" jawab Jasmine.
Abraham berpindah tempat di samping istrinya, memegang kening dan pipi Jasmine sesaat, dirinya lega ternyata istrinya tidak demam.
"Aku suapi, hak..?" Abraham sudah mengarahkan sendok ke mulut Istrinya.
Jasmine tersenyum lalu membuka mulutnya, dan aneh, seketika makanan yang masuk mulutnya terasa berbeda saat dirinya sendiri yang memasukkannya.
"Enak?" Tanya Abraham
"He eh yang"
"Apanya?" Goda Abraham masih menyuapi Jasmine.
"Makanannya yang.. apaan sih?!"
"Kalau yang nyuapi, enak nggak?" Tanya Abraham.
"Yang.. ih, pertanyaan nya tu..?!"
Abraham terkekeh dan kemudian menyuapi Jasmine di tengah kesibukannya menikmati makanannya sendiri, sedangkan Mbok Darmi tersenyum sambil menggelengkan kepala serasa tidak percaya bagaimana sang majikan yang dulu begitu dingin ternyata bisa berubah seratus persen di depan sang istri tercinta.
hari ini Author Update lebih dari satu kali, ditunggu ya...yuk yang belum komen dan like segera Cuss..biar Ab dan Jas makin Mesra
*
Penasaran dengan kelanjutannya?, Sudah tayang di YouTube Channel: Sinho Novel, cuplikan episode 106-111
Ketik: Cerita Novel Romantis by Sinho Bag.12
Yuk mampir, jangan lupa: Subscribe, Like, Komen
BERSAMBUNG
Author akan UPDATE SETIAP HARI Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
__ADS_1