AKULAH WANITAMU

AKULAH WANITAMU
Perselingkuhan


__ADS_3

Jasmine merasa sangat shock saya ini karena seorang laki-laki yang kini sudah ada di depan matanya dengan tatapan tajamnya.


"Tu tu tuan Abraham, kenapa anda ada disini?" Ucap konyol Jasmine.


"Harusnya aku yang tanya, kenapa kamu ada di ruangan ku?" Tanya Abraham kesal karena Jasmine sudah membuyarkan acara perbincangan dan makan siang dengan koleganya.


"Hah, ruangan anda?" Jasmine semakin terkejut saat di lihatnya di belakang Abraham ada Rafael dan beberapa orang disana.


"Hai Jasmine, are you okay?" Sapa Rafael sambil tertawa yang akhirnya melihat tingkah sableng Jasmine lagi.


"Hai Rafa_"


"Keluar!" Ucap Abraham jengkel saat melihat Jasmine malah tersenyum menyapa Rafael, dengan cepat Abraham menarik tangan Jasmine keluar dari ruangannya.


"Aduh, iya tuan Abraham, kasar banget sih, maaf, saya juga gak sengaja masuk keruangan anda tadi" ucap Jasmine yang kini sudah ada di luar ruanganya.


"Lalu kenapa kamu manggil Rafael bisa seperti itu, sedangkan denganku harus manggil tuan?"


"Ih, terserah saya mau manggil apa"


"Kau ini, berani ya?" Ucap Abraham semakin geram dan maju mendekat ke Jasmine lalu mengungkungnya ke tembok.


"Tuan, apa yang kamu lakukan, mundur nggak!" Teriak Jasmine kaget dengan posisinya yang tak berjarak dengan Abraham.


"Nggak akan, kecuali kamu memanggilku sama seperti yang kau lakukan ke Rafael!"


"Kau ini memaksa sekali sih, konyol, minggir, atau aku tendang!" Teriak Jasmine lagi.


"Tendang saja kalau berani, aku akan melu*mat bibirmu sekarang juga kalau kau lakukan itu"


"Kau_!"


"Apa!, masih menantang ku, lakukan kalau tidak percaya!" Ucap Abraham.


Jasmine hanya merenggut dan terdiam sambil menundukkan kepala dengan keduanya masih dengan posisi tak berjarak dan tanpa terasa saling merasakan kenyamanan satu sama lain hingga keduanya terdiam sesaat, kemudian terkejut dengan bentakan suara seseorang.


"Breng*sek!, Ngapain kalian ini!" Ucap ketus Rafael membuat keduanya terjingkat dan langsung bergerak membuat jarak.


"Kau ini!, kami sedang berdiskusi!" Bentak Abraham yang merasa jengkel juga.


"Diskusi apaan, kalian nempel kayak gitu, diskusi buat anak?" Sahut Rafael.


"Dasar, kau ini El, jaga ucapan mu!" Masuk!, Aku segera nyusul!" Ucap Abraham


Rafael pun terpaksa masuk ke ruangan kembali dengan muka jengkelnya, sedangkan Abraham kembali menatap Jasmine kembali.


"Apa yang kau lakukan disini?"


"Makan siang sama ayah"


"Dimana ayah?" Tanya Abraham.


Jasmine terkejut saat Abraham ikut memanggil ayahnya dengan sebutan Ayah.


"Kau ini malah bengong ditanya juga, dimana Ayah?"

__ADS_1


"Itu ayahku bukan ayahmu, ngapain ikutan manggil Ayah?!" Sahut Jasmine.


"Jawab pertanyaan ku, bukan malah bertanya, terserah juga aku mau manggil apa, sebentar lagi aku bakal jadi anak menantunya, gak ada salahnya aku panggil ayah"


"Kau ini, ayah ada di bawah"


"Lalu ngapain kamu ada di sini, ngintilin aku?"


"Ih, sembarangan, aku aja gak tau kamu ada di sini, lagi ngikuti Dinda sahabat aku, ada di ruangan di depan kamu ini, sama laki-laki, Ja_"


BRUG


Jasmin langsung mendorong tubuh Abraham ke tembok dan menyembunyikan wajahnya di dalam dada bidang Abraham saat melihat Dinda hampir melewatinya


"Tuan sembunyikan saya, please..??!" Ucap lirih Jasmine


"Panggil aku Abraham saja, baru aku akan bantu, cepet!"


"Kau ini, oke, Abraham tolong bantu aku, please?"


Abraham bukannya membawa masuk Jasmine keruangan nya seperti apa yang di harapkan Jasmine, dirinya malah membalikkan keadaan, dimana kini tubuh jasmani yang di tempelkan di tembok dan mengungkungnya.


"Apa yang kau lakukan?" Ucap lirih Jasmine.


"Diam!"


Keduanya terdiam tanpa kata saat kini Dinda sudah ada di dekat mereka, perlahan Dinda berjalan sambil mengamati mereka yang seperti sedang melakukan Kissing di tempat terbuka.


"Cari tempat yang tertutup tuan, disini banyak orang, gak tau malu banget sih!" Ucap Dinda sebelum kembali masuk ke dalam ruangan.


Dan detik berikutnya.


Abraham segera melepaskan Jasmine dan tanpa ekspresi bersalah langsung masuk ke dalam, Rafael menatap tajam Jasmine yang masih melongo saat ditinggalkan Abraham begitu saja.


"Pulang kamu sekarang Mina!, Jangan buat keributan di sini!" Bentak Rafael jengkel setengah mati.


"Eh, iya El, maaf, tapi tadi itu_"


"Diam!, Pergi!" Ucap Rafael seperti mengusir kekasihnya yang ketahuan selingkuh (hihihi, Author jadi tertawa sendiri)


Rafael segera masuk ke dalam, sedangkan Jasmine yang masih penasaran dengan siapa Dinda di dalam sana segera, berbalik kembali dan memastikan perasaannya, perlahan terdengar suara mereka kembali


"Sampai kapan kita akan menyembunyikan semua ini mas?"


"Aku butuh waktu untuk mengatakan semuanya ke Risma, jujur aku sangat mencintainya Din"


"Tapi bagaimana dengan apa yang sudah terjadi dengan kita mas Agam?!"


DEG


Jasmine bagai disambar petir, saat Dinda menyebutkan nama mas Agam, ingin rasanya dia menendang pintu itu dan menerjang masuk, tapi Jasmine tidak bisa melakukan hal itu karena mereka sahabat Jasmine sendiri.


"Bagaimana dengan hasil USG nya Din?"


"Usia kandunganku sudah 5 Minggu mas, bagaimana ini, perutku akan semakin membesar, tidak mungkin aku bisa lebih lama lagi menyembunyikannya"

__ADS_1


DEG


Kaki Jasmine merasa sangat lemas hingga dirinya hampir saja terjatuh, beruntung Tangan seseorang segera memegang tubuh Jasmine, yang tak lain adalah Abraham.


Jasmine tidak sanggup lagi menahan air matanya, dengan sekuat tenaga dia membekap mulutnya sendiri agar tangisannya tidak terdengar siapapun.


"Tenanglah, apa perlu kamu masuk ke dalam?" Tanya Abraham.


Jasmine hanya menggelengkan kepala sabil menahan tangisannya, Abraham memeluk Jasmine dengan erat untuk menahan tubuhnya sekaligus memberikan ketenangan.


Perlahan Abraham masuk ke ruangan sebelah yang masih kosong dan meninggalkan rapat dengan koleganya, Rafael yang juga melihat keadaan Jasmine saat di bawa oleh Abraham, segera mengerti apa yang harus dilakukan, yaitu memimpin rapat dengan koleganya menggantikan Abraham.


Jasmine masih menangis dalam dekapan Abraham, sementara Abraham hanya terdiam dan membiarkan semuanya terjadi begitu saja, hingga kemudian Jasmine terdiam sendiri.


"Kenapa ini terjadi, apa yang harus aku lakukan?" Ucap Jasmine lirih sambil sesekali menyeka air matanya.


Abraham memberikan sapu tangannya


"Pakai ini, bersihkan dulu air matamu, kau berantakan sekali Jasmine" ucap Abraham.


"Memangnya aku harus makeup cantik gitu, saat masalah kayak gini hadir?" Sahut Jasmine sewot.


"Ya nggak juga, kamu mau cerita, apa hanya ingin menenangkan diri saja?, ini aku bisa khilaf kalau lama-lama memeluk kamu kayak gini"


Jasmine tersentak dan langsung mundur saat menyadari kalau dari tadi tubuhnya berada dalam pelukan Abraham.


"Maaf, gak sengaja, itu Jas kamu kotor kena air mataku, lepas saja, biar aku cuci kan" ucap Jasmine


"Nggak perlu, di rumah masih ada Mbok Darmi, salam darinya, kalau ada waktu senggang, kamu suruh main ke sana"


Jasmine hanya mengangguk, lalu teringat ayahnya yang sudah lama ditinggalnya.


"Ayah!"


"Tenang saja, Rafael sudah menyampaikan pesan ke ayah kalau kamu masih bersamaku disini" ucap Abraham.


"Oh, syukurlah, maaf merepotkan mu Eb, boleh kan aku panggil namamu seperti Rafael memanggilmu?"


"Tentu saja" jawab Abraham sambil tersenyum.


Jasmine terdiam kembali, kenyataan pahit yang baru saja di dengar dari kedua sahabatnya yang berselingkuh di belakang Sahabatnya yang lain, membuat Jasmine benar-benar terpukul, dirinya bahkan tidak tau lagi harus berbuat apa, apalagi mereka semua teman-teman baiknya.


Penasaran dengan kelanjutannya?, Sudah tayang di YouTube Channel: Sinho Novel, cuplikan episode 46-50


Ketik: Cerita Novel Romantis by Sinho Bag.3


Yuk mampir, jangan lupa: Subscribe, Like, Komen


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE SETIAP HARI Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN

__ADS_1


HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2