AKULAH WANITAMU

AKULAH WANITAMU
Tidak Ada yang Abadi


__ADS_3

Sampai di rumah, Abraham dan Jasmine segera masuk ke dalam dengan berjalan berdampingan. Abraham menggenggam tangan Jasmine sambil sesekali tertawa melihat Jasmine berusaha menarik tangannya.


"Eb, gak usah pegangan gini kenapa sih, kita juga bentar lagi masuk ke kamar masing-masing" ucap Jasmine sambil memanyunkan kan bibirnya yang terlihat semakin se**ksi di mata Abraham.


Jasmine segera masuk ke dalam kamar, tanpa di sadari kalau Abraham mengikutinya dan kini sudah berada di dalam kamarnya.


"Astagfirullah!, Eb, ngapain kamu ada disini?"


"Ingin menemani kamu, masih kangen"


"Apaan sih, nggak ada kangen-kangenan, dari tadi juga barengan, sudah keluar Sono, aku mau siap-siap ke bawah bantu mbok Darmi"


Abraham bukannya pergi malah menarik Jasmine hingga kini sudah memeluknya dari belakang.


"Eb, ngapain sih gini?!" Ucap Jasmine berusaha keluar dari pelukan Abraham.


"Sudah diam dulu, dengarkan aku bicara, aku tau ini akan sangat melukaimu, jadi biarkan aku memelukmu seperti ini"


"Ada apa, jangan membuatku takut Eb"


"Tenanglah ada aku disini" ucap Abraham kemudian menarik nafas panjang, "Dinda dan Agam sudah pergi meninggalkan Indonesia"


DEG


Jasmine sangat terkejut dan hampir saja limbung, beruntung Abraham sudah mengantisipasi hal ini, hingga dirinya membantu menyokong tubuh Jasmine.


"Tidak mungkin Eb, tidak mungkin mereka melakukan hal ini, Risma masih belum sadar, mana mungkin mereka tega Eb?!" Ucap Jasmine yang kini mulai menangis.


"Tenanglah yang, kamu harus kuat, satu lagi kenyataan yang harus kamu tau, sebenarnya Waktu itu, Dinda lah yang meneleponku untuk menjemput Risma di kamar Hotel"


"Apa!!


BRUG


Kali ini Jasmine tidak bisa lagi menahan kakinya yang terasa lemas karena terkejut, hingga langsung merosot ke lantai dan menangis sejadi-jadinya.


Abraham tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain tetap memeluk Jasmine untuk menguatkannya, beberapa saat kemudian Jasmine mulai terdiam.


"Kenapa kau tidak menceritakan dari awal kalau orang yang menelpon mu itu Dinda Eb, kenapa baru sekarang?"


"Karena aku ingin menjaga hatimu, aku tau ini sangat menyakitkan untukmu, di tambah kamu masih bersedih dengan kesalahpahaman waktu itu yang, jadi aku rasa, sekarang saat yang tepat, karena kau juga harus segera tau"


"Kenapa mereka tega sekali Eb, kenapa, bertahun-tahun kami melewati semua bersama, suka duka, kebahagiaan dan semuanya, kenapa harus berakhir seperti ini?"


"Karena tidak ada yang menjamin persahabatan yang abadi di dunia ini Jasmine, apapun di dunia ini sifatnya tidak kekal, entah itu apapun"


"Hem, dan aku salah sudah terlalu mempercayai persahabatan ini"


"Persahabatan yang bisa abadi, hanya kita dengan sang pencipta, curahkan semuanya kepadaNYA.

__ADS_1


Jasmine seketika merasakan sesuatu saat mendengar perkataan Abraham, hatinya yang tadi seperti remuk redam, perlahan mulai tertata, sakit yang teramat sangat mulai berkurang, Dunianya yang sempat terguncang perlahan terasa tenang, hingga akhirnya dia bisa kuat kembali mengusap air matanya dan tersenyum.


Cup


"Terimakasih Eb"


Abraham terkejut saat Jasmine tiba-tiba saja berbalik dan mencium bibirnya dengan lembut dan mengucapkan terimakasih, hingga dia mematung ditempatnya.


"Eb, hei, Abraham!!" Teriak Jasmine dan seketika menyadarkan Abraham.


"Kenapa, kau memintaku mencium mu?" Tanya Abraham ngawur.


"Dasar otak me*sum, minggir, aku mau ganti baju dulu lalu bantu mbok Darmi siapkan makan malam, setelah itu antar aku ke Rumah Sakit"


"Oh, iya, sorry" ucap Abraham salah tingkah dan segera berdiri lalu pergi keluar dari kamar Jasmine sambil memegangi bibirnya, dia masih bisa merasakan kelembutan bibir Jasmine yang kali ini mencium duluan bibirnya.


Tanpa mereka sadari ada seseorang yang sudah mengamatinya dari lantai atas, siapa lagi kalau bukan Kartika.


"Sialan, rupanya benar yang dikatakan Agung, rencana ku kali Ini sepertinya gagal" batin Kartika kesal.


Jasmine segera berganti baju lalu kemudian segera ke bawah untuk membantu mbok Darmi


"Hari ini aku bantu masak ya mbok?"


"Astagfirullah, kaget saya non, nggak usah, sudah mau selesai ini"


"Kalau gitu biar aku yang menata di meja makan"


"Ada apa mbok?" Tanya Jasmine heran.


"Hati-hati sama nyonya Kartika"


"Memang kenapa?" Tanya Jasmine.


"Mbok melihat tadi diam-diam memperhatikan non Jasmine dan tuan Abraham, mbok takut dia akan melakukan sesuatu yang buruk"


"Oh ya, makasih mbok, insyaallah kita bisa menjaga diri kok mbok, Jangan khawatir"


"Alhamdulillah, ya sudah, yang penting non Jasmine hati-hati ya"


"Mbok juga, jangan sampek mbok Darmi di sakiti lagi oleh Kartika, aku gak akan terima.


Mbok Darmi tersenyum sambil mengangguk, ada rasa sayang dari dalam hatinya saat mendengar ucapan Jasmine yang begitu menjaga dan menyayanginya.


Selesai makan malam Jasmine segera bersiap menunggu Abraham di bawah, Kartika dengan sengaja turun ke bawah dan duduk di dekat Jasmine.


"Mau kemana kalian?, Gak usah cari hotel untuk bebas memuaskan nafsu kalian, disini juga sama saja kan?" Ucap Kartika.


"Aku tidak ingin bertengkar denganmu Kartika, jadi jaga bicaramu"

__ADS_1


"Oh ya, dimana-mana istri ke dua itu harusnya masih tau malu sedikit sudah merebut suami orang, tapi sepertinya kamu tidak sama sekali, atau memang sebenarnya begini sifat aslimu Jasmine?"


"Apa maksudmu Kartika?"


"Oh ya tuhan, kau ini munafik sekali, kau tau siapa suamiku itu kan, dia suami sah ku, dan kau sudah menghancurkan pernikahan kami, sebagai sesama wanita, kau tega melakukan itu, lalu di sebut wanita seperti apa dirimu ini ha?"


"Terserah kau mau bilang apa"


"Pela*cur saja masih punya malu untuk menikmati tubuh laki-laki milik orang lain dengan menjaga sikapnya di depan pasangan wanita yang suaminya sudah di tidurinya, tapi apa yang terjadi dengan Jasmine Agatha Nugraha, wanita yang berhijab, tapi tingkahnya lebih bejat dari pada pela*cur"


"Oh ya, lalu apa kabar dengan Kartika Hanzel, istri dari seorang Abraham Hanzel Brian yang terhormat, dengan senang hati melemparkan tubuhnya untuk dinikmati semua pria ha?!"


"Jaga mulut mu Jasmine!!" Bentak Kartika.


"Kenapa?, Jangan kau kira aku tidak tau, separah apa pernikahan kalian, aku bahkan ingin sekali membuat kalian bercerai seandainya tidak ada hutang Budi ayahmu terhadap Abraham"


"Diam, wanita sialan!, Dan jangan berani kau berusaha memisahkan kami, kau tidak tau apa yang bisa kulakukan untuk membuat kalian menderita!!" Teriak Kartika.


Jasmine hanya tersenyum tipis lalu beranjak dari tempat duduknya untuk menghindari Kartika, namun seketika Kartika mencengkeram tangan Jasmine dengan kuat, merasa sangat terkejut Jasmine tidak sengaja menghempaskan tangannya dan membuat Kartika jatuh ke lantai, di saat itulah Abraham datang.


Kartika menggunakan kesempatan itu untuk pura-pura kesakitan dan pingsan.


"Yang!, Apa yang kau lakukan!, Jangan keterlaluan?!" Teriak Abraham yang sudah berlari menolong Kartika dan kemudian menggendongnya ke atas.


Sementara Jasmine melongo tak percaya dengan sandiwara yang di lakukan Kartika, apa lagi mendengar Abraham sedikit membentaknya.


"Ya Allah, aku bisa gila berada di sini lama-lama" batin Jasmine, sambil kemudian duduk lumayan lama menunggu kedatangan Abraham yang tidak juga muncul.


Jasmine kebetulan melihat mbok Darmi akan ke lantai atas sambil membawa minuman, "Mbok mau ke kamar Kartika?"


"Iya non, kata tuan Abraham nyonya Kartika pingsan"


"Tolong beritahu Abraham, aku pergi duluan ke Rumah Sakit, takut kemalaman" ucap Jasmine sambil berlalu pergi tanpa mendengarkan jawaban mbok Darmi.


*


Penasaran dengan kelanjutannya?, Sudah tayang di YouTube Channel: Sinho Novel, cuplikan episode 71-80


Ketik: Cerita Novel Romantis by Sinho Bag.7


Yuk mampir, jangan lupa: Subscribe, Like, Komen


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE SETIAP HARI Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN

__ADS_1


HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2