AKULAH WANITAMU

AKULAH WANITAMU
Akhirnya


__ADS_3

Abraham, Rafael dan Farel kembali bekerja sama mengejar Smith Rodergo ketempat persembunyiannya, kali ini Abraham benar-benar dibuat murka dengan perbuatan nya yang hampir saja membuat putranya kehilangan nyawa karena banyaknya obat bius yang di masukkan kedalam tubuhnya.


"Kali ini tuan Rahmad tidak ikut Eb?" Tanya Rafael di dalam pesawat pribadi menuju negara Jepang.


"Tidak, Aku melarangnya, Jasmine dan Alex lebih membutuhkan nya, aku yakin kita dan orang-orang yang kita bawa sudah lebih dari cukup untuk menghancurkan Smith Rodergo dan pasukannya" jawab Abraham.


"Hem, aku rasa juga begitu, Smith Rodergo orang yang tidak punya kemampuan apapun, namun punya pengaruh dan sangat licik, itu yang membuat dia licin dan susah di tangkap" sahut Rafael.


"Untuk itu kita pastikan kali ini jangan sampai dia terlepas" jawab Abraham.


Pengawal Abraham dan Elmas company kini bergabung, keberangkatan menggunakan dua pesawat pribadi miliknya dan satu milik Elife, akhirnya sampai juga di negara Jepang setelah perjalanan beberapa jam.


Mendapat bantuan dari pasukan khusus Elmas Company yang ada di Jepang, perjalanan berlanjut menuju ke sebuah pulau terpencil yang ada di Jepang.


"Ingat untuk selalu waspada, kita sudah sampai" ucap Abraham memberikan instruksi.


Akhirnya kini mereka sudah sampai disebuah pulau yang ternyata memang di gunakan Smith untuk menghimpun kekuatanya bersama dengan beberapa pasukan Ma*fia yang sudah di persiapkan nya, sayang sekali dia tidak menyadari seberapa besar kini kekuatan Abraham.


Sontak para ma*fia terkejut melihat kedatangan beberapa pasukan khusus yang sudah ada di belakang Abraham, Rafael dan Farel.


"Aku peringatkan untuk segera menyerahkan dirimu Smith Rodergo, aku sudah tau wajahmu yang sekarang, kau sudah berani mengusik keluargaku, dan harus kau bayar mahal untuk itu!" Ucap Abraham dengan lantang.


Smith membelalakkan mata tidak percaya bahwa Abraham kini sudah di dukung oleh sebuah pasukan kusus dari Elmas Company yang di kenal tak main-main dengan keahliannya.


"Sia*lan, kenapa jadi begini, pasukannya banyak sekali, aku harus mengerahkan semua orang-orang ku untuk mengatasi hal ini" batin Smith Rodergo dan segera keluar untuk memberikan perintah ke anak buahnya yang sudah di Persiapkan lengkap dengan semua senjatanya.


"Kali ini kau yang akan ma*ti Abraham, aku sudah menyiapkan segalanya untuk menyambut kematian kalian yang berani datang ke tempatku!" Teriak Smith Rodergo yang kemudian langsung menyuruh anak buahnya untuk menyerang.


Pertarungan tidak bisa terelakkan, semua terjadi begitu cepat saat orang-orang Smith yang terdiri dari banyaknya pasukan Mafia menyerang kubu Abraham dengan sangat beri*ngas, tak tinggal diam, Abraham dan yang lainya segera maju untuk menghadapi serangan musuh.


Abraham melesat fokus mengejar keberadaan Smith Rodergo yang di lindungi oleh empat orang dengan keahlian khusus mempunyai ilmu tenaga dalam. Tak gentar dengan hal itu Abraham terus bertarung melawan empat orang itu sekaligus.


"Sia*lan, siapa laki-laki ini, tenaganya luar biasa, bahkan kekuatan kita berempat tidak mampu lagi menahan serangannya yang sangat cepat dan kuat" ucap salah satu dari keempat orang yang melindungi Smith Rodergo.


"Aku peringatkan, segera menyerah, dan biarkan aku menyeret baji ngan yang kau lindungi itu, dan aku akan melepaskan kalian hidup-hidup!" Teriak Abraham memberikan penawaran.


"Jangan dengarkan oce*hannya!, Lanjutkan perlawanan kalian, ingat, aku akan membayar mahal siapapun yang bisa memeng*gal kepalanya!" Ucap lantang Smith Rodergo.


Keempat orang itu saling pandang dan segera menyerang Abraham kembali karena tergiur dengan hadiah yang akan di berikan oleh Smith Rodergo.


Pertarungan berlanjut semakin ga*nas, Abraham sudah tidak ingin membuang waktu lagi sebelum kehabisan tenaganya, segera dirinya mengeluarkan tenaga dalamnya yang sangat dahsyat dan berhasil melumpuhkan keempat orang yang melindungi Smith Rodergo.


Sementara itu Farel dan Rafael masih di sibukkan dengan pertarungan nya masing-masing, beberapa pasukan yang di bawanya berhasil memukul mundur lawan dan kini sudah hampir saja kalah.


Smith Rodergo berlari memasuki ruangan yang dirancang khusus untuk melarikan diri ke atap menuju ke pesawat helikopter yang akan di buatnya melarikan diri.


Abraham berusaha mengejar namun tertahan oleh pintu yang terkunci otomatis yang berhasil mengurungnya, dengan kekuatan tenaga dalamnya akhirnya beberapa saat kemudian berhasil menghancurkan pintu lalu berlari mengejar keberadaan Smith Rodergo yang sudah hampir melarikan diri dengan pesawatnya.


"Aku akan menahan laju pesawat nya El, kalian ledakkan gudang senjata yang ada di bawahnya, Cepat!!" Teriak Abraham ke Rafael yang kini sudah berlari mengikuti rencana Abraham sebelum Smith Rodergo berhasil meloloskan diri.


Dengan kekuatan tenaga dalamnya, Abraham berhasil menahan lajunya helikopter yang di naiki oleh Smith hingga tertahan di udara.


"Bang*sat, ada apa ini, cepat terbangkan pesawat ini!!" Teriak Smith Rodergo panik.

__ADS_1


"Sudah tuan, tapi ini tertahan, saya sudah berusaha menerbangkannya!" Teriak sang pilot yang merasa heran karena helikopternya hanya tertahan di tempat.


Tak lama kemudian..


Boom


Sebuah suara dahsyat sebuah gudang senyata meledak hebat hingga menyambar helikopter yang di naiki oleh Smith Rodergo dan ikut meledak berkeping-keping.


Sungguh pemandangan yang tragis saat jeritan suara Smith Rodergo terdengar pilu sebelum akhirnya ikut hancur bersama dengan serpihan helikopter yang dinaikinya.


Tidak hanya itu, Abraham segera memberikan perintah untuk mundur dan mencari perlindungan sebelum banyaknya bangunan yang ikut meledak dan terbakar kemudian.


Abraham berusaha melompat dan menyambar tubuh kedua sahabatnya untuk di bawanya melesat ke tempat yang aman, ketiganya menyaksikan bagaimana sebuah kerajaan yang dibangun oleh Smith Rodergo kini hancur di bumi hanguskan oleh ledakan dahsyat.


Semua pasukan berhenti saling menyerang menyaksikan semua kehancuran yang terjadi, Abraham dan yang lainya segera pergi meninggalkan pulau dan kembali ke Indonesia dengan sebelumnya mengurus semua masalah yang terjadi dengan Smith Rodergo di negara itu.


**


Keadaan Alex membaik, tidak seperti yang di duga bahwa dia akan trauma, Alex tersenyum saat sadar dan langsung memeluk Jasmine.


"Syukurlah, anak mommy sudah bangun rupanya, Alex ada yang dirasakan sakit nak?"


Alex tersenyum dan menggelengkan kepala, sejenak dirinya melihat sekeliling dimana kemudian dia bertanya tentang Elife dan Derya yang masih merasa asing baginya.


Elife dan Derya segera mendekat dan memperkenalkan diri, keduanya cepat akrab berbincang dengan Alex dan sesekali mereka bercanda.


Dea, Rena ,Elife dan Derya tersenyum lega dan ikut bahagia dengan senyum ceria Alex mungil yang menggemaskan, hingga sesaat kemudian mereka di kejutkan dengan pernyataan Alex.


"Mom, aku bisa mengalahkan mereka kalau seandainya tidak menembak ku"


Jasmine sangat terkejut mendengar ucapan buah hatinya.


"Sayang, apa maksudnya, Alex aman bersama Mommy kok, tidak akan ada yang menyakiti Alex lagi"


"Tapi Alex sudah berhasil mendorong mereka dengan ini mom"


Alex langsung mengibaskan tangannya yang mengeluarkan sinar putih dan sontak melemparkan bantal dengan kekuatannya hingga membentur dinding cukup keras.


Semuanya melongo di buatnya dan Jasmine segera memeluk anaknya untuk menghentikan apa yang sudah di lakukan nya.


"Sayang, berapa kali kamu melakukan hal itu, jujur ke mommy" tanya jasmine.


"Baru kemaren saat ada orang jahat Mom, sungguh, Alex gak bohong" ucap Alex sedikit takut dan terkejut.


Elife segera mendekat dan memberi kode ke Jasmine agar jangan terlalu mengintimidasi nya.


"Oh, jadi Alex tidak pernah menggunakan itu sebelumnya, sayang?" Tanya Jasmine lebih santai.


"Gak pernah Mom, Alex juga gak sengaja bisa"


"Ya sudah, lain kali, jangan di gunakan lagi ya, apapun yang terjadi"


Kemudian Jasmine menjelaskannya sesuai apa yang di mengerti oleh anak seusia Alex, hingga Alex mengerti dan sesaat kemudian Alex terlelap tidur kembali.

__ADS_1


Di saat itulah dirinya memeriksa segel yang di berikan oleh ayahnya yang ternyata menipis, dan bisa di pastikan terlepas sebagian.


"Ada apa Jasmine?" Suara seseorang yang mengagetkan Jasmine.


"Ayah?" Ucap Jasmine.


"Tenanglah, ayah mendengar apa yang di ceritakan Alex tadi, aku rasa segel ku bisa di lepaskan oleh Alex sendiri kalau dia merasa sangat terancam" ucap Rahmad dan kemudian menambahkan segelnya hingga Jasmine merasa tenang kembali.


Tak berapa lama kemudian datanglah Abraham dan kedua sahabatnya, kini semua berkumpul di kamar Alex untuk melihat keadaannya, Rahmad dan Jasmine menceritakan apa yang sudah terjadi dengan Alex, Abraham sempat terkejut dan juga tersenyum bangga karena sang putra tersayangnya mempunyai kekuatan yang bisa di pastikan sagat luar biasa hingga mampu membuka segel sang kakeknya sendiri.


**


Sudah saatnya Alex untuk pulang kembali ke Mansion setelah satu Minggu di lakukan perawatan di Rumah Sakit, Abraham dan Jasmine merasa sangat bersyukur kini semuanya sudah kembali seperti sedia kala.


Jasmine sedang berada di balkon kamarnya, menatap indahnya ciptaan yang Mahakuasa, langit gelap yang membentang bertabur dengan bintang, malam yang dingin tapi tidak merubah kehangatan hati Jasmine yang sedang mensyukuri semua yang di milikinya saat ini.


"Terimakasih untuk semua pengorbanan mu yang" ucap Abraham yang membuat Jasmine tersentak dan sudah memeluknya dari belakang.


"Sama-sama yang" sahut Jasmine sambil menggenggam tangan suaminya yang melingkari pinggang dan perutnya.


"Kau bahkan tau aku manusia yang tidak tau akan nasab ku, tapi kau menerimaku dengan ikhlas pada akhirnya, boleh aku tau kenapa?" Tanya Abraham.


"Karena AKULAH WANITAMU, akulah pemilik hati seorang Abraham Hanzel Brian"


Keduanya saling berpelukan dan menumpahkan segala kebahagiaan dan Rasa syukur yang luar biasa kepada sang pencipta atas pahit manis kehidupan yang sudah mereka jalani hingga tetap selamat dan berpegang teguh dengan semua Tuntunan-NYA.


\=\= T A M A T \=\=


Alhamdulillah.. akhirnya Author bisa menyelesaikan Novel ke empat ini, dan di tanggal 1 Maret 2022 Author akan segera Realis Novel terbaru kisah Kirana dan Alfaro dengan judul SELEMBAR KERTAS.


Saya ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya bagi yang sudah mau membaca dan mengikuti perjalanan Novel ini.


Terimakasih juga kepada Noveltoon yang sudah memberikan wadah bagi Author untuk mengenalkan karyanya, bahkan bisa mendapat bonus jasa dalam berkarya.


Semoga banyak hikmah dan pelajaran yang bisa di petik dari setiap goresan kata yang Author persembahkan.


Mohon maaf bila tidak bisa memuaskan pembaca.


Support, kritik dan saran dari para pembaca sangat membantu Author untuk lebih baik dalam berkarya.


Tunggu dan ikuti terus karya Novel by SINHO


Karya yang sudah Tamat:



POWER OF WOMAN


DOKTER ALENA


SAHABATKU KEKASIHKU


AKULAH WANITAMU

__ADS_1


Salam sehat, semangat dan jangan lupa Bahagia.



__ADS_2