
Jasmin sudah diambang pintu yang sudah terbuka lebar, dengan muka bantal, rambut acak-acakan karena hijabnya sudah terbang entah kemana dan masih memakai pakaian kebesarannya saat tidur.
"Jasmine!, Ampun deh gue sama loe, ngapain loe belum bersiap, ini sudah Jam tujuh" ucap Risma
"Anjir loe, cepetan mandi dan bersiap loe, dasar semprul!" Sahut Dinda gedeg.
"Iya iya, memangnya beneran si singa itu dah ada di sini?" Tanya Jasmine.
"Ada, di rumah loe, dah kembung dia banyak minum gara-gara nungguin loe, cepet bersiap Jas!" Jawab Risma.
"Dasar, udah gue duga kalian cuma ngerjain doang, awas saja ya" ucap Jasmine.
"Berisik loe jas, ayok bersiap deh, gak usah ribet, gak usah pakek lama, cepetan!" Ucap Dinda langsung mendorong Jasmine masuk ke dalam kamar mandi.
Dan tak lama kemudian Jasmine sudah berdandan dengan sepantasnya, tentu saja bukan atas kehendaknya sendiri melainkan paksaan dari kedua sahabatnya.
*
Beberapa Jam sebelumnya.
Anak buah Rafael berhasil menemukan bukti keterlibatan Kartika dan Agung dalam pencurian rancangan yang membuat Abraham salah menuduh Jasmine yang sudah melakukannya.
Beberapa foto yang berhasil diambil dari Cctv sebuah tempat yang digunakan untuk transaksi penyerahan salinan rancangan oleh Kartika ke Agung juga di dapatkan oleh anak buah Rafael.
"Sh*it!, Aku harus segera menyerahkan ini semu ke Abraham sebelum dia salah bertindak lebih jauh lagi menindas Jasmine" ucap Rafael lirih dan segera bergegas pergi ke rumah Abraham
Rafael mengemudikan mobilnya dengan kencang, dia berharap bisa menemui Abraham sebelum pergi kerumah Jasmine, dan doa Rafael terkabul saat mobil Abraham masih terparkir di tempatnya, itu artinya Abraham belum berangkat ke rumah Jasmine.
Dengan berlari kencang, Rafael segera masuk ke rumah Abraham dan kemudian tanpa mengetuk pintu masuk ke dalam kamar Abraham.
BRAK
"Brengsek!, keluar kau Rafael!" Teriak Abraham yang ternyata sedang polos dan akan memakai cela*na da*lamnya.
BRAK
Rafael segera keluar dan menutup pintunya kembali dengan muka anehnya, karena baru pertama kali ini dia mendapati tontonan mahal dari tubuh polos Sahabatnya.
"Lumayan juga milik Abraham" batin Rafael sambil tersenyum gokil.
"Sorry Eb, ada hal penting, kalau kamu sudah selesai, aku masuk!"
"Jangan berani masuk, tunggu aku di pintu ruang kerjaku, sebentar lagi aku ke sana"
Rafael segera bergegas ke pintu ruang kerja Abraham dan tak lama kemudian Abraham sudah melangkah kesana dan masuk bersama dengan Rafael.
"Lain kali kalau masuk ketok pintu dulu, breng*sek kau El!" Ucap Abraham
"Sorry, aku juga gak sengaja, keburu panik, main masuk kamar kamu dan gak sengaja lihat aset jumbo sang pemilik perusahaan Hanzel Company"
BUK
__ADS_1
Lemparan buku tepat mengenai tubuh Rafael dan berhasil membuatnya meringis kesakitan.
"Jaga mulutmu, ada apa kau kesini, waktumu 10 menit, sebelum aku berangkat ke rumah Jasmine"
Rafael segera memberikan beberapa foto yang membuktikan bahwa Abraham salah menuduh orang, sejenak Abraham melihat satu persatu, kemudian ada senyuman tipis di bibirnya.
"Jadi Jasmine tidak terlibat dalam masalah ini?" Ucap Abraham.
"Yap, betul sekali, jadi kau mengakui kalau selama ini dugaan mu salah bukan?" Jawab Rafael tersenyum senang.
"Iya, aku ikut lega, ternyata Jasmine hanya korban dari perbuatan Kartika" jawab Abraham.
"Oh, syukurlah Eb, akhirnya aku bisa menyadarkan mu" ucap Rafael lega.
"Hanya ini yang mau kau bicarakan El, ada lagi?" Tanya Abraham.
"Tidak Eb, ini saja" ucap Rafael
"Baiklah, aku berterima kasih kamu sudah bersusah payah mencari bukti kebenaran bahwa Jasmine tidak terlibat, dan sebaiknya kau pulang El, aku akan segera pergi kerumah Jasmine"
"Jadi, kau akan melepaskan Jasmine?" Tanya Rafael.
"Apa maksudmu, memangnya aku memenjarakannya?" Ucap Abraham.
"Maksudku, kau akan membatalkan syarat Jasmine akan menikah denganmu bukan?"
"Tentu saja tidak, Jasmine Wanitaku, milikku dan selamanya akan begitu" Ucap Abraham.
"APA!" Teriak Rafael terkejut.
"Abraham, kau sudah keterlaluan, jangan berbuat egois, kau tau Jasmine akan marah kalau tau hal ini!"
"Dia tidak akan tau dan jangan berani memberi tahu kebenaran ini ke Jasmine saat ini, aku yang akan memberi tahunya suatu saat nanti"
"Tidak bisa, aku akan menghubungi Jasmine dan mengatakan yang sebenarnya!" Teriak Rafael marah dengan keputusan Abraham.
"Lakukan!, kalau kau ingin Jasmine menjadi barang taruhan para pebisnis dunia yang sudah gila!" Ucap Abraham tegas.
"Apa maksudmu?" Tanya Rafael terkejut mendengar perkataan Abraham.
"Aku tetap akan menikahi Jasmine untuk melindungi nya, karena dengan terpaksa aku ikut dalam taruhan itu"
"Ini gila, apa maksudmu Eb, aku tidak mengerti?!"
Rafael duduk kembali dan mendengarkan semua cerita Abraham, dimana Jasmine telah di jadikan barang taruhan oleh para kolega bisnis yang merajai dunia, dan semua itu karena perbuatan Agung Dwi Vinan.
Abraham tidak yakin dengan kekuatan perusahaan Nugraha Company yang sekarang ini mampu menghadapi pembisnis berkuasa yang bermain curang menginginkan perusahaan dan juga Jasmine.
Hingga dia memutuskan untuk melindunginya, dengan cara menikahi Jasmine yang berarti memenangkan taruhannya.
"Baji*ngan, dasar bina*tang!, Aku benar-benar ingin membunuh Agung Dwi Vinan!" Teriak Rafael
__ADS_1
"Bagus, tugasmu mulai sekarang, cari semua titik kelemahan laki-laki brengsek itu, sekaligus cari cara menghancurkan perusahaannya" ucap Abraham.
"Tapi itu bukan hal yang mudah Eb, kau sendiri yang bilang kalau perusahaan nya mendapat dukungan dari para pengusaha besar itu" jawab Rafael
"Tidak mudah bukan berarti tidak bisa bukan?" Ucap Abraham
"Hem, aku mengerti maksud mu Eb, dan kali ini aku terpaksa merelakan Jasmine jatuh di tanganmu" ucap Rafael
"Hei, ayolah, dimana jiwa Casanova mu, mencari wanita bukan hal yang sulit untuk mu bukan?"
"Tapi wanita seperti Jasmine itu langka Eb, dimana aku harus menemukannya lagi, dasar kau ini!" Ucap Rafael
Abraham tersenyum menatap Rafael yang sudah bisa merelakan Jasmine untuknya, Rafael sendiri juga menyadari bahwa kekuatannya saat ini tidak mungkin bisa untuk melindungi Jasmine.
"Bagaimana dengan Kartika Eb, dia akan murka kalau sampai tau kau menikahi Jasmine, wanita yang sangat dia benci"
"Aku sudah memikirkan hal itu, dan aku pastikan dia akan nurut dan tutup mulut tidak akan berani melawan atau mengacaukan pernikahanku dengan Jasmine"
"Caranya?" Tanya Rafael
"Semua bukti yang kau temukan itu adalah kuncinya, aku akan membongkar semua kedoknya dengan semua bukti yang kau dapatkan"
"Lalu?" Tanya Rafael
"Aku akan berikan pilihan, membawa bukti itu ke pengadilan dan di pastikan dia akan di penjara dengan waktu yang lama, atau menerima Jasmine sebagai istri kedua ku dan dia akan aman dengan syarat tidak mengusik Jasmine"
"Wow, tidak salah aku menjadi temanmu Eb, kau memang yang terbaik, aku percayakan Jasmine padamu"
"Tentu saja El, aku akan menjaganya dengan nyawaku, karena dia sudah bagian dari diriku sejak dirinya ada dalam hatiku"
"Kau benar-benar kena serangan cinta Jasmine Agatha Nugraha Eb, selamat untukmu dan aku yakin tidak semudah itu kau menjalani ini dengan Jasmine, karena dia wanita yang spesial dan di perebutkan banyak laki-laki hebat di luar sana"
"Hemh, untuk itu aku selalu butuh dukungan mu El"
"Tentu saja, jangan khawatir, aku akan selalu setia di samping kalian, semangat dan berjuanglah untuk mendapatkan cinta Jasmine Agatha Nugraha Eb"
Kedua orang itu saling berpelukan sesaat, kemudian keduanya segera meninggalkan rumah, dan pergi ke tujuan masing-masing.
Penasaran dengan kelanjutannya?, Sudah tayang di YouTube Channel: Sinho Novel, cuplikan episode 41-45
Ketik: Cerita Novel Romantis by Sinho Bag.2
Yuk mampir, jangan lupa: Subscribe, Like, Komen
BERSAMBUNG
Author akan UPDATE SETIAP HARI Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
__ADS_1
HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE