AKULAH WANITAMU

AKULAH WANITAMU
Di Atas Meja


__ADS_3

Abraham ikut tersadar dan kemudian menurunkan tubuh Jasmine perlahan sambil menghela nafas panjang.


"kenapa sih yang, muka di tekuk gitu, yok jalan" ucap Jasmine sambil tersenyum melihat wajah jutek suaminya.


"Gimana gak sebel, kamu lagi datang bulan yang, aku lagi pengen banget" ucap Abraham sambil melajukan mobilnya pulang.


Jasmine terkekeh melihat ekspresi wajah suaminya yang di buat se menderita mungkin.


"Udah nanti dirumah bisa kok yang, gak usah masang tampang aneh gitu ih, kelihatan lucu, tau nggak!"


"Maksudnya?" tanya Abrahamm.


"Aku belum datang bulan yang, jadi nanti kita lanjutkan dirumah, bagaimana?"


"Dasar kau ini, Siap nyonya Abraham" sahut Abraham menggoda Jasmine dan berhasil membuat istrinya terkekeh.


Beberapa menit kemudian mereka sudah tiba di rumahnya, tentu saja sambutan dari Kartika dengan suara yang meledak-ledak langsung di dengarkan oleh mereka, pasalnya hari ini, Abraham tidak sempat menyuruh seseorang untuk menyiapkan ruang kerja Kartika di perusahan.


"Kau keterlaluan Abraham, aku tadi ke perusahaan dan ternyata kau belum mengumumkan kehadiranku bergabung dengan perusahaan Hanzel Company, iya kan!" Teriak Kartika penuh emosi.


"Aku masih direpotkan dengan ulah seseorang yang ingin menghancurkan ku, jadi aku harap kau mengerti"


"Aku tidak peduli, besok aku akan ikut bekerja di sana!"


"Tidak perlu, ada tugas yang lebih penting, kau harus hadir di Konferensi pers besok, aku akan mempublikasikan pernikahanku dengan Jasmine"


"Apa!!, Kau gila Eb, Reputasi mu sebagai pemimpin Hanzel Company akan rusak!"


"Kita lihat saja nanti, kau bersiaplah untuk acara besok, ingat, jangan membuat keributan, atau aku juga akan membeberkan kebobrokan mu di luar sana"


Kartika segera melangkah pergi meninggalkan Abraham dengan hati yang dongkol, kini dirinya merasa sendiri dan menangis di dalam kamar, rasa bencinya dengan jasmine semakin menjadi karena merasa merebut miliknya.


Sementara itu Jasmine yang tadi langsung menuju kamar dan menghindari perseteruan Abraham dan Kartika, kini sudah berada di kamarnya dengan menatap sendu dirinya di depan cermin.


"Jasmine, teruslah berjuang, jangan patah semangat, semua masalah pasti berlalu dan Alloh akan membantumu'" batin Jasmine menyemangati dirinya sendiri.


Hingga kemudian terdengar ketukan suara pintu kamarnya


"Yang, bisa aku masuk?"


Jasmine segera membukakan pintu kamarnya dan mempersilahkan Abraham untuk masuk.


"Ada apa Yang?"


"Kau mendengar apa yang dikatakan Kartika tadi?"


"Iya, jadi Kartika ingin bekerja di perusahaan Hanzel Company?"


"Iya, begitulah, aku tidak tau lagi apa maunya perempuan ini, tapi besok dia bersedia ikut kita konferensi pers untuk memberikan pernyataan"


"Syukurlah, soal Kartika bekerja di perusahaan itu sudah seharusnya yang, bagaimanapun perusahaan itu milik ayahnya bukan?, dan Juga sekarang milik mu yang tak lain juga suaminya, jadi aku rasa wajar kalau Kartika ingin kerja di sana"


"Hem, aku pikir juga begitu yang, baiklah semoga dia tidak membuat ulah, aku keluar dulu yang, ada yang perlu aku cek di email, aku akan kembali ke ruangan kerjaku"


"Okey yang, aku akan ke bawah menyiapkan makan malam"


"Jangan terlalu capek yang, siapkan tenaganya untuk nanti malam saja, aku bisa meminta lebih dari sekali!" Ucap Abraham sambil tertawa meninggalkan kamar Jasmine yang sudah merenggut karena perkataan suaminya.


*


Sementara itu disebuah rumah sakit Pelita Harapan yang tak jauh dari Apartemen Dea, terlihat Farel baru saja bersiap untuk pulang dari dinas siangnya, kebetulan sekali Dea juga berjalan keluar melewatinya.


"Hai kak, dinas sore juga?!"

__ADS_1


"Hai De, begitulah, kamu juga?"


"Hem, aku mau pulang dulu kak" jawab Dea singkat dan kemudian berjalan kedepan, Farel yang kebetulan lewat di buat terkejut karena tidak menduga Dea bukannya membawa mobil sendiri malah sedang sibuk mondar mandir mencari Taksi, hingga dirinya pun segera berhenti di depannya.


"De, masuk!!" Teriak Farel.


"Nggak usah kak, tempat kita berlawanan arah, aku nunggu taksi saja kak"


"Jangan bawel, ini dah malam, cepetan masuk!!" Teriak Farel lagi, dan akhirnya Dea pun segera masuk kedalam mobil.


"Makasih Lo kak, sudah repot-repot mau ngantar aku"


"Kau ini, memangnya mobil kamu di mana?"


"Ada di bengkel, lagi di modif, hehe"


"Hem, jangan bilang kamu masih suka balapan mobil, ingat ya, kamu itu cewek dewasa bukan anak kecil lagi De, sudah jadi dokter juga, hati-hati menjalani hidup, harus lebih serius, jangan di buat main-main"


"Iya kak, balapannya jarang-jarang kok, aman, paling kalau kangen ngebut, aku numpang bentar di sirkuit, gak di jalan raya kayak dulu"


"Pantesan ya, si Rafael protektif banget ma kamu, nakalnya masih gak ketulungan"


"Ih, kak El sih posesif orangnya, takut banget kehilangan wanita cantik satu ini, kak farel juga dulu gitu, sekarang takut gak kehilangan diriku ini??" Ucap Dea sambil mendekatkan wajahnya dengan mata mengerjab-ngerjab di depan muka Farel, sontak Farel langsung terkejut dan menginjak rem, Alhasil


CUP


Tanpa sengaja kedua bibir keduanya saling bertemu dan sejenak keduanya saing terdiam membelalakkan mata dengan degup an jantung yang tidak karuan.


"Sorry kak, gak sengaja!" Ucap Dea langsung membenarkan duduknya dengan cepat dengan wajah Anehnya.


Sementara itu Farel masih merasa shock dan terdiam sambil menginjak gas kembali, tak lama kemudian akhirnya terlontar ucapannya lagi.


"Lain kali jangan mengganggu orang yang lagi nyetir, sorry tadi gak sengaja" ucap farel.


"Iya kak, sorry" jawab Dea yang juga masih menata debaran jantungnya untuk normal kembali, "ada apa dengan diriku ya, kok jadi canggung gini akunya, ciuman gak sengaja nya bikin aku gak tenang, ya ampun, ini jantung juga berdebar nya gak ilang-ilang lagi" batin Dea masih dengan mode diam.


"Belum kak, gak sempat, dia juga lagi sibuk banget, rencana nanti hari Minggu jalan bareng ke mall, sekalian mau nonton Film, Kaka mau ikut?"


"Gak usah nanti ganggu acara kalian, aku gak mau jadi pengganggu kebersamaan orang lain"


"Ngomong apa sih kak, kita senanglah kalau rame-rame kayak dulu, kalian bertiga mendampingi putri cantik ini, hehehe, seru kayaknya"


"Dasar kau itu, Abraham mungkin yang susah diajak keluar untuk sementara ini, masalahnya lagi gawat gitu"


"Padahal aku kangen banget sama tu orang kak"


"Sudah gak usah ngawur lagi pikiran kamu, mau kamu dimarahin habis-habisan lagi sama Rafael?, Abraham juga sudah anggap kamu adiknya sendiri"


"Iya tau, gak perlu diingatkan lagi, aku sudah sadar kak"


"Baguslah"


Dea kemudian merengut dan Farel yang tau hal itu tertawa sambil mengacak rambut Dea sekejab, beberapa menit kemudian keduanya sudah berada di tempat yang di tuju.


Farel menyuruh Dea segera masuk ke dalam Apartemen, setelah memastikannya aman, farel segera kembali ke mobilnya lalu meluncur pulang ke Apartemennya sendiri. Tanpa terasa Farel menyentuh bibirnya dengan jari pelan dan hatinya berdesir saat merasakan kembali bibir hangat Dea saat menempel tak sengaja di bibirnya.


"Sh*it, Kenapa aku jadi begini, apa mungkin aku menyukai gadis ini?, ya Tuhan yang benar saja" batin Farel berusaha membuang perasaannya.


*


Setelah makan malam, Abraham kembali lagi keruang kerjanya untuk melanjutkan mengecek beberapa file yang perlu tanda tangannya, tanpa sengaja Abraham ingin melihat Cctv nya , dan saat menyambungkannya, dia terkejut mendapati sosok wanita yang berani masuk ke ruangannya yang tak lain adalah Kartika.


Seketika Abraham tersenyum miring dan memastikan kalau kemungkinan besar Kartika ikut andil dalam kekacauan ini.

__ADS_1


"Dasar wanita bodoh, kau kira bisa seenak mu saja, kali ini akan ku buat kau harus memilih penjara atau bercerai" batin Abraham.


Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Abraham segera kembali ke kamar dan kali ini, dia langsung masuk ke kamar Jasmine, istri tercintanya, perlahan Abraham membuka pintu amar Jasmine yang rupanya tidak dikunci, dan melihat istrinya sedang berada di depan cermin hias sambil mengoleskan beberapa skin care di wajah dan tubuhnya.


Pelukan hangat dari belakang segera di berikan oleh Abraham dan membuat Jasmine sempat terkejut.


"Astagfirullah, yang, mengagetkan saja" ucap Jasmine dan membiarkan saja apa yang dilakukan suaminya.


"Hem, harum sekali yang, aku suka" Abraham bicara sambil mengendus tengkuk dan leher Jasmine, hingga meninggalkan kiss mark yang memerah di sana tentu saja diikuti pekikan lirih istinya.


"Aw yang, apa yang kau lakukan, kenapa mengigit ku, sakit ih!" Ucap Jasmine.


"Sstt, diam dan nikmati yang" ucap lirih abraham di telinga istrinya, lalu selanjutnya menarik tubuh Jasmine hingga berdiri sempurna.


Sementara Jasmine semakin di buai dengan tangan suaminya yang mulai nakal memberikan sentuhan ek*so"tis di beberapa bagian sen*si*tif tubuhnya, Abraham perlahan mulai membebaskan tubuh istrinya dari semua pakaian yang menempel.


Kini tubuh indah Jasmine tampak begitu mempesona terpantul dari cermin, sungguh suatu ciptaan yang sangat sempurna, hingga Abraham terpana menatap tubuh indah istrinya yang nampak begitu mengga*ira"hkan dan ingin segera menikmatinya.


Dengan cepat Abraham juga membuang semua baju yang menempel di tubuhnya, perlahan menciumi punggung istrinya, mere*mas lembut kedua bukit kembar kesukaannya, posisi berdiri keduanya memberikan kemudahan akses untuk saling merasakan sen*tuhan yang panas.


Jasmine yang masih bingung dengan apa yang dilakukan oleh suaminya, hanya pasrah dan menikmati semuanya, hingga dia terkejut saat tiba-tiba Abraham kini membalikkan tubuhnya, dan menyambar bibir nya dengan luma*tan yang panas dan dalam, tangan Abraham membelai lembut bagian in*tim istrinya berulang kali.


"Yang, Ooh" desa*han Kenikmatan terdengar indah dari mulut Jasmine.


Dengan pelan Abraham mengangkat tubuh Jasmine dan mendudukkan diatas meja riasnya, kedua pa*ha Jasmine di bukanya lalu permainan bibir dan lidahnya kini sudah berada di sana, seketika tubuh istrinya mene*gang dengan jeritan kecil yang kadang terdengar saat dia menye*sap sedikit kuat.


Kini saatnya Jasmine menerima penyatuan, masih dengan posisi duduk di di pinggiran meja dengan kedua kakinya yang terbuka lebar, Jasmine melihat Abraham tersenyum sambil memasukkan pusakanya kedalam dirinya perlahan.


"Yang, pelan, Aah!" Teriak Jasmine berusaha menahan.


"Masih sakit?" Tanya Abraham mengurangi gerakannya.


"Sedikit"


"Punyamu terlalu sempit yang, aku suka, ini sangat nik*mat, ough, sshh" ucap Abraham dan kini sudah memasukkan semua pusakanya dengan sempurna.


Perlahan Abraham menggerakkan panggulnya, membuat sebuah irama lambat dan kemudian cepat, sontak tubuh Jasmine meng*geli"njang tidak karuan menerima perlakuan nik*mat yang tidak pernah di bayangkan nya, pusaka yang di hu*jam kan suaminya keluar masuk memberikan rasa luar biasa, hingga Jasmine tidak kuasa menahan lagi.


"AAH!!"


"OUGH!!"


Abraham menancapkan miliknya sedalam-dalamnya saat mencapai titik puncak kenik*matan bersama dengan Jasmine di tengah teriakan keras keduanya.


Abraham kini mengangkat tubuh istrinya dan kini dirinya duduk di kursi rias dengan memeluk istrinya yang sudah ada dalam pangkuannya, Abraham mencium belahan dada Jasmine sambil memeluk dan mengusap peluh di punggung istrinya.


Dan pembaca yang belum puas, bisa melanjutkannya sendiri, wkwwk, maaf Author kabur dulu..


*


Penasaran dengan kelanjutannya?, Sudah tayang di YouTube Channel: Sinho Novel, cuplikan episode 87-90


Ketik: Cerita Novel Romantis by Sinho Bag.9


Yuk mampir, jangan lupa: Subscribe, Like, Komen


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE SETIAP HARI Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN

__ADS_1


HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2