AKULAH WANITAMU

AKULAH WANITAMU
Awal Berita


__ADS_3

Pagi ini Agung Dwi Vinan tersenyum licik, dirinya sudah melancarkan aksi pertamanya dan berharap ini akan mengguncang dunia Jasmine dan Abraham sekaligus.


"Kali ini kalian pasti tidak akan bisa berkutik, aku penasaran sekali dengan wajah kalian, hahaha!!"


Sementara itu Jasmine dikejutkan dengan banyaknya wartawan yang sudah berada di depan perusahaan Nugraha Company, hingga beberapa saat kemudian mobilnya di gedor oleh seseorang.


"Nona Jasmine, buka pintunya"


Jasmine terkejut dan mendapati sekretarisnya sedang berusaha membuka pintu mobilnya.


"Ada apa?" Tanya Jasmine bingung.


"Wartawan Non, soal status Nona Jasmine dengan tuan Abraham"


"Apa?!, Astagfirullah, kenapa bisa seperti ini"


"Sebaiknya Non Jasmine jangan sampai kelihatan mereka, pakai apa saja yang penting wajah anda gak kelihatan non"


Jasmine segera memakai masker dan kaca mata hitamnya, dan kini melangkah masuk ke dalam perusahaan, saat menerobos keramaian para wartawan, sayup terdengar mereka mengucapkan penghinaan bahwa Jasmine adalah sosok wanita perebut suami orang, demi harta mau di jadikan istri ke dua, wanita penggoda dan masih banyak yang lain.


Dan yang paling membuatnya sakit, saat ada yang menyebutnya wanita muslim yang berakhlak bejat, Dia bisa terima penghinaan apapun tapi tidak dengan Agama dan keyakinannya, dengan sorot mata yang tajam dan berurai air mata, Jasmine terus melangkah menuju ruangan kerjanya.


"Kalian boleh menghinaku, tapi tidak dengan Agamaku!" Teriak Jasmine dan seketika membuat kaca di ruangan itu tergetar, beberapa pegawai di buat kaget dan sebagian ada yang berlari, hingga sesaat kemudian datang Abraham berlari dan segera masuk ke dalam ruangan Jasmine.


"Yang, kendalikan dirimu, tenanglah, ada aku disini, jangan membuat semua orang takut, tenanglah" ucap Abraham sambil memeluk Jasmine untuk menetralkan kekuatannya, hingga akhirnya situasi bisa terkendali.


Jasmine menangis dalam pelukan suaminya, sementara Abraham dengan lembut membelai kepala istrinya dan menepuk pelan punggungnya untuk membuatnya lebih tenang dan nyaman.


"Sabar yang, istighfar, semua akan kita hadapi bersama, ingat, kau sudah berjanji akan berjuang bersama kan?"


Jasmine mengangguk pelan di tengah isak tangisnya yang sudah mulai mereda.


"Mereka menghina Agamaku yang, itu yang membuatku sakit dan gak bisa aku terima"


"Iya, aku ngerti, kita akan mengurus kekacauan ini, dan menemukan siapa dalangnya, Rafael dan orang-orang ku sudah bergerak, maaf, aku tau hal ini juga tadi setelah tiba di perusahaan, mangkanya aku segera lari ke sini bersama dengan Rafael, takut terjadi hal buruk denganmu"


Jasmine masih terdiam dan semakin mengeratkan pelukannya, tak lama kemudian Datanglah Rahmad dan terkejut mendapati Abraham sudah ada di kantornya.


"Oh, ya Alloh, Syukurlah kamu sudah ada disini Abraham, aku sangat cemas sekali, bagaimana keadaanmu sayang?" Ucap Rahmad lalu segera memeluk putrinya.


"Aku sudah gak apa-apa yah, ada Abraham tadi"


"Hem, syukurlah, atasi masalah ini dengan kepala dingin, ayah merasa orang yang menyebarkan berita lumayan cukup punya nyali, jadi kemungkinan mereka orang-orang yang punya kekuatan dan kekuasaan"


"Iya yah, orang-orang ku sedang menyelidiki, mungkinkah Kartika berani melakukan hal ini?" Ucap lirih Abraham.


"Aku rasa tidak mungkin yang, Kartika tidak mungkin melakukan hal ini, mengingat ancaman mu sangat menakutkan baginya" sahut Jasmine.


"Iya, aku juga berpikir begitu, untuk sementara kita jangan keluar dulu, atau lakukan penyamaran saat keluar di tempat umum, asal tidak kelihatan wajah kita dulu yang, hari ini aku akan menemanimu disini"


Jasmine tersenyum begitu juga Rahmad yang selalu merasa tenang saat anaknya ada bersama dengan Abraham.


*


Di belahan dunia yang lain, sosok wanita cantik dengan jas putih kebesarannya tampak terkejut dan langsung terdiam mematung saat melihat tayangan Televisi di sebuah rumah Sakit tempatnya bekerja, tentang skandal dugaan perselingkuhan antara Pemilik perusahaan Hanzel Company dan anak dari pemilik perusahaan Nugraha Company yang bernama Jasmine Agatha Nugraha.

__ADS_1


BRUG


"Aduh, dasar kamu, ngapain berhenti di tengah jalan, masih banyak pasien yang butuh tenaga mu, malah diam disini!"


"Kak Farel!, Ini aku Dea, Dea kak, dah ingat?!" Teriak Seorang dokter wanita itu , yang sudah seminggu kerja di rumah sakit ini.


"Dea?, Siapa..?" Ucap Farel masih berusaha mengingat seorang dokter wanita cantik yang ada didepannya.


"Ish, kak, kok gak ingat sih, ini aku, Dea kak..adik kecilmu dulu, ingat??"


"Hah!, Dea..Revana Deandra Prayuda?, Astaga!"


"Iya kak, siapa lagi, aku kerja disini kak baru dapat beberapa hari, kak Farel juga kerja disini?"


"Iya De, gila, sudah gede kamu ya, gak nyangka bisa kerja bareng sama kamu dirumah sakit ini, selamat datang ya?!"


Dea langsung memeluk dan nemplok begitu saja, seperti waktu kecilnya dulu, tentu saja Farel langsung gelagapan dibuatnya, pasalnya sosok Dea bukan gadis kecil yang lucu lagi, melainkan wanita cantik dengan tubuh moleknya.


"Eh, sudah-sudah, jangan pelukan gini, di lihat banyak orang itu, gak enak, yok kita lanjut kerja, nanti aku tunggu jam 1 di kantin rumah sakit, makan siang" ucap Farel lalu melanjutkan langkahnya kembali, begitu juga dengan Dea.


Seperti yang di katakan Farel, kini Dea segera bergegas ke kantin setelah pekerjaannya selesai dan waktunya istirahat makan siang, terlihat tangan seseorang terangkat memberikan kode ke Dea untuk mendekat.


"Kak, udah dari tadi?" Tanya Dea sambil duduk di depan Farel.


"Barusan, udah pesan makanan?"


"Belum kak, kan baru nyampek, aku pengen nasi rendang saja kak"


Farel segera memanggil pelayan kantin dan memesan makanan yang diinginkan Dea, sementara seperti biasa banyak pegawai cewek yang menatap Farel dengan wajah memuja, hingga membuat Dea tertawa sendiri.


"Gak ada, kalian bertiga ini masih sama ya, selalu di gandrungi cewek di mana-mana"


"Biasa saja, mau gimana lagi, namanya juga wajah-wajah titisan dewa, beginilah resikonya"


"Ih, kepedean sih kak, dasar, sayang sekali kak Abraham sepertinya lagi ada masalah, gara-gara wanita sialan yang bernama Jasmine itu, iya kan kak?"


"Hem, jangan berprasangka jelek dulu sebelum kamu tau kenyataanya, mereka tidak seperti yang di tuduhkan"


"Benarkah?, Jadi ini kabar gak bener kak, rame lo tadi pemberitaan di televisi"


"Iya, lebih jelasnya kamu bisa tanya Rafael, dia paling tau urusan Abraham terkini, kalau aku ya hanya bisa mengikuti dan klarifikasi tentang kebenarannya dan selalu support Abraham selagi apa yang dilakukan itu benar"


"Oh jadi gitu ya, berarti ada yang sengaja ingin menghancurkan reputasi kak Abraham dong kak?"


"Yap, betul sekali, tapi lebih tepatnya, ada yang ingin merusak reputasi mereka berdua"


"Wanita berhijab yang bernama Jasmine Agatha Nugraha itu?" Tanya Dea


"Iya, dia wanita hebat, kamu pasti suka kalau sudah mengenalnya, Rafael saja sempat menyukainya"


"Oh ya?!, Wah, penasaran sekali aku sama wanita ini kak, jadi gak bener wanita ini berselingkuh dengan kak Abraham?"


"Yang bener bukan berselingkuh, sini mendekat lah, aku bisikkan sesuatu karena ini masih rahasia"


Dea pun mendekatkan telinganya di depan wajah Farel, sontak Farel tertegun sesaat, jantungnya berdegup kencang saat kulit pipi Dea hampir saja menyentuh bibirnya, sedangkan bau harum tubuhnya memenuhi Indra penciumannya.

__ADS_1


"Kak, cepetan, mau bisikin apa sih, capek ini aku!!"


"Oh iya-iya, sorry" ucap Farel tersentak lalu segera membisikkan kalau Jasmine Adalah istri sah ke dua Abraham.


"What!!, OMG, benarkah ini kak" ucap Dea terkejut dan duduk kembali.


"Sudah yok makan dulu, kalau pengen tau ceritanya lengkap, tanya saja Rafael saat kamu bertemu dengannya nanti"


Kebetulan pesanan sudah datang, hingga keduanya kini segera menyantap makan siangnya.


**


Siang hari terlihat Rafael berlari masuk ke dalam ruang kerja Jasmine di perusahaan Nugraha Company, rupanya dia mengabarkan bahwa orang yang merekam video pernikahannya masuk rumah sakit karena luka penganiayaan beberapa orang yang mencari dan merampas rekaman video pernikahan itu.


Abraham sangat terkejut, tidak menduga tindakan musuhnya akan se brutal ini.


"Aku yakin orang yang melakukan ini bukan orang sembarangan El"


"Aku juga berpikir begitu, kalau misal itu di lakukan oleh Agung, kurasa pasti di dukung oleh orang yang berkuasa Eb"


"Iya, aku juga berpikir begitu" sahut Abraham.


"Lalu apa yang akan kita lakukan?" Tanya Rafael.


"Aku siap kita publikasikan pernikahan kita, aku rasa ini saat yang tepat" sahut Jasmine


"Apa?!, Yang..itu artinya kamu akan mengakui statusmu sebagai istri kedua, kamu siap akan hal itu?" Tanya Abraham.


"Memangnya ada masalah apa dengan istri kedua, bukankah pernikahan kalian juga mendapatkan persetujuan hitam di atas putih oleh istri pertama?" Sahut Rahmad dan Jasmine mengangguk menyetujui pendapat ayahnya.


"Tapi yah, tetap saja di mata masyarakat, Jasmine akan terkena dampak negatifnya, aku tidak bisa membiarkan hal itu terjadi" jawab Abraham.


"Sudah aku bilang, aku bukan wanita lemah yang, jangan khawatir, aku kuat menghadapi ini, asal kita menghadapi bersama, jangan pernah saling meninggalkan" ucap Jasmine.


Rahmad tersenyum, dalam hatinya dia sangat bersyukur dengan ketegaran anaknya, begitu juga dengan Rafael yang hatinya mulai sedikit lepas dari ketegangan, dia sangat takjub dengan semangat dan perjuangan Jasmine untuk Abraham, suaminya.


*


Penasaran dengan kelanjutannya?, Sudah tayang di YouTube Channel: Sinho Novel, cuplikan episode 81-86


Ketik: Cerita Novel Romantis by Sinho Bag.8


Yuk mampir, jangan lupa: Subscribe, Like, Komen


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE SETIAP HARI Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE

__ADS_1


__ADS_2