AKULAH WANITAMU

AKULAH WANITAMU
Restu Sahabat


__ADS_3

Namun kemudian mereka di kejutkan dengan kedatangan Jasmine dan juga Abraham, Jasmine langsung berhambur dalam pelukan Rena, dirinya sangat merasa bahagia akhirnya bisa berkumpul kembali bersama dengan Rena yang sudah dianggap sahabatnya.


"Syukurlah Ren, aku merasa bersalah denganmu, maaf tidak bisa melindungi mu" ucap Jasmine sambil tertunduk.


"Hei, ayolah..justru aku sudah kau selamatkan, lain kali jangan berbuat seperti itu lagi Jas, jangan mengorbankan dirimu untuk menyelamatkanku, aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri kalau sampai terjadi sesuatu denganmu" jawab Rena sambil memegang tangan Jasmine.


"Tidak ada lain kali, mulai hari ini aku batasi kau keluar tanpa diriku yang, aku gak ingin lagi ada kejadian seperti ini" sahut Abraham sambil berjalan menghampiri istrinya lalu memeluk posesif dari belakang dan mencium puncak kepalanya.


Rena tersenyum melihat Jasmine yang sangat dilindungi oleh suaminya, walaupun kadang terlihat sangat keterlaluan.


"Jangan pelukan gini yang, ada Rena sama Rafael, malu, lepas ih" ucap Jasmine berusaha melepaskan pelukan suaminya.


Rafael segera menarik baju belakang Abraham untuk duduk kembali di dekatnya, Abraham terpaksa melepaskan Jasmine sambil memasang muka jengkelnya.


"Dasar kau ini, makin tua makin gak tau malu, Jasmine bisa kau habiskan nanti di rumahmu, bukan disini" ucap Rafael lirih, sambil melempar tatapan tajamnya ke Abraham.


"Mangkanya, cepet nikahi Rena, biar kamu bisa merasakan surga dunia, aku yakin kau akan sama parahnya denganku, atau malah lebih" sahut Abraham.


"Diam!" Balas Rafael sengit, " Yok ikut aku cari Farel, kemana ini anak dari tadi gak muncul juga, dasar!" Ucap Rafael yang langsung menarik tangan Abraham keluar dan di sambut dengan tatapan aneh dari beberapa perawat yang berjaga.


"Lepas!" Teriak Abraham langsung menghempaskan tangan Rafael.


"Apa sih Eb?!"


"Gak lihat semua pada natap kita, dikira kita ini pasangan, dasar, menjijikkan!"


Rafael langsung terkekeh dan menggoda Abraham lagi.


"Apa sih sayang, mangkanya nurut" ucap Rafael sengaja agak keras sambil berjalan agak jauh dari Abraham.


"****!, Jaga mulutmu El, Sialan!!" Teriak Abraham sambil melangkah cepat menyusul langkah Rafael.


Sementara orang-orang yang mendengar bercandaan keduanya ikut tertawa geli.


**


Farel sedang membaca beberapa rekam medik pasiennya yang sedikit mengalami masalah berat di ruang kerjanya, hingga dirinya lupa akan waktunya untuk segera beristirahat, suara ketukan pintu menyadarkannya.


"Masuk!"


Ternyata muncul wanita yang sangat dirindukannya setiap hari.


"Halo Dokter Farel, bisa saya berkonsultasi?" Ucap Dea sambil berjalan dan duduk di hadapan Farel.


"Bisa-bisa, bagaimana nona Revana Deandra Prayuda, ada yang bisa saya bantu?" Jawab Farel.

__ADS_1


"Saya kehilangan kekasih saya seharian ini, dan sepertinya dia melupakan saya, mungkinkah itu?"


"Sepertinya iya, bagaimana kalau anda menjadikan saya kekasih anda saja, hem?" Jawab Farel kemudian beranjak dari duduknya dan menarik Dea ikut duduk di kursi sofa yang ada diruangan itu, Dea terkekeh dan kemudian sudah menjatuhkan dirinya di samping Farel yang langsung memeluknya.


"Maaf, seharian ini pasien banyak sekali, Aku tadi mencari mu, tapi saat aku lihat kau juga sibuk, aku kembali ke ruangan ku, bagaimana, apa kau sangat merindukan kekasihmu ini?" Ucap Farel .


"Sangat, kak farel sendiri?"


"Tentu saja sangat merindukanmu" sahut Farel sambil memegang kedua pipi Dea dan menatapnya dengan penuh cinta, " De, yuk kita Nikah?"


"Ha!, Serius kak, tapi_"


"Apa?, Kau masih meragukan cintaku?" Tanya Farel.


"Bukan kak, tau sendiri Kak Rafael belum nikah, aku gak pengen buat dia sedih dengan menikah lebih dulu"


"Gampang, nanti biar aku buat dia menghamili Rena, biar cepetan nikahnya"


"Kak Farel ih, jangan keterlaluan bercandanya.."


Farel terkekeh, tak lama kemudian langsung melu*mat bibir Dea dengan lembut dan dalam, sejenak Dea terkejut, detik berikutnya Dea sudah terbawa arus ciuman panas kekasihnya, hingga kemudian..


Ceklek


Teriak seseorang, Sontak Farel dan Dea terjingkat kaget dan melepaskan ciumannya dengan wajah yang serba salah. Farel berdiri di ikuti dengan Dea di belakangnya.


"Kak, aku takut?" Ucap lirih Dea langsung menyembunyikan dirinya di belakang tubuh Farel.


"Sudah, gak apa-apa" sahut Farel menenangkan Dea, Sambil menatap ke arah seseorang yang sudah ada di depannya.


Sosok laki-laki itu sudah berjalan mendekati farel dengan tatapan tajamnya.


"Apa yang sudah kalian lakukan ha?!"


"Kami hanya berciuman saja El, tidak lebih, wajar kan, maklum namanya juga pasangan kekasih, kau lupa?" Jawab Farel.


"Kalian ini, jangan macam-macam, kau juga De, jangan sering berduaan di ruangan sepi kayak gini, kalau sampai kebablasan lalu kau hamil, ku hajar kalian berdua!!" Sahut Rafael sengit lalu duduk di kursi sofa.


Dea hanya terdiam dan masih di belakang Farel, tak lama kemudian muncul Abraham yang langsung masuk dan mengerutkan alisnya saat menyadari ada yang aneh dengan kedua sahabatnya.


"Kalian ini kenapa, itu Dea kenapa sembunyi di belakangmu Rel?, Jasmine ada di ruangan Rena, sebaiknya kau ke sana De" ucap Abraham.


"Iya kak, aku ke sana sekarang" Dea bersyukur mendapatkan kesempatan untuk segera keluar dari ruangan yang membuat pikirannya kalut, lalu berlari menuju tempat Rena.


"Bisa beri tahu aku, apa yang sudah terjadi disini?" Ucap Abraham yang sudah tidak tahan melihat sikap diam kedua sahabatnya.

__ADS_1


"Rafael melihatku mencium Dea" ucap Farel


"What?!, Kapan?" Tanya Abraham konyol dan membuat Rafael melemparkan bantal sofa ke mukanya.


"Aku minta maaf El, adikmu itu sudah menjadi kekasihku dan aku serius, bahkan aku sudah berniat melamarnya"


"Brengsek kau, memangnya pernikahan itu mainan, kau harus punya komitmen jelas dan harus melindungi Dea dan anak-anaknya kelak, apa kau sudah berpikir hal itu, jangan cuma enaknya doang yang kamu ingat!" Sahut Rafael.


"Sialan, kamu dah kenal aku lama sejak kecil El, memang ada tampang aku suka mempermainkan perempuan, aku serius sama adikmu, demi Alloh, kalau kamu Restui, beneran nih, hari ini juga aku seret Dea ke KUA" Jawab Farel tegas.


"Kau ini, jaga bicaramu, kau pikir mudah, hadapi dulu Mommy, baru kalian boleh nikah, paham?!" Kata Rafael


"Sudah-sudah, yang merasa siap untuk Nikah, segera di percepat, itu akan lebih baik, kalian ini sudah dewasa, jangan nabung dosa, pegangan sama ciuman yang bukan muhrimnya dengan ada syahwat di sana itu sama saja berbuat Dosa" sahut Abraham melerai keduanya.


"Ya sudah, aku restui kalau kau mau nikah duluan ma Dea, aku masih mikir dulu soal pernikahan dengan Rena, yang terpenting kamu dapat restu dulu dari Mommy, kau tau sendiri gimana kerasnya sifat mommy ku"


"Siap El, makasih ya, bantu dong, biar tante Della menyetujui hubunganku dengan Dea" ucap Farel sambil merangkul dan mencium pipi Rafael sekejab.


Cup


"Sh*it!, Brengsek kau Rel, menjijikkan, minggir!" Teriak Rafael sambil mendorong Farel untuk menjaga jarak.


Farel dan Abraham terkekeh melihat ekspresi jijik dari Rafael saat di cium pipinya oleh Farel, kemudian keduanya sudah duduk santai kembali sambil membahas sesuatu.


hari ini Up lebih dari Sekali..di tunggu Gaes..


*


Penasaran dengan kelanjutannya?, Sudah tayang di YouTube Channel: Sinho Novel, cuplikan episode 106-111


Ketik: Cerita Novel Romantis by Sinho Bag.12


Yuk mampir, jangan lupa: Subscribe, Like, Komen


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE SETIAP HARI Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE

__ADS_1


__ADS_2