
Beberapa Jam kemudian akhirnya Dea sampai juga di Rumah sakit, dirinya masuk ke dalam dan segera bertanya kepada beberapa teman sejawatnya tentang keberadaan Farel kekasihnya. Dengan langkah cepat akhirnya Dea bisa menemukan keberadaan Farel yang kebetulan sekali baru saja masuk ke ruangan pribadinya untuk beristirahat sebentar.
Setelah mengetuk pintu dan mengucap salam, Farel segera membuka pintu dan tersenyum melihat kedatangan sang kekasih, seketika langsung menarik Dea dan memeluknya dengan erat.
"Lepas kak, kenceng banget meluknya, kangen ya?" Ucap Dea, yang susah untuk melepaskan dirinya.
"Kangen banget, sumpah" sahut Farel sambil mencium puncak kepala Dea dengan lembut dan dalam, kemudian melepaskan pelukannya dan kini mereka berdua duduk berdampingan di kursi sofa yang ada diruangan kerjanya.
"Ada apa kamu ke sini De, tumben, kamu libur kan hari ini?" Tanya Farel kemudian, sambil sesekali memainkan tangan Dea yang sudah di genggamnya erat.
"Kak Farel belum lihat Tv ya?, ada berita heboh Soal Jasmine dan Kak Abraham" ucap Dea.
"Oh ya, Aku belum bisa melihat berita hari ini, bisa kamu ceritakan apa yang terjadi De?"
Dea mengangguk dan kemudian menceritakan berita dan foto-foto Abraham yang seolah sedang bermesraan dengan Grace di sebuah lorong dan beberapa tempat dengan gaya yang sangat sen*su*al, sontak Farel sangat terkejut dengan apa yang sudah terjadi.
"Ya Tuhan, tidak mungkin Abraham melakukan itu, pasti mereka mengambil foto dengan sengaja dan membuat kejadian itu seakan nyata, lalu apa Rafael sudah tau?"
"Sudah, kak El juga sudah menghubungi beberapa orang untuk membantu kak Abraham, aku berharap masalah ini segera berakhir, apalagi Jasmine sedang mengandung, aku tidak mau terjadi sesuatu dengannya.
"Semoga saja De, aku berharap masalah ini segera di selesaikan, dan menurutku mereka sebaiknya segera mengadakan konferensi Pers untuk meluruskan masalah ini, jadi tidak berlarut-larut dan di manfaatkan oleh beberapa Agensi demi keuntungan mereka semata"
Dea mengangguk mendukung saran dari Kekasihnya, lalu menyarankan Farel untuk segera menghubungi Abraham dan Jasmine. Hingga tak berapa lama kemudian, Farel sudah tersambung dengan Abraham dan memberikan masukan padanya.
**
Disisi lain, seorang Smith Rodergo sudah berada di dalam Restoran mewah dan terlihat berbincang serius dengan seseorang yang mempunyai tatapan tajam dan lebih banyak diam, beberapa kali Smith terdengar memanggilnya Master.
"Jadi apa yang ingin anda bicarakan hingga harus memanggil saya ke ke negara ini tuan Smith?" Ucap sang Master.
"Saya ingin meminta bantuan anda tuan, untuk melenyapkan seseorang dan membawa wanitanya padaku, walaupun dengan paksaan"
"Hanya itu, dan anda memanggil saya?"
"Orang ini bukan orang sembarangan Master, mereka mempunyai kekuatan seperti dirimu, kekuatan tenaga dalam yang sangat hebat"
"Oh ya, benarkah?, sepertinya akan semakin menarik, Aku berharap menemukan musuh yang sepadan, dan itu akan membuatku semakin bersemangat" ucap Sang Master.
"Hem, apa Master ingin mengetahui tentang mereka?"
"Tidak perlu, aku tidak ingin mengenal siapapun di negara ini, dan aku akan membantu mu, mengingat kau sudah membayarku dengan begitu mahal, sepertinya kau sangat tertarik dengan wanita ini tuan Smith"
"Sangat, dia hanya akan menjadi milikku, selamanya, apapun yang terjadi dan pastikan Master bisa membantuku dalam hal ini"
__ADS_1
"Hem, tentu saja, kapan kita akan bergerak?"
"Kita tunggu saat yang tepat, untuk saat ini, Aku masih ingin memainkan bagian ku dulu, kita lihat seberapa bisa mereka mengatasi hal ini"
Kemudian kedua orang ini menyudahi pertemuan pentingnya lalu melanjutkan kehidupannya masing-masing, setelah berpisah, Smith Rodergo segera pulang ke Mansionnya untuk melihat seberapa baiknya rencananya sudah berjalan.
**
Hari ini terpaksa Jasmine dan Abraham menggagalkan beberapa rapat penting dengan kolega dari luar negeri dan mengatur jadwal kembali untuk diadakan rapat di dalam gedung Nugraha Company, mengingat keadaan yang tidak memungkinkan untuk keduanya berada lama di luar yang akan berdampak negatif karena rumor yang sudah beredar di luaran.
Beberapa saat kemudian Jasmine yang berada di ruangannya sendiri, penasaran dengan foto-foto suaminya dengan Grace Seralda yang sudah banyak menyebar di luaran.
Ditatapnya semua pemberitaan dimana ada foto suaminya yang nampak begitu nyata sedang menikmati pemandangan tubuh model cantik dan seolah sedang melakukan gerakan ero*tis bersama.
"Astagfirullah, kenapa Foto-foto seperti ini bisa ditangan mereka ya, apa mungkin sebelumya Grace dan seseorang sudah merencanakan hal ini untuk menjebak Abraham?" Tanya Jasmine di dalam hatinya.
Tak lama kemudian dirinya di kagetkan dengan Suara pintu yang terbuka dan mendapati sosok laki-laki yang sangat tampan di depannya.
"Apa yang kamu lihat yang?" Tanya Abraham melanjutkan langkahnya mendekati istri tercintanya.
Sontak Jasmine segera memindah Chanelnya di acara gosip yang jelas-jelas Abraham tau kalau Jasmine sangat tidak menyukainya, Abraham mendekat dan kini sudah memeluk istrinya posesif dari belakang, menelusup kan wajahnya di leher yang terhalang oleh hijab.
"Apa yang kau lakukan yang, melihat foto-foto ku bersama dengan wanita itu?" Tanya Abraham seolah mengerti dengan apa yang sidah dilakukan istrinya.
"Eng. enggak kok yang, aku hanya melihat berita ini saja" ucap Jasmine terlihat gugup dan berusaha menyangkal nya.
Jasmine langsung menunduk tidak berani menatap mata suaminya, hingga kemudian Abraham sedikit maju meraih bibir istrinya, lalu di lum*atnya perlahan dan sangat dalam, sesaat Jasmin hampir saja kehabisan oksigen, lalu Abraham segera melepasnya kembali ciumannya sambil nyentuh lembut bibir sang istri dengan jemarinya.
"Maaf yang" ucap jasmine kemudian sambil menunduk kembali.
Abraham tersenyum dan memeluk erat tubuh sang istri, " Tidak apa-apa yang, lain kali bicarakan saja denganku jangan di simpan sendiri, aku bersumpah demi Alloh, tidak pernah ada hubungan apapun dengan Grace Seralda, dan foto-foto itu tidak ada yang nyata, hanya permainan mereka saja" ucap Abraham.
Jasmine tersenyum dan kemudian memeluk suaminya kembali, meminta maaf berkali-kali karena sempat meragukan suaminya walaupun cuma sedikit.
"Yang..?" Ucap lirih Abraham.
"ya..?" Sahut Jasmine.
"Kita ke ruangan ku sekarang"
"Ada apa?"
"Aku menginginkanmu yang"
__ADS_1
"Apa?!, Ini di kantor yang" ucap Jasmine sangat terkejut.
"Sudah, yok ikut"
"Eh, tunggu yang..!!" Teriak Jasmine yang akhirnya harus mengikuti langkah Abraham karena lengannya sudah di gandeng oleh suaminya.
Abraham segera menutup pintu ruang kerjanya dengan sebelumnya memberi pesan ke Sekretarisnya untuk melarang siapapun masuk. lalu kemudian membalikkan Jasmine dan mendudukkan diatas meja.
Perlahan Abraham menikmati permainannya, mencium, ******* sambil sesekali menggigit bibir istrinya, sapuan lembut lihag dan bibirnya juga menyapu leher jenjang sang istri yang sudah terbebas dari hijabnya, begitu juga dengan tangan Abraham yang bekerja cepat membebaskan area atas tubuh istrinya dan kini sudah terlihat polos dengan bukit kembarnya yang terlihat lebih berisi dan sangat se*ksi.
Abraham sempat terkejut dengan beberapa perubahan tubuh istrinya yang semakin berisi, mungkin karena pengaruh kehamilannya, batin Abraham yang kini menikmati kedua bukit kembar istrinya.
Jasmine mende*sah berkali-kali tak kuasa menahan semua sentu"han Abraham, hingga tanpa di sadari Abraham sudah menyingkap baju bagian bawah istrinya dan mempermainkan lidahnya disana.
"Yang, Ooh, sshh" desah Jasmine semakin memburu saat sang suami berhasil membuatnya terbawa dengan permainan pan*asnya.
Penyatuan pun dilakukan perlahan oleh Abraham, kini sang pusaka menenggelamkan kembali di tempatnya, Jasmine memekik saat dirinya di masuki sang Pusaka hingga terasa penuh di sana.
Abraham mendiamkannya sebentar dan membelai dada Jasmine untuk memberikan ketenangan agar tidak berpengaruh di perutnya.
"Bernafas lah perlahan yang, ada anak kita di dalam, jangan membuatnya terkejut" ucap lirih Abraham di telinga istrinya.
Jasmine tersadar dan segera menarik nafas dalam, Abraham melanjutkan lagi gerakannya perlahan hingga sang pusaka begitu indah keluar masuk ke dalam dirinya. Sebentar kemudian Jasmine merasakan ingin meledak dan menginginkan sesuatu yang lebih.
"Yang, Faster, aku menginginkanmu, ohh" ucap Jasmine.
Abraham tersenyum dan mengerti dengan apa yang diinginkan istrinya, perlahan dia merubah posisi dan membalikkan sang istri hingga kini membelakanginya.
Sang pusaka dimasukkan kembali dari belakang, tangan Abraham memegang perut istrinya dan membelainya lembut untuk memberikan ketenangan, dia memilih posisi paling aman untuk melakukan penyatuan.
Dengan gerakan yg ang pelan dan kuat Abraham menggoyang tubuh istrinya kembali hingga keringat mulai bercucuran. Kaki Jasmine reflek membuka dengan sendirinya memberikan akses bebas untuk sang pusaka lebih mudah keluar masuk ke dalam in*timnya.
"Yang, ah, aku hampir yang, oh"
"Iya yang, sebentar lagi" ucap Abraham sedikit menaikkan tempo permainannya, hingga kemudian keduanya berteriak saat terlempar dalam puncak kenikmatan yang tiada Tara.
*
Readers di larang ikut berteriak ya...
yuk jangan lupa berikan dukungan ke Author Diar semangat nulis kelanjutannya.
HADIAH jangan lupa di kirimkan
__ADS_1
Yang masih punya VOTE, ditunggu nih..
Jangan Lupa LIKE dan KOMEN nya ya..