AKULAH WANITAMU

AKULAH WANITAMU
Rencana Baru


__ADS_3

Jasmine segera berjalan keluar dari minimarket dan mendekat ke arah suaminya yang sudah menunggunya, sesaat kemudikan suaminya segera menoleh kesamping dan tersenyum mendapati dirinya sudah ada di sampingnya.


"Sudah yang?"


"Sudah, yok kita pulang yang"


"Tunggu, itu bajumu?" Ucap Abraham terheran melihat ada sedikit noda di bahu Istrinya.


"Oh ini tadi ada orang yang gak sengaja aku tabrak yang"


"Kok bisa, tapi kamu gak apa-apa kan yang?" Tanya Abraham mulai panik.


"Nggak yang, cuma kena semprot dikit aja ma itu orang, aku dah minta maaf sih, bukannya naggepin malah melongo gak jelas, aku tinggal ajalah, yang penting aku dah minta maaf yang"


Abraham bukannya menanggapi malah terlihat terdiam, memasukkan barang-barang yang di belinya, setelah itu memastikan Jasmine sudah duduk dengan benar di mobil, lalu kemudian dirinya kembali keluar.


"Eh, yang mau kemana?!" Teriak Jasmine panik seketika.


"Diam, tunggulah di sana, aku akan membuat perhitungan dengan orang itu!" Jawab Abraham.


"Apa?!, Yang, tunggu!!" Teriak Jasmine semakin panik dan akhirnya berlari keluar dan menyusul suaminya, beruntung Jasmine segera mendapatkan lengan Abraham lalu segera menghentikan langkahnya.


Jasmine menatap tajam ke Abraham dan memberikan peringatan untuk tidak melakukan niatnya lagi, Abraham tetap tidak setuju awalnya, namun dengan kode keras dari istrinya, akhirnya Abraham pun mengalah.


Didalam mobil Abraham terdiam, beberapa kali Jasmine berusaha memancing pembicara dan hasilnya tetap saja sama, tidak ada tanggapan apapun dari Abraham, hingga kemudian sampai di Mansion mewahnya, Abraham segera masuk membawa barang belanjanya, meletakkan di meja dapur lalu melangkah ke kamarnya tanpa menoleh ke Jasmine sedikitpun.


"OMG, kenapa sih Deddy kamu itu nak, kayak orang kesambet aja, diam tanpa kata gak gelas gitu, dasar!" Batin Jasmine ikutan jengkel dengan sikap cuek suaminya.


Hingga malam pun semakin larut dan Abraham masih tetap terdiam sambil duduk satai di atas kasur membaca beberapa artikel ditanganinya.


Jasmine semakin tidak tahan dengan sikap Abraham dan akhirnya duduk dengan kasar di sampingnya, merebut dan membuang artikel yang di baca suaminya.


"Yang, apa yang kamu lakukan?!" Ucap Abraham akhirnya.


"Baru aku berbuat gini kamu mau bicara, sebenarnya ada apa sih yang, kenapa mendiamkan ku, apa coba salahku?" Tanya Jasmine.


"Banyak"


"Maksudnya?"


"Masih belum ngerti juga?, Kamu itu sudah membahayakan anak kita, setiap aku antar kemanapun selalu menolak, yang ada, kejadian tadi menimpamu juga kan?, Bayangkan kalau kamu sampai terjatuh menabrak orang itu, kau kira apa yang terjadi, bisa membahayakan kamu dan juga anak kita"

__ADS_1


"Tapi aku gak sengaja yang, namanya juga kecelakaan, lagian aku gak apa-apa kan, aku baik-baik saja yang"


"Ya masih untung kamu baik-baik saja, coba kalau sebaliknya, belum lagi kalau orang itu berbuat kasar padamu, kamu kira aku bisa memaafkan diriku kalau sampai terjadi sesuatu dengan kalian!!" Teriak Abraham berusaha menahan emosinya.


Deg


Jasmine terdiam, dirinya tidak pernah berpikir sejauh itu tentang semua yang dilakukannya, dia hanya terbiasa dengan mengurus sesuatu hal sendiri dan tidak ingin merepotkan suaminya.


"Maaf yang.." ucap Jasmine lirih sambil menundukkan kepalanya.


Abraham terdiam mendapati wanita yang sangat dicintainya kini menunduk dan kelihatan bersedih di depannya, hati Abraham tidak kuat lagi dan akhirnya memeluk tubuh istrinya dengan erat.


"Lain kali jangan sembrono yang, tolong pikirkan anak kita dan juga aku, apa kau bisa melakukan nya?" Tanya Abraham sambil mencium puncak kepala sang istri berkali-kali, Jasmine mengangguk dan membalas pelukan suaminya dengan erat.


"Apa kau serius akan memberi pelajaran ke orang yang bertabrakan denganku?"


"Tentu saja, seandainya kamu tidak mencegah ku menemukan laki-laki itu yang, dia sudah berani berteriak padamu dan juga menatapmu seperti yang kau ceritakan, jangan pikir aku akan membiarkannya begitu saja, apa kau mengenalnya?" Tanya Abraham.


"Tidak yang, aku belum pernah melihatnya" ucap Jasmine sambil tersenyum merasa terharu melihat betapa Suaminya sangat melindunginya.


"Ya sudah, lain kali kemanapun kau pergi, jangan menolak lagi kalau aku antar, apa kau mengerti?" ucap Abraham.


"Hem" jawab Jasmine, sambil mengangguk dan masih dalam pelukan Abraham, lalu keduanya segera bersiap untuk beristirahat.


**


"El, kenapa kamu disini?". Tanya Abraham.


"Tentu saja ikut membantumu menyelesaikan masalahmu, dasar kau ini, tidak bisa satu hari saja membuatku tenang" sahut Rafael.


"Sorry, aku bisa mengatasinya sendiri El, kau kembalilah, sebelum protes istrimu ke Jasmine datang" ucap Abraham.


"Diamlah, sebaiknya kau fokus dengan semua penjelasan yang akan kau berikan di jumpa pers nanti, soal Rena tidak usah kamu khawatir kan, dia juga yang menyuruhku untuk ikut membantumu Eb"


"Oh, begitu, syukurlah, makasih El, aku dan Jasmine akan segera bersiap"


Rafael mengangguk dan kembali lagi mengecek ruangan yang sudah disiapkan untuk pelaksanaan jumpa pers yang di adakan di gedung pertemuan Nugraha Company.


Dan tepat di jam 10, acara akhirnya dimulai, diawali dari penjelasan semua dari Abraham tentang bagaiman sebenarnya hubungannya degan Grace Seralda kemudian sampai pada akhirnya dia meninggal dunia.


Dilanjutkan dengan keterangan dari Jasmine dimana dia pun menjelaskan ada kesalahpahaman di masyarakat tentang seorang Grace Seralda di dalam pernikahannya dengan Abraham Hanzel Brian, Jasmine juga menjelaskan bahwa suaminya tidak ada hubungan apapun kecuali hanya kerja sama tentang pekerjaan.

__ADS_1


Kesempatan kepada wartawan untuk mengajukan 5 pertanyaan juga di berikan oleh pihak Abraham, dan Akhirnya kelima pertanyaan itu bisa di lalui dengan baik, semua permasalahan bisa di luruskan kembali.


Acara pun selesai dan semua pihak Abraham merasa sangat puas dan tenang kembali, kesalahpahaman kini tidak berdampak terlalu jauh karena sudah di atasi sedini mungkin.


**


Disudut kamar mewah yang lain, tampak seseorang sangat terkejut melihat tayangan langsung dari acara jumpa pers yang di lakukan oleh pemilik Perusahaan besar Nugraha Company.


"Sh*it, rencana ku sepertinya akan gagal lagi, Brengsek!!" Gumam Smith dengan segala amarahnya. "Ini tidak bisa dibiarkan, aku sudah tidak bisa bersabar lagi, terpaksa aku harus menggunakan kekerasan Jasmine, jangan salahkan aku" ucap lirih Smith yang sudah tersenyum miring.


Segera Smith menghubungi Anton untuk melancarkan rencananya.


"Ingat..cari cara untuk memisahkan mereka sementara waktu, apapun caranya, aku ingin mendapatkan Jasmine saat tidak bersama dengan Abraham, kau mengerti?" Ucap Smith.


"Baik tuan Smith, serahkan padaku, aku juga sudah tidak tahan lagi harus bekerja di bawah tekanan anak kurang ajar itu" ucap Anton di balik telepon.


Smith tersenyum puas dengan jawaban dari Anton, kali ini dia sangat berhati-hati akan apa yang akan dilakukan, Smith tidak ingin rencananya kali ini akan gagal lagi, teringat dengan seseorang yang penting untuk membantunya, Smith segera beranjak dan pergi suatu tempat.


Memasuki sebuah rumah yang sangat jauh dari keramaian dan terpencil, Smith kini sudah memasuki kawasan itu dan terlihat beberapa orang yang berjaga di pintu masuk dan sekitar Rumahnya, hingga kemudian kedatangan Smith sudah di sambut oleh seseorang dengan sorot mata yang dingin dan tengah duduk di teras depan.


"Halo tuan Smith, selamat datang di Rumahku, sepertinya kau ada urusan penting sekali"


"Tentu saja Master, aku ingin menagih janjimu, karena aku sudah membayar mu sangat mahal untuk misi ini"


"Hem, soal Abraham Hanzel Brian dan wanitanya bukan?"


"Benar sekali, rupanya kau sudah paham dengan maksud kedatangan ku Master, lalu bagaimana?"


"Katakan saja, apa yang harus aku lakukan dan kapan waktunya, aku akan segera menyelesaikan tugasku"


"Bagus kalau Master sudah siap, aku ingin segera mungkin Master menculik Jasmine Agatha Nugraha, soal waktu akan aku kasih kabar, yang jelas dalam beberapa hari ini"


"Hanya itu, kau menyuruhku menculik seorang wanita saja, apa kau sudah gila!"


*


Semudah itukah Master akan menculik Jasmine?..


Maaf hari ini Author super sibuk dan baru bisa Update.. yuk ikuti lanjutannya..


Yang masih punya VOTE..Yuk jangan lupa di kasihkan ya..

__ADS_1


HADIAH segera di luncurkan dong..


LIKE dan KOMEN setia Author tunggu..


__ADS_2