
Rapat penting hari ini di perusahaan Nugraha Company sudah dipersiapkan dengan baik, semua staf yang hadir beserta beberapa orang yang akan ikut bekerja sama dalam perusahaan juga sudah hadir, tampak juga Rafael, Rena dan juga Della Prayuda di dalam ruangan yang sudah disediakan.
Tak lama kemudian Abraham dan Jasmine muncul dan menyapa semua orang yang ada disana, semuanya berdiri sejenak dan duduk kembali lalu dilanjutkan dengan pembaharuan inti dari pertemuan yang dilaksanakan hari ini, diskusi, masukan dan beberapa pembenahan sedang dilakukan, Abraham adalah sosok kuat yang bisa memimpin apapun hingga semua merasa nyaman dan bersemangat, dan itulah salah satu yang paling disukai dari beberapa perusahaan yang selalu ingin bergabung melakukan kerjasama dengannya.
Hingga disaat semua sedang berfikir keras untuk mencapai sebuah kesepakatan, seorang pegawai datang dan mendekat ke arah Jasmine untuk membisikkan sesuatu hal penting yang membuat wajah Jasmine berubah tegang seketika.
Abraham melihat sekilas apa yang terjadi dengan istrinya, namun dirinya berusaha bersikap profesional, melakukan kembali pembahasan yang dilakukannya dengan beberapa pemilik perusahaan besar.
Jasmine segera beranjak dari tempat duduknya setelah pesan selesai disampaikan padanya, perlahan mendekati Abraham sambil tersenyum ke beberapa pemilik perusahaan yang sedang asik berbincang dengan suaminya.
"Maaf saya ganggu sebentar, bisa saya berbicara dulu dengan tuan Abraham?" Ucap Jasmine meminta ijin ke semua orang.
Semua menatap Jasmine sambil dan tersenyum, kemudian mempersilahkan Abraham untuk pergi bersama Jasmine, tampak juga Rafael dan Rena yang penasaran dengan apa yang dibicarakan oleh keduanya.
"Ada apa yang, sepertinya mereka membicarakan hal yang sangat penting, aku melihat raut wajah cemas dari Jasmine" ucap Rena ke suaminya yang duduk disampingnya.
"Hem, entahlah, semoga tidak ada hal buruk yang terjadi" jawab Rafael.
"Apa tidak sebaiknya kau tanyakan ke Abraham El, mungkin mereka butuh bantuan mu" sahut Della yang berada di sebelah Rafael.
"Iya Mom, nanti akan aku tanyakan ke Abraham" jawab Rafael.
Sementara itu Abraham terlihat menutupi kecemasannya dengan kabar yang di berikan oleh istrinya.
"Bagaiman kalau aku yang ke sana saja yang, aku takut akan terjadi hal lebih buruk lagi pada Kartika, kasian dia yang" ucap Jasmine.
"Hem, tapi yang, mana mungkin aku membiarkanmu pergi kesana sendirian, aku tidak bisa membiarkan itu terjadi"
"Yang...aku bisa bersama dengan beberapa pengawal kan, bagaimana kalau aku juga mengajak Rena, aku yakin dia pasti mau menemaniku"
"Tapi yang_"
__ADS_1
"Kalau harus menunggumu rapat selesai kelamaan yang, pasti sampai sore nanti, belum lagi ada makan siang Juga, pasti tambah molor jamnya" ucap Jasmine.
Akhirnya Abraham menyetujui Jasmine berangkat sendiri ke sana di temani beberapa pengawal dan juga Rena, tak lupa juga Jasmine berpesan kepada pengawalnya untuk menjemput mbok Darmi ikut ke Rumah sakit tempat Kartika dirawat dan sedang dalam keadaan kritis.
Segera Jasmine mengajak Rena berangkat dengan sebelumnya pamit kepada suami dan ibunya.
"Hati-hati yang, langsung pulang setelah urusan kamu selesai, jangan kemana-mana okey?!" Ucap Rafael memberikan pesan ke istrinya.
Abraham memeluk Jasmine sejenak lalu mencium kening dan bibirnya, mengusap dengan lembut puncak kepala sang istri sebelum akhirnya Jasmine keluar ruangan besama dengan Rena.
Anton yang mulai mengerti dengan apa yang terjadi tersenyum senang karena merasa inilah saat yang paling tepat untuk melakukan rencananya.
Beberapa jam kemudian Jasmine sudah Berada di dalam ruangan dimana Kartika sedang di rawat dengan keadaan yang sangat mengkhawatirkan, tubuh yang kurus kering tidak berdaya, dan keadaan yang sedang koma membuat hati Jasmine miris melihatnya.
Di genggamnya tangan Kartika oleh Jasmine, sedangkan mbok Darmi sudah tidak kuat menahan tangisnya di belakang Jasmine, sesaat nafas dan ritme jantung Kartika naik, seolah dia mengetahui sedang di kunjungi oleh Jasmine dan Mbok Darmi.
"Hai Kartika, maaf baru bisa menjengukku hari ini, maafkan semua sikapku yang mungkin sudah menyakitimu, kuatkan hatimu ya, terus minta ampunan kepada sang pencipta, aku yakin kamu wanita yang baik" ucap Jasmine lirih dan kemudian semua dikejutkan dengan keluarnya air mata dari sudut mata Kartika yang masih terpejam.
Jasmine membelai wajah dan menggenggam erat tangan Kartika sambil membisikkan doa-doa untuk bisa di dengar oleh Kartika, berganti dengan mbok Darmi yang juga melakukan hal yang sama.
Dan akhirnya Kartika pergi meninggalkan dunia, nyawanya tidak bisa di selamatkan lagi, dan genggaman tangannya masih erat ada di tangan Jasmine, seketika Jasmine meneteskan air matanya, begitu juga dengan mbok Darmi yang sudah tersedu-sedu menangisi Kartika.
Segera Jasmine mengutus semuanya, sesaat kemudian dirinya menghubungi suaminya dan memberikan kabar tentang kematian Kartika, sontak Abraham sangat terkejut, bagaimanapun Kartika sudah dianggap seperti adiknya sendiri.
"Baik yang, aku akan segera pergi kesana" ucap Abraham singkat.
"Aku sudah mengurus segalanya yang, sebaiknya kamu langsung ke pemakaman, aku juga akan pergi kesana" ucap Jasmine.
"Baiklah, hati-hati yang" jawab Abraham dan kemudian segera menghentikan rapatnya dan pergi ke pemakaman seperti yang di bilang oleh istrinya.
Jasmine Rena dan mbok Darmi ikut menyusul ke pemakaman setelah jenazah Kartika sudah di berangkatkan terlebih dahulu, Namun sesuatu tiba-tiba saja terjadi saat ada beberapa mobil hitam yang menghadang perjalanan Jasmine.
__ADS_1
Rena dan Mbok Darmi berteriak hampir bersamaan saat mobil berhenti mendadak.
"Apa yang terjadi?" Tanya Jasmine ke sopir dan pengawalnya yang ada di depan.
"Tenanglah nyonya, sebaiknya anda jangan keluar dari dalam mobil apapun yang terjadi" ucap pengawalnya yang kini sudah keluar dari dalam mobil.
"Ada apa Jas?" Tanya Rena panik.
"Tenanglah, aku juga tidak tau, sepertinya ada beberapa mobil yang menghentikan mobil kita" sahut Jasmine.
"Apa!, Kenapa Jas, aku takut" ucap Rena yang mengeratkan tubuhnya ke Jasmine .
"Tenanglah, tidak apa-apa, pengawal ku akan melindungi kita" jawan Jasmine menenangkan.
Hingga pertarungan pun tak terelakkan, beberapa anak buah Jasmine akhirnya terkapar tak berdaya karena kalah jumlah dari musuh-musuh nya, dan terpaksa mau tidak mau, Jasmine harus turun tangan untuk menghadapi musuhnya.
Diluar seseorang sedang berteriak meminta Jasmine segera keluar atau terpaksa akan menyeretnya dengan paksa, dan kemudian Jasmine pun segera keluar dan menghadapi mereka semua.
"Kalian benar-benar kurang ajar, siapa yang menyuruh kalian ha!" Teriak Jasmine, kemudian segera melompat dan bertahan saat serangan musuhnya sudah beberapa kali mampir untuk menendang dirinya.
Jasmine beberapa kali sudah berhasil membuat musuhnya terjatuh dan tidak sadarkan diri, semua gerakan bela dirinya di barengi dengan tenaga dalam untuk segera mengalahkan musuh-musuhnya, namun yang terjadi di luar perkiraan Jasmine, karena musuhnya datang lagi dan kali ini sepertinya dengan sang ketua.
"Berhenti, Jangan menghadapi wanita itu, dia bagian ku" ucap keras sang ketua sambil berjalan mendekat ke arah Jasmine yang tengah mengatur nafasnya.
"Baik Master!!" seru semua pasukan musuh sambil menundukkan kepalanya memberi Hormat.
Sesaat kemudian laki-laki itu terperangah tak percaya dengan siapa dia berhadapan, seorang wanita yang beberapa hari sudah ada dalam pikiran dan hatinya kini sudah berdiri tegak dan bersiap bertarung dengannya.
"Kau?!" Ucap lirih Sang Master dalam keterkejutannya.
**
__ADS_1
Nah loo, kaget kan..?!"
yuk jangan lupa VOTE, HADIAH, Like dan KOMENTARNYA ya..Author tunggu..