AKULAH WANITAMU

AKULAH WANITAMU
Bekerja Keras


__ADS_3

Satu Minggu berlalu, setelah sidang skripsi nya sukses, kini bisa dikatakan semua aktivitas kuliahnya hanya santai menunggu saatnya wisuda, Jasmine membulatkan tekad untuk pergi melihat keadaan perusahaan Nugraha Company


Sampai di gedung perusahaan itu, terlihat beberapa karyawan menunduk hormat saat melihat Jasmine, banyak pasang mata yang melirik karena penasaran dengan kabar putri atasannya yang katanya sangat cantik, dan rupanya semua itu benar adanya


Para karyawan dibuat terpesona dengan kecantikan dan keramahan Jasmine, balutan hijab dan pakaian sopan nan anggun membuat semuanya yakin betapa baik dan lembutnya anak dari atasnya itu, mereka tidak tau di balik itu ada sesuatu yang di sebut sableng dalam diri putri cantik pemilik perusahaan Nugraha Company


Jasmine melihat begitu banyak karyawan dan teringat dengan ucapan ayahnya akan tanggung jawab besar terhadap nasib banyak orang yang ada di perusahaan


"Ayah, maafkan Jasmine, aku akan segera menebus semua kesalahanku selama ini'' batin Jasmine yang rupanya sudah memutuskan untuk setuju dengan perjodohan yang di ceritakan oleh ayahnya


Jasmin sampai juga diruang kerja ayahnya dan kemudian segera masuk saat sang Ayah menyambutnya sendiri saat membuka pintu ruangan kerjanya


"Assalamualaikum yah"


"Waalaikumsalam, masuklah"


Keduanya kini sudah berhadapan duduk santai di sofa ruang kerja


"Terimakasih akhirnya kau mau mampir ke perusahaan ini setelah sekian lama" ucap Rahmad


"Iya yah, aku sangat merasa bersalah dengan mereka semua saat melihat berapa mereka penuh semangat dalam bekerja"


"Hem , Alhamdulillah, akhirnya kau bisa mengerti, lalu?"


"Aku putuskan untuk menerima perjodohan yang ayah lakukan dengan tuan Agung Dwi Vinan"


Sejenak Rahmad terdiam, entah kenapa dihatinya tidak ada rasa syukur saat Jasmine memutuskan hal itu, dia justru merasa seakan menjual putrinya sendiri


"Maafkan ayah Jasmine, tidak bisa menjadi orang tua yang baik buatmu" ucap Rahmad tertunduk


"Ayah, apakah ayah merasakan seperti yang aku rasakan, bahwa ada yang tidak baik dari seorang Agung Dwi Vinan?"


Rahmad terkejut dan langsung mendongakkan kepalanya, menatap Jasmine dengan lekat, rasanya tidak percaya bahwa ternyata putrinya juga merasakan apa yang dia khawatirkan


"Bagaimana kau bisa merasakannya Jasmine?"


"Entahlah, aku hanya merasakan begitu saja yah, apa ini juga salah satu kekuatan klan keluarga kita yang bisa diturunkan?"


"Benar sekali, sayang ayah memilikinya tidak setajam dirimu, ayah sangat senang melihat hal ini Jasmine"


"Iya ayah, jadi, apa yang akan kita lakukan sekarang selain harus menerima perjodohan ini, perusahaan kita dalam keadaan terpuruk yah, kita harus segera mencari solusi yang tebaik"


"Apa kau mau ikut bergabung dengan ayah?"


"Tentu saja ayah, kuliahku selesai dengan baik, setelah wisuda, aku akan sepenuhnya berada di perusahaan ini, kita akan menghajar siapa saja yang menjadi musuh perusahaan kita"


"Dasar kau ini, memegang perusahaan tidak semudah kau menghajar orang yang kau inginkan Jasmine"


"Tapi setidaknya aku masih di beri kesempatan menghajar orang yang membuat masalah saat berada di perusahaan ini kan yah?"

__ADS_1


"Tentu saja, dan ayah akan mendukungmu"


"Ini akan semakin seru"


"Kau ini, mirip sekali dengan almarhum ibumu Jasmine, wanita yang sangat tangguh"


"Tentu saja yah, tidak akan aku biarkan seorangpun menyentuh dan menyakiti keluarga Nugraha termasuk perusahaan warisan dari keluarga kita yah"


"Bagus, itu tandanya kau sudah mau pulang ke rumah kan?"


"Belum yah, untuk sementara aku akan tinggal di luar, dan lakukan seperti yang biasa ayah lakukan, menyuruh anak buah ayah jangan ikut campur urusanku"


"Baiklah, dan ayah akan membatalkan perjodohan ini, asal kau mau bersama ayah menghadapi dan mencari jalan keluar menyelamatkan perusahaan ini bersama ayah"


"Siap yah, love you" Jasmine segera memeluk ayahnya, Rahmad tersenyum bahagia dan merasa beban di pundaknya semakin ringan


Semua karyawan terlihat sangat dengan hari ini, karena peluncuran produk terbarunya sukses di pasaran, bahkan pesanan yang di ajukan sangat banyak, bisa dipastikan keuntungan perusahaan akan berlipat ganda


Tanpa disadari kesuksesan di perusahaan Nugraha Company membuat kemurkaan seorang pemimpin bertangan besi di perusahaan Hanzel Company


"Bang*sat, sialan!, perusahaan Nugraha Company benar-benar kurang ajar, beraninya dia mencuri rancangan perusahaan kita dan sekarang dengan bangganya meluncurkan produk itu, bajin*gan!" Teriak murka dari Abraham Hanzel Brian


"Aku juga tidak menyangka hal ini bisa terjadi Eb, bagaimana mungkin, siapa yang sudah berkhianat?, Bukankah rancangan itu hanya ada di tangan kita berdua"


"Benar sekali, mungkinkan ada orang dirumah yang mencuri dan mengcopy nya?" Ucap Abraham lirih


"Tapi siapa Eb, hanya ada tiga orang di dalam rumahmu, Kartika, Mina dan Mbok Darmi"


"Baiklah, kita harus segera bergerak cepat Eb, ada tiga hal penting yang harus kita kejar, pertama segera kita menciptakan rancangan baru lagi yang lebih canggih, mari kita bekerja keras untuk hal itu, aku percaya kamu dan tim perusahaan kita akan mampu melakukannya"


"Hem, kalau itu serahkan padaku El, lalu rencana kedua"


"Kita tuntut legalitas palsu yang dimiliki oleh Nugraha Company, agar mereka tidak berani lagi mencuri lagi dari kita"


"Itu akan diurus oleh tim kuasa hukum perusahaan kita, lalu yang ke tiga?"


"Cari siapa dalang dan pencuri data kita, pastikan kita akan memberikan hukuman yang setimpal, hingga dia tidak akan berani lagi mencari masalah dengan kita"


"Hem, aku setuju, kita fokus ke poin pertama, poin yang lain kita serahkan ke orang-orang kepercayaan kita, bagaimana?"


"Aku setuju, tapi akan tetep kita pantau perkembangan mereka mengatasi masalah ini"


"Okey, siap" ucap Abraham


Keduanya langsung membagi tugasnya dengan menghubungi beberapa orang kepercayaannya dan segera melakukan tugasnya masing-masing


Hari ini Abraham dan Rafael benar-benar fokus memutar otak dan pikiran untuk membuat rancangan baru, semua tim yang terlibat ikut bersemangat dan bekerja dengan sungguh-sungguh


*

__ADS_1


Hampir satu Minggu Abraham, Rafael dan tim melakukan pekerjaan tanpa tau waktu, bahkan Rafael dan anak buahnya sering memperingatkan Abraham untuk tidak lupa makan, namun tentu saja percuma


Jasmine dan mbok Darmi juga jarang bertemu dengan majikannya karena sering pulang larut malam, saat sampai dirumah sudah langsung masuk ruang kerjanya


"Mbok ngerasa aneh nggak sama tuan Abraham?"


"Iya min, beberapa hari gak pernah makan dirumah, berangkat pagi sekali, pulang sudah larut malam"


"Bener mbok, kayaknya ada masalah sama perusahaannya ya Mbok?"


"Mbok mana tau Min, sebaiknya jangan ikut campur Min, nanti malah keliru dan bikin murka tuan Abraham"


"Siap Mbok, lagian aku juga banyak kerjaan"


Malam itu saat diruang kerja, Abraham merasakan badannya demam dan kurang enak badan, kepalanya sangat pusing namun tetap dia paksakan untuk melanjutkan pekerjaannya


Hingga akhirnya tidak kuat lagi dan masuk ke kamar tidur dan merebahkan tubuhnya di atas kasur hingga tak terasa terlelap dengan pintu kamar yang masih terbuka lebar


Jasmine yang tak sengaja lewat hendak pergi ke ruang kerja menawarkan minuman, terheran melihat pintu kamar terbuka lebar tidak seperti biasanya, hingga kemudian dia mendekati pintu kamar Abraham


"Tuan, ini kenapa pintunya gak ditutup begini?, Tuan, tuan Abraham, apa kau di dalam?"


Teriakan Jasmine merasa tidak berguna karena tidak ada ya menyahut sama sekali, hingga kemudian memberanikan diri untuk masuk ke dalam


Dilihatnya sang majikan tertidur di atas kasur dengan sandal yang masih di pakai dan beberapa tumpukan kertas masih di genggamnya


"Ya ampun orang ini, gila kerja banget sih kertas saja sampek di bawa tidur, memangnya bisa, kerja dalam alam mimpi apa, dasar!"


Jasmine berniat keluar sambil menutup pintunya, tiba-tiba saja terdengar rintihan dari Abraham, sontak Jasmine menghentikan langkahnya dan kemudian mendekat kembali


Di sentuh nya dahi sang majikan dan Jasmine sangat terkejut ketika kulitnya menyentuh dahi Abraham yang terasa sangat panas


"Ya Alloh, tuan demam, tuan bangun tuan, tuan sakit?"


"Apa sih Min, berisik banget sih, pergi, aku mau istirahat!" Suara Abraham lemah


"Tapi, tuan lagi demam ini, sebentar aku panggil dokter dulu, dan saya ambilkan kompres" ucap Jasmine segera berlari kebawah memberitahu mbok Darmi dan langsung menelepon Dokter Farel


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE SETIAP HARI


Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH

__ADS_1


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE


__ADS_2