AKULAH WANITAMU

AKULAH WANITAMU
Kehilangan


__ADS_3

Setelah kepergian Dea dan Farel, Jasmine segera berangkat menuju perusahaan, dirinya sudah tidak sabar lagi untuk mengetahui segalanya baik dari Abraham ataupun wanita pemilik perusahaan Elmas Company.


Tiba di perusahaan Nugraha Company, Jasmine di sambut ramah oleh beberapa pegawai, tentu saja semua mengenal sosok cantik istri sang bos walaupun sudah lama tidak berkecimpung di perusahaan, langkah Jasmine tertahan saat ada di depan pintu ruang kerja Suaminya.


Dirinya merasa sedikit lega karena jendela kaca terbuka hingga sang suami dan wanita itu terlihat jelas dari luar sedang berbincang membicarakan sesuatu, begitulah Abraham menjaga kehormatannya dan setiap tamu perempuannya.


"Astagfirullah, apa yang sudah aku lakukan, sebaiknya aku kembali, rasanya tidak pantas aku mengganggu mereka, apalagi sampai mencurigainya" batin Jasmine dan segera berbalik, namun saat kakinya hendak melangkah pergi..


"Masuklah yang.."


Deg


Jasmine sangat terkejut ternyata suaminya sudah mengetahui keberadaannya di sana, masih terdiam antara malu dan merasa bersalah, genggaman tangan suaminya sudah menarik tangannya untuk masuk ke dalam ruangan.


Untuk pertama kalinya Jasmine dan Elife berhadapan langsung dan saling mengenalkan diri, paket kotak yang di bawa oleh Jasmine buru-buru dimasukkan ke dalam tas.


Sementara Elife sangat kagum dengan kecantikan Jasmine yang luar biasa.


"Anda sangat cantik, pantas Abraham tidak pernah berpaling hanya untuk sekedar mengagumi kecantikan wanita lain" ucap Elife yang membuat Jasmine sangat terkejut.


"Tapi anda juga sangat cantik, Nona Elife" jawab Jasmine.


"Tidak sebanding denganmu nona Jasmine, buktinya suamimu tidak pernah tertarik dengan ku, dia hanya tertarik dengan ilmu bisnis yang aku miliki saja, bukan begitu Abraham?"


"Terserah kau saja Elife, bagiku hanya wanita ini yang bisa mengisi hatiku selamanya" ucap Abraham sambil memeluk istrinya sekejab.


"Jangan membuatku semakin iri dengan kalian, dan ijinkan aku berbicara hanya dengan Jasmine Ab, bisakah?" Ucap Elife.


"Kalau masalah kabar yang beredar baru saja di televisi, aku akan menjelaskan ke Jasmine, bukan begitu sayang?" Sahut Abraham yang merasa khawatir.


"Tidak apa-apa yang, biar aku bicara dengan Elife sebentar" sahut Jasmine.


Abraham akhirnya keluar dan kedua wanita itu saling berbincang membahas masalah yang terjadi sebenarnya, Elife mengerti dengan kekhawatiran yang dialami Jasmine sebagai seorang isteri, dan sesaat Elife juga sangat terkejut saat Jasmine memberikan beberapa foto yang sepertinya sengaja di kirimkan padanya.


Jasmine meminta maaf karena sempat meragukan hubungan keduanya, Elife hanya tersenyum dan menjelaskan kembali bahwa niatnya kesini juga ingin mengundang ke pernikahannya, Keduanya saling berpelukan dan terjalin hubungan yang baik.

__ADS_1


**


Tidak butuh waktu yang lama untuk seorang pemilik Elmas Company siapa dalang di balik pelaku fitnah yang di sebarkan, Dengan kekuasaan dan beberapa orang terlatih nya kini mereka sudah bisa mengambil tindakan yang tidak main-main.


"Ada apa denganmu Derya?" Tanya Elife.


"Tidak ada, aku benar-benar ingin memberi pelajaran yang setimpal dengan mereka yang sudah berani mengusik kita kak"


"Hem, tentu saja, apalagi sedikit banyak mereka sudah membuat persiapan pernikahanku terganggu" sahut Elife.


Kini pemilik perusahaan besar itu sudah Menuntut balik media yang menyebarkannya dan menjadi perbincangan publik, namun ada nama seseorang yang membuatnya curiga, Sepertinya sengaja di samarkan dan di hilangkan jejaknya.


Di saat semua tertuju pada berita dan penyelesaian masalah itu, Abraham dan Jasmine lupa akan pengawasan ketat terhadap putranya, hingga saat pulang dari taman bermain, mbok Darmi dan beberapa pengawal lainya telah dilumpuhkan dan si kecil Alex berhasil di culik.


Jasmine yang saat itu baru saja sampai di Mansion dari konferensi Pers, sangat terkejut saat dirumah mendapati laporan dari pengawalnya.


"Apa!, Ini tidak mungkin, lalu apa kalian tidak menemukan petunjuk sama sekali?" Tanya Jasmine di tengah kepanikannya.


"Maaf Nyonya, banyak pengawal terluka dan juga mbok Darmi masih di larikan ke rumah sakit karena mengalami luka-luka"


"Astagfirullah, baiklah, aku akan menghubungi suamiku dan kalian segera berpencar cari informasi apapun soal keberadaan anakku, mengerti?"


"Yang, tenanglah, sudah, kita akan segera menemukan Alex, jangan khawatir okey?" Ucap Abraham saat sampai di Mansion dan mendapati Jasmine sudah menangis berlari dalam pelukannya.


"Aku takut yang, siapa yang tega melakukan ini ke anak kita?" Ucap Jasmine di tengah isak tangisnya.


Sementara Elife dan Derya segera mengerahkan semua anak buahnya untuk melacaknya, Rafael dan Rena yang mendengar kabar itu segera melaporkan ke pihak berwajib, semua koneksi yang di punyai oleh Abraham juga di kerahkan untuk melacak keberadaan sang putra tercinta.


**


Di tempat lain, Farel yang tidak sengaja berada di sebuah hotel untuk mengikuti seminar kesehatan yang sedang dilakukan terkejut melihat sosok orang sedang memanggul anak yang sepertinya sedang tertidur, dan wajahnya mirip sekali dengan keponakannya yang tak lain adalah Alex, namun farel menganggap itu tidak mungkin.


"Anak tadi mirip sekali dengan Alex" batin Farel kemudian berjalan santai masuk kembali ke dalam aula pertemuan untuk melanjutkan acara seminarnya.


Sementara Dea yang baru saja menerima telpon dari Rena segera memberitahu Farel saat sang suami tiba dari toilet.

__ADS_1


"Ada apa yang?" Tanya Farel saat melihat wajah cemas sang istri.


"Alex di culik seseorang"


"What!!, Apa maksudmu yang?" Jawab Farel sangat terkejut.


"Iya, ini Rena dan yang lainnya ikut membantu mencari keberadaan Alex sekarang" ucap Dea.


Sontak Farel langsung teringat dengan seorang laki-laki yang menggendong anak mirip sekali dengan Alex yang baru saja dilihatnya saat berada di loby hotel tadi.


"Ya Tuhan, berarti itu tadi Alex..ayo yang, aku tadi melihatnya, cepat!" Bisik Farel segera berlari begitu saja meninggalkan ruangan, diikuti oleh Dea yang memohon maaf sebelumnya kepada peserta yang lain untuk meninggalkan tempat karena ada keadaan darurat.


Farel kalang kabut dan berlari kesana kesini berusaha mencari jejak seseorang yang dia pastikan tadi membawa anak yang mirip sekali dengan Alex, sedangkan Dea sudah menghubungi Abraham terlebih dahulu sebelum akhirnya ikut membantu suaminya mencari jejak keberadaan laki-laki yang membawa Alex.


"Bagaimana ini yang, apa kita tunggu dulu Abraham dan Jasmine?" Tanya Dea.


"Okey, kau tunggulah disini sambil menunggu mereka, aku akan ke pihak pengurus hotel untuk meminta ijin memperlihatkan Cctv yang ada di hotel ini" sahut Farel, setelah itu segera pergi meninggalkan Dea.


**


Abraham dan Jasmine segera menyusul ke hotel di mana Farel dan Dea berada, saat berada dekat dengan hotel Jasmine bisa merasakan keberadaan anaknya begitu kuat dengan dirinya, begitu juga dengan Abraham yang bahkan bisa mendengar degup jantung Anaknya.


"Apa kau merasakannya yang?" Tanya Jasmine diam sejenak sebelum masuk ke dalam hotel.


"Sangat yang, aku yakin anak kita ada di dalam hotel itu" jawab Abraham.


Sementara Elife dan Derya yang baru saja berjalan menyusul di belakang mereka merasa aneh dengan apa yang di bicarakan dengan mereka.


"Tunggu, maksud kalian, keberadaan Alex bisa kalian rasakan begitu?" Tanya Elife heran.


"Tentu saja, bahkan denyut jantungnya aku mulai merasakannya" sahut Abraham segera berjalan masuk ke hotel bersama dengan Jasmine.


Derya dan Elife saling pandang takjub sekaligus masih tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Abraham.


Seluruh akses hotel elite itu segera di segel oleh Elife dan Derya yang kebetulan salah satu penanam saham terbesar di hotel yang dituju, anak buahnya segera di kerahkan untuk melihat setiap sudut yang ada di hotel mewahnya, tidak ada yang boleh keluar masuk hotel untuk sementara waktu.

__ADS_1


**


Makin Penasaran, yuk kita tunggu episode selanjutnya, Jang lupa VOTE, HADIAH, LIKE dan KOMEN ditunggu..


__ADS_2