
Jasmine diseret keluar dari tempat itu oleh Rahmad, sedangkan Agung dan Kartika masih shock berdiri di tempatnya, keduanya sampai tidak bisa bernafas normal saking takutnya dengan kejadian yang bisa saja melenyapkan nyawanya
"Wanita itu bukan manusia, dia seperti iblis, kekuatanya mengerikan, kau lihat tadi kan sayang?" Ucap Kartika
"Aku tidak menyangka mereka punya kekuatan supernatural, ini gila, kita harus berhati-hati" jawab Agung
Risma yang melihat Jasmine di seret oleh ayahnya segera berlari dan mengikutinya dari belakang, hingga tiba di area parkir dan Rahmad melepaskan cekal lan tangannya
"Kau sadar apa yang sudah kamu lakukan Jasmine, sudah berapa kali ayah memberitahumu, jangan perlihatkan kekuatan kita pada dunia, mereka akan menganggap kita aneh dan memburu kita, kau paham!"
"Aku tidak peduli lagi ayah, mereka pantas mendapat ganjaran dari perbuatannya, untuk apa aku diberikan kekuatan kalau tidak di manfaatkan!"
"Manfaatkan untuk menyelamatkan orang, manfaatkan di jalan kebaikan, manfaatkan di jalan Alloh, bukan untuk membunuh orang!" Teriak Rahmad dan membuat Jasmine bungkam
"Kau ingin aku menyegel kekuatanmu lagi, kau ingin ayah melakukan hal itu Jasmin?!, Jawab!"
"Tidak ayah, maafkan aku"
"Pikirkan baik-baik apa yang sudah kau lakukan, perbanyak sholat malam mu dan juga puasa, emosimu semakin tidak terkontrol, lakukan apa yang ayah bilang, atau ayah akan berbuat tega padamu, mengerti?!" Bentak Rahmad
"Iya" ucap Jasmine
"Segera pergi dari rumah Abraham majikan mu itu, terserah kau mau tinggal dimana, mulai sekarang bantu ayah di perusahaan, berangkat sesuai jam kerja, kita akan menghadapi masalah ini bersama"
"Iya ayah, maaf"
Jasmine terdiam di tempat, Rahmad melangkah pergi meninggalkan anaknya, hatinya sangat sakit sudah membentak dan memarahi satu-satunya buah hati yang sangat di sayangnya, hingga kemudian dia berhenti dan berbalik
Rahmad berlari menghampiri Jasmine kembali lalu memeluknya dengan erat, maafkan ayah, tidak bisa menjadi orang tua yang selalu menjaga dan melindungi mu Jasmine
Jasmine langsung menangis tersedu, begitu juga Rahmad yang tanpa terasa menitikkan air mata, sedangkan kedua mata sahabat Jasmine yang melihat semuanya langsung banjir dengan air mata
Risma sungguh tidak menyangka di balik kekonyolan Jasmine dan sifat riangnya selama ini, begitu banyak luka di hatinya, bahkan tanggung jawab yang sangat besar nanti harus di pikul nya, ada satu yang masih belum di mengerti oleh Risma
"Tentang kekuatan dan penyegelan, apa maksudnya?" Batin Risma bertanya-tanya
Jasmine bersimpuh dan menangis, terdengar jelas kini dia memanggil nama bunda dalam tangisannya, Risma sudah benar-benar tidak tahan melihat keadaan sahabat nya, hingga kemudian dirinya berlari keluar dari tempat persembunyiannya dan segera memeluk Jasmine dengan erat
*
Rahmad kembali masuk ke ruang dimana ada Agung dan Kartika di sana, keduanya terkejut dan langsung berdiri ketika melihat Rahmad sudah masuk dan berada di depannya
"Katakan padaku, apa kau yang merencanakan semua ini, kau sengaja mencuri rancangan itu dan melibatkan perusahaan ku?" Tanya Rahmad dingin
"A aku, mendapatkan rancangan itu dari anak buah ku, tentu saja aku juga tidak mengerti dengan masalah ini" jawab Agung dengan gugup
__ADS_1
"Benarkah, apa orang seperti mu masih bisa aku percaya?" Ucap Rahmad
"I itu terserah padamu, aku hanya mengatakan yang sebenarnya" jawab Agung masih terlihat takut
"Dengar baik-baik, aku akan menyelesaikan urusan ini lalu jangan berani lagi mendekati perusahaan ku atau mengusikku lagi"
"Tapi aku punya saham besar di perusahaan mu, jangan lupa itu" sahut Agung
"Soal saham akan aku kembalikan, kalaupun perusahaan akan mengalami guncangan, akan aku mulai dari Nol kalau perlu"
"Lalu, hutang perusahaan mu?" Ucap Agung lagi
"Soal hutang, aku juga akan mencari cara untuk segera mengembalikannya"
"Lalu perjodohan itu?" Tanya Agung
"Apa kau yakin masih menginginkan perjodohan dengan putri ku yang hampir saja membunuh mu tadi?" Tanya Rahmad sambil tersenyum sinis
"Oh tentu saja tidak, aku tidak menginginkan putrimu lagi, kau bisa membatalkan perjodohan itu" ucap Agung dengan wajah yah masih ketakutan saat Rahmad menyebut nama Jasmine
"Bagus, ingat, jangan berani menyentuh putriku lagi, atau aku bisa berbuat lebih dari yang bisa kalian bayangkan, mengerti?"
Keduanya langsung menjawab dengan gugup, Rahmad melangkah mundur dan segera pergi meninggalkan tempat itu
"Ini gila, rasanya aku berbicara dengan iblis berwujud manusia, berhadapan dengan tuan Rahmad tubuhku jadi merinding" ucap Kartika
"Benarkah, dan sekarang mereka tidak akan sungkan lagi menggunakan kekuatannya untuk melawan musuh-musuhnya" ucap Kartika.
"Kita harus menggunakan kecerdasan dan kelicikan kita untuk menghadapi mereka nantinya, dan kita harus bergerak cepat"
"Maksudnya?" Tanya Kartika.
"Jangan sampai Abraham mempercayai omongan tuan Rahmad ataupun Jasmine, jadi sebaiknya kau rencanakan bagaimana caranya kecurigaan Abraham ke Jasmine akan bertambah kuat"
"Hem, aku tau caranya, dan sebaiknya aku segera pulang, aku tau Abraham akan menggeledah kamar Jasmine dan saat di itulah aku ingin dia menemukan bukti kalau Jasmine yang sudah mencuri rancangannya itu"
"hem, bagus, lakukan!"
Tak lama kemudian keduanya berpisah dan berjalan pulang ke tempat nya masing-masing.
**
Saatnya jam pulang, Abraham rasanya sudah tidak tahan lagi untuk mencari kebenaran dari keberadaan Jasmine sebagai pembantu di rumahnya.
"Tumben kau sudah mau pulang Eb?" Tanya Rafael.
__ADS_1
"Aku ingin menggeledah kamar wanita itu, barangkali ada sesuatu yang bisa aku temukan di sana"
"Eb, jangan terlalu gegabah, bisa saja Mina, maksud ku Jasmine punya alasan lain kenapa harus berada di rumahmu"
"Aku tau, justru itu aku ingin segera tau kebenaranya, aku pulang dulu"
"Okey, hati-hati Eb!" Ucap Rafael
Beberapa menit kemudian Abraham sampai di rumah mewahnya, dilihatnya mbok Darmi sedang ada di dapur sendirian.
"Dimana Jasmine mbok?"
PRANG
mendengar sang majikan menyebut nama Jasmine, mbok Darmi terkejut dan seketika menjatuhkan piring hingga pecah.
"Sh*it!, Apa yang kau lakukan mbok Darmi?" Ucap Abraham ikut terkejut
Mbok Darmi langsung bersimpuh dan menangis, Abraham mundur sejenak dan tidak mengerti kenapa Mbok Darmi melakukan hal itu.
"Maafkan saya tuan, ini kesalahan saya, non Jasmine terpaksa bekerja disini karena menabrak saya waktunya itu, jadi saya yang memaksanya bekerja di sini tuan" ucap mbok Darmi sambil tersedu-sedu.
"Berdirilah Mbok, aku tidak menyalahkan mu, apa yang kau lakukan sudah benar" ucap Abraham pergi begitu saja meninggalkan Mbok Darmi.
Dengan langkah cepat Abraham segera mengambil kunci cadangan kamar Jasmine kemudian membukanya, Abraham melihat sekeliling, kemudian memeriksa laci mejanya, disana tidak di temukan sesuatu yang di carinya.
Sejenak Abraham terduduk diam dan mengamati kenari pakaian yang ada di depannya, perlahan Abraham membukanya dan membalikan beberapa pakaian Jasmine.
Abraham sempat terkejut saat melihat banyaknya pakaian gamis yang bermerek dan harganya lumayan mahal, namun Abraham dana sekali tidak pernah melihat Jasmine memakai nya saat bekerja di rumahnya.
Hinga matanya terkesiap saat tangannya merasakan menyentuh sebuah kertas, Abraham menarik perlahan dan ternyata, sebuah salinan rancangan miliknya ada di genggamannya.
Seketika amarah Abraham memuncak, kebenaran bahwa dia menemukan bukti adanya rancangan yang telah dicuri berada di kemari Jasmine, membuktikan bahwa Jasmin lah yang selama ini telah menusuk nya dari belakang.
"Bangsat kau Jasmine, aku akan benar-benar menghancurkan Nugraha Company dan juga dirimu!" Teriak Abraham hingga terdengar jelas oleh Mbok Darmi dan juga Kartika.
BERSAMBUNG
Author akan UPDATE SETIAP HARI
Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
__ADS_1
HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE