
Keduanya kini sudah sampai di hotel yang sudah di pesan sebelumnya, baik Abraham dan Rafael segera masuk ke dalam kamarnya masing-masing yang kebetulan bersebelahan.
"Jam 7 malam kita akan malam di restoran hotel ini, nanti aku hubungi lagi Eb"
"Hem, aku masuk dulu El"
Berada di tempat asing membuat keduanya masih berusaha menyesuaikan suhu tubuhnya, apalagi di Jepang sedang musim dingin, hingga membuat keduanya harus menambah baju ekstra untuk menambah kehangatan perlindungan tubuhnya.
Tepat jam 7 malam, keduanya sudah berada di restoran halal yang ada di area Hotel, tak lama kemudian datang seorang teman Rafael yang sudah lama bekerja sama dan membantunya.
"Jadi anda juga bisa berbahasa Indonesia?" Tanya Abraham.
"Tentu saja, saya dulu juga lama tinggal di Indonesia tuan Abraham"
"Hem, baguslah kalau begitu, aku ingin kau membantu kami selama ada di negara ini"
"Tentu saja tuan, jangan sungkan, saya dan Rafael sudah lama berteman, dia adalah orang yang paling berjasa membuat saya sukses sampai seperti sekarang ini"
"Hei, ayolah, itu hanya bantuan kecil saja, jangan mengungkitnya, bagaimana dengan besok, kita sudah siap mendatangi acara pelelangan itu?"
Teman Rafael mengangguk dan memberikan beberapa penjelasan bahwa persaingan yang ini sangat ketat, masalahnya ada pengusaha sukses dari Turki yang ikut andil dalam acara pelelangan resmi ini.
Abraham dan Rafael sempat terkejut, rupanya perusahaan Smith yang ada di Jepang ini sangat besar dan menarik peminat semua pengusaha yang ada di dunia, perbincangan semakin seru saat membahas karakter masing-masing pengusaha yang akan di hadapi besok, hingga Abraham di kejutkan dengan pekikan seorang wanita berhijab yang tanpa sengaja tersandung dan menumpahkan sesuatu di kemejanya.
"Oh, Sh*it!" Teriak Abraham reflek langsung berdiri.
"I'm sorry sir, I really didn't mean to" ucap wanita itu langsung meminta maaf dan berniat mengelap baju Abraham, namun dengan cepat Abraham mencegahnya.
"It's okay, I'm fine" ucap Abraham segera mundur beberapa langkah menjaga jaraknya.
"Kau baik-baik saja Eb?" Tanya Rafael sambil menyodorkan beberapa lembar Tissue padanya.
"Kalian dari Indonesia?" Ucap sang wanita itu dengan Fasih.
"Iya, anda bisa berbicara bahasa kami?" Tanya Rafael yang juga terkejut, belum sempat sang wanita itu menjawab, datanglah sosok wanita yang sepertinya Rafael kenal.
"Kak, kau baik-baik saja, ada apa?" Tanya wanita berhijab itu, lalu terkejut saat menyapa Rafael.
"Anda_?"
"Nona_?"
__ADS_1
"Oh rupanya kebetulan sekali ya, sepertinya kita saling kenal?" Tanya wanita itu, kemudian mereka semua memperkenalkan diri dengan memakai bahasa Indonesia, rupanya kedua wanita cantik dan berhijab itu menguasai bahasa Indonesia dengan baik, dan mereka berdua menceritakan kalau salah satu kerabatnya ada yang tinggal di sana.
Kedua wanita yang bernama Elife Fusun Elmas dan Derya Guliya Elmas tersenyum dan kemudian pamit pergi menuju ke meja makannya sendiri. Terlintas senyuman manis dari kedua wanita itu untuk Abraham dan Rafael.
"Sungguh wanita-wanita yang sangat cantik bukan, menjaga martabatnya dengan pakaian yang tertutup tidak mengurangi nilai kecantikannya" ucap teman Rafael begitu saja.
Abraham dan Rafael hanya tersenyum tidak menanggapi dengan serius percakapan seseorang yang ada di di depannya.
"Wanita Turki memang terkenal sangat cantik, sayangnya kita sudah punya para wanita yang lebih cantik di hati kami" ucap Abraham, dan membuat ketiganya tertawa lalu melanjutkan perbincangan seputar bisnis kembali.
Keesokan harinya Abraham dan Rafael sudah menghadiri acara lelang antar negara untuk menenangkan perusahaan Smith Rodergo, mereka berdua sangat terkejut saat di sapa oleh kedua wanita yang bertemu dengannya beberapa saat yang lalu.
"Aku tidak menyangka kalau mereka juga seorang pengusaha Eb, luar biasa" ucap Rafael.
"Jangan memuji wanita selain istrimu berlebihan, dan sepertinya aku pernah mendengar perusahaan besar di Turki persis seperti nama belakang mereka, Elmas Company"
"Iya ,aku baru ingat Eb, apa mungkin mereka pemilik dari perusahaan yang menduduki urutan ke 5 terbesar di dunia itu?"
"Entahlah El, aku juga tidak tau" ucap Abraham, sambil sesekali memperhatikan acara pelelangan yang sudah dimulai, penawaran yang sangat fantastis dan membuat beberapa perusahaan akhirnya menyerah.
Dan kedua wanita itu seperti dugaan Abraham, ternyata mereka pemilik dari perusahaan Elmas Company, kedua wanita itu memberikan penawaran harga yang lebih tinggi dari semuanya, dan Abraham pun tidak mau membuang kesempatan, dengan memberikan penawaran sedikit tinggi dari perusahaan Elmas Company.
"Kita naikkan lagi kak kita pasti akan mendapatkan nya" ucap Derya.
"Kenapa kak, apa kau tidak menginginkan perusahaan ini?" Tanya Derya.
"Kita sudah sangat berkuasa saat ini, berikan kesempatan untuk yang lain" jawab Elife dengan tenang, sementara Derya menggeleng tidak percaya dengan keputusan sang kakak.
Setelah pelelangan berhasil di menangkan oleh Abraham, keduanya mendapatkan ucapan selamat dari kedua wanita itu.
"Selamat tuan Abraham, pemilik Nugraha Company rupanya?"
"Oh iya, terimakasih nona Elife, anda sudah memberikan kesempatan menang kepada kami dan kami tidak menyangka rupanya anda dari Elmas Company, perusahaan yang sangat berkuasa saat ini" jawab Abraham.
"Tentu saja tidak, kami memang menekan pengeluaran keuangan perusahaan karena sudah membeli beberapa perusahaan besar di tahun ini, dan saya rasa ini adalah kesempatan anda" ucap Elife.
Abraham merasa sudah berutang Budi dan Mereka melanjutkan percakapan bisnisnya di tempat lain sambil menikmati makan siang.
"Jadi anda akan segera meninggalkan perusahaan di Jepang ini?" Tanya Elife.
"Begitulah Nona, saya juga punya perusahaan di Indonesia yang harus saya urus" ucap Rafael.
__ADS_1
"Hem, tapi membiarkan perusahaan baru, apalagi di negara orang yang kita belum tahu karakter nya secara jelas, itu langkah yang salah, perusahaan bukan hanya cukup di miliki, tapi harus di kembangkan atau paling tidak di pertahankan performa nya" sahut Derya yang membuat Rafael tak percaya dengan kecerdasannya.
"Saat kita mendapatkan perusahaan, itu berarti suatu amanah, banyak tanggung jawab di sana, nasip para pegawai yang membutuhkan untuk mencukupi hidupnya bisa di bilang dari perusahaan, jangan sampai Alloh murka dan mencabut semua nikmat yang kita miliki hanya karena kita lalai" ucap Elife sambil tersenyum.
Abraham terdiam, semua yang di katakan wanita yang ada di depannya membuat dirinya tersadar, sungguh suatu tugas yang sangat berat saat kita semakin punya banyak perusahaan.
"Maaf, mungkin anda punya solusi untuk masalah kami?, Soalnya kita juga masih baru pertama kali mempunyai perusahaan di luar Negeri" ucap Rafael memecah keheningan.
"Paling tidak tiga bulan diantara kalian harus mengambil alih kekuasaan di perusahaan ini, aku sarankan ganti nama perusahaan ini sesuai nama perusahan di Indonesia, agar banyak orang yang tau, perusahaan ini milik Nugraha Company" ucap Derya.
"Aku akan membantu anda mengenalkan beberapa perusahaan besar yang ada di Jepang, dan itu akan memperkuat posisi anda di negara ini" sahut Elife.
"Maaf boleh saya bertanya?" Ucap Abraham. "Kenapa anda membantu kami?"
"Aku melihat kita dalam diri kalian, penuh dengan semangat dan bekerja keras, Elmas Company juga dulu tidak sebesar ini, kami merintis dari Nol, dan ada seseorang yang membantu kami di sana" ucap Elife.
"Kakakku memang seperti itu, dan bukan hanya kalian, untuk itu dia kadang malah di manfaatkan seseorang, beruntung ada aku yang kadang menyelidiki dulu sebelum membantu" ucap Derya.
"Jadi kau menyelidiki kami?" Tanya Rafael Terkejut.
"Tentu saja, itu bukan hal yang sulit" jawab Derya, membuat Rafael melebarkan matanya tak percaya.
"Sudahlah, jangan khawatir, Derya hanya berjaga-jaga saja, maafkan kami kalau berbuat lancang" ucap Elife.
"Tidak Nona, saya justru berterimakasih atas bantuan anda, jadi anda juga ada di Jepang beberapa bulan?" Tanya Abraham.
"Enam bulan kami akan ada disini, ada urusan bisnis sekaligus mengawasi pembangunan tander besar yang ada di Jepang, tapi kami sesekali juga akan pulang ke Turki" ucap Derya
Abraham dan Rafael Merasa beruntung sekali bertemu dua wanita pemilik perusahaan besar yang sudah membantunya dan memberikan saran tentang mengelola perusahaan barunya yang ada di negara asing.
Akhirnya keduanya memutuskan untuk mengurusi perusahaan selama tiga bulan yang ada di Jepang, Abraham dengan berat hati membicarakan hal ini kepada Jasmine, begitu juga Rafael, beruntung istri mereka sangat mengerti dan memahami keadaanya.
"Jadi dua wanita pemilik Elmas Company yang?" Tanya Jasmine.
"Hem, mereka berhijab sama dengan dirimu yang, dan aku melihat mereka selalu menjaga jarak saat berbicara dengan kami, kenapa, apa kau khawatir?" Tanya Abraham di sabungan teleponnya.
"Syukurlah kalau begitu, khawatir sih iya yang, bagaimana enggak, kamu disana di temani wanita cantik gitu, apalagi aku masih belum bisa ikut kamu ke sana, yang penting hati-hati yang, tetap jaga jarak"
Abraham tersenyum, seketika rasa rindu akan sosok Jasmine langsung menyerangnya, kabar sang buah hati pun ditanyakan dan di ceritakan oleh Jasmine. Abraham sangat bersyukur semuanya baik-baik saja.
Begitu juga dengan Rafael yang kini sudah mendengar Isak tangis dari istrinya, dia mengatakan kalau akan sering pulang ke Indonesia beberapa kali selama tiga bulan, akhirnya Tangisan Rena berhenti, dan mengabarkan bahwa anaknya baik-baik saja, Jasmine sangat membantunya saat datang mual muntah yang berlebihan, Rafael merasa tenang kembali dan keduanya segera memutuskan percakapan di telpon saat dirasa cukup untuk melepas kangen.
__ADS_1
**
Di tunggu VOTE, HADIAH, LIKE dan KOMENnya ya..