AKULAH WANITAMU

AKULAH WANITAMU
Hutang Harus Terbayar


__ADS_3

Sontak ketiganya terkejut dan langsung menoleh ke sumber suara.


"Loh, bukannya kamu masih nunggu Kartika Ab?" Tanya Farel.


"Sudah sadar, di tunggu sama mbok Darmi, biar aku yang ngantar Jasmine pulang, aku gak tega kamu ngantar Jasmine, takut kamu kena serangan jantung" ucap Abraham


"Ha!, Memangnya Farel sakit jantung?" Tanya Jasmine dengan polosnya.


"Iya kalau dekat kamu, ya kan Rel?"


"Kau ini_, Dasar!, Ya sudah aku pulang duluan!" Teriak Farel sambil berjalan masuk kembali ke mobilnya.


Sementara Risma sudah terkekeh melihat ekspresi Jasmine yang masih gak nyambung dengan maksud suaminya.


Abraham segera pamit dan membawa Jasmine masuk ke dalam mobilnya, dengan menarik dan menggenggam tangan Jasmine masuk ke kursi belakang, Risma makin terkekeh saat kepala Jasmine hampir saja terantuk pinggiran pintu mobil, beruntung tangan Abraham segera menahannya.


"Kalian benar-benar manis sekali, bikin baper saja sih" batin Risma yang kemudian melambaikan tangan melepas kepergian sahabatnya.


*


Keesokan harinya Jasmine berangkat ke kantor bersama dengan ayahnya, Sampai di tempat yang dituju Jasmine segera turun begitu juga dengan Rahmad sang pemilik Nugraha Company


"Bagaimana dengan sahabatmu Risma, apa bersedia kerja di sini membatu di keuangan perusahaan?' tanya Rahmad sambil duduk di kursi kerjanya yang tak jauh dari tempat Jasmine


"Alhamdulillah yah, mulai hari ini dia akan masuk ke perusahaan kita, aku akan mengeceknya di bagian penerimaan pegawai baru"


"Hem, pergilah" ucap Rahmad


Jasmine yang baru saja duduk, segera berdiri kembali dan melangkah pergi meninggalkan ruangan menuju tempat penerimaan pegawai baru, hingga kemudian keduanya saling bertemu disana.


Jasmine segera membawa Risma ketempat keuangan Perusahaan, yang kebetulan letaknya hanya bersebelahan dengannya, tidak butuh waktu lama, kini Risma mengecek dan membenahi beberapa data yang sudah diubah untuk menutupi kecurangan pegawai sebelumnya.


"OMG, benar-benar parah perusahaan loe jas, aku perlu waktu lebih untuk membenarkan semua data yang ada di sistem keuangan Perusahaan Nugraha Company"


"Okey, lakukan tugasmu dengan baik Ris, gue akan menyediakan waktu sebanyak-banyaknya buat loe mengatasi semuanya"


"Okey, siap, kau boleh pergi jas, kalau ada apa-apa yang kurang gue pahami, gue akan hubungi loe" ucap Risma sambil pergi meninggalkan Risma yang kini sudah menempati sebuah ruangan dan siap melanjutkan pekerjaannya.


Rahmad tersenyum mendengar kabar baik tentang perusahaan nya yang mengalami kenaikan keuntungan yang lumayan tinggi, apalagi masalah dengan Hanzel Company sudah terselesaikan.


Tinggal hutang di perusahaan Vinan Company yang harus di pikirkan untuk segera di lunasi, Rahmad juga berencana untuk menarik kembali saham Agung Dwi Vinan dan mengembalikannya.


Bagi Rahmad, bekerja sama dengan Agung bukankah hal yang baik, mengingat bagaimana dia sudah terjebak oleh permainan licik dari Agung Dwi Vinan.


Rupanya beberapa pemegang saham mulai menyadari keadaan perusahaan Nugraha Company yang mulai membaik, hingga mereka semua ingin membicarakan keuntungan yang akan didapatkannya sekaligus ada beberapa yang ingin menambahkan jumlah saham yang akan di berikan ke Nugraha Company.


"Jasmine, bagaimana menurutmu, banyak pemegang saham yang ingin menambahkan sahamnya di perusahaan kita, sepertinya mereka sudah menyadari bahwa perusahaan kita mengalami peningkatan pendapatan yang lumayan tinggi" ucap Rahmad.

__ADS_1


"Kapan rapatnya yah?"


"Siang ini, aku harap kau dan Risma ikut juga, kalian penting mengetahui hal ini" Jawab Rahmad.


"Baik yah, aku berpikir bagaimana kalau kita perlahan membuat perusahaan ini menjadi milik sendiri tanpa saham dari orang lain, Jasmine khawatir mereka hanya mencari keuntungan saja dan tidak perduli bagaimana kita jungkir balik menghadapi masalah di perusahaan ini"ucap Jasmine.


"Ayah juga berpikir begitu, akan lebih tenang kalau saham yang ada di sini adalah milik kita sendiri" sahut Rahmad.


"Lalu, apa yang akan kita katakan di rapat nanti siang yah?" Tanya Jasmine.


"Kita katakan saja kalau kita ingin mengembalikan semua saham mereka, karena kita ingin mandiri dan perusahaan sudah bisa berdiri sendiri saat ini, bagaimana menurutmu?"


"Aku rasa itu lebih baik yah"


Keputusan sudah di buat oleh Rahmad dan Jasmine, mereka berdua juga mengerti komitmen yang mereka ambil harus lebih giat lagi bekerja untuk membesarkan nama perusahaan Nugraha Company.


Siang itu, Rahmad, Jasmine dan Juga Risma berjalan keluar bersama dari kantor Nugraha Company dan menuju ke sebuah tempat di mana rapat akan di lakukan, kebetulan sekali siang itu mereka memilih pertemuan di sebuah Restoran milik keluarga Nugraha yaitu restoran Kamayang.


Hanya butuh waktu kurang beberapa menit perjalanan sudah sampai di Restoran itu, ketiganya segera bergegas masuk dan ternyata disana sudah ada semua pemegang saham siap mengadakan rapat siang ini, tak terkecuali Agung Dwi Vinan yang sudah duduk manis menunggu rapat dimulai.


"Selamat siang semuanya, maaf kami datang yang terakhir rupanya" ucap Rahmad, semuanya menjawab salam dari Rahmad dan kemudian memulai rapatnya.


Rupanya pembahasan pertama adalah pembagian hasil yang minta dinaikkan ke pemegang saham yang sudah ada di perusahaan Nugraha Company.


"Saya rasa menaikkan perolehan pemegang saham tidak akan membuat tuan Rahmad keberatan, mengingat perusahaan anda sedang naik daun dan mendapatkan penghasilan yang luar biasa" ucap Agung.


"Apa!, Maksud kalian?" Tanya Agung terkejut.


"Begini tuan Agung, kami akan mengembalikan semua saham anda semuanya, intinya kami ingin berdiri dibawah kaki sendiri untuk membesarkan perusahaan ini" ucap Rahmad.


"Hahaha, sombong sekali kalian, intinya perusahaan kalian tidak membutuhkan uang kami lagi, begitu?! Ucap Agung lantang.


"Maaf tuan, intinya kami ingin berdiri sendiri"


"Kalian benar-benar sombong, apa anda lupa masih punya hutang di perusahaan Vinan Company, tuan Rahmad?" Ucap Agung.


"Kami akan segera membayarnya tuan Agung, mungkin satu bulan lagi kita sudah bisa mengembalikan semua hutang kami" sahut Jasmine.


"Jangan terlalu sombong nona Jasmine, kau masuk ke dunia bisnis masih bisa di hitung dengan jari, keberuntungan perusahaan itu bisa hilang dan timbul dalam sekejap, jadi jangan berpikir terlalu mudah" ucap Agung.


"Kami tidak pernah menyepelekan dunia bisnis tuan Agung, justru kami ingin serius lagi menghadapinya" jawab Jasmine.


"Terserah kalau itu keputusan kalian, tidak usah kalian kembalikan, aku akan mengambil semua saham ku, hari ini juga!"


Rahmad hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan Agung yang semakin arogan, berbeda dengan pemegang saham yang lain dimana mereka masih merayu Rahmad untuk tetap menanamkan sahamnya.


Namun dengan tidak menyinggung maksut baik mereka, Rahmad menolak dengan halus, hingga pengembalian saham dengan baik, namun tidak dengan Agung Dwi Vinan.

__ADS_1


"Baik, aku juga ingin hutangku di bayar dalam waktu 2 minggu, aku tidak mau tau, apa kalian mengerti?!" Ucap Agung Arogan.


"Kami sudah bilang akan mengembalikan semua hutang perusahaan dalam waktu satu bulan tuan Agung, kalau dua minggu, tentu saja kami tidak mampu" ucap Jasmine yang semakin gedek dengan kelakuan Agung.


"Memangnya aku peduli?, Kalian sudah sombong sekali, sok gak butuh saham kami, aku anggap kalian mampu untuk membayar hutang itu kapanpun aku mau!" Ucap Agung.


"Tapi tuan Agung_" ucap Jasmine tertahan.


"Cukup Jasmine, baiklah pak Agung, kami akan mengembalikan dua Minggu lagi, apa anda puas?" Kata Rahmad.


"Ayah, bagaimana mungkin kita bisa_"


"Diamlah Jasmine, kita pasti bisa, jangan kecewakan tuan Agung, dan kami ucapkan terimakasih sudah mau membatu kesulitan kami dengan pinjaman uang dari anda" ucap Rahmad.


Akhirnya rapat itu berakhir, Jasmine masih terduduk lesu dengan keputusan ayahnya yang akan melunasi hutangnya dalam waktu 2 Minggu dari sekarang.


"Maaf tuan Rahmad, mengingat keuangan kita saat ini, dua Minggu rasanya tidak mungkin kita bisa membayar hutang kita" ucap Risma pelan.


"Aku tau Nona Risma, tapi Arogansi Agung Dwi Vinan tidak akan bisa kita lawan, dia akan semakin menekan kita dengan keterkaitannya di dalam perusahaan, untuk itu aku segera menyetujui syarat nya" ucap Rahmad


"Tapi kita dapat uang dari mana tuan Rahmad, perusahaan tidak punya uang sebanyak itu, kalau hutang Vinan Company harus di bayar minggu ke depan" jawab Risma.


"Aku tau, semoga ada jalan keluar yang lain" sahut Rahmad.


Ketiganya duduk terdiam dengan pikirannya masing-masing.


Sementara di tempat lain yang tak jauh dari sana, seseorang sudah memperhatikan dan mengetahui apa yang terjadi dengan mereka.


*


Penasaran dengan kelanjutannya?, Sudah tayang di YouTube Channel: Sinho Novel, cuplikan episode 56-61


Ketik: Cerita Novel Romantis by Sinho Bag.5


Yuk mampir, jangan lupa: Subscribe, Like, Komen


BERSAMBUNG


Author akan UPDATE 3 KALI SEHARI Jangan lupa Dukung Author dengan memberi:


LIKE LIKE LIKE LIKE


KOMEN KOMEN KOMEN


HADIAH HADIAH HADIAH


VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE

__ADS_1


__ADS_2